
"Aku benar benar minta maaf karena sudah merepotkanmu, Dazai.."
Terlihat kalau Karasuma saat ini sedang membungkukkan badannya pada Dazai.
Karasuma saat ini sedang memakai yukata berwarna abu dengan haori berwarna hijau lumut, sedangkan Dazai sendiri saat ini masih memakai mantelnya dan belum memakai yukata dari penginapan ini.
Dazai yang melihat ini hanya bisa menepuk keningnya atas tingkahnya itu, setelah kejadian tadi siang langsung saja Dazai membawa mereka pulang kembali setelah terjadi keributan dengan sekolah lain sebelumnya.
Bahkan Dazai sempat menegur mereka untuk tidak pergi ketempat sepi agar tidak terjadi seperti kejadian sebelumnya.
Terlihat kalau Dazai dan Karasuma saat ini sedang duduk bersama sambil melihat sebagian muridnya bermain permainan dipenginapan ini.
"Ha.. siapa yang menyangka kalau pemerintah masih melakukan misi pembunuhan padanya ketika aku sedang liburan" gumam Dazai yang bersandar saat ini ketika mendengar semua penjelasan Karasuma.
"Mahh.. aku tidak peduli soal itu sih.. yang ingin aku tanyakan adalah kenapa para pemerintah masih mencoba untuk menggangguku ?"
Terlihat Dazai dengan wajah seriusnya sambil melihat beberapa muridnya yang sedang bermain permainan yang ada dipenginapan saat ini.
"Bahkan mereka mencoba meretas komputerku beberapa kali, apa mereka sudah bosan hidup ?" lanjut Dazai dengan kesal.
"Kalau soal itu entahlah.. aku juga tidak mengetahui siapa yang mencoba untuk mengganggumu" balas Karasuma yang mendengar pertanyaannya.
"Hmm.." balas Dazai yang menganggukkan kepalanya, langsung saja dia mulai mengeluarkan flashdisk dari yukata miliknya.
"Berikan ini pada pemerintah bila kau dipanggil lagi oleh mereka, anggap saja ini adalah hadiahku untuk mereka" balas Dazai dengan senyum gelapnya.
Karasuma yang melihat senyumnya Dazai mengerti dengan apa yang dia maksudkan itu, langsung saja Karasuma menerima flashdisk tersebut sambil menganggukkan kepalanya.
Tentu Flashdisk yang Dazai berikan pada Karasuma adalah rekam jejak kejahatan yang telah mereka lakukan, bahkan soal eksperimen ilegal yang pernah mereka buat.
"Dazai-Sensei !!" teriak Kaede yang mulai berjalan kearah Dazai dan Karasuma.
Tentu mereka berdua yang saat ini sedang mengobrol langsung menoleh kearah Kaede terlihat kalau dia saat ini sedang bersama Kanzaki, Nagisa, Okuda, Sugino dan Nagisa.
"Iya ?" tanya Dazai yang melihat mereka datang menghampirinya.
"Bi.. Bisakah kau ikut kami ?" tanya Kanzaki dengan gugup.
Disisi lain Dazai dan Karasuma yang melihat ini tentu kebingungan kenapa mereka mau membawa Dazai ketika mereka sedang mengobrol saat ini.
"Mahh.. mahh.. Dazai-Sensei sudahlah ikut kami saja" ujar Kaede yang merangkul tangan kirinya Dazai.
"Nanti juga kau akan mengerti setelah ini, Dazai-Sensei" lanjut Sugino yang juga ikut merangkul tangan kanannya Dazai.
"Tu-"
"Aku sedikit penasaran apa yang dikatakan oleh Kanzaki-San, apa itu benar atau tidak itu saja" lanjut Okuda dengan senyum canggung diwajahnya.
"Tunggu !! kau juga Okuda-San !!" teriak Dazai yang tidak percaya akan apa yang dia dengar saat ini.
"Mahh.. kalau begitu ayo kita pergi !!" teriak Kaede dan Sugino sambil menyeret Dazai secara paksa.
"SIAL !! APA APAAN DENGAN KEKUATAN GENGGAMAN KALIAN !!" teriak Dazai yang tidak bisa melepas genggaman mereka berdua.
"TU.. TUNGGU SESEORANG TOLONG AKU !! KARASUMA-SENSEI !! SIAPAPUN TOLONG AKU !! AKU MASIH PERJAKA !! ARGGGHHH !!" teriak Dazai yang saat ini mencoba melawan mereka berdua.
