The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 69


__ADS_3

Red Gate, Dungeon Abyss Floor 23, Abyss Place.


7 tahun telah berlalu dan saat ini didalam sebuah portal terlihat kalau saat ini ada 2 sosok manusia sedang bertarung melawan 2 sosok iblis dengan tanduk dan juga ekor disana.


Tentu mereka tidak lain adalah Dazai dan juga Ritsu yang saat ini sedang bertarung melawan 2 iblis itu di Dungeon terakhir mereka yaitu Abyss.


Selama 7 tahun belakangan ini mereka berdua mulai melakukan pembersihan disetiap Dungeon yang ada diseluruh dunia.


Banyak yang telah terjadi selama 7 tahun ini ketika mereka membersihkan ke 7 Dungeon itu, baik itu yang terlihat oleh umum maupun tidak.


Dungeon Pertama mereka yang berada dipulau Fukuma, dimana mereka harus menelusuri hutan lebat dengan berbagai jenis Goblin dan juga Orc disana sampai melawan Grid The Goblin King dan juga Krow The Orc Lord untuk menyelesaikan dungeonnya.


Dungeon Kedua mereka yang berada dipulau Jeju, dimana mereka harus menelusuri gurun pasir dimana mereka harus melawan Replika Anubis untuk menyelesaikannya.


Dungeon Ketiga dijalan raya Inggris dimana mereka harus menelusuri kota penuh dengan kabut dan harus melawan beberapa vampir dan juga harus melawan Valper The Queen Vampire.


Dan masih banyak lagi, dan bukan hanya itu saja bahkan Ritsu atau Q sekarang sudah berhasil bersatu dan mulai berevolusi menjadi ras baru yaitu Ultimate Demon Slime.


Entah ras apa itu namun Dazai saat ini benar benar terbantu karena Ritsu mulai bertarung disisinya, bahkan ia mulai belajar banyak hal dari setiap pertempuran ini.


Baik itu sihir, senjata maupun ras yang mereka temui maka Ritsu akan mulai memakan mereka dan mulai mempelajari apa yang ia makan saat itu juga.


Benar, semenjak Ritsu bergabung dengan Q ia mulai berubah hingga ia terobsesi dengan segala jenis sihir dan senjata yang ia temui, juga berbagai jenis ras yang belum pernah ia lihat selama ini.


Dazai yang melihat tingkah Ritsu hanya bisa tertawa canggung padanya, bahkan selama 7 tahun ini Ritsu mulai merasakan perasaan lain.


Selama proses penggabungan kedua makhluk itu baik itu A.I dan Slime mereka mulai bertukar informasi masing masing hingga menjadi makhluk tercerdas pada rasnya.


Bisa dibilang saat ini kepintaran Ritsu yang telah bergabung dengan Q sudah setara dengan Dazai pada kehidupan pertamanya sebelum bereinkarnasi.


Ritsu yang telah mendapatkan informasi tentang kehidupan pertamanya Dazai mulai merasa sedih padanya dari situlah Ritsu mulai mendekatkan dirinya pada Dazai hingga ia jatuh cinta padanya.


Tepat ketika Dazai dan Ritsu menyelesaikan Dungeon Keenam mereka, tiba tiba saja Ritsu mengutarakan perasaannya pada Dazai walau ia malu ketika mengutarakan perasaannya.


Dazai yang mendengar ini langsung menolak perasaannya tanpa ampun sama sekali padanya hingga ia terkejut ketika mendengar ini.


Tujuan Dazai menolaknya adalah satu yaitu ia sudah mempunyai kekasih didunianya yaitu Asuna dan mulai memberitahu hal ini padanya.


Namun itu justru tidak membuat Ritsu menyerah, bahkan ia mulai bersemangat dan mulai menggunakan ingatan Q untuk melakukan pendekatan padanya setelah ia bergabung dengannya.


Mulai dari makan bersama, sentuhan kulit, mandi bareng, lalu menggodanya ketika tidur, bahkan yang lebih parahnya lagi Ritsu mulai berani mencoba untuk menciumnya beberapa kali ketika Dazai sedang tidur.


Tentu Dazai yang melihat ini tidak tahan lagi dan hanya bisa pasrah lalu segera menerima perasaannya dengan tangan terbuka, walau ia sendiri sudah lama mengakui kalau dirinya juga jatuh cinta pada Ritsu.


Ritsu yang mengingat perjuangannya selama beberapa bulan ini akhir terbayar juga, tentu ia yang mendengar ini merasa senang dan terharu padanya.


