
Kembali ke Tanaka yang saat ini masih berterima kasih pada Kami-Sama karena telah mengirimkan dirinya hadiah yang luar biasa padanya.
Setelah berterima kasih pada Kami-Sama langsung saja ia melihat kembali hadiah terakhirnya dengan senang namun ragu ragu.
[ Book Upgrade Max : Sebuah Buku yang dapat mengupgrade sebuah skill hingga tingkat Max, kartu ini diberikan khusus untuk anda dari Kami-Sama
Peringatan : Buku ini hanya bisa digunakan sekali saja, gunakan secara hati hati !!
Apa Host ingin menggunakannya ?
Ya / Tidak ]
Langsung saja Tanaka mulai menekan tombol Ya pada ponselnya, terlihat sebuah buku mulai melayang disana namun lagi lagi muncul notifikasi lain diponselnya.
[ Silahkan pilih salah satu skill yang Host ingin gunakan :
-Ningen Shikkaku
-Telekinesis
-Bone Manipulation ]
Melihat ini langsung saja ia mulai berpikir untuk memilih skill mana yang akan Tanaka upgrade nanti, namun yang jadi perhatian khusus yaitu skill Ningen Shikkaku miliknya.
'Bukankah skill itu tidak bisa diupgrade karena memang hanya bisa menghapus kekuatan supernatural saja ?'
'Lalu.. kenapa skill itu muncul disana ? apa skill itu.. memang bisa.. diupgrade ?' batin Tanaka yang melihat skill Ningen Shikkaku miliknya.
Melihat ini langsung saja Tanaka mulai tersenyum menyeringai lalu menekan skill Ningen Shikkaku miliknya, terlihat buku itu mulai bercahaya dan mulai berubah menjadi bola cahaya kecil yang terbang menuju dirinya.
Tentu melihat ini awalnya Tanaka terkejut bila ia terserang atau hal lainnya, namun tiba tiba saja muncul notifikasi lain tepat diponselnya.
[ Ding ! Selamat Skill Ningen Shikkaku diupgrade hingga Max hingga memunculkan Extra Skill yaitu All Human Are The Worst Trash ]
[ Ningen Shikkaku (EX) : sebuah skill yang dapat menetralisir / menghilangkan semua jenis energi orang lain ketika menyentuh ataupun disentuh (baik Cakra, Mana, Qi, Curse, dan lain lainnya termasuk benda yang berhubungan dengan kekuatan supernatural) ]
[ All Human Are The Worst Trash : merupakan skill Domain / Area yang memungkinkan Host dapat membatalkan semua jenis benda / kemampuan supernatural apa saja dalam jangkauan 100 Kilometer ( bisa berkembang )
Skill ini juga dapat berpengaruh pada seluruh Skill milik Host dan juga anggota yang lainnya jadi berhati hatilah bila ingin menggunakannya (kecuali Ningen Shikkaku milik Host)
Cara mengaktifkan Skill ini yaitu dengan menjentikkan jari milik Host sambil memikirkan nama skill ini, bila ingin dinonaktifkan lakukan hal yang sama ketika mengaktifkan Skill ini ]
"...."
'Apa aku menjadi seorang dewa tanpa aku ketahui atau ini memang karena hadiahnya Kami-Sama ?'
***
Supreme Realm.
Saat ini Kami-Sama sedang menonton Tanaka yang saat ini terdiam sambil menonton ponselnya dengan tatapan kosong namun ada rasa bersyukur didalam hatinya.
"Hohoho.. Rian-Kun tidak.. Tanaka-Kun benar benar menarik untuk ditonton, hohoho.." sahut Kami-Sama sambil menonton reaksinya Tanaka ketika mendapatkan hadiah darinya.
Sedangkan dibelakangnya terlihat kedua Dewi itu yang tidak lain adalah Lucy dan juga Irene sedang duduk seiza dengan kepala benjol karena Fist of Love dari Kami-Sama.
"Kami-Sama.. apa kau yakin kau tidak berlebihan mengenai hadiah itu ? bukankah Tanaka-Kun akan menjadi sangat pemalas dan serakah nanti ?" tanya Irene yang saat ini sedang menatap Kami-Sama sambil menahan rasa sakit dikepalanya.
"Hohoho.. tenang saja lagipula dia memang pemalas namun aku tidak merasakan kebusukan didalam hatinya ketika mendapatkan hadiah dariku" balas Kami-Sama.
"Lagipula pikirannya saat ini yaitu untuk melindungi keluarganya, temannya, anggota grup chatnya yang akan datang nanti dengan segenap hatinya.. walau ia tidak menyadarinya saat ini"
"Jadi aku yakin Tanaka bisa menyelesaikan masalah kita nantinya secara perlahan" lanjut Kami-Sama.
"Maksud anda para Outer God itu ?" tanya Lucy kali ini ketika mendengar ucapan Kami-Sama sebelumnya.
