
"KORO-SENSEI !!" teriak mereka yang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.
"Tidak mungkin !!" teriak Terasaka yang berdiri dari kursinya.
"Ti.. Tidak kau pasti bukan Koro-Sensei !! siapa kau !?" teriak Yoshida yang tidak percaya dan mulai bertanya padanya.
"Benar !! siapa kau !?" tanya Fuwa sambil menjauh darinya.
"Hahaha.. maaf semuanya.. tapi aku bukan dirinya" tawa Koro-Sensei dengan senyum diwajahnya, namun suaranya saat ini jelas suara seorang gadis yang mereka kenal hingga saat ini.
"Ini !!" teriak Maehara dan Chiba ketika mendengar ini.
"Su.. Suara ini.." gumam Hayami yang gugup ketika mendengar suaranya.
"Jangan jangan !!" lanjut Kurahashi yang merasa familiar dengan suara ini, begitu juga dengan yang lainnya.
Setelah mereka mengatakan itu langsung saja Koro-Sensei itu mulai menyusut dan berubah menjadi seorang gadis berumur 16 tahun dengan rambut berwarna ungu muda dan juga mata berwarna biru disana.
"Benar !! ini aku Ritsu !! semuanya lama tak jumpa !!" balas Ritsu yang tersenyum kearah mereka dengan pose peace nya.
"R.. RITSU !!" teriak mereka semua yang melihat Ritsu saat ini.
Terutama para wanita yang melihat ini langsung melesat kearah Ritsu dan mulai memeluknya dengan erat, terlihat kalau mereka saat ini sedang menangis dengan tersedu sedu.
Tentu Ritsu yang melihat ini hanya bisa tersenyum kearah mereka dengan sedih dan juga ikut menangis dipelukan mereka karena ia dan yang lainnya sudah 7 tahun lamanya tidak bertemu.
Sedangkan para prianya hanya bisa tersenyum dengan lembut karena mereka semua dapat berkumpul disini, bahkan beberapa ada yang mengeluarkan air mata ketika melihat ini.
Namun ketika mereka sedang menikmati momen sedih ini tiba tiba saja mereka mendengar suara yang terasa familiar tepat dibelakang mereka.
"Semuanya maaf kami berdua telat" ujar seorang wanita pada mereka terlihat kalau perutnya sedang mengandung disana.
"Maaf jika kami telat.." lanjut pria yang ada disampingnya.
Tentu para pria yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu dan melihat pasangan suami istri sedang berjalan kearah mereka dengan si istri yang mengaitkan lengannya pada suaminya.
Tentu mereka berdua tidak lain adalah Karasuma dan Irina yang merupakan guru mereka dikelas pembunuhan dulu, terlihat kalau Irina saat ini sedang mengandung anak pertamanya Karasuma.
"Ahh !! Karasuma-Sensei !! *****-Sensei !!" ucap Sugino yang terkejut ketika melihat mereka berdua datang bersama.
"Oii !! sialan !! kenapa kau masih memanggilku '*****-Sensei' ha !?" teriak Irina dengan kesal ketika ia mendengar ini.
Sugino yang mendengar ini langsung menoleh kearah lain sambil bersiul, sedangkan mereka yang mendengar ini hanya bisa tertawa canggung pada tingkahnya.
Disisi lain Karasuma yang melihat ini hanya menghela nafas lalu segera melihat kearah para wanita yang sedang memeluk seseorang.
"Jadi.. kami ketinggalan apa ?" tanya Karasuma yang melihat kearah para wanita saat ini.
Tentu para wanita yang mendengar ini mulai melepas pelukan mereka dan mulai menoleh kearah Karasuma dan Irina, ketika melihat ini langsung saja Ritsu mulai menyapa mereka berdua.
"Ahh.. Karasuma-Sensei.. *****-Sensei.. lama tidak jumpa" sapa Ritsu sambil mengelap air matanya.
Karasuma yang mendengar ini seketika terdiam apalagi ketika melihat Ritsu saat ini, bahkan Irina yang melihat ini pun terkejut dan mulai menutup mulutnya dengan tidak percaya.
"RI.. RITSU !!"
***
"Hmm.. syukurlah kalau kau dan Dazai-Kun selamat" ujar Irina sambil mengelap air matanya.
"Tapi tetap saja kau harus berhati hati Irina-Sensei, itu tidak baik untuk anakmu" balas Ritsu.
Terlihat kalau Irina saat ini sedang duduk disebelahnya bersama Karasuma dengan senyum lega, setelah mereka semua berkumpul langsung saja Ritsu mulai menjelaskan semua kronologinya pada mereka.