Bahkan Ritsu nulai menempel terus pada Dazai seperti lem setelah pengakuan itu, tentu Dazai yang melihat tingkah Ritsu hanya bisa pasrah saja karena sikapnya.


Apalagi ia memiliki seluruh ingatan dirinya pada kehidupan pertamanya, makanya ia terkadang tidak bisa menanganinya karena ia tahu kelemahannya.


Kembali lagi pada pertarungan mereka berdua, terlihat kalau saat ini Ritsu sedang bertarung dengan iblis perempuan yang membawa 2 sabit kecil ditangannya.


TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !!


Terlihat setiap tebasan mereka berdua sangatlah cepat, namun meskipun begitu Ritsu sengaja menyamai kecepatannya dengan iblis itu karena ia ingin mendapatkan pengalaman bertarung secara langsung.


Sebenarnya bisa saja Ritsu mengalahkan kedua iblis itu dengan mudahnya, namun ia memilih untuk menghargai keputusannya Dazai yang ingin bertambah kuat.


Sedangkan Dazai sendiri saat ini sedang melawan iblis pria dengan cakar dan juga gelang berdurinya, tentu saat ini terlihat siluet api hitam dengan cahaya hitam mulai beradu.


Terlihat kalau Dazai saat ini sedang menebas kepala iblis itu diudara secara horizontal dengan posisi badannya diatas.


Tentu Iblis itu yang melihat serangannya mengarah ke kepalanya mulai mundur kebelakang.


Namun sayang karena ia terburu buru tanpa melihat pijakannya maka ia mulai kehilangan keseimbangannya dan mulai tertebas hingga ia mati terpenggal disana.


Dazai yang melihat musuhnya akhirnya mati mulai mendarat dengan sempurna sambil menghela nafas dengan lega dan segera berteriak pada Ritsu.


"RITSU !! AKU SUDAH SELESAI !! AYO KITA AKHIRI DISINI !!" teriak Dazai pada Ritsu sambil duduk disana dengan nafas terengah engah.


"BENARKAH !! BAIKLAH !!" balas Ritsu sambil menoleh kearahnya dengan senyum diwajahnya dan segera mengabisi iblis itu dengan kecepatan 20 Mach.


Terlihat kalau iblis itu mulai terpotong oleh Ritsu dengan sangat cepat menggunakan perubahan pada tangannya, bahkan ia memotong dadu musuhnya tanpa ampun sama sekali.


Tentu Dazai yang melihat ini seketika terdiam apalagi ketika melihat potongan iblis itu yang terlihat rapi oleh teknik memotongnya Ritsu.

__ADS_1


"Master.." ujar Ritsu yang mulai memanggil Dazai dan segera berjalan kearahnya.


"Ahh.. Ritsu.." balas Dazai yang mulai memasukkan pedang Yamato kedalam sarungnya dan mulai menoleh kearahnya.


Ritsu yang sudah dekat dengannya mulai memeluk Dazai dengan manjanya, sedangkan Dazai yang melihat ini langsung mengusap kepalanya sambil tersenyum kecut melihat tingkahnya.


"Ritsu.. aku sudah bilang padamu kan ? kalau kau bisa memanggilku dengan namaku sesuka hatimu" ucap Dazai dengan lembut, sedangkan Ritsu hanya menggosokkan kepalanya pada dadanya Dazai dengan senyum imutnya.


"Hehehe.. Master.. bukankah kita sedang ada misi ? jadi sudah sewajarnya bila aku memanggilmu Master, lagipula aku adalah Familiarmu, kan ? " balas Ritsu yang mulai mengeratkan pelukannya.


Dazai yang mendengar ini hanya bisa menghela nafas saja dan segera memberitahukan sesuatu padanya dari lubuk hatinya.


"Ritsu.. meskipun kau Familiarku tapi kau juga merupakan kekasihku.. jadi ketika kita tidak melakukan misi seperti ini bisakah kau memanggilku dengan namaku ?" tanya Dazai sambil tersenyum dengan lembut padanya.


Ritsu yang mendengar ini mulai melihat kearahnya dengan tatapan terkejut dengan apa yang Dazai katakan sebelumnya.


Langsung saja ia mulai membalasnya sambil mengusap wajahnya Dazai dengan tangan lembutnya.


"Hmm.. itulah kenapa aku mencintaimu sampai sekarang Dazai, soalnya kau sangat perhatian pada pasanganmu meskipun kau sangat pemalas" ujar Ritsu dengan senyum jahilnya.


