The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 53


__ADS_3

"Ha.. ha.. siapa yang akan menduga.. kalau Dazai-Sensei akan melawan.. jika bukan karena Koro-Sensei.. mungkin dia sudah kabur saat ini.."


"Ahh.. siapa yang menyangka.. kalau Dazai-Sensei.. akan bermain kasar pada kita.. bahkan ia sampai.. menggunakan seni bela diri pada muridnya"


Terlihat kalau Maehara dan Isogai saat ini sedang duduk dibawah pohon dengan keringat yang mengucur dikening mereka, bahkan baju mereka sedikit kotor dibagian belakangnya.


"Apa segitu tidak inginnya Dazai-Sensei menggunakan yukata miliknya ?" tanya Nakamura dengan suara pelan sambil tersenyum kecut ketika melihat kedua pria tampan ini kelelahan.


"Meskipun begitu aku tetap saja ingin melihat Dazai-Sensei memakai yukatanya, aku yakin kalian juga penasaran bukan !? terutama Kanzaki-San !?" balas Kurahashi sambil menyikut lengannya Kanzaki.


"Ehh !? a.. anu.. i.. itu.." sahut Kanzaki yang panik dengan wajah memerahnya ketika mendengar ini.


"Mahh.. mahh.. bukan hanya Kanzaki-San saja bahkan Yada-San juga penasaran dengan yukatanya Dazai-Sensei, apalagi ia sering digoda beberapa kali olehnya" balas Nakamura yang mulai tersenyum jahil kearah Toka.


"Mahh.. kalau soal itu.. aku memang senang ketika dia mengatakan aku cantik, tapi.." gumam Yada dengan rona merah dipipinya sambil memainkan kedua jarinya.


"Dia penggila bunuh diri.." gumam Nakamura dengan nada lelah ketika mendengar ini darinya.


"Dan lagi dia sangatlah beruntung.. ketika rencana bunuh dirinya selalu digagalkan oleh keberuntungannya" lanjut Fuwa sambil tersenyum kecut.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai menghela nafas lelah ketika mengingat tingkahnya Dazai setiap harinya, sekalinya ia serius ketika sedang mengajar saja atau terjadi sesuatu pada mereka.


Bahkan mereka sempat berpikir kalau Dazai dan Koro-Sensei memiliki kemiripan dalam mengajar walau berbeda bentuk saat ini.


"Ahh.. benar itu mengingatkanku pada sesuatu, nee.. Ritsu ?" tanya Fuwa yang mulai mengambil ponselnya sambil memanggil Ritsu.


"Ya ?" tanya balik Ritsu yang mendengar Yuzuki bertanya padanya.


"Bukankah kau sangat penasaran dengan Dazai-Sensei ? lalu kenapa waktu kita berlibur hingga sekarang kau tidak pernah sekalipun menampakkan diri didepannya ?" tanya Fuwa dengan penasaran.


Bahkan mereka yang mendengar ini mulai melihat kearah ponselnya.


"Ahh.. itu.. sebenarnya Masterku pernah menyuruhku untuk meretas laptopnya Dazai-Sensei, namun hasilnya nihil atau gagal" balas Ritsu.


"Makanya aku tidak pernah menampakkan diri padanya karena aku merasa bersalah karena meretas laptopnya" jelas Ritsu dengan wajah memerah sambil memainkan kedua jarinya didalam ponselnya Fuwa.


'Dazai-Sensei lebih berbahaya dari yang kami kira !!' batin mereka yang mendengar kalau Ritsu gagal meretas laptopnya Dazai padahal ia adalah A.I super canggih.


"Yahh.. perlu waktu lama bagiku untuk membujuknya" sahut Koro-Sensei yang datang sambil mengelap wajahnya dengan sapu tangannya.


"Koro-Sensei !? dimana Dazai-Sensei !?" tanya Okano dengan penasaran soal penampilannya, begitu juga dengan yang lainnya.


