The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 42


__ADS_3

Beberapa jam telah setelah pelajaran Kelas E berlangsung, terlihat kalau mereka semua sedang menuruni bukit saat ini.


Tentu mereka turun dari bukit karena ada panggilan dari sekolah untuk menyuruh seluruh siswa untuk pergi ke podium.


Disisi lain saat ini dikantor gedung itu hanya ada Dazai dan Koro-Sensei terlihat kalau Koro-Sensei sedang berdiri didekat jendela dengan wajah hampa berwarna abu.


"Cuma aku dan Dazai-Sensei disini.. hanya berduaan.." gumam Koro-Sensei dengan nada sedih.


Sedangkan Dazai sendiri saat ini ia sedang merapikan tumpukan kertas yang ia buat sebelumnya, setelah selesai langsung saja ia menyimpannya diatas mejanya.


"Yahh.. dengan ini beres sudah, Koro-Sensei jika kau ingin pergi jangan lupa bawa tumpukan kertas ini yahh.. sampai jumpa.." balas Dazai yang mulai meninggalkan Koro-Sensei dikantor.


BAM !!


Tentu Koro-Sensei yang mendengar ini bertambah sedih karena hanya dirinya saja dikantor, bahkan ia menjawab ucapannya Dazai dengan wajah hampanya.


"Ahh.. Dazai-Sensei.. sekarang cuma aku sendiri disini.. Sensei sendirian.."


***


Dibawah kaki gunung terlihat kalau Dazai tiba tiba saja muncul diatas pohon dekat pagar pembatas sekolah itu, tentu ia menggunakan teleportasi untuk pindah kemari.


"Yahh.. untung saja aku menggunakan itu, hari ini aku malas melompat dari pohon ke pohon seperti kera" gumam Dazai yang mulai turun dari atas pohon.


Tentu Dazai selalu pergi kesekolah dengan cara melompati batang pohon, Dazai sengaja melakukan itu agar ia dapat membiasakan diri ditempat itu sambil berlatih.


"TOLONG !! AKU TIDAK BISA BERHENTI !!"


Tentu Dazai yang mendengar segera menoleh kearah suara itu, ketika mendengar siapa yang berteriak tentu saja ia terkejut ketika melihat orang itu.


Terlihat kalau orang itu tidak lain adalah Okajima, terlihat kalau ia saat ini sedang dikejar oleh para lebah dengan beberapa ular melilit ditubuhnya.


Dazai yang melihat ini tentu mulai menghentikannya dengan cara menendang perutnya Okajima hingga ia tersungkur ketanah.


"Ughh.." rintih Okajima yang saat ini sedang kesakitan karena Dazai menghentikannya menggunakan kakinya.


"Ke.. Kenapa ?" tanya Okajima yang langsung bertekuk lutut sambil memegang perutnya ketika ditendang oleh Dazai.


"Ahh.. maaf.." balas Dazai dengan polosnya tanpa merasa bersalah sama sekali.


Namun ketika Dazai ingin mendekati Okajima tiba tiba saja ular yang sedang melilit Okajima mulai berdesis padanya.


"HISSSHHHH~~~"


"Ha !?" gumam Dazai dengan nada berat ketika melihat ular itu berdesis padanya, langsung saja Dazai menggunakan Houshaku Hakinya pada ular ular itu untuk menakutinya.


Tentu ular ular yang melihat tatapan Dazai mulai pergi dari Okajima dengan perasaan takut, bahkan para lebah yang sedang mengejar Okajima pun mulai berbalik arah.


'SERAAMMM !!' batin Okajima yang melihat Dazai mengusir ular ular itu hanya dengan tatapannya saja.


"Oii.. apa kau baik baik saja ?" tanya Dazai sambil menusuk nusuk Okajima dengan ranting yang ia temukan.


"Te.. Terima kasih.. Da.. Dazai-Sensei.." balas Okajima dengan gugup ketika melihat kejadian sebelumnya.


Tentu Dazai yang melihat ini mulai mengambil botol air minum pribadinya dibalik mantelnya dan mulai memberikan airnya pada Okajima.


"Nihh.. minum dulu dan beristirahat lah.. pasti berat kena sial melulu" ujar Dazai yang memberikan air minumnya pada Okajima.


Tentu Okajima yang mendengar ini langsung mengambilnya dan mulai minum dengan cepat seakan tidak pernah meminum air selama 3 hari.


