The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 74


__ADS_3

"Hehehe.. sudah kuduga dari Tanaka-Senpai" tawa Ritsu ketika mendengar ceritanya Ohta.


"Ahh.. aku tidak menyangka kalau Nozaki-Senpai adalah Yumeno-Sensei" balas Kanzaki dengan senyum diwajahnya.


"Mou.. Ohta-Senpai.. kau harusnya memberitahukan ini dari awal, aku adalah penggemarnya Yumeno-Sensei" lanjut Yada sambil mengembungkan pipinya ketika mendengar ceritanya.


"Maaf.. maaf.. aku juga baru menyadarinya setelah Tanaka memberitahukan hal ini padaku" balas Ohta dengan nada menyesal.


"Tapi.. aku masih tidak menyangka kalau Nozaki-San adalah Yumeno-Sensei, meskipun dia tidak terlalu peka sih.." gumam Asuna yang mengingat tentang dirinya.


"Kalian pasti berpikir kalau Yumeno-Sensei itu adalah seorang perempuan ya ?" tanya Tanaka dengan nada malas.


"Hmm.. Hmm.." balas mereka secara bersamaan sambil menganggukkan kepala ketika mendengar ucapan Tanaka.


"Ha.. aku sudah menduganya juga sih.." gumam Tanaka yang melihat tingkah mereka sambil memijat keningnya.


Terlihat kalau mereka berlima saat ini sedang berjalan menuju Ms Donat karena mereka sering makan donat disana, apalagi ketika toko tersebut mengeluarkan menu barunya.


Selama beberapa hari ini Ritsu, Kanzaki dan juga Yada sudah mulai terbiasa dengan gaya hidup baru mereka, apalagi katika melihat perubahan Tanaka disini.


Terkadang mereka sering salah memanggil Tanaka dengan Dazai karena sudah terbiasa, tentu hal itu membuat Tanaka kerepotan mengenai ini.


Apalagi identitasnya sebagai Dazai pembuat game yang cukup viral didunianya hampir terbongkar karena ucapan Kanzaki dan Yada waktu itu.


"Jadi bagaimana dengan tawaranku sebelumnya ?" tanya Tanaka pada mereka semua.


"Ahh.. soal pantai kahh.. kalau aku sih ikut ikut saja jika kau pergi" balas Asuna sambil meletakkan jarinya tepat didagunya.


"Aku juga ikut.." balas Ritsu dengan ceria sambil mengangkat tangannya.


Sedangkan Kanzaki dan Yada hanya menganggukkan kepala mereka saja, sebenarnya mereka setuju ingin ikut karena mereka ingin melihat bentuk badannya Tanaka.


"Baiklah !! sudah diputuskan kita semua bisa pergi yeaayy !!" pekik Ritsu dengan semangat.


Tentu Kanzaki dan Yada yang melihat tingkahnya Ritsu hanya bisa tertawa saja, sedangkan Asuna yang melihat ini hanya menggelengkan kepalanya saja.


Sementara Ohta yang melihat ini hanya menganggukkan kepala mereka dengan puas melihat para gadis menerima ajakan mereka berdua.


Ohta yakin kalau semakin ramai akan semakin baik, itulah yang ada dipikirannya saat ini, sedangkan Tanaka hanya bisa nenghela nafas lelah saja ketika melihat tingkah mereka.


Setelah dirasa cukup lama mereka berjalan akhirnya mereka semua tiba di Ms Donat dan segera masuk kesana, namun sebelum mereka memesan tiba tiba saja Tanaka berbicara pada mereka.


"Semuanya.. aku akan cari tempat duduk dulu, tolong samakan saja pesananku dengan Asuna" ujar Tanaka yang mulai mencari tempat duduknya.


"Ahh.." ucap Ohta yang pandangannya masih pada menunya.


"Baiklah.." balas Asuna yang juga sedang melihat menunya.


"Hmm.. jangan sampai tertidur ya, Tanaka-Senpai" lanjut Kanzaki yang menoleh kearahnya.


Sedangkan Yada hanya melambaikan tangannya saja pada Tanaka, untuk Ritsu dia hanya menganggukkan kepalanya saja dengan ceria.


"Hmm.. hmm.."


Tanaka yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja dan mulai mencari tempat duduk untuk mereka semua.


Setelah tempatnya ketemu langsung saja Tanaka mulai duduk sambil meletakkan kantongnya diatas meja, dan segera membuka grup chatnya.