Namun belum juga Dazai melanjutkan protesnya langsung saja mereka mulai menyeretnya pergi dari sana secara perlahan.
Bahkan mereka berdua saat ini sedang tersenyum menyeringai ala Koro-Sensei ketika menarik Dazai.
"Bersenang senanglah wahai anak muda" balas Karasuma sambil tersenyum ketika melihat ini.
"Baiklah !!" teriak mereka dengan semangat sambil menyeret Dazai.
"PENGHIANAT !!" teriak Dazai yang sudah dibawa jauh oleh mereka berenam.
Disisi lain mereka yang melihat tingkah Dazai hanya bisa tertawa lepas ketika melihat ini, bahkan Karasuma yang terlihat tegas itu tersenyum ketika melihat tingkahnya.
***
"Ke.. ke.. ke.." gumam Dazai dengan wajah pucat ketika melihat apa yang didepannya saat ini.
"KENAPA ADA AREA DING DONG DISINI !!" teriak Dazai sambil menjambak rambutnya dengan frustasi.
Saat ini Dazai dan yang lainnya ada di area ding dong atau di area Arcade, tentu mereka membawa Dazai kemari dengan maksud lain.
__ADS_1
"Mahh.. kami dengar dari Kanzaki-San kalau Dazai-Sensei pernah bermain ini dengannya beberapa hari yang lalu, makanya kami ingin mengajakmu bermain disini" balas Kaede dengan mata berbinar ketika mendengar ini.
"Jadi kami membawamu kemari ingin melihatnya secara langsung apa itu benar seperti apa yang Kanzaki-San katakan apa tidak" lanjut Sugino dengan penasaran, begitu juga dengan Nagisa dan Okuda.
"Dazai-Sensei aku mohon bersenang senanglah bersama kami" sahut Okuda sambil membungkuk badannya pada Dazai.
"Ini bohong bukan.." gumam Dazai yang melihat ini bibirnya mulai berkedut, langsung saja dia menghela nafas lelah dan mulai menerima permintaan mereka untuk bermain.
"Ha.. baiklah baiklah.. aku akan bermain selama beberapa ronde saja, mengerti ?" balas Dazai sambil duduk disana dengan bosan.
"Yeahh !!" teriak Kaede dan Sugino yang langsung melakukan tos ketika mendengar ini.
"Kali ini aku pasti menang, Dazai-Sensei !!" sahut Kanzaki dengan semangat.
"Tentu semoga kau menang kali ini, Ojou-Sama.." balas Dazai dengan nada lelah.
Langsung saja mereka mulai memainkan permainan mereka, bahkan Dazai tidak menyangka kalau dia akan bermain street fight di penginapan ini bersama Kanzaki dan yang lainnya.
Disisi lain para penonton yang melihat pertandingan mereka berdua mulai menatap mereka berdua dengan takjub, bahkan mereka sempat sempatnya melihat Dazai menulis sesuatu ketika bermain dengan Kanzaki selama beberapa ronde ini.
"Hebat !!" teriak Sugino yang melihat pertarungan mereka yang begitu intens disana.
"Kanzaki-San ayo semangat !!" dukung Okuda yang berada dibelakangnya, begitu juga dengan Kaede.
Disisi lain Nagisa yang melihat pertarungan mereka tiba tiba saja dilempar kertas oleh Dazai yang saat ini sedang bermain.
Tentu Nagisa yang melihat ini langsung mengambil kertas itu lalu segera membaca apa yang ada didalamnya.
'TOLONG !! BUAT DIA BERHENTI !!'
Melihat ini Nagisa hanya bisa menggaruk pipinya ketika melihat tulisan Dazai dikertas tersebut.
Sebenarnya Nagisa bisa saja membantunya namun ia memilih untuk membiarkan Kanzaki bersenang senang ketika melihat ia tersenyum saat bermain bersama Dazai.
***
2 jam kemudian.
"Ha.. ha.. sial.. aku.. tidak menyangka.. kalau.. wanita.. sangat mengerikan.. bila serius.. bahkan.. Nagisa-Kun tidak.. menolongku.. saat itu.. " gumam Dazai yang saat ini sedang kelelahan.
Terlihat kalau Dazai saat ini sedang tergeletak diruangan bersama Karasuma yang saat ini sedang mengerjakan tugas negaranya.
"Aku kelelahan sialan !!" protes Dazai pada Karasuma.