Disisi lain Dazai yang melihat ini hanya tersenyum sambil duduk dan mulai menyandarkan badannya pada pohon didekatnya.


"Ha.. segarnya terima kasih Dazai-Sensei" balas Okajima sambil memberikan botol minumnya pada Dazai, tentu Dazai yang melihat ini segera mengambilnya dengan senyum diwajahnya.


"Sudahlah.. kau beristirahatlah terlebih dulu sambil menunggu yang lainnya"


"Baiklah.."


***


"TUNGGU !? KALIAN SEMUA !?" teriak Irina yang mulai mengejar Karasuma dan yang lainnya.


"Ahh.. *****-Sensei" ucap Kaede yang melihat Irina mulai menyusul mereka.


"Ha.. aku.. aku tidak diberi tahu kalau kita harus pindah setelah jam istirahat" ucap Irina dengan nafas lelah bahkan ia sampai terduduk ketika mengejar mereka.


"Menyedihkan sekali.. *****-Sensei" ucap Sugino sambil mengejek Irina yang sudah kelelahan saat ini.


"Lari pakai hak sepatu itu melelahkan tahu !?" teriak Irina dengan kesal ketika mendengar ejekan Sugino.


"Karasuma-Sensei.. Koro-Sensei dimana ?" tanya Nagisa yang tidak melihat Koro-Sensei saat ini.


"Ahh.. kami tidak boleh memperlihatkan wujudnya didepan murid lain, makanya kami tinggalkan dia digedung Kelas E" balas Karasuma ketika mendengar pertanyaannya Nagisa.

__ADS_1


"Dazai-Sensei sendiri ?" tanya Kanzaki kali ini, bahkan Okuda yang mendengar ini mulai menganggukkan kepalanya dengan penasaran.


"Dia sendiri saat ini sedang tidur disana" jawab Karasuma dengan kesal ketika mengingat Dazai memberitahukan dirinya kalau ia sedang sibuk dengan tidurnya.


"Aku tidak mengerti dengan sikapnya Dazai-Sensei" ucap Sugino sambil tersenyum canggung ketika mengingat sikapnya Dazai.


"Sama.. kadang ia serius kadang tidak, entah apa yang ada dipikirannya, kami tidak bisa menebaknya" balas Sugaya yang mengingat pelajarannya Dazai kemarin.


"Benar.. bahkan Donatnya yang tadi ia berikan belum kami makan" lanjut Sugino yang mengingat soal donat itu.


"Kau benar.. semoga saja donat itu tidak dimakan oleh Koro-Sensei" balas Sugaya yang mendengar ucapannya.


Sedangkan Nagisa dan yang lainnya hanya bisa tertawa canggung ketika mendengar ini, karena mereka berdua saat ini masih membahas donat itu.


"Sudahlah.. ayo kita pergi, tinggal sedikit lagi kita akan sampai digedung utama, ayo berangkat !!" sahut Karasuma yang mulai mengajak mereka semua kembali ketujuan utamanya.


"Baik.. "


Langsung saja mereka mulai meninggalkan Irina yang saat ini sedang kecapean disana dan mulai melanjuti perjalanan mereka kegedung utama.


Namun ketika mereka hampir sampai tiba tiba saja mereka terkejut ketika melihat Dazai yang saat ini sedang duduk bersama Okajima sambil mengobrol.


Disisi lain Dazai yang melihat ini segera menghentikan pembicaraan mereka, tentu Okajima yang melihat Dazai berhenti mulai menoleh kearah Karasuma dan yang lainnya.


"Ahh.. Karasuma-Sensei, akhirnya kalian sampai juga" ujar Dazai yang mulai berdiri sambil menepuk celananya, begitu juga dengan Okajima.


"Kami berdua sudah lama menunggu tahu.." lanjut Dazai sambil memasukkan kedua tangannya pada saku mantelnya.


"Benar itu.." balas Okajima dengan senyum main mainnya.


"DAZAI / DAZAI-SENSEI !!"


***


Setelah seluruh murid kelas 3 - E sampai terlihat kalau mereka semua saat ini sedang terduduk dengan kelelahan kecuali Dazai dan Okajima.


"Oii.. Oii.. ayolah semuanya, bukan saatnya kita untuk bermalas malasan kita masih ada perlu digedung ini" ucap Okajima dengan senyum ejeknya ketika melihat pemandangan ini.