{ Tanaka : Semuanya maaf baru menghubungi kalian }


[ Anggota Lala, Kanae, Rias telah Online ]


{ Lala : Tanaka !! aku merindukanmu !! }


{ Kanae : Ara~ Tanaka-Kun.. lama tidak jumpa }


{ Rias : Tanaka-Kun !! apa kau baik baik saja !? }


{ Tanaka : Tenang saja Rias.. aku super duper sangat sehat hari ini }

__ADS_1


{ Rias : Melihat balasanmu ini aku sangat yakin kalau kau itu super duper sangat malas hari ini }


{ Tanaka : Terima kasih banyak..}


{ Rias : Tanaka-Kun.. itu bukan pujian.. }


{ Lala : Tanaka, kapan kau main kesini ? }


{ Lala : Celine sangat merindukanmu disini.. }


{ Rias : Ara~ aku tidak menyangka kalau Tanaka-Kun adalah seorang lolicon }


{ Kanae : Fufufufu.. sepertinya Tanaka-Kun tidak menyukai perempuan dewasa seperti kita..}


{ Tanaka : Maaf.. bisakah kalian tidak menghancurkan image ku sebagai seorang pemalas }


{ Tanaka : Yang aku inginkan saat ini hanyalah bermalas malasan saja, aku mohon.. }


{ Rias : Fufufufu.. }


{ Kanae : Fufufufu.. }


{ Lala : Hahahaha !! }


{ Tanaka : Jadi.. selama aku pergi apa yang terjadi pada kalian disana ? }


{ Rias : Ahh.. aku dan para Peerage ku sedang berlatih saat ini }


{ Tanaka : Ohh.. semangat betul.. }


{ Tanaka : Lalu.. bagaimana dengan si MC itu ? apa kau tetap memasukkannya kedalam Peerage mu, Rias ? }


{ Rias : Ahh.. Issei-Kun kah.. aku tetap memasukkannya kedalam Peerage ku sesuai plotnya }


{ Rias : Namun aku menyerahkan semua tindakannya pada Akeno, agar aku tidak berurusan dengannya }


{ Rias : Kalau itu entahlah.. fufufufu.. }


{ Lala : Kalau aku dan Asuna waktu itu sedang pergi ke dunianya Kanae untuk menyelesaikan misi disana }


Tanaka yang melihat chatnya Lala mulai serius sambil menatap kearah Asuna yang saat ini masih sibuk memilih donatnya bersama Ohta.


Sedangkan Ritsu, Kanzaki dan Yada yang melihat ini hanya bisa tertawa canggung ketika melihat mereka masih memilih ketika melihat nampan mereka masih banyak donat disana.


Tanaka yang melihat ini bibirnya mulai berkedut, namun tiba tiba saja ia mulai melihat tangan kanannya Asuna yang diperban sama sepertinya saat ini.


Melihat ini langsung saja Tanaka mulai membuka grup chatnya kembali dengan khawatir sebab ia tahu seberapa berbahaya nya dunia Kanae saat ini.


{ Tanaka : Apa misi yang kalian berdua lakukan itu termasuk dengan kondisi tangan kanannya Asuna ? }


{ Lala : .... }


{ Kanae : .... }


{ Tanaka : Yup.. aku sudah menduganya juga sih.. }


{ Lala : Ta.. Tanaka.. apa kau marah ? }


Tanaka yang melihat ini justru bingung dengan perkataannya Lala, kenapa ia harus marah bukankah Asuna adalah salah satu anggota juga.


Dan lagi ia dan Asuna telah berjanji untuk bertambah kuat terlebih dahulu, baru bisa menikmati hidup mereka dengan tenang dimasa depan nanti.


{ Tanaka : Marah ? untuk apa aku marah ? }


{ Tanaka : Lagipula itu adalah keputusannya sendiri untuk bertambah kuat, dan juga aku sudah berjanji padanya untuk tidak berurusan mengenai ini }


{ Tanaka : Dan jika nyawanya pun terancam bukannya ada kau disana untuk membantu Asuna bukan begitu, Lala ? }


{ Lala : .... }

__ADS_1


{ Kanae : .... }


{ Lala : Hmm.. kau benar dan aku minta maaf karena aku tidak memberitahukan ini padamu dulu, Tanaka.. }


{ Kanae : Aku juga minta maaf soal tangan kanannya Asuna.. }


{ Tanaka : Tidak apa apa.. santai saja yang penting dia selamat disana dan bertambah kuat saat ini }


{ Tanaka : Kalau begitu Lala, bisakah kamu ceritakan tentang perjalananmu dan Asuna ketika menjalankan misi disana ? }


{ Lala : Baiklah !! }


Langsung saja Lala mulai menceritakan perjalanan mereka berdua ketika didunianya Kanae digrup chat ini, bahkan Rias pun ikut menyimak cerita mereka.


