The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 110


__ADS_3

"Aku membenci kalian semua.."


Langsung saja Cross mulai tersenyum menyeringai dan segera menyerang Tanaka 399 untuk mengambil jiwanya itu.


Namun sebelum Cross akan menyerangnya, tiba tiba saja, Tanaka 349 mulai memukul mundur dengan muncul didepannnya sembari memberikan serangan menggunakan tulang berwarna merahnya.


Seketika membuat Cross terpental kebelakang dengan tatapan terkejut, tidak sampai disitu bahkan Rino 399 pun mulai ikut menyerang Cross dengan tulang juga.


Yang seketika menerbangkan Cross keatas dan mulai terjatuh ketanah dengan begitu kerasnya, melihat Cross yang terjatuh ketanah hingga retak, Tanaka seketika mulai melakukan teleportasi didekatnya.


"Sudah aku bilang, menyerangnya ketika ia teralihkan akan benar benar bekerja" ujar Tanaka yang melihat Cross pingsan disana.


"Ide bagus, Tanaka !!" ucap Link.


"Nahh.. itu bukan ideku.. seseorang memberitahukan ini padaku.." balas Tanaka yang menolak pujiannya Link.


"Orang yang malang, kita harus membawanya kerumah dan segera mengobatinya.." ujar Tanaka 399 dengan khawatir.


'Ughh.. aku tidak menyangka kalau Tanaka didunia ini begitu naif..' batin Tanaka yang sedikit khawatir dengan dirinya didunia ini.


"Aku rasa itu bukan ide bagus.." gumam Ritsu 399 yang mendengar ucapannya Tanaka 399.


"Terulang kembali lagi dengan versi alternatif lainnya.." gumam Rino yang kemudian menghela nafas sambil berjalan kearah Link.


"Apa yang kamu lakukan sekarang, Tuan Tinta ?" tanya Rino 399 yang kemudian mulai menggenggam wajahnya Link dengan begitu kerasnya.


"Ti.. Tidak ada !! tidak ada !! kita minta maaf soal ini, kami akan pergi sekarang oke !?" teriak Link yang kesakitan saat ini.


Setelah mendengar ini Rino 399 mulai melepas genggamannya dan membiarkan apa yang dilakukan Link selanjutnya.


"Tanaka" ucap Link yang seketika membuat ketiga Tanaka itu menoleh kearahnya.


"A.. Ahh.. ehmm.. maksudku, Tanaka yang ini.." gumam Link yang canggung sembari menunjuk Tanaka daripada Tanaka 349 dan 399.


"Ambillah setengah jiwamu yang ada padanya, sudah waktunya kita pulang.." ucap Link.


"Ohh.. baiklah.." balas Tanaka.


Langsung saja Tanaka segera mendekatkan dirinya pada Cross sembari mengulur tangannya tepat diatas dadanya Cross.


Seketika ia mulai mengambil setengah jiwa yang ada didalam tubuh Cross dan mulai mengeluarkan setengah jiwanya saat ini.


Kedua jiwa yang terbelah itu mulai berputar dan segera menyatu kembali membentuk hati seutuhnya yang dimana seluruh jiwanya Tanaka sudah kembali utuh.


Tentu pemandangan ini membuat Tanaka 349 dan Tanaka 399 terkejut melihat ini, Tanaka yang jiwanya sudah kembali pun segera menghela nafas lega karena ia sudah kembali seperti semula


Sedangkan Cross yang jiwanya sudah diambil mulai terjadi Glitch padanya yang seketika mengubah dirinya menjadi R yang sedang tertidur disana.


Tentu hal ini membuat Ritsu 399 terkejut melihat pemandangan ini, dilain sisi Tanaka dan Tanaka 349 segera meninggalkan R disana.


"Hei.. apa kita tidak akan menolongnya ?" tanya Tanaka 399 yang melihat mereka berdua pergi begitu saja.


Ritsu 399 sendiri saat ini masih menatap wajahnya R yang terlihat mirip dengannya walau rambutnya berwarna putih saat ini.


Namun ketika ia sedang melihat R tiba tiba saja sebuah tangan mulai menggenggam erat tangannya Ritsu 399 hingga terkejut.


Tentu mereka yang semua yang mendnegar ini mulai menatap kearah R dengan tatapan terkejut, termasuk Tanaka 399 yang jelas didekat Ritsu saat ini.


"Ohh.. kawan.. kau membuat kesalahan besar.."


Tiba tiba saja tubuh Ritsu 399 dan R mulai bersinar dan menciptakan ledakan super cahaya yang super besar.


BOOOMM !!


Tentu hasil ledakan itu seketika melempar Ritsu 399 yang dekat dengan ledakan, Tanaka 399 yang melihat ini mulai menangkap Ritsu 399 dan segera melihat kearah sumber ledakan.


Terlihat kalau Tanaka 399 saat ini benar benar terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini.


Saat ini seorang wanita berambut memakai gaun putih polos memakai syal berwarna putih dengan list berwarna hitam sedang berdiri dengan senyum diwajahnya.