Tentu mereka yang melihat ini secara langsung merasa kesal dan ingin memukulnya, namun mereka membatalkan niat mereka karena kelelahan.


"Bagus itu baru semangat.." ucap Dazai sambil menepuk pundaknya Okajima dengan senyum diwajahnya, tentu Okajima yang mendengar ini merasa senang karena pujiannya.


'DAZAI-SENSEI !! KAU TIDAK MEMBANTU SAMA SEKALI !!' batin mereka yang kesal ketika mendengar ucapannya Dazai.


"TIDAAKKKK !!" teriak Okajima dengan putus asa ketika mendengar ini dari mulutnya Dazai.


Disisi lain Dazai sendiri langsung saja menoleh kearah mereka semua dengan senyum sambil memberikan jempol kearah mereka dengan berbinar.


'DAZAI-SENSEI !!' batin mereka yang terharu ketika melihat ini.


"S.. Semuanya ayo.. kita harus berbaris dengan cepat" ujar Isogai yang mulai menyuruh semua teman temannya untuk berbaris dengan canggung.


"Baik.." balas mereka semua yang mulai berdiri dan masuk kedalam gedung dengan keadaan lelah.


"Tu.. Tunggu" gumam Irina dengan nafas lelah, terlihat kalau ia saat ini masih bertekuk lutut disana sambil mengatur nafas.


Tentu mereka mengabaikan perkataannya Irina dan segera meninggalkannya sendiri disana.


Disisi lain Dazai yang melihat ini langsung saja mendekati Irina sembari memberikan sebotol minum yang sempat ia beli padanya.


"Irina-Nee.. istirahatlah terlebih dulu.. nihh.. minum dulu" sahut Dazai sambil memberikan botol airnya pada Irina, tentu Irina yang melihat ini mulai menerimanya dengan gugup.


"A.. Ahh.. terima kasih" gumam Irina sambil mengambil air minumnya.


Tentu Dazai yang melihat ini mulai tersenyum ketika melihat Irina mulai mengambilnya, langsung saja Irina mulai meminum air itu hingga habis.


Bahkan Dazai yang melihat hanya bisa tertawa canggung melihat betapa hausnya dia saat ini.


"Fuaahh.. segarnya !!" ucap Irina yang puas dengan air minumnya, lalu segera mengelap air yang ada dimulutnya.


"Syukurlah kau menyukainya.. kalau begitu ayo kita susul yang lainnya, Irina-Nee" sahut Dazai sambil memasukkan kedua tangannya pada saku mantelnya dan segera pergi menyusul yang lainnya.


"Ahh.. Dazai-Kun ?" sahut Irina yang memanggil Dazai saat ini, sehingga membuat Dazai menghentikan langkahnya.


"Ya ?" tanya Dazai yang mulai menoleh kearah Irina dengan bingung.


"I.. Itu.. soal kemarin.. a.. aku minta maaf soal kejadian kemarin karena aku menjauhimu waktu itu.." balas Irina dengan gugup sambil membungkukkan badannya pada Dazai.


Tentu Dazai yang melihat ini terkejut bukan main dengan apa yang ia dengar dari perkataannya Irina, mendengar ini langsung saja Dazai bertanya padanya.


"Apa yang kau bicarakan, Irina-Nee ?" tanya Dazai dengan wajah bingungnya.


"Ha ?" gumam Irina yang mendengar perkataannya Dazai langsung menatapnya dengan pandangan bingung juga.

__ADS_1


"...."


***


"Tidak peduli amat sama imutnya ! jangan tunjukkan itu disini ! misi pembunuhan harus dirahasiakan dari kelas lain, mengerti !" bisik Karasuma yang saat ini sedang menegur Kurahashi dan Nakamura karena menunjukkan sarung pisaunya padanya.


"Ba.. Baik" balas mereka berdua dengan pelan ketika ditegur olehnya.


Disisi lain para murid kelas lain yang melihat ini mulai saling berbisik ketika melihat Kelas E sangat akrab dengan Karasuma.


"Siapa dia ? guru kelas E ?"


"Mereka terlihat akrab.."


"Irinya.."


Tepat ketika mereka sedang sibuk mengobrol tentang Karasuma, tiba tiba saja Irina dan Dazai masuk secara bersamaan.


Tentu hal ini membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian dari seluruh kelas terutama para guru termasuk Karasuma.


"Gila.. cantiknya"


"Siapa bule cantik itu !?"