"Ahh.. tentu saja sebentar lagi dia akan datang, bahkan bapak beri sedikit tambahan pada tatanan rambutnya" sahut Koro-Sensei yang mulai melihat kebelakangnya.


Tentu mereka yang melihat Koro-Sensei mulai mengalihkan pandangannya ikut melihat kearah yang ia lihat saat ini, terlihat kalau Dazai saat ini sedang memakai yukata dan haori yang ia buat sebelumnya.


Walau rambutnya masih sama namun model rambutnya dibuat acak agar terlihat lebih keren dimata banyak orang, meskipun perubahan itu terlihat kecil namun bukan berarti kalau Dazai masih terlihat sama.


Setelah Dazai datang dengan wajah lesu kearah muridnya terlihat kalau mereka saat ini terdiam ketika melihat Dazai, bahkan para gadis yang melihat ini wajah mereka mulai memerah.


"A.. Apa ?" tanya Dazai dengan gugup ketika mereka terlihat fokus padanya.


"Dazai-Sensei !! yukata itu terlihat cocok dengan mu !!" sahut Maehara yang kagum dengan penampilannya Dazai.


"Benar !! kalau boleh tahu bagaimana caranya kau membuat yukata itu !?" tanya Sumire dengan mata berbinar.


Tentu Dazai yang melihat ini sempat tertawa canggung ketika melihat tingkahnya Sumire, meskipun begitu ia tetap memberitahukan caranya dengan senyum kecut diwajahnya.


Disisi lain para gadis yang melihat Dazai dan Sumire sedang mengobrol tentu saja mereka mulai mengerumuni Dazai dan mulai mengobrol bersama dengannya walau Dazai terlihat kelelahan berurusan dengan mereka.


Bahkan para pria yang melihat ini hanya bisa tertawa canggung sambil menggelengkan kepala mereka ketika melihat Dazai diam diam memberi kode minta tolong pada mereka.


Tepat ketika mereka sedang sibuk pada dunia mereka tiba tiba saja suara kembang api itu mulai diluncurkan dan mulai meledak diatas malamnya langit yang gelap itu.


BOOOOMMM ~~ !! BOOOOMMM ~~ !! BOOOOMMM ~~ !!


Tentu mereka yang mendengar ini mulai melihat ini keatas langit, terlihat kalau ledakan kembang api itu mulai terlihat diatas sana dengan berbagai jenis bentuk dan warna disana.


"Wahh.." gumam Okano yang terpana ketika melihat kembang api itu.


"Indahnya.." gumam Yada yang juga terpana ketika melihat ini.

__ADS_1


Tentu bukan hanya para gadis yang terpana ketika melihat pemandangan kembang api dimalam ini, bahkan para pria dan Koro-Sensei yang melihat ini juga mulai terpana dan ikut tersenyum ketika melihat ini.


"Bukankah ini indah, Dazai-Sensei ?" tanya Kanzaki yang masih melihat kembang api tersebut dengan yang lainnya.


"Ahh.. aku harap aku bisa mati dengan pemandangan semegah ini.." balas Dazai yang masih menatap kembang apinya.


"Ahahaha.. Dazai-Sensei aku rasa itu.." balas Kanzaki yang mulai menoleh kearah Dazai.


Namun seketika Kanzaki menghentikan perkataannya ketika melihat tatapan matanya yang begitu kosong ketika melihat kembang api itu.


"...."


Tentu mereka yang mendengar dan melihat ini secara langsung mulai terdiam dengan suasana canggung dan sedih ketika melihat tatapannya Dazai.


"Dazai-Sensei.. sepertinya kau menikmati pemandangan ini" ujar Koro-Sensei dengan senyum diwajahnya.


"???"


Tentu mereka yang mendengar ini sambil mulai menatap Koro-Sensei dengan aneh dan bercampur bingung dengan perkataannya.


"Ahh.. kau benar Koro-Sensei, belum pernah aku melihat pemandangan seindah ini" balas Dazai dengan senyum diwajahnya.