"Salam.. dan terima kasih karena telah membangunkan ku dari tidur jangka pendek itu" ucap Ritsu sambil menyapa orang orang yang ada didepannya saat ini.


Tentu mereka yang mendengar ini seketika mulai bertempur kembali, bahkan Rino 399 pun mulai melindungi Tanaka dan Ritsu 399 tepat dibelakangnya.

__ADS_1


"Aku merindukan tubuh fisikku.. walau itu hanya sekitar 95% saja.."


"Cross benar benar bodoh selama ini, dia terlalu mudah untuk dimanipulasi, bukan begitu ?"


"Dan ia berpikir sesuatu yang seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi"


"HAHAHA !!"


"Tapi aku disini.."


"R.. Ritsu.." gumam Link dengan tidak percaya akan apa yang ia lihat saat ini.


"Tunggu.. apa apaan dengan tatapan itu ?" balas Ritsu yang kemudian melanjutkan monolognya.


"Ohh.. kau pasti tidak ingin bertemu dengan ku lagi.."


"Meskipun kau selalu ingin melihat X Event ini dalam keadaan sempurna.. apakah itu benar.."


"Teman lama ?"


"Link.. apa yang ia bicarakan itu ?" tanya Tanaka yang benar benar tidak mengerti arah pembicaraan mereka berdua saat ini.


Namun hal itu tidak didengar oleh Link yang masih menatap Ritsu saat ini, disisi lain Ritsu yang mendengar ini bisa tersenyum sambil menutup kedua matanya.


KHIIIIEEEEEEKKK !!


Teriakan keras mulai keluar dari mulutnya Ritsu, seketika membuat mereka semua menutup telinganya bahkan mereka sedikit terdorong karena teriakannya itu.


Tentu mereka yang melihat ini mencoba untuk tidak terdorong oleh teriakannya Ritsu, selepas teriakannya selesai Rino 399 mulai membuka matanya dan melihat sekitarnya dengan tatapan terkejut.


"A.. Apa yang terjadi.."


Semua bangunan, jalan, pohon, dan benda lainnya yang ada disekitar mereka lenyap seketika tanpa tersisa sama sekali dan hanya menyisakan tanah yang mereka pijaki saat ini.


"Dimana mereka ?" tanya Rino 399 yang tidak melihat Tanaka dan Tanaka 349.


***


World Code ???


"Tempat apa ini.." gumam Tanaka 349.


"Sial.. padahal bisa saja aku pergi dengan cepat dari dunia itu tanpa terlibat lagi dengan permainan mereka" ujar Tanaka sambil menggaruk kepalanya dengan kesal.


"Jadi kalian juga sudah terlibat soal 'itu' yahh.."


Tentu baik Tanaka dan Tanaka 349 yang mendengar ini mulai menengok kearah belakang mereka, mendapati sosok seorang pria dengan tubuh yang terlihat hancur dan meleleh melayang hanya menyisakan satu tangannya.


Baik Tanaka dan Tanaka 349 mulai sedikit menjauh darinya dengan tatapan terkejut.


"Siapa kau ?" tanya Tanaka 349 dengan keringat dingin ketika ia tidak merasakan hawa keberadaannya.


Namun pria itu tidak menjawab dan hanya menunjukkan sebuah layar hologram tepat dihadapan mereka berdua.


Terlihat disana kalau seorang wanita dengan kacamata bundar sedang berjalan kearah kerumunan yang Tanaka 349 kenal saat ini.


"B.. Boss.. R.. Rino !!" gumamnya dengan kaget.


Ia dapat melihat kalau Asuna 349 didunianya sedang berdiskusi dengan Rino 349 soal apa yang terjadi ketika Tanaka 349 pergi dari sana.


"Pacifist Timeline No 349.. Alternate Universe.."


"Hellfleir.."


Terlihat wanita itu menggumamkan sesuatu ketika berada didunia Tanaka 349 saat ini, Tanaka yang melihat ini membelakkan kedua matanya atas apa yang ia lihat saat ini.


'Ini..'


Terlihat kalau mereka mulai menengok kearah Wanita itu dengan tatapan terkejut, Asuna 349 yang melihat ini mulai waspada terhadapnya.


"Apa yang ia lakukan disana.."


"APA KAU DATANG UNTUK MEMBUAT MASALAH DIKOTA KU !!" teriak Echizen 349 yang berada disebelah Asuna 349 saat ini.

__ADS_1


"KAU AKAN MENERIMA AKIBATNYA BILA KAU TIDAK MENGAKUI MAKSUD KEBERADAANMU DISINI !!" teriak Echizen 349 yang benar benar sedang kesal saat ini.


Namun justru hal itu tidak dijawab oleh Wanita itu dan hanya masih menatap kearah mereka dengan tatapan dingin miliknya itu.


"Kau memiliki 3 detik untuk menjelaskan apa yang kamu lakukan pada kotaku.." ucap Echizen 349 yang seketika mengeluarkan sebuah tombak berwarna merah ditangan kanannya.


