
"Aku Onigawara Rin, salah satu 5 pedang tertinggi akan membereskanmu" kata Rin yang menodongkan katana miliknya pada Nomura, sedangkan Tanaka oleh tongkat besi.
"Tunggu tunggu.. ada apa ini ? kenapa tiba tiba jadi begini ? maksudnya apa ini ? kalau soal membersihkan gigi aku sudah melakukannya kok.." sahut Nomura yang mulai menunjukkan gigi putihnya pada mereka.
"Nomura.. aku rasa kau hanya memperkeruh suasana saja disini.." bisik Tanaka pada Nomura apalagi ketika melihat para gadis itu tidak bergeming sama sekali.
"Sepertinya kau tidak sadar akan posisi mu saat ini yahh.. tidak seperti temanmu yang ada disana" kata Rin yang masih menatap Nomura dengan tajam.
"Mana kutahu, alasan mengapa para pria yang berganti gender maupun 5 pedang tinggi" tanggap Nomura yang mempertahankan raut wajahnya yang kebingungan saat ini.
"Tunggu, apa kau benar benar tidak tahu apapun !?" balas gadis berambut violet itu pada Nomura.
"5 pedang tertinggi adalah mereka yang bertanggung jawab untuk melindungi seluruh wanita disekolah ini"
"Karena Akademi Aichi dulu merupakan sebuah sekolah asrama khusus wanita, namun semenjak Akademi ini digabung banyak sekali wanita yang takut pada pria"
"Karena itulah banyak wanita yang mulai memakai senjata, sejarah itu sudah melegenda di Akademi ini, maka dari itu ada orang didalamnya yang diperbolehkan membawa senjata tajam untuk menjaga Akademi ini"
"Kemudian, karena keberadaan mereka Akademi ini mulai kembali menjadi Akademi khusus wanita lagi"
"Singkatnya siswa siswa yang membuat masalah dan dikeluarkan dari sekolah sebelumnya, alasan bisa diterima disini adalah untuk belajar sebuah ketidakwajaran menjadi benar"
"Itulah tugas sejati 5 pedang tertinggi wanita bersenjata disekolah ini" jelas gadis itu panjang lebar hingga ia kelelahan karena menjelaskan ini pada Tanaka dan Nomura.
"Apa kau mengerti.. berandalan seperti dirimu tak akan ada yang takut selama kami para 5 pedang tertinggi ada disini, jadi kau tak perlu kaget ketika mendengar ini" lanjut Rin dengan tegas.
Sedangkan Nomura yang mendengar ini masih mempertahankan wajah anehnya ketika mendengar penjelasan panjang dari gadis tersebut.
Sementara Tanaka sendiri saat ini sedang tidur ketika mendengar penjelasan Akademi ini yang sangat panjang tersebut hingga membuat Tanaka mengantuk.
Disisi lain Maskodera yang melihat nasib Tanaka dan Nomura hanya bisa menonton dari kursi belakang, apalagi ia sempat sempatnya melihat Tanaka tidur saat ini.
'Oii.. oii.. kenapa kau bisa tidur dikondisi seperti ini' batin Maskodera yang panik ketika melihat Tanaka tidur dengan pulasnya.
Apalagi para gadis yang sedang menodongkan tongkat besi pada Tanaka mulai ragu untuk menahannya maupun menyerangnya, jadi mereka hanya bisa menunggu Rin memberikan perintah untuk mengurus Tanaka saat ini.
"Begitu yahh.. jadi mereka takut dengan kekuatan yang ada diatas mereka, ya ?" ujar Nomura yang tersenyum ketika ia menyimpulkan nasib para pria disekolah ini.
"Sepertinya kepalamu yang busuk itu masih belum mengerti ya ?" ucap Rin yang tersenyum mengejek ketika mendengar ini.
"Tunggu tunggu.. setidaknya aku mengerti kok, tapi aku tidak bersenjata lohh.. apa kau tetap akan bertarung dengan senjata itu ?" balas Nomura dengan nada main mainnya.
"Tenang saja, eksekusimu akan aku lakukan sendiri atau kau mau menyerah langsung dan mengikuti perintahku ?" tanya Rin dengan serius.
Tentu mereka berdua terus berbicara disana sambil menghiraukan Tanaka yang saat ini masih tidur dengan posisi berdiri walau Rin saat ini kesal ketika melihat Tanaka diposisinya saat ini.
***
Dikelas lain yaitu kelas 2 - 12 terlihat kalau Asuna dan Mary sedang belajar dikelas sambil mendengar keributan dari kelas sebelah.