__ADS_1
"Yahh.. begitulah, para dewa palsu itu kali ini sudah berlebihan, jadi hanya Tanaka-Kun saja lah yang bisa menyelesaikan masalah ini nantinya" sahut Kami-Sama dengan serius dan tegas sambil menatap monitor yang ada didepannya.
"Bahkan dengan kekuatannya saat ini pun Tanaka-Kun sudah dibilang setara dengan para Outer God itu ataupun kalian berdua berkat Skill Ningen Shikkakunya" lanjut Kami-Sama yang membuat kedua Dewi itu seketika terdiam.
"Tapi meskipun begitu Tanaka-Kun tetaplah Tanaka-Kun ia akan menjadi seorang pemalas bila tidak ada yang mengganggu 'kehidupannya' " lanjut Kami-Sama sambil menekan kata kehidupannya pada kedua putrinya.
Tentu kedua Dewi itu yang mendengar perkataan Kami-Sama merasa tertusuk tepat dibagian hati mereka hingga hancur berkeping keping.
Semua ini terjadi karena mereka berdua telah mengganggu kehidupannya Tanaka ketika Lucy menelepon Tanaka sebelumnya dan membuat keributan hingga Tanaka menutup teleponnya.
Mengingat kejadian itu langsung saja wajah kedua Dewi itu mulai pucat dan segera menundukkan kepalanya pada Kami-Sama.
"KAMI BENAR BENAR MINTA MAAF !!" teriak kedua Dewi itu pada Kami-Sama.
"HAHAHAHA.. tenanglah wahai kedua putriku aku yakin Tanaka-Kun sudah melupakan kejadian itu ketika mendapatkan Skill itu" tawa Kami-Sama yang melihat kelakuan kedua putrinya.
"Nahh.. Tanaka-Kun hiburlah kami dengan hadiah terbaik yang aku berikan kepadamu" sahut Kami-Sama dengan senang menunggu langkah Tanaka berikutnya.
'Mungkin aku akan mengajak putri ketiga ku kesini nanti..'
***
Kembali ke Tanaka yang saat ini masih menatap ponselnya dengan tatapan kosongnya.
Melihat ini tentu saja Tanaka terdiam dengan tatapan kosongnya ketika melihat informasi skillnya yang sangat overpower ini.
Meskipun skill ini merugikan dirinya dan juga anggotanya namun ia tetap bersyukur karena skill ini akan sangat berguna bila dalam keadaan terdesak nantinya.
Mau tidak mau Tanaka hanya bisa berterima kasih pada Kami-Sama karena telah memberikan hadiah menakjubkan ini padanya.
Namun sebelum ia kembali berdoa lagi tiba tiba saja pintu kamarnya diketuk oleh adiknya.
"Onii-Chan makan malam sudah siap cepat bangun dan makan makan malammu sebelum tidur !!" ujar Rino yang mengetuk ngetuk pintu kamarnya Tanaka.
***
Dimeja makan terlihat kalau Tanaka dan juga Rino sedang makan malam bersama berduaan dikarenakan orang tua Tanaka bekerja diluar kota.
Saat ini Rino sedang menatap kakaknya dengan bingung sebab ketika dia melihat kakaknya masuk kedalam kamar ia memasang wajah kesal.
Namun ketika keluar tiba tiba saja ia merasa senang, tentu hal ini membuat Rino bingung dengan sikap kakaknya yang terus berubah belakangan ini.
"Onii-Chan.. apa terjadi sesuatu akhir akhir ini ?" tanya Rino yang telah menyelesaikan makannya.
"Yahh.. sebenarnya aku mendapatkan sesuatu yang membuatku merasa bahagia hari ini hingga aku melupakan semua masalahku" balas Tanaka sambil menyantap makanannya dengan perasaan bahagia.
"B.. Begitu" gumam Rino lalu segera pergi kedapur untuk mencuci piringnya.
Ketika Rino dari meja makan tiba tiba saja mendapatkan telepon dari seseorang, mendengar ini ia segera menghentikan makannya dan melihat siapa yang meneleponnya kali ini.
Terlihat kalau orang yang menelepon dirinya adalah Ohta, melihat ini ia mulai yakin kalau Ohta pasti masih khawatir akan Tanaka mengenai kejadian sebelumnya.
Langsung saja Tanaka mulai mengangkat teleponnya sambil melanjutkan makannya.
"Hwalo, Owta awda apwa ?" tanya Tanaka yang masih mengunyah makanannya.
"Sebelum bertanya, tolong habiskan dulu makananmu" balas Ohta ketika mendengar balasan Tanaka.
"Gulp.. halo, ada apa Ohta ? meneleponku malam malam begini ?" tanya Tanaka yang mulai melanjutkan makannya.
"Apa kau benar benar ingin pergi kesana ?" tanya Ohta yang ingin memastikan tentang kejadian itu.
"Tidak.. tidak jadi, barusan aku mendapatkan sesuatu yang berharga hari ini jadi aku tidak jadi pergi kesana" balas Tanaka yang mulai menyimpan sendok makannya lalu segera minum untuk menyegarkan tenggorokannya.