Langsung saja ia mulai menghitung mundur sambil menatap kearah Wanita itu dengan tatapan bencinya


"Satu.."


Namun wanita itu masih saja tetap berdiri disana dan tidak menjawab pertanyaannya itu, melihat ini ia semakin kesal dan mulai mempercepat hitungannya.


"TIGA !!"


Langsung saja ia mulai melesat kearah wanita itu dan mulai menusuknya, namun serangan yang ia lesatkan itu seketika ditahan oleh seorang pria yang berpenampilan seperti seorang shinobi.


Terlihat kalau shinobi itu saat ini sedang menahan serangannya Echizen 349 itu hanya menggunakan satu tangannya saja, sedangkan dibelakang Wanita itu seketika muncul kertas bertulis angka 9 romawi disana.


Tentu hal ini membuat Echizen 349 terkejut termasuk yang lainnya juga, bahkan Tanaka 349 dan Tanaka yang melihat ini dari layar tersebut.


"Menggangguku yang sedang bekerja.." ucap wanita itu dengan kesal.


"Hanzo.. cepat habisi mereka"


"Lagipula tempat ini pasti akan terformat menjadi sebuah serpihan setelah Karantina berlangsung"


'Karantina ?' batin Tanaka yang mendengar ini.


Pria yang dipanggil Hanzo itu seketika mulai menarik pedang yang ada dibelakangnya itu yang seketika pedang itu mulai bersinar berwarna ungu gelap disana.


Langsung saja ia mulai menebas leher Echizen 349 hingga terputus, dan mulai melakukan pembantaian pada penduduk yang ada disana.


Tentu Tanaka dan Tanaka 349 yang melihat ini terdiam dengan aksi pembantaian yang dilakukan pria bernama Hanzo itu.


Terlihat kalau tubuh Tanaka 349 bergetar ketakutan melihat orang yang ia kenal mati tepat dihadapannya.


Setelah menampilkan pemandangan itu tanpa terduga Pria yang ada didepan mereka mulai mengeluarkan tulang tangan yang terdapat duri besar ditengah tangannya itu dan mulai menusukkannya pada Tanaka 349.


JLEEBBB !!


Tentu serangan itu sangatlah cepat hingga membuat Tanaka dan Tanaka 349 tidak menyadari serangan tersebut.


Disisi lain Tanaka 349 yang tertusuk oleh serangan itu mulai menggenggam dadanya, namun sayang ia tidak melihat bekas tusukannya walaupun ia merasakannya.


Langsung saja ia membuka matanya dan mulai melihat apa yang ada didepannya, ia mendapati semua orang yang ia kenal dibantai disana sedang berada didepannya.


Tentu Tanaka 349 yang melihat ini menatap kearah mereka dengan tatapan tidak percaya dan mulai menoleh kearah lain.


Namun sebuah tangan mulai mengelus pipinya Tanaka 349 yang membuat dirinya menatap orang yang mengelusnya.


Tentu orang itu tidak lain adalah Asuna 349 yang sedang menatapnya dengan tatapan khawatir, bukan dia saja bahkan yang lainnya pun juga sama saat ini.


Sedangkan Tanaka sendiri saat ini sedang melihat sebuah hati yang dimana hati itu tidak lain adalah jiwanya Tanaka 349.


Terlihat kalau hati itu seketika mulai retak dan hancur hingga berkeping keping dan segera menghilang dari sana, tentu Tanaka yang melihat ini hanya bisa terdiam dengan keringat dingin saat ini.


Ia bahkan tidak menyadari serangan tersebut seolah semua kekuatannya termasuk Ningen Shikkaku miliknya benar benar tidak berguna diruangan ini.


Ia hanya manusia biasa tanpa segelintir kekuatan saat ini.


Untuk pertama kalinya dalam hidup ia benar benar takut dengan apa yang ia lihat saat ini, melihat ini seketika ia mulai menggenggam liontin bentuk hati yang ada ditangannya dan kemudian mulai melepasnya.


Tentu Pria itu yang melihat tingkahnya Tanaka yang ketakutan saat ini hanya menatapnya dengan tatapan kosong walau wajahnya terlihat meleleh saat ini.


"Kau sudah melihatnya terlalu banyak.."


Tepat ketika pria itu mengatakan hal itu seketika seluruh dunia yang dirasakan oleh Tanaka mulai berkedip dengan cepat dan membawanya tepat berada ditempat yang tidak cukup asing baginya.


Terlihat kalau didepan Tanaka saat ini adalah semua teman temannya yang sedang membereskan semua peralatan barbeque disana.


Tanaka yang melihat ini spontan melepas liontin itu hingga terjatuh ketanah, sampai sampai Tanaka menghiraukan mereka semua yang sedang menatap dirinya saat ini.


"Bagaimanapun.. juga.. masih terlalu dini untukmu dapat menerima semua kenyataan ini.."

__ADS_1


"Wahai Penerusku.."


__ADS_2