Tentu Dazai yang mendengar ini hanya bisa bersabar menghadapi orang yang memiliki sikap tegas, keras kepala dan kaku seperti Karasuma.
Namun ketika mereka sedang sibuk dengan dunia mereka tiba tiba saja seseorang datang keruangan ini tanpa menimbulkan suara sama sekali hanya sekelebat angin kecil saja.
"Yahh.. tadi hampir saja" ucap Koro-Sensei yang saat sedang duduk seiza tepat disebelahnya Karasuma.
"Apa yang terjadi ? dari tadi berisik sekali" tanya Karasuma yang melihat Koro-Sensei muncul diruangan ini.
"Benar.. aku mau tidur disini tapi sepertinya mereka sedang meributkan sesuatu, aku yakin kau pasti sedang menguntit mereka lagi bukan, Koro-Sensei ?" lanjut Dazai yang langsung duduk dari tidurnya.
"Yahh.. seperti biasa instingmu sangat tajam Dazai-Sensei, para murid memaksaku untuk menceritakan kisah cintaku pada mereka" balas Koro-Sensei sambil mengambil sesuatu dari balik yukatanya.
"Kisah cinta ?" tanya Dazai dan Karasuma yang mendengar ini darinya.
"Masa laluku penuh dengan cerita cerita romantis, sampai sampai aku tidak bisa menghitung menggunakan tangan maupun kaki ku" balas Koro-Sensei sambil mengeluarkan kue yang ia simpan sebelumnya.
"Apa cerita itu.. saat kau masih memiliki 2 tangan dan 2 kaki ?" tanya Karasuma.
"...."
"...."
Baik Dazai dan Koro-Sensei yang mendengar ini seketika terdiam dengan ucapannya Karasuma hingga suasana mereka saat ini terasa begitu sunyi dan canggung.
Bahkan Koro-Sensei yang sedang makanpun mulai berhenti.
"Tidak lupakan saja.. paling kamu juga tidak mau menceritakannya" sahut Karasuma yang mencoba untuk mencairkan suasananya.
"Kamu bijak sekali Karasuma-Sensei, meski dalam perjalanan menanyakan tangan dan kaki orang itu sungguh tidak sopan" balas Koro-Sensei sambil melanjuti makannya.
"Ha.. aku tidak menyangka kalau Karasuma-Sensei akan sebodoh ini ketika menyangkut masalah cinta bukankah begitu, Koro-Sensei ?" gumam Dazai dengan nada lelah.
__ADS_1
"Benar sekali.. Dazai-Sensei" balas Koro-Sensei yang mendengar ini sambil tersenyum kearah mereka.
Tentu Karasuma yang mendengar percakapan Koro-Sensei dan Dazai mulai merasa kesal pada mereka berdua.
"Kalau begitu Dazai-Sensei.. apa kau punya seseorang yang kau cintai juga ? nyuhuhu" tanya Koro-Sensei dengan penasaran sambil mengeluarkan memo ditangannya.
"KENAPA KALIAN MASIH MEMBAHAS INI !? HA !!" teriak Karasuma dengan kesal ketika mendengar pembicaraan mereka yang masih dilanjut.
"Hmm.. sebenarnya aku tidak ingin sekali menjawabnya, lalu.. bagaimana jika aku memberitahukan tipe wanita yang aku sukai saja pada kalian ?" balas Dazai yang langsung memberikan ide lain pada mereka.
"BENARKAH !!" teriak Koro-Sensei dan Karasuma yang terkejut ketika mendengar ini.
Namun tiba tiba saja Karasuma sadar akan sikapnya dan mulai berusaha untuk menenangkan dirinya walau ia malu sebelumnya.
Sedangkan Dazai dan Koro-Sensei yang melihat ini langsung menggelengkan kepala mereka, langsung saja Dazai mulai memberitahu hal ini pada mereka.
"Baiklah tipeku itu dia bisa memasak, mudah diandalkan, tinggi kalau tidak dia lebih kuat dariku, postur tubuh harus standar, yang paling penting dia harus cantik dan mau diajak bunuh diri bersamaku tanpa merepotkan orang lain !!"
Tentu Dazai langsung memberitahukan tipenya pada mereka berdua, bahkan Karasuma yang mendengar ini bibirnya mulai berkedut akan tipe wanitanya Dazai.