"Nee.. Mary-Chan, apa yang terjadi dikelas sebelah ? kenapa berisik sekali ?" tanya Asuna yang berbisik pada Mary yang berada disampingnya.
"Ahh.. itu soal murid berandal baru yang masuk ke kelas sebelah makanya Rin-San mau mengurus berandalan itu disana" balas Mary yang juga berbisik pada Asuna ketika belajar saat ini.
"Ha.. semoga Tanaka-Kun tidak apa apa.." gumam Asuna yang menghela nafas lelah ketika mengingat kalau Tanaka ada dikelas sebelah.
Sedangkan Mary yang mendengar nama Tanaka seketika menghentikan jarinya yang saat ini sedang menulis menggunakan pulpennya.
Ia merasa pernah mendengar nama itu tapi entah dimana, ketika Mary mau bertanya pada Asuna tiba tiba mereka mendengar suara teriakan dan kehebohan dikelas sebelah.
"KYAAAA !!"
***
Saat ini terlihat kalau Nomura mau keluar dari jendela namun berhenti ketika mendengar suaranya Rin.
"Tunggu sialan, mau pergi kemana kau !?" teriak Rin yang melihat Nomura sudah ada disana.
"Sesukaku, kan ? mahh.. lagipula aku akan kembali saat jam pelajaran berikutnya" sahut Nomura yang menoleh kearah Rin saat ini.
"Apa kau mau kabur sampai waktunya habis ya ?" tanya Rin.
Namun bukannya dibalas justru Nomura malah melihat kearah gadis kucir 2 itu sambil menunjuk kearahnya dengan wajah polosnya.
"Ahh.. benar, ungu"
"Kyaa !! tunggu !!" teriak gadis itu yang menutup roknya dengan malu.
__ADS_1
'Indah..' batin para gadis yang melihat reaksinya apalagi mengingat warnanya.
"Tanaka.. aku pergi dulu, semoga beruntung !!" teriak Nomura yang mulai melompat dari jendela tersebut.
Tentu Rin yang melihat ini mulai pergi kearah jendela tersebut dan melihat Nomura yang saat ini sedang turun dari atas atap lorong tersebut.
"Oii.. oii.. yang benar saja" gumam Tanaka yang melihat Nomura meninggalkan dirinya.
"Kalian semua jaga dia.. aku akan menyusul pria brengsek itu" Rin yang memerintah mereka lalu segera menyusul Nomura melalui jendela tersebut.
Tepat ketika mereka mendengar ini mulai menoleh kearah Tanaka, namun sayang Tanaka sudah tidak ada disana hingga membuat mereka terkejut.
"Dimana dia !?"
"Sial dia sudah kabur !?"
"Kejar dia !?"
Melihat Tanaka yang sudah kabur langsung saja mereka mulai keluar dari kelas dan segera mencari Tanaka, disisi lain Tanaka sebenarnya sedang bersembunyi dibelakang Maskodera saat ini.
"Fyuhh.. untung saja ada kau, Masuko.." ucap Tanaka yang menghela nafas lega sambil mengelap keningnya.
"Ahh.. tapi bagaimana kau bisa pergi kesini, tanpa ketahuan sama sekali ?" tanya Maskodera yang mulai menoleh kearah Tanaka.
"Mudah.. itu karena mereka terlalu fokus pada Nomura dan Rin makanya mereka tidak melihatku" balas Tanaka yang mulai keluar dari jendela juga.
"Oii !! kau mau kemana !?" tanya Maskodera yang melihat Tanaka juga ikut keluar kelas ini dari jendela.
"Hmm.. hanya melihat lihat saja, kalau begitu sampai nanti" balas Tanaka dengan nada lesu dan mulai keluar dari kelasnya.
Tentu Maskodera yang melihat ini hanya bisa menghela nafas melihat 2 orang itu yang masuk kesekolah ini sambil melihat pertarungan Nomura dan Rin saat ini.
"Ha.. semoga saja tidak terjadi apa apa pada mereka berdua"
***
Disisi lain Tanaka sendiri saat ini sedang berjalan dengan santainya kearah Nomura dan Rin yang saat ini sedang bertarung.
"Seperti yang aku kira, kalau sekolah ini bukanlah sekolah biasa apalagi melihat para gadis membawa senjata saat ini" gumam Tanaka yang duduk dibawah pohon sambil melihat Nomura mengeluarkan sarung tangan khusus miliknya.
Tentu Rin yang melihat Nomura mengeluarkan sarung tangannya sedikit tersentak, langsung saja Nomura memakai sarung tanganya.