"Kerennya.."


"Apa mereka berdua guru ? betapa mudanya"


"Tapi kenapa pria itu terlihat basah ?"


"Entahlah.."


Bisik para siswa maupun siswi yang melihat kedatangannya Irina dan Dazai, bahkan para siswa maupun siswi mulai menatap kearah Dazai dengan bingung.


"Padahal *****-Sensei tadi kelelahan" gumam Sugino sambil tersenyum kecut ketika melihat Irina.


"Cari muka banget.." gumam Kataoka yang melihat Irina berjalan kearah Karasuma bersama Dazai.


"Tapi kenapa Dazai-Sensei terlihat basah ?" tanya Nagisa dengan suara pelan ketika melihat wajah dan rambutnya Dazai basah.


"Aku yakin itu ulah *****-Sensei, bukankah dia takut pada Dazai-Sensei" balas Kaede sambil menatap kearah Irina dengan tajam, bahkan Nagisa hanya bisa tersenyum kecut ketika melihat ini.


Langsung saja Irina dan Dazai mulai berdiri disebelah Karasuma, tentu hal ini membuat semua siswa yang melihat ini semakin yakin kalau Irina dan Dazai adalah seorang guru.


"Kenapa kau datang kesini ?" tanya Karasuma dengan tegasnya.


"Kenapa malah tanya ? tentu saja aku adalah guru disekolah ini" balas Irina sambil menatap para siswa digedung ini.


"Rupanya kau sadar diri juga" sahut Karasuma yang mendengar ini tanpa memandangnya.


"Aku juga ingin melihat kondisi murid lain" balas Irina yang tidak memandangnya juga.


"Lalu kenapa kau basah kuyup, Dazai ?" tanya Karasuma yang melihat Dazai mukanya basah.


"Ha.. ini semua ulah Irina-Nee.. entah apa yang terjadi, namun tiba tiba saja ia menyiramiku dengan air minum yang aku berikan padanya" balas Dazai yang merapikan rambutnya kebelakang dengan kesal.


Tentu para siswa maupun siswi yang melihat wajahnya Dazai mulai terkagum, terutama para siswi yang mulai terpanah ketika melihat wajahnya Dazai.


"Kyaa !! tampannya !!"


"Apa dia benar benar guru !? sangat muda !?"


"Sial.. aku benar benar iri dengan kelas E"


Disisi lain para murid kelas E yang melihat Dazai sedang kesal hanya bisa tertawa pelan ketika melihat ini, langsung saja Kanzaki berjalan kearah Dazai.


"Da.. Dazai-Sensei ini pakai sapu tangan punya saya, kau terlihat basah saat ini" ujar Kanzaki sambil memberikan sapu tangannya pada Dazai.


"Ahh.. Kanzaki Ojou-Sama.. terima kasih.. betapa baiknya dirimu pada gurumu yang malang ini" ucap Dazai yang terharu ketika melihat kebaikan Kanzaki padanya langsung saja memegang tangannya dengan kedua tangannya.


"Sa.. Sama sama.. dan bisakah Dazai-Sensei memanggil saya Kanzaki, jika anda memanggil saya seperti itu saya merasa malu ketika didengar oleh mereka semua" ujar Kanzaki dengan rona merah ketika mendengar panggilannya dari Dazai apalagi melihat Dazai memegang tangannya didepan umum.


"Baik.. Kanzaki.. Ojou-Sama.." balas Dazai sambil tersenyum jahil kearahnya sembari melepas tangannya.


"Dazai-Sensei.." gumam Kanzaki yang malu ketika dirinya dipermainkan oleh Dazai dan mulai kembali dengan rona merah diwajahnya


Tentu hal ini membuat para murid yang melihat kejadian ini mulai merasa iri dengan kedekatan Kanzaki dan Dazai, bahkan para gadis dikelas E mulai menyeringai ketika melihat ini.


"Oii.. Dazai, jaga sikapmu didepan banyak orang" ucap Karasuma yang mulai menegur Dazai saat ini.


"Baiklah.. Karasuma-Sensei" balas Dazai dengan nada main main sambil mengelap wajahnya yang basah dengan sapu tangannya Kanzaki.


Tentu Karasuma yang mendengar ini mulai merasa kesal hingga beberapa urat Muncul dikeningnya, disisi lain Irina yang mendengar ini hanya bisa menahan tawanya saja.

__ADS_1


__ADS_2