
Di jalan yang cukup terlihat kalau Lala masih mengangkat Tanaka dan berjalan bersama Rito setelah mereka berpisah dengan Risa dan Mio beberapa menit yang lalu.
Setelah berpisah dengan mereka berdua tiba tiba saja Tanaka mulai angkat bicara tanpa menggerakkan badannya sama sekali tepat dipundaknya Lala.
"Apa mereka sudah pergi ?" tanya Tanaka dengan suara pelan.
Tentu hal ini membuat Lala dan Rito seketika terkejut ketika mendengar suaranya Tanaka yang sudah sadar dari pingsannya.
"Tanaka !! kau sudah sadar !!" sahut Lala yang mulai menurunkan Tanaka dari pundaknya.
"Terima kasih sudah mengangkatku, Lala-Sama" ujar Tanaka yang mulai meregangkan badannya karena kecapean.
"Hmm.." balas Lala yang tersenyum lega ketika melihat Tanaka sudah sadar.
Tentu Lala hanya menganggukkan kepalanya saja ketika mendengar ini.
"Tanaka !? syukurlah kau masih hidup" ucap Rito yang melihat Tanaka sudah sadar dan mulai tersenyum kearahnya.
"Oii.. apa kau baru saja berpikir kalau aku mati sebelumnya ya ?" balas Tanaka sambil melihat kearah Rito dengan tatapan aneh.
"Ehh !? tidak tidak mana mungkin aku berpikir seperti itu" sahut Rito yang panik ketika mendengar perkataannya.
"Tenanglah Rito aku hanya bercanda, kau mudah sekali panik hanya dengan kata kata seperti itu" balas Tanaka yang mulai memegang kedua pundaknya Lala dan juga Rito.
"Anu.. Tanaka ? apa yang kau lakukan ?" tanya Lala yang bingung ketika merasakan tangannya Tanaka, begitu juga dengan Rito.
"Teleportasi.. aku ingin cepat cepat kerumah, aku sudah lapar" balas Tanaka dengan wajah lesu.
"Ha ? ap-"
Namun sebelum Rito menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja mereka semua telah menghilang dari jalan itu tanpa ada seorang yang mengetahuinya.
***
Kediaman Yuuki, pukul 16.30 sore.
Terlihat kalau Mikan saat ini sedang duduk disofa sambil menonton acara memasak di televisi itu, namun tiba tiba saja ia menoleh kearah jam yang ada ditembok menunjukkan pukul 16.30 sore.
"Rito dan yang lainnya belum pulang juga sudah sore begini, pada kemana mereka bertiga ?" gumam Mikan yang mulai meminum jus yang ada dimeja.
Tepat ketika dia meminum jusnya sambil menonton televisi, tiba tiba saja mereka muncul tepat dihadapannya yang saat ini sedang meminum jusnya.
"PFFFTTT !!"
Tentu Mikan yang melihat Rito, Lala dan Tanaka mulai menyemburkan jusnya dan mulai batuk tidak karuan karena melihat mereka yang tiba tiba muncul dihadapannya.
"Ohh.. Rito kita sudah pulang" ujar Lala yang terkejut ketika melihat sekelilingnya saat ini.
"Ka.. Kau benar, untung saja aku tidak kehilangan bajuku barusan" balas Rito yang ikut terkejut sambil memegang bajunya.
"Sepertinya kau korban dari alat ajaibnya Lala-Sama, Rito.. kalau begitu tunggu apa lagi.. ayo buka sepatunya" ujar Tanaka yang mulai membuka sepatunya.
"Ahh.. Mikan" gumam Tanaka yang melihat Mikan, saat ini sedang batuk karena terkejut akan kehadiran mereka.
"Ohh.. itu beneran Mikan" lanjut Lala dengan polosnya.
"Mikan !? apa kau baik baik saja !?" ujar Rito dengan panik yang melihat adiknya batuk batuk tepat dihadapannya.
"BU.. BUKA DULU SEPATU KALIAN !!"
***
Setelah Tanaka dan yang lainnya membuka sepatu langsung saja Rito mulai pergi mandi setelah Tanaka dan Lala selesai mandi.
Terlihat kalau Tanaka saat ini sedang berbaring diatas sofa sambil menonton televisi, sedangkan Lala terlihat sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Nee.. Tanaka ? bisakah kau memberitahukan soal bagaimana caranya kau melakukan teleportasi sempurna seperti itu ?" tanya Lala yang cukup penasaran dengan keahlian Tanaka.