Langsung saja Rin mulai mengambil sikap berdiri dengan 1 kaki diangkat untuk sambil mengarahkan pedangnya pada Nomura.
Sedangkan Nomura mengambil ancang ancang bertarung dengan tangan kanannya yang dikepal lalu tangan kirinya yang dimajukan kedepan.
Tentu Tanaka yang melihat ini sedikit tersentak melihat Nomura bisa bela diri, langsung saja Rin mulai maju untuk menyerang Nomura begitu juga sebaliknya.
Rin yang sudah cukup dekat untuk menyerang Nomura langsung saja ia mulai menyerangnya menggunakan katana secara vertikal.
Tentu Nomura yang melihat ini mulai menahannya menggunakan punggung tangannya hingga mengeluarkan percikan ketika ditangkis.
Ketika Nomura berhasil menahannya tiba tiba saja ia mulai menjauhkan katananya, Rin yang melihat ini mulai menyerangnya lagi dan ditangkis sambil diserang oleh Nomura.
Sedangkan Tanaka yang melihat ini hanya bisa menghela nafas sambil berpikir kalau pergerakan mereka benar benar lambat dimatanya.
"Ha.. terlalu kuat kadang bisa membuatku bosan juga, yahh.." gumam Tanaka yang bosan melihat pertarungan orang biasa.
"Entah mengapa aku merasa kasihan dengan mereka yang berpikir kalau overpower itu menyenangkan" lanjut Tanaka yang mulai bersandar dipohon sambil menggunakan kedua tangannya sebagai sandaran kepalanya.
Meskipun Tanaka merasa bosan tapi ia tetap menikmati pertarungan ini dengan senang hati karena dapat melihat pertarungan orang biasa tanpa ikut campur dengan hal yang berbau supranatural.
***
Disisi lain Asuna yang saat ini sedang belajar merasa terganggu ketika melihat beberapa teman dikelasnya sedang melihat kearah luar.
Apalagi Mary yang juga ikut melihat keluar sambil menggigit kukunya dengan kesal, tentu Asuna yang tidak tahan melihat ini mulai menoleh kearah pertarungan Nomura dan juga Rin.
Namun pandangannya bukan tertuju mereka justru ia melihat Tanaka yang saat ini sedang duduk dibawah pohon dengan santainya.
'Tanaka-Kun !?' batin Asuna yang terkejut melihat Tanaka berada diluar apalagi ia menggunakan mantel berwarna hitamnya.
Tentu bukan hanya mereka berdua saja yang sedang menonton pertarungan Nomura dan Rin, 5 pedang tertinggi yang lainnya juga ikut melihat pertarungan mereka, termasuk Amo yang melihat ini dari kuil.
***
Terlihat kalau saat ini Nomura sedang terpojok karena perbedaan jangkauan antara katana dan juga tangannya, bahkan ia saat ini sedang menghindari setiap tebasannya Rin.
__ADS_1
Tepat ketika Nomura mundur tiba tiba saja saja ia tersandung akar pohon yang ada dibelakangnya, tempat dimana Tanaka duduk saat ini.
"Ahh.. Nomura.." ucap Tanaka yang melihat Nomura menabrak pohon saat ini.
"Tanaka !!" sahut Nomura yang terkejut ketika melihat ini.
"Sepertinya darahmu mulai berhenti keluar yahh.." ujar Rin yang mulai mengambil ancang ancang untuk mengeluarkan teknik berikutnya.
'Kashima Shinden Jikishinkage : Jurus Rahasia : Rotasi Bumi'
Langsung saja Rin mulai menarik nafasnya dan bersiap menyerang Nomura saat ini, tentu Nomura yang melihat ini bersiap untuk menahan serangannya Rin.
Langsung saja Rin mulai menyerang Nomura secara diagonal, bahkan ia terus menyerang Nomura secara bertahap sambil mempercepat tempo serangannya padanya.
'Teknik Pernafasan ? tidak.. itu terlihat lemah dari teknik pernafasannya Asuna, yang berarti versi lemahnya, kahh..' batin Tanaka yang melihat Rin mengambil nafas sebelumnya.
TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !!TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !!
Terlihat kalau Nomura saat ini sedang menahan setiap serangan Rin yang diberikan padanya hingga ia kewalahan, saat ini ia hanya bisa menunggu Rin mengambil nafasnya.
Sedangkan Rin yang tahu kalau Nomura akan mengambil kesempatan itu dan semakin mempercepat tempo serangannya sambil menghiraukan Tanaka yang sedang menontonnya.