"Terima kasih.." balas Dazai yang berbinar ketika mendengar pujiannya.


"Dazai.. aku sedang mengejekmu bukan memujimu" gumam Ritsu dengan nada lelah ketika melihat tingkahnya Dazai.


"Hahaha.. maaf.. mungkin sebaiknya kita pergi saja dari tempat suram ini dan segera bertemu dengan yang lainnya, kita sudah tidak bertemu mereka selama 7 tahun, kan ?" balas Dazai yang tertawa pelan sambil menempelkan keningnya pada keningnya Ritsu.


"Hahaha.. tentu saja.. aku sudah tidak sabar untuk melihat raut wajah mereka setelah kita membuat rencana ini pada mereka" balas Ritsu yang juga ikut tertawa ketika memikirkan rencana mereka soal ini.


"Baiklah kita pergi"


"Hmm.."


***


Ansatsu Kyoushitsu World.


"Baiklah semuanya.. waktunya habis segera kumpulkan kertasnya" ujar Nagisa dengan senyum diwajahnya.


"Ehh !! Sensei !! kita belum selesai disini !!" teriak salah satu muridnya.


Dan selama 7 tahun ini akhirnya ia telah berhasil menjadi guru, walaupun ia masih magang hingga muridnya yang sekarang nanti naik kelas.


Setelah kepergian Dazai dan Ritsu waktu itu ia dan yang lainnya mulai membuka lembaran baru untuk meraih cita cita yang mereka inginkan.


Meskipun mereka mengalami gangguan seperti sebuah portal yang muncul 2 tahun yang lalu di Inggris tepat di tengah jalan, namun mereka tetap melanjuti kegiatan mereka sambil mengkhawatirkan guru mereka.


Bahkan pernah beberapa dari mereka mencoba untuk pergi kesana namun portal itu sudah menghilang sebelum mereka berangkat kesana.


Jadi yang bisa mereka lakukan saat ini hanya 1 yaitu menjalani kehidupan mereka tanpa terlibat dalam misinya Dazai, dan hari ini tepat dimana Dazai untuk menepati janjinya.


"Hahaha.. maafkan aku semuanya tapi waktunya memang sudah habis, jadi tolong segera dikumpulkan tugasnya dan lagi saya masih ada urusan penting habis ini" balas Nagisa dengan tawa canggungnya ketika melihat para muridnya ada yang mau protes padanya.


"Baiklah.." balas mereka yang mulai mengumpulkan kertasnya.


"Nagisa-Sensei.. kenapa kau terlihat buru buru ? bukankah waktu mengajarmu masih lama ?"


"Iya itu benar"


"Apa kau mau bertemu dengan seseorang, Nagisa-Sensei ?"


"Benar sampai kau terburu buru begitu, Nagisa-Sensei"


Tentu para muridnya saat ini adalah murid sma berandal, namun dengan kemampuan membunuh Nagisa dari smpnya dulu ia berhasil membuat mereka menurutinya.


Bahkan mereka sampai menuruti perkataan Nagisa yang merupakan guru mereka walau tinggi mereka terlihat sangat jauh.


Sedangkan Nagisa yang mendengar ini hanya bisa tersenyum pada mereka sambil membereskan kertas ulangan mereka yang ada diatas meja dan mulai pergi dari sana sambil mengucapkan sesuatu pada mereka.


"Mudah.. karena aku mau bertemu dengan guruku.."


***


"Jadi.. hari ini, yahh.." gumam wanita rambut hitam panjang yang saat ini dipanti jompo sambil melihat bulan yang mulai pulih lagi menjadi bulan pernama.


Tentu orang itu tidak lain adalah Kanzaki yang saat ini sedang menunggu seseorang disana, tepat ketika ia sedang menunggu seseorang tiba tiba saja ia mendengar suara memanggilnya.

__ADS_1


"KANZAKI-CHAN !!"


Kanzaki yang mendengar ini langsung saja menoleh kearah suara itu, terlihat seorang wanita berambut coklat dengan rambut kucir kudanya sedang berlari kearahnya.


Tentu orang itu tidak lain adalah Yada teman sekelasnya dulu dan juga rival cinta untuk mendapatkan hati gurunya yang ia dan Yada sukai, siapa lagi kalau bukan Dazai.


Selama 1 tahun setelah mereka lulus dari smp Kanzaki dan Yada mulai akrab satu sama lain, bahkan mereka berdua sampai satu sekolah lagi di sma dan juga universitas yang sama.