Baik bagaimana caranya Ritsu mendapatkan tubuhnya, lalu menjelajahi semua dungeon itu bersama Dazai selama 7 tahun ini, menjelaskan apa yang ada didalamnya dungeon itu dan masih banyak lagi.
"Tidak apa apa.. santai saja.. yang lebih penting lagi bisakah kau ceritakan apa yang terjadi pada kalian disana ?" tanya Irina yang penasaran dengan perjalanan Dazai dan Ritsu.
Sedangkan yang lainnya hanya menganggukkan kepala mereka saja ketika mereka satu pemikiran dengan Irina.
"Baiklah.. tapi.. apa ini tidak apa apa jika aku bercerita disini ?" tanya Ritsu dengan khawatir.
"Ahh.. tenang saja Ritsu lagipula kafe ini sudah dibeli oleh ketua kelas kita kan ? ketua ?" balas Maehara sambil menyenggol Isogai dengan senyum diwajahnya.
"Hmm.. itu benar.. jadi kau santai saja Ritsu lagipula kafe sedang disewa khusus untuk pertemuan ini kok" ujar Isogai yang tersenyum sambil mengedipkan matanya kearah mereka.
'Cowok Ganteng !!' batin mereka yang melihat sikapnya Isogai yang masih belum berubah.
"Bagaimana jika aku membawa teh dan kopi untuk kalian ? pasti kalian haus bukan ?" sahut Isogai yang mulai berdiri dari kursinya.
"Baiklah !!" balas mereka yang senang ketika mendengar ini.
"Kalau aku air saja" pinta Irina pada Isogai melihat kondisinya saat ini.
"Baiklah.. tunggu sebentar" balas Isogai yang mulai pergi mengambil minum untuk mereka.
Tentu mereka yang mendengar ini hanya menganggukkan kepala mereka, namun mereka saat ini merasa kebingungan ketika melihat Isogai tiba tiba berhenti disana.
__ADS_1
"Yahh.. bukankah kafe ini bagus ?"
"...."
Ketika mereka semua mendengar suara ini tiba tiba saja suasana mereka menjadi sunyi dan mulai menoleh kearah suara itu.
Disisi lain Isogai yang sedang berdiri disana mulai menoleh dengan tatapan terkejut kearah suara itu.
"Sudah kuduga kalau kalian akan terkejut seperti itu.."
Terlihat seorang pria berumur 23 tahun sedang duduk disana sambil menyilangkan kedua kakinya.
Terlihat kalau ia saat ini sedang memakai jubah dengan lengan jubahnya yang digulung sampai siku dengan tangannya yang diperban saat ini.
Lalu kaos yang berwarna merah polos dengan celana katun berwarna hitam disana dengan rambut hitam acak acaknya.
Terlihat kalau saat ini ia sedang menyimpan cangkirnya diatas pisin itu setelah ia meminum kopinya, langsung saja ia mulai berbicara pada mereka dengan senyum diwajahnya.
"Apa kalian ingin tahu bagaimana caraku kemari ?"
"...."
"Da.. Dazai-Sensei !!"
***
"Yahh.. lihat semua para wanita ini yang dulunya terlihat lucu dan imut sekarang menjadi wanita dewasa dan seksi saat ini" ujar Dazai yang saat ini mata kanannya diperban sambil menunjuk para wanita saat ini.
Tentu setelah ia datang bukannya sebuah pelukan dari para muridnya, justru ia dihajar oleh Karasuma tepat dimata kanannya itu.
Bagaimana Karasuma tidak menghajarnya jika Dazai pergi begitu saja tanpa mendengarkan perkataannya, dan hanya mengatakan beberapa kalimat padanya dan juga yang lainnya tanpa mengerti perasaan mereka.
Terlihat kalau Dazai sedang mengamati para muridnya yang sudah tumbuh dewasa saat ini, sedangkan para wanita yang mendengar pujian yang berlebihan dari Dazai hanya bisa menahan malu saat ini.
Sedangkan para pria yang melihat tingkahnya Dazai yang belum berubah hanya bisa tertawa canggung mengenai ini, bahkan Karasuma yang melihat ini hanya bisa menepuk keningnya.
Bahkan Irina yang melihat ini hanya bisa menahan tawa karena Dazai tidak menyadari kalau ia saat ini sedang ditatap oleh kedua wanita cantik dengan tatapan tajam mengarah kearahnya.
Tentu mereka tidak lain adalah Kanzaki dan Yada, bahkan terlihat kalau mereka sedang mengeluarkan aura disana, para pria yang melihat ini tentu hanya menoleh kearah lain karena tidak ingin berurusan dengan Dazai saat ini.