"Nyuhuhuhu.. jadi begitu.. jadi begitu.." gumam Koro-Sensei yang menulis tipe wanitanya Dazai pada memonya.
"APA PERLU KAU MENULISNYA JUGA !!"
Setelah mereka bertiga mengobrol langsung saja Dazai pergi kepemandian air panas untuk berendam karena saat ini ia belum berendam disana.
Terlihat kalau Dazai saat ini sedang masuk kedalam bak air panasnya dengan tubuh telanjangnya tanpa membuka perbannya.
"Ha.. menyegarkan sekali" gumam Dazai yang saat sedang berendam, namun tiba tiba saja ia memikirkan Asuna dan yang lainnya disana.
'Bagaimana kabar mereka disana yahh..' batin Dazai sambil melihat kearah bayangan dirinya didalam bak.
***
To LOVE-Ru World.
Saat ini Asuna sendiri sekarang sedang bersama Lala dan yang lainnya sambil memakan oleh oleh pemberian Tanaka pada mereka.
"Hmm.. oleh oleh dari kakak ipar memanglah yang terbaik" sahut Momo yang saat ini sedang memakan kue tart miliknya begitu juga dengan yang lainnya.
"Mahh.. aku memang tidak mau mengakuinya tapi siapa yang menyangka kalau dia mau memberikan kue ini pada Aneue" balas Nana sambil memakan kuenya.
"Nana kau tahu ucapanmu dan tingkahmu sangatlah berbeda kau tahu itu bukan ?" ejek Momo yang melihat sikap malu malunya Nana.
Tentu Nana yang mendengar ini hanya menoleh kearah lain sambil mengembungkan pipinya dengan kesal, melihat ini tentu saja mereka mulai menertawakan tingkahnya.
"Yahh.. sudah 3 hari yang lalu semenjak kau kemari Asuna-San, apalagi kita semua kemarin menonton live streaming milik kakak ipar" ucap Momo yang melanjuti makan kuenya.
"Yahh.. aku tidak menyangka kalau Asuna-San memiliki marga yang sama dengan kami, aku kira Asuna-San adalah sepupu kami ketika mendengar marganya" sahut Mikan yang memakan kuenya sambil mengingat kejadian 3 hari lalu.
Tentu ketika Asuna datang baik Rito dan Mikan yang mendengar kalau nama marga mereka sama mulai terkejut begitu juga dengan Asuna.
Namun untung saja dia menjelaskan kalau dirinya berasal dari dunia yang sama seperti Tanaka, bahkan beberapa dari mereka salah mengira kalau Asuna adalah sepupu mereka.
"Ahahaha.. seperti bukan hanya kamu saja Mikan, bahkan Asuna juga terkejut ketika mendengar ini" balas Lala sambil memakan kuenya dengan bahagia.
"Mahh.. aku tidak bisa menyangkal soal itu" lanjut Asuna dengan malu.
"Tapi aku tidak menyangka kalau Tanaka-Kun bisa mengajar walau umurnya sama dengan kita" ujar Risa yang mengingat kejadian 3 hari yang lalu.
"Ahahaha sudah kuduga dari Tanaka dia memang hebat" balas Lala dengan bangga.
"Yahh.. bahkan Papa tidak menyangka kalau ada makhluk secepat itu didunia lain, bahkan jika Papa melawan dia pasti akan kalah atau seri" gumam Nana yang membandingkan ayahnya dan juga Koro-Sensei.
"Tapi.. kenapa bisa ada makhluk sepertinya dibumi lain ?" tanya Haruna yang bingung saat ini, begitu juga dengan yang lainnya.
"Aku tidak tahu, yang pasti membunuhnya bukanlah hal yang mudah, bahkan Tanaka-San saja hanya bisa memutuskan salah satu tentakelnya saja" balas Run yang juga datang kesana karena diundang Lala.
"Apa diantara kalian tidak ada yang merasa khawatir dengan sifatnya Tanaka ? akhir akhir ini dia sering melakukan percobaan bunuh diri kalian tahu ?" tanya Mio dengan khawatir.
"...."
Tentu mereka yang mendengar ini terdiam ketika mendengar pertanyaannya Mio, namun sebelum Lala menjawabnya tiba tiba saja ponselnya bergetar begitu juga dengan Asuna.
Langsung saja mereka berdua mulai membuka dan melihat ponsel mereka berdua.
__ADS_1
"Ini.." gumam Asuna yang terkejut ketika melihat ini.
"MISI YANG LAIN !!"