Bahkan tanpa mereka sadari kalau kedekatan mereka mulai berubah menjadi sebuah sahabat dekat, tentu baik senang maupun duka mereka selalu bersama dimana pun mereka berada.


Tentu kedekatan mereka disadari oleh teman temannya dismp dulu, termasuk kedua guru mereka Karasuma dan Irina.


Bahkan kedekatan mereka pun sampai dikenal oleh teman teman, dan juga guru disekolah mereka.


Sampai sampai mereka berdua dijuluki 2 Kembang dari Kunugigaoka setelah berita besar mengenai pembunuh Koro-Sensei tersebar waktu kelulusan mereka dulu.


"Ahh.. Yada-Chan" balas Kanzaki yang ikut melambaikan tangannya pada Yada.


"Kanzaki-Chan, maaf telah membuatmu menunggu.." ujar Yada yang mulai berdiri disebelahnya.


"Tidak apa apa.. lagipula aku juga baru disini beberapa menit yang lalu" balas Kanzaki dengan senyum diwajahnya.


"Kalau begitu ayo kita pergi ke Kunugi-Kaze Kanzaki-Chan, aku yakin mereka semua sedang menunggu disana" sahut Yada dengan senyum diwajahnya.


"Hmm.."


***


Saat ini baik Kanzaki dan juga Yada sedang berjalan menuju kafe itu, terlihat kalau mereka saat ini sedang mengobrol dengan asiknya ketika sedang membicarakan pengalaman mereka bersama Dazai ketika disekolah dulu.


Tanpa mereka sadari saat ini mereka sudah sampai dikafe tempat dimana Isogai kerja paruh waktu dulu, langsung saja mereka mulai masuk kedalam.


TRIIINGG !!


"KANZAKI-SAN !! YADA-SAN !! DISINI !!"


Tepat setelah mereka berdua masuk tiba tiba saja mereka mendengar suara Kataoka sedang memanggil mereka, dapat dilihat kalau saat ini teman teman sekelas mereka sedang menunggu mereka sambil mengobrol satu sama lain.


Terlihat selama 7 tahun ini mereka semua mulai mengalami banyak perubahan disana.. mulai dari tinggi, bentuk badan, tampang, kepribadian dan masih banyak lagi sudah banyak yang berubah.


Namun disana hanya satu orang saja yang tidak mengalami perubahan sama sekali setelah tidak bertemu selama 7 tahun ini dan orang itu adalah Nagisa.


Terlihat kalau tinggi badannya masih sama seperti 7 tahun yang lalu, saat ini terlihat kalau Nagisa sedang dijahili oleh Karma dan juga Nakamura.


Bukan hanya Nagisa saja bahkan Kaede yang hanya berubah sedikitpun juga sedang dijahili oleh mereka Karma dan juga Nakamura.


Tentu Kanzaki dan Yada yang mendengar ini mulai menoleh kearah mereka dengan senyum diwajah mereka dan mulai berkumpul bersama mereka.


"Semuanya !! kalian sudah disini !!" teriak Yada yang senang dapat melihat teman temannya sudah berkumpul saat ini.


"Teman teman maaf ya jika kami telat.. aku harus mengurusi surat pengunduran diriku dulu disana" lanjut Kanzaki dengan senyum diwajahnya.


"Ahh.. tidak apa apa Kanzaki-San.." balas Sugaya.


"Lagipula kami juga baru beberapa menit disini" balas Yuzuki yang tersenyum kearah mereka.


"Itu benar santai saja.." lanjut Okuda yang juga ikut tersenyum ketika melihat ini.


"Tapi.. kenapa kau berhenti kerja disana Kanzaki-San ?" tanya Okano kali ini sambil meminum tehnya yang ia pesan sebelumnya.


"Ahh.. tidak apa apa.. hanya saj-"


"Kau ingin menggoda Dazai-Sensei bila bertemu lagi dengannya bukan ? Kanzaki-San ?" potong Nakamura dengan senyum jahilnya.


"Ehh !! bu.. bukan begitu !?" balas Kanzaki dengan panik dengan wajah memerah ketika mendengar ini.


"Hahaha !!"


Tentu mereka yang melihat ini hanya menertawakan tingkahnya Kanzaki yang masih panik ketika dijahili oleh Nakamura, namun tiba tiba saja dibalas oleh seorang gurita yang saat ini sedang meminum tehnya.


"Nyuhuhuhu.. sepertinya Kanzaki-San masih ingin menggoda Dazai-Sensei dengan pakaian seksinya waktu itu bukan ?"


"...."


"KORO-SENSEI !?"

__ADS_1


__ADS_2