"Sungguh perubahan luar biasa yang terjadi pada kalian semua" lanjut Dazai dengan senyum diwajahnya.
"Baik itu Kaede, Okuda, Nakamura, Kurahashi, Hayami, Okano, Kataoka, Fuwa, Su- Sugaya.." ujar Dazai sambil menunjuk para wanita satu persatu, namun melewatkan Sumire dan memelesetkannya pada Sugaya.
"SENSEI !! KENAPA AKU DILEWAT !?" teriak Sumire yang kesal ketika mendengar perkataannya Dazai.
"HAHAHAHA !!"
Tentu mereka yang mendengar ini langsung menertawakan tingkah mereka berdua ketika mendengar candaannya Dazai.
Bahkan Karasuma dan Irina yang mendengar ini hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan senyum kecil.
"Terutama kamu Kirara-Chan.." lanjut Dazai yang memegang tangannya Kirara dengan lembut sambil tersenyum kearahnya.
"Ehh.. a.. anu.. it.. itu.. Da.. Dazai-Sensei.." gumam Kirara yang panik dengan keringat dingin ketika mendengar ini apalagi ketika merasakan tatapan tajam dari Kanzaki dan Yada saat ini.
"Ahh~ betapa cantiknya bunga yang satu ini.. kau mengingatkanku pada bunga teratai yang elegan dan juga cantik.. kalau begitu mau kah kau bunuh diri bers-"
BUUUGGHHH !!
BUUUGGHHH !!
Belum juga Dazai menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia dipukul oleh Yada tepat diwajahnya, sedangkan Kanzaki menendangnya tepat diperutnya.
Terlihat kalau saat ini sedang berguling kebelakang karena pukulan dan juga tendangan mereka hingga menabrak meja yang ada vasnya disana, bahkan vasnya juga sempat jatuh diatas kepalanya.
Tentu mereka yang melihat kejadian ini hanya bisa terdiam, disisi lain langsung saja Kanzaki dan Yada mulai mengobrol satu sama lain.
"Yahh.. akhirnya kita bisa mengeluarkannya juga, bukankah begitu ? Kanzaki-Chan ?" tanya Yada dengan senyum diwajahnya.
"Hmm.. tapi aku kurang puas soal ini.. bagaimana denganmu Yada-Chan ?" tanya Kanzaki yang juga ikut tersenyum kearahnya.
"Aku juga begitu.. kalau begitu semuanya kami permisi dulu sebentar oke ?" balas Yada sambil tersenyum kearah teman temannya.
"Tenang saja ini tidak lama kok.. fufufu.." lanjut Kanzaki sambil tertawa pada mereka.
'IBLISS !!' teriak para pria yang melihat senyum Kanzaki dan Yada, bahkannmereka merasa ada iblis dibelakang mereka saat ini.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai membalas mereka berdua dengan gugup sambil menganggukkan kepala mereka semua, termasuk Karasuma dan Irina.
"A.. Ahh.. te.. tentu.."
"Be.. Benar.. kami bisa menunggu.. kok.."
"Hmm.."
Setelah Kanzaki dan Yada mendengar ini langsung pergi kearah Dazai yang saat ini kedua matanya sedang berputar karena pusing.
__ADS_1
Langsung saja mereka berdua mulai menyeret Dazai dengan senyum diwajah mereka berdua.
Setelah mereka berdua menjauh dari teman teman mereka terdengar suara yang membuat mereka semua terkejut ketika mendengar ini.
PLAAKKKK !!
BUUUGGHHH !!
KRAAKKK !!
PLAAKKKK !!
Mereka yang mendengar ini mulai mengeluarkan keringat dingin, terutama para pria yang melihat kekejaman Kanzaki dan Yada pada Dazai saat ini.
"Oii.. apa kalian tidak mendengar suara tulang patah !?" bisik Okajima dengan panik.
"Lebih baik kau diam jika kau tidak mau bernasib sama seperti Dazai-Sensei" balas Kataoka yang entah kenapa ikut menggigil melihat kegilaan temannya pada gurunya.
Disisi lain Ritsu yang mendengar ini langsung berdoa pada Kami-Sama agar kehidupan Dazai tetap aman dan selamat, baik itu didunia asal mereka maupun didunia lain nanti.
Sedangkan Nagisa dan Kaede yang mendengar ini hanya bisa tertawa canggung, setelah suara pukulan itu berhenti terlihat Kanzaki dan Yada mulai kembali pada teman temannya dengan perasaan lega.
"Maaf membuat kalian menunggu.."
***
"Ma.. maafkan aku.." gumam Dazai yang saat ini tangan kanannya diperban oleh gips.