"Haa.. syukurlah keberuntungan masih menyertaimu" balas Ohta sambil menghela nafas lega ketika mendengar jawaban Tanaka.
__ADS_1
"Yahh.. kau benar sepertinya Dewi Keberuntungan menyertaiku kali ini, semoga saja dia terus memberiku kehidupan damai kalau tidak aku akan mengadu pada Kami-Sama" balas Tanaka dengan nada bercanda.
"Aku merasa kasihan pada Dewi Keberuntungan itu, jika ia benar benar mendengar perkataanmu aku sangat yakin kalau dia akan memberkatimu hari ini juga" balas Ohta dengan datar ketika mendengar candaannya yang terlalu gelap.
'Sebenarnya aku sudah memiliki Luck tingkat Ex walau itu terlihat tidak akan berguna dengan title Protagonist ku sih' batin Tanaka yang masih mengingat Luck nya.
"Karena tidak ada yang bisa aku bicarakan aku pergi dulu, sampai jumpa disekolah" lanjut Ohta.
"Hmm.. sampai jumpa disekolah dan maaf sudah merepotkanmu" balas Tanaka sambil menutup teleponnya.
Langsung saja Tanaka mulai pergi kedapur untuk mencuci piringnya, namun ketika sedang mencuci piringnya tiba tiba saja Rino bertanya padanya.
"Onii-Chan siapa orang yang meneleponmu barusan ? apa itu perempuan ?" tanya Rino sambil menatap tajam kearah Tanaka.
Terlihat kalau Rino saat ini sedang duduk disofa sambil menonton televisi, namun tiba tiba terhenti ketika ia mendengar kakaknya sedang menerima telepon dari orang lain.
"Tenanglah Rino.. orang yang meneleponku itu adalah temanku, lagian dia seorang pria mana mungkin aku memiliki nomor seorang wanita" balas Tanaka yang mulai berjalan kearah Rino sambil mengelus kepalanya.
Sebenarnya Tanaka tidak sadar kalau anggota grup chatnya sebenarnya adalah wanita yang seumuran dengannya.
"Hmm.." balas Rino sambil mengembungkan pipi ketika merasakan elusan kakaknya dan mulai menikmatinya.
"Kalau begitu aku kekamar dulu aku mau tidur" balas Tanaka sambil menguap dan mulai berjalan kearah kamarnya.
"Dasar pemalas.." ejek Rino pada Tanaka.
"Terima kasih pujiannya"
***
Keesokan harinya terlihat kalau Ohta sedang mengangkat Tanaka sambil berlari menuju ke kelas karena mereka hampir terlambat hari ini.
Terlihat dimulut Tanaka ada sepotong roti panggang, sebenarnya ia tetap mengikuti alurnya karena ia berpikir mungkin ini akan menyenangkan bila mengikuti alur Animenya.
"Ohta.. aku memiliki firasat buruk tentang in-"
Belum selesai dengan perkataannya Tanaka, tiba tiba saja dia terlempar dengan kantongnya Ohta kedinding yang ada didepannya.
'Ternyata ini menyakitkan juga' batin Tanaka yang terlempar sebelumnya, namun masih menikmati makan roti panggangnya.
"Maaf kami hampir saja menabrakmu, tadi itu cukup berbahaya apa kamu tidak apa apa ?" tanya Ohta pada gadis tersebut.
"Ahh.. selamat pagi Ohta-Kun aku sama sekali tidak apa apa"
'Jadi.. sudah dimulai lagi, yahh..' batin Tanaka yang mendengar suara gadis itu.
"Eghh.. baru saja aku mau memperingatimu Ohta tapi kau tetap melemparku kedinding" sahut Tanaka yang mulai berdiri sambil membunyikan lehernya.
"M.. Maafkan aku.. apa kau tidak apa apa Tanaka ?" tanya Ohta yang melihat Tanaka sedang berjalan kearahnya.
"Yahh.. aku baik baik saja" balas Tanaka lalu melihat kearah gadis itu yang tidak lain adalah Shiraishi.
"Apa kau tidak apa apa Shiraishi-San ?" tanya Tanaka yang mulai mengambil beberapa kertas yang berserakan disana.
Ketika Tanaka menanyakan keadaan Shiraishi tentu saja Shiraishi dan juga Ohta seketika terdiam karena Tanaka mengetahui teman sekelasnya walau ia sering tertidur dikelas.
"Hmm.. Shiraishi-San ada apa ?" tanya Tanaka pada Shiraishi sambil memiringkan kepalanya.
"Ahh.. tidak apa apa, aku baik baik saja dan terima kasih sudah membantuku meskipun aku harus melakukannya lagi dari awal" balas Shiraishi dengan panik sambil melihat dokumen miliknya rusak.
"Tenang saja Shiraishi-San biarkan Ohta membantumu dengan masalahmu ini" balas Tanaka dengan nada lesu namun memasang wajah serius kearahnya.
"Oi.. setidaknya kau juga harus membantu kami, Tanaka"
'Harusnya itu kamu !!'
__ADS_1