Mulai dari mereka berdua tiba disana, lalu dimulainya latihannya Asuna, bagaimana Asuna membuat teknik pernafasannya sendiri, lalu mengalahkan iblis bulan awal setelah ia lolos seleksi, dan masih banyak lagi.


Tentu Tanaka yang melihat ini hanya bisa tersenyum ketika melihat pencapaiannya Asuna dan juga Lala disana.


Namun Tanaka tidak menyadari kalau dirinya saat ini sedang ditatap oleh teman temannya dan juga adik kelasnya karena terlalu sibuk dengan ponselnya.


Baik Ohta dan Asuna yang melihat Tanaka tersenyum hanya bisa terdiam sambil berpikir kalau Tanaka memang cocok atau tampan bila tersenyum.


Disisi lain Kanzaki dan Yada yang melihat senyumannya Tanaka mulai memerah ketika mengingat kembali senyumnya ditempat mereka tinggal dulu dapat terlihat lagi disini.


Sedangkan Ritsu yang melihat ini hanya bisa tersenyum lembut kearahnya, karena dikehidupan pertamanya Tanaka ia jarang sekali tersenyum.


Langsung saja dia mulai memanggil Tanaka sambil membawa pesanannya hingga mereka semua terkejut dengan aksinya Ritsu.


"Senpai !!"


"Ahh.. Ritsu kah.."


"Hehehe.."


***


Beberapa saat setelah mereka berenam makan donat disana, langsung saja Ohta mulai mengambil jalan yang berlawanan karena ia masih ada keperluan dirumahnya hari ini.


Sedangkan dijalan terlihat kalau Tanaka, Asuna, Ritsu, Kanzaki dan Yada sedang mengobrol soal donat yang mereka makan saat itu.


"Yahh.. sungguh.. donat mereka benar benar enak bukankah begitu, Senpai ?" tanya Ritsu dengan nada ceria seperti biasanya.


"Ahh.. donat itu memang enak jika kalian semua tidak menggunakan uangku" balas Tanaka dengan nada lelah ketika melihat isi dompetnya kosong saat ini.


"Hehehe.." tawa Ritsu ketika mendengar perkataannya Tanaka.


Tentu Asuna dan Kanzaki yang melihat kelakuannya Tanaka hanya bisa tertawa pelan akan kondisinya saat ini, Yada yang melihat ini mulai menjahili Tanaka.


"Mou.. Senpai.. bukankah itu sudah sewajarnya bila seorang pria untuk membayar biaya makan seorang gadis ?" lanjut Yada dengan nada main mainnya.


Tanaka tahu kalau Yada sebenarnya sedang menjahilinya, makanya ia langsung memberitahukan sesuatu padanya apalagi ketika memanggil namanya.


"Jika semua pria bertanggung jawab mengenai itu, maka aku yakin tidak akan ada pria yang mau menikahimu, Yada-Chan.." balas Tanaka sambil tersenyum kecil padanya.


"Ehh !! Tu- Se.. Senpai !!" teriak Yada yang malu ketika mendengar Tanaka memanggilnya dengan sufik '-Chan' .


"Itu benar, dan aku yakin Tanaka-Senpai juga tidak akan mau menikahi wanita seperti dirimu itu, Yada-Chan.." lanjut Kanzaki yang setuju dengan ucapannya Tanaka.


"Ehh.. Kanzaki-San juga !! bukankah kita sudah janji untuk tidak memanggil namaku dan Kanzaki dengan sufik Chan !!" teriak Yada yang wajahnya memerah ketika mendengar ini.


"Janji ? aku tidak pernah ingat kalau kita berjanji soal itu bukankah begitu, Tanaka-Senpai ?" tanya Kanzaki sambil merangkul tangannya Tanaka dengan senyum jahil.


"Hmm.." balas Tanaka sambil menganggukkan kepalanya dengan lesu ketika mendengar ini.


"PEMBOHONG !! KALIAN BERDUA MEMANG MENGINGATNYA KAN !? KAN !?" teriak Yada yang benar benar kesal dicampur malu dengan kelakuan mereka berdua.


"Hahahaha !!"


Tentu Ritsu dan Asuna yang melihat ini mulai tertawa akan tingkahnya Yada, sedangkan Tanaka dan Kanzaki yang melihat ini hanya menganggukkan kepalanya dengan puas ketika melihat reaksinya.

__ADS_1


__ADS_2