"Bahkan aku tidak tahu ekspresi seperti apa yang aku pasang saat ini" lanjut Dazai yang masih menatap kembang api itu dengan tatapan kosongnya.


'Jadi kau merasa bahagia selama ini !!' batin mereka yang mereka yang terkejut ketika melihat tatapan kosongnya Dazai.


Disisi lain Karma hanya menggelengkan kepalanya saja, sedangkan Nagisa hanya tersenyum canggung dengan apa yang mereka lihat.


Bahkan Koro-Sensei yang melihat ekspresi para muridnya hanya bisa tertawa dengan pola hijau belang karena ia mengerti perasaaan Dazai karena mereka sama sama mantan pembunuh bayaran.


'Ahh.. Aku benar benar rindu pada mereka..'


***


Kimetsu No Yaiba World.


Terlihat kalau saat ini Asuna sudah selesai bertarung dengan iblis (Oni) disebuah hutan, terlihat kalau mayat iblis itu mulai berubah menjadi abu disana.


"KHAAAKKK.. KHAAAKKK.. IBLIS BULAN BAWAH 3 DAN 4 SUDAH DIBUNUH KHAAAKKK.. KHAAAKKK.." teriak burung gagak yang saat ini sedang mengitari hutan diatas sana.


"ASUNA-SAN !?" teriak seseorang yang mulai menghampiri Asuna.


Terlihat kalau penampilannya seperti Kanae hanya saja ia terlihat muda 2 atau 3 tahun darinya menggunakan haori kupu kupu, tentu gadis itu tidak lain adalah Kocho Shinobu.


"Ahh.. Shinobu-Chan sepertinya kau sedikit telat, aku sudah menghabisi mereka berdua barusan" sahut Asuna dengan senyum diwajahnya sambil memasukkan pedang rapier miliknya.


Tentu pedang repier miliknya merupakan pedang buatan Lala yang terlihat seperti tongkat dengan ukuran 1,6 meter, meskipun terlihat tipis namun pedang tersebut sangat kuat baik untuk menebas maupun untuk bertahan.


"Maafkan aku Asuna-San sepertinya kau benar benar kelelahan menghadapi 2 iblis bulan itu apalagi kau baru saja selesai melakukan seleksi" gumam Shinobu dengan nada bersalah sambil membungkukkan sedikit badannya pada Asuna .


"Ahh.. tidak apa apa Shinobu-Chan, lagipula ini kejadian yang tak terduga makanya aku bertemu 2 iblis bulan itu" balas Asuna sambil melambaikan kedua tangannya pada Shinobu dengan panik.


"Begitu.. mungkin sebaiknya kita pulang terlebih dahulu, kau pasti kelelahan biarkan aku memeriksamu nanti" sahut Shinobu dengan senyum lega diwajahnya.


"Baiklah.. dan sepertinya kau sudah berubah yahh.. Shinobu-Chan sebelumnya kau terlihat bagaimana ya.. mudah marah ?" balas Asuna yang mulai berjalan keluar hutan.


"Ehh !? apa itu benar !? padahal aku bersikap biasa biasa saja ?" ujar Shinobu yang mulai berjalan bersama Asuna.


"Ahaha.. mungkin kau tidak menyadarinya, atau mungkin kau sedang jatuh cinta pada seorang pria pada pandangan pertama ?" tanya Asuna dengan senyum jahil diwajahnya.


Sedangkan Shinobu yang mendengar ini hanya menoleh kearah lain agar Asuna tidak melihat wajahnya yang saat ini merona.


"...."


Tentu Asuna yang melihat ini seketika berhenti dan mulai memegang pundaknya dengan kedua tangannya, tentu hal ini membuat Shinobu terkejut dengan aksinya.


"A.. Ada apa A.. Asuna-San !?" tanya Shinobu yang terkejut ketika melihat Asuna menghentikannya.