Terlihat kalau Dazai saat ini sedang bersujud pada Kanzaki dan Yada, tentu hal ini terjadi karena ia tiba tiba saja menghilang tanpa memberitahukan hal ini pada mereka.
Meskipun Dazai sudah meminta maaf pada mereka berdua, tapi Kanzaki dan Yada tidak mendengarnya dan hanya membiarkan Dazai disana sambil meminum teh mereka.
"Hahaha.. sepertinya Dazai-Sensei memang tidak berubah sama sekali" tawa Karma yang melihat pemandangan ini secara langsung.
"Ahh.. kau benar.. aku sempat berpikir kalau Dazai-Sensei bertambah keren dengan wujudnya saat ini, tapi tidak ketika melihat sifatnya" balas Nakamura yang tersenyum lembut melihat ini.
"Hmm.. hmm.." balas Okuda yang mengangguk kepalanya dengan setuju.
"Yahh.. ketika melihat ini mungkin aku akan langsung berdoa pada Kami-Sama agar kekasihku tidak memiliki sifat seperti mereka berdua" gumam Okajima yang mendengar ini sambil meminum kopinya dengan gugup.
Sedangkan para wanita yang mendengar ini langsung menatap Okajima dengan tatapan jijik, kecuali Okuda dan Kaede yang tertawa canggung ketika mendengar ini.
"Aku juga" balas Nagisa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Sama.." lanjut Kimura dan Muramatsu yang menganggukkan kepala mereka.
Kaede yang mendengar ini sedikit bersemangat bahkan ada rona merah diwajahnya ketika mendengar ucapannya Nagisa.
Sedangkan Karma dan Nakamura yang mendengar ucapannya Nagisa mulai menyeringai, apalagi ketika melihat wajahnya Kaede.
"Kalau begitu Nagisa-Kun.. bagaimana kalau aku jodohkan kamu dengan dia saja ? aku yakin kamu pasti suka dia" balas Nakamura yang segera menunjukkan fotonya pada Nagisa.
Nagisa yang mendengar ini mulai melihat ponselnya Nakamura, sedangkan Kaede yang penasaran soal ini pun ikut melihatnya bersama Nagisa.
"PFFTTT !!"
Tentu Nagisa yang melihat ini mulai menyemburkan air minumnya, terlihat kalau wajahnya memerah saat ini ketika melihat foto tersebut.
Terlihat kalau foto yang ditunjukkan oleh Nakamura adalah foto dimana Nagisa dan Kaede sedang berciuman waktu SMP dulu.
"KYAAAAA !!" teriak Kaede dengan malu, langsung saja dia mencoba mengambil ponselnya.
Namun sebelum Kaede melakukannya tiba tiba saja Nakamura mulai menahannya dengan senyum jahil ala Koro-Sensei terpampang diwajahnya.
"Na.. Nakamura-San ka.. kau sudah berjanji untuk me.. menghapus foto itu bukan !?" teriak Kaede yang malu saat ini.
"Are~ aku memang berjanji soal itu.. tapi Karma-Kun lah yang menunjukkan foto itu bukan aku.." balas Nakamura dengan senyum menyeringai.
Sedangkan Karma langsung saja mulai merangkul Nagisa dengan senyum jahilnya dan mulai membisikkan sesuatu padanya.
"Bagaimana Nagisa-Kun cocok bukan ?"
"Ka.. Karma-Kun.."
Tentu Nagisa yang mendengar ini semakin malu, terlihat kalau wajahnya Nagisa saat ini benar benar memerah ketika Nakamura dan Karma menjahilinya lagi.
Sebenarnya Nagisa memang ingin bertanggung jawab soal ciuman itu pada Kaede.
Namun ia tidak memiliki waktu untuk memikirkannya apalagi melihat Kaede adalah seorang aktris drama yang sangat terkenal.
Sedangkan teman temannya yang melihat ini pun ikut menjahili Nagisa dan Kaede, mereka tahu kalau Kaede menyukai Nagisa setelah kejadian itu.
Disisi lain Karasuma dan Irina yang melihat ini hanya bisa tersenyum kearah apalagi ketika melihat keadaan Dazai saat ini.
"Sepertinya ia menemukan tipe wanitanya" ujar Karasuma sambil menatap kearah Dazai yang saat ini masih bersujud disana yang saat ini masih ditatap oleh Kanzaki dan juga Yada.
Sedangkan Irina yang mendengar ucapannya Karasuma hanya bisa tersenyum dengan lembut sambil menoleh kearah Dazai.
__ADS_1
Tentu Irina tahu sebab Karasuma pernah memberitahukan tipe wanitanya Dazai pada dirinya dulu setelah mereka menikah.