Tepat ketika Nomura sedang menahan serangannya tiba tiba saja ia mulai menurunkan sedikit badannya, Rin yang melihat kesempatan ini mulai menyerang Nomura.
Sedangkan Nomura yang melihat ini juga mulai menghindari ke sisi kanannya Rin, tepat ketika tebasannya Rin meleset tiba tiba saja ia kehabisan nafas dan mulai menenangkan nafasnya.
Disisi lain Nomura yang melihat ini mulai menempelkan tangannya pada perut kanannya Rin, tentu Rina yang melihat ini mulai bertanya padanya.
"Ada apa ? apa karena posisimu sudah dibawah jadi kau sudah tidak bisa bergerak lagi ?" tanya Rin yang nafas terengah engah saat ini.
"Bagaimanapun, aku memujimu karena kau telah berhasil menyentuhku, tapi ini sangat tidak senonoh, apa ada kata terakhir yang ingin kau ucapkan ?" lanjut Rin yang nafasnya sudah stabil saat ini.
Disisi lain Tanaka yang melihat ini mulai menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya ketika melihat Rin saat ini.
'Hanya 35 detik untuk satu teknik kahh..' batin Tanaka yang melihat Rin hanya bisa menahan nafasnya selama setengah menit untuk satu teknik.
Jika dibandingkan dengan teknik pernafasan maka mereka bisa melakukan serangan disetiap teknik mereka tanpa kehilangan nafas mereka selama beberapa jam.
Karena mereka belajar Teknik Pernafasan Konsentrasi Penuh dimana mereka bisa melakukan teknik pernafasan selama seharian tanpa kelelahan.
Bukan hanya itu saja bahkan mereka yang berhasil melatih teknik ini dapat meningkatkan kekuatan fisik maupun mental mereka hingga batas maksimal mereka.
"Buang senjatamu dan angkat tanganmu" sahut Nomura yang masih mempertahankan posisinya, sedangkan Rin yang akan menebas mulai berhenti ketika mendengar ini.
"Kau memang memegang pedang, tapi aku memegang pistol lohh.. tak mungkin kau bisa menang" lanjut Nomura.
Tentu Rin yang mendengar ini mulai tersenyum dan mulai menyerang Nomura.
Namun sebelum itu terjadi tiba tiba saja Nomura mulai mengeluarkan angin dari telapak tangan kanannya hingga Rin terpental dibuatnya hingga berguling beberapa meter dari lokasinya saat ini.
Tentu Tanaka yang melihat ini hanya bisa menatapnya saja, sedangkan yang lainnya terkejut ketika melihat Nomura melakukan ini.
Bahkan Asuna yang sedang didalam kelas saat ini pun juga ikut terkejut walau tidak seterkejut Mary sampai berdiri dari kursinya.
"Itu adalah jurus rahasia dari sebuah seni beladiri yang kukembangkan sendiri" ujar Nomura yang mulai berjalan kearah Rin yang saat ini.
"Ugghh.. Uhukk.. uhukk.." terlihat kalau Rin saat ini batuk batuk ketika menerima serangannya.
"Aku memang belum menamainya.." namun sebelum Nomura menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia melihat Rin mulai meraih katananya.
"Upss.." gumam Nomura yang mulai menahan tangannya.
Rin yang melihat ini mulai memukulnya dengan tangannya yang satu lagi dan lagi lagi ditahan oleh Nomura dengan mudahnya.
"Tapi aku sudah lama tidak melakukannya" lanjut Nomura yang mulai mendekatkan wajahnya pada Rin.
"Peluru (Dangan)" gumam Rin yang mengingat perkataan Amo sebelumnya.
"Oii.. dari mana kau mendengarnya ?" tanya Nomura yang mulai menahan pundaknya Rin ketanah.
Tentu Tanaka yang mendengar ini hanya bisa terdiam karena sepertinya ini adalah urusan pribadinya Nomura, jadi dia tidak akan ikut campur soal ini.
Namun sebelum Tanaka mengeluarkan kata katanya tiba tiba saja ia melihat seorang gadis berambut merah muda pendek datang kearah Rin dan Nomura sambil mengeluarkan tongkat besinya.
"Menyingkirlah dari Rin Onee-Sama !!" teriak gadis itu yang mulai memukul kepalanya Nomura.
Tentu Nomura yang belum siap menerima serangan itu hanya bisa menerimanya hingga ia terjatuh dan tanpa sengaja mencium bibirnya Rin.
__ADS_1
Disisi lain Tanaka yang melihat kejadian ini langsung berdoa pada Nomura agar kehidupannya lancar dikemudian harinya.