"Hoam.. itu sebuah skill yang aku miliki, jika Lala-Sama ingin maka kau bisa membelinya dishop, itu pun jika ada disana" balas Tanaka yang menguap sambil melanjutkan menonton acara televisi nya.
"Baiklah.." balas Lala yang langsung mengambil ponsel miliknya dan mulai mencari skill teleportasi dishop.
"Tanaka-Dono, maaf sudah merepotkanmu dengan sikapnya Lala-Sama dan terima kasih sudah mau menolongnya" bisik Peke yang mulai melayang disebelah kepalanya Tanaka.
__ADS_1
"Hmm.. Peke bukan ? santai saja lagipula dia adalah anggota grup chat kau pasti sudah tahu bukan ?" balas Tanaka dengan suara kecil pada Peke.
"Lagipula sesama anggota grup harus membantu satu sama lain bukan ? jadi santai saja" lanjut Tanaka sambil melirik kearah Lala yang saat ini masih sibuk mencari skill dishop.
"Kau benar.. Tanaka-Dono kalau begitu aku permisi" balas Peke yang mulai duduk diatas badaannya Tanaka sambil membaca buku fashion.
Tentu Tanaka yang melihat Peke menutup pandangannya ketika menonton televisi mulai kesal dan memilih untuk membuka shop yang ada diponselnya dan mulai membeli itu.
[ Kenbunshoku Haki : 5000 Poin
Apa anda ingin membelinya ?
Ya / Tidak ]
[ Bushosoku Haki : 5000 Poin
Apa anda ingin membelinya ?
Ya / Tidak ]
Langsung saja Tanaka menekan Ya pada kedua notifikasi itu dan mulai muncul rasa hangat ditubuhnya dibarengi rasa pusing ketika menerima semua informasi itu.
'Ergghh.. lagi !?' batin Tanaka yang merasa pusing ketika menerima semua informasi itu.
[ Ding ! Selamat Host telah membeli 2 skill dishop
Terima Kasih telah berbelanja ! ]
Melihat ini langsung saja mulai membuka statusnya, namun belum saja ia membuka statusnya tiba tiba saja muncul notifikasi lain diponselnya.
[ Ding ! Selamat Host telah membeli kedua Haki dishop
Berdasarkan pengalaman yang Host lalui, Kami-Sama telah memberikan hadiah lain kepada Host dan juga mengupgrade haki haki milik Host
Houshoku Haki (A-Class) : sebuah Haki yang dapat mengintimidasi orang dengan aura yang Host keluarkan, dengan Haki ini Host dapat menumbangkan 100.000 orang lebih.
Konbunshoku Haki (B-Class) : sebuah Haki yang dapat merasakan keberadaan makhluk hidup yang ada disekitar Host berdasarkan Aura, Host juga dapat merasakan emosi targetnya.
Bushosoku Haki (C-Class) : sebuah Haki yang dapat melapisi bagian tubuh dan juga senjata Host menjadi keras dan juga kuat
Seketika Tanaka terdiam ketika melihat salah satu skill yang ia beli dari shop diupgrade dan juga ditambahkan pada ponselnya.
'Kami-Sama.. apa anda mau menciptakan dewa baru dengan hadiah anda ini, aku mohon kalau anda memang bercanda dalam hal ini' batin Tanaka yang melihat deskripsi skill miliknya.
Melihat ini dia hanya bisa menghela nafas lalu segera membuka status miliknya.
[ Name : Tanaka
Age : 16 years old
Race : High Human, ???
Title : Protagonist, Administrator, Assassin No 1, King Marksman, Lazybones
Atribute :
Strength : B+
Intiligent : EX
Agility : B+
Endurance : C+
Stamina : D+
Charm : A+
Luck : EX
Skill : Ningen Shikkaku (EX), Telepotation, Telekinesis, Gaster Blaster, Bone Manipulation, Gun Mastery, Houshoku Haki (A), Konbunshoku Haki (B), Bushosoku Haki (C)
Poin : 1000 ]
__ADS_1
'Hmm.. sepertinya Judgement Eyes ku menghilang dan atribut Strength dan Endurance ku bertambah 1 tingkat saja, meskipun begitu aku tetap kurang pengalaman saja ketika membeli 2 skillku' batin Tanaka yang melihat status terbarunya.
'Tapi.. apa yang ada terjadi pada Race milikku ?' batin Tanaka yang melihat Race miliknya yang tidak diketahui itu.
'Mahh.. lagipula itu bukan masalah, mending aku mendengar musik saja' batin Tanaka yang sudah tidak peduli pada rasnya dan segera mengeluarkan headphone yang ia beli sebelumnya.
***
Sudah 3 hari semenjak Tanaka-San tinggal dirumah kami, saat ini aku sudah selesai memasak dan mulai menyimpan semua makanannya diatas meja.
Kebetulan Rito keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya, langsung saja aku menyuruh Rito untuk memanggil Tanaka dan Lala.
"Rito.. makan malamnya sudah siap, kau ajak Lala dan Tanaka untuk makan" ucapku yang melihat Rito sedang berjalan kearah ruang tamu.
"Baiklah.." balasnya dengan singkat.
Tentu melihat ini aku hanya bisa menghela nafas dan mulai mengambil nasi dimangkok untuk mereka semua, namun tiba tiba saja aku mendengar suara Tanaka bernyanyi.
"Minami no Shima wa~ Atta ta Kai~ Paina~ puru puru Atama~ poka poka Aho Bakaa~"
'Ha ?'
***
"Aho Bakaa.. ahh.." ucap Tanaka yang terkejut ketika headphonenya diambil oleh Rito yang saat ini menatap Tanaka dengan aneh.
"Tanaka-San.. makan malam sudah siap dan lirik macam apa yang kau nyanyikan itu" sahut Rito yang memegang headphonenya Tanaka dengan sudut bibirnya yang berkedut.
"Hmm.. entahlah, Peke apa kau sudah selesai membaca majalahmu ? aku mau makan dulu" balas Tanaka yang mematikan lagunya pada ponsel miliknya.
"Yahh.. aku sudah selesai Tanaka-Dono, dan maaf sudah merepotkanmu" ucap Peke yang langsung bangun dari tubuhnya Tanaka.
"Tidak apa apa santai saja, Lala-Sama.. ayo kita makan dulu, setelah itu aku mau tidur" ujar Tanaka sambil berjalan kearah meja makan.
"Baiklah.." balas Lala yang tersentak ketika mendengar suaranya Tanaka dan mulai mengikutinya dari belakang.
Namun saat ini pandangannya masih tertuju kearah ponselnya karena ia saat ini belum menemukan apa yang ia cari saat ini.
'Ada apa dengan pasangan aneh ini ?' batin Rito yang melihat Tanaka dan Lala berjalan kearah dapur.
***
Dimeja Makan.
Saat ini baik Rito maupun Mikan sedang makan sambil menatap kearah Tanaka dan juga Lala yang saat ini sedang makan dengan tenangnya.
Terlihat kalau Lala saat ini masih makan sambil menatap ponselnya dengan serius, sedangkan Tanaka masih makan dengan tenangnya.
"Ha.. Lala-Sama, makanlah terlebih dahulu baru kau bisa mencarinya nanti" sahut Tanaka yang langsung mengambil ponselnya.
"Ahh.." Lala yang terkejut kalau ponsel miliknya diambil oleh Tanaka.
"Makanlah dulu.. nanti akan aku berikan ponselnya" lanjut Tanaka yang menyimpan ponselnya Lala tepat disebelah kirinya.
"Hmm.. baiklah" balas Lala sambil mengembungkan pipinya dan mulai makan dengan kesal karena ponselnya diambil.
Sedangkan Tanaka yang melihat ini hanya bisa menghela nafas saja dan segera melanjutkan makannya, tentu hal ini tidak lepas dari Rito dan Mikan bibirnya mulai berkedut ketika melihat ini.
Namun baru saja Tanaka meminum kuah misonya tiba tiba saja Lala mulai angkat bicara pada Tanaka.
"Tanaka.. aku sudah menghabiskannya, berikan ponselku" ujar Lala yang menyimpan sumpitnya diatas mangkok.
"Pfftt.."
Mendengar ini tentu saja Tanaka mulai tersedak dengan kata katanya dan mulai melihat kearah piring piringnya yang saat ini sudah habis.
"Uhukk.. Uhukk.. o.. oh.." balas Tanaka dengan gugup sambil memberikan ponselnya pada Lala.
"Terima kasih.." sahut Lala dengan senyuman dan langsung pergi keruang tamu hingga membuat Tanaka, Rito dan Mikan terdiam.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti dengan sikap wanita itu" gumam Tanaka yang melihat sikap Lala sebelumnya.
'Justru kami yang tidak mengerti dengan sikap kalian !?' batin Rito dan Mikan yang kesal ketika mendengar gumaman Tanaka.