"Ada apa ? tentu saja aku penasaran dengan siapa kau jatuh cinta, apa itu Tomioka-San ?!" tanya Asuna dengan semangat dan mata berbinar.


Tentu Asuna sangat mendukung hubungan mereka ketika melihat komiknya, sebab ketika melihat kedekatan mereka berdua dianime maupun dikomiknya ia berpikir kalau mereka berdua memanglah sangat cocok.

__ADS_1


"Ahahaha.. mana mungkin aku jatuh cinta pada penyendiri itu" balas Shinobu sambil menertawakan tingkahnya Asuna ketika ia berpikir kalau dirinya akan jatuh cinta pada Tomioka.


"Ehh ?? bukan dia !? lalu siapa ?" tanya Asuna dengan penasaran sambil melepas genggamannya.


"Ahh.. itu bagaimana aku menceritakannya yahh.. itu.. sebenarnya.. aku jatuh cinta ketika melihat gambar laki laki pada benda aneh yang selalu One-San pegang ketika dirumah" jelas Shinobu sambil menggaruk pipinya dengan gugup ketika memberitahukan ini pada Asuna.


Tentu Asuna yang mendengar ini segera menghentikan langkahnya, dan mulai mengambil ponselnya sambil mencari gambar yang dimaksud oleh Shinobu.


"Maksudmu itu.. dia ?"


Langsung Asuna sambil menunjukkan ponselnya pada Shinobu, tentu foto yang ia perlihatkan pada Shinobu adalah Tanaka saat ini sedang menyandarkan kepalanya sambil melihat keluar jendela.


"Ahh .. benar itu dia.. dia terlihat sangat dewasa walau umurnya terlihat sama seperti Onee-San" balas Shinobu dengan rona merah diwajahnya.


'TANAKA-KUN !?'


***


Ansatsu Kyoushitsu World.


"Hachuu.. apa mungkin karena aku mandi terlalu lama hingga aku bersin ?" gumam Dazai yang saat ini sedang membersihkan hidungnya dengan tisu yang ia ambil diatas meja saat ini.


"Ada apa Dazai-Sensei ? apa kau demam ?" tanya Kanzaki yang saat ini membawakan coklat panas padanya.


"Tidak.. mungkin ini karena aku mandi terlalu lama, lalu.. kenapa kalian semua pada datang kerumahku ? bukankah kalian punya rumah masing masing ?" tanya Dazai yang melihat sebagian gadis kelas E ada dirumahnya.


"Ahahaha.. Dazai-Sensei jangan begitu, bukankah kau senang bila dirumahmu ada banyak sekali wanita cantik disini ?" tanya Okano dengan senyum jahilnya.


Tentu yang berada dirumahnya Dazai saat ini adalah Yada, Okano, Kanzaki dan Kurahashi saat ini, bahkan Dazai hanya bisa menghela nafas lelah ketika melihat ini.


"Ha.. aku memang senang ketika dikelilingi wanita cantik seperti kalian, tapi.. bukankah orang tua kalian akan sangat khawatirkan kalau putri mereka tidak ada dirumah ?" sahut Dazai yang meminum coklat panasnya setelah Kanzaki memberikannya.


"Yahh.. itu.. sebenarnya kami kemari ingin menginap karena rumah kami lumayan jauh dari sini, makanya kami menginap dirumahmu, Dazai-Sensei" ujar Yada yang saat ini masih memakai yukatanya terlihat ada rona merah ketika mendengar perkataannya.


"Ha.. dari banyaknya teman yang kalian punya, kenapa harus dirumahku apalagi kalian bisa minta Koro-Sensei untuk mengantar kalian pulang saat ini juga" balas Dazai sambil meminum coklat panasnya.


"Ahh.. soal itu.. kami sudah bilang pada Koro-Sensei, namun ia bilang malam ini sedang sibuk pergi ke Inggris untuk menonton film baru disana katanya" balas Okano sambil tertawa canggung ketika mengingat kejadian itu.


"PFFTT !!"


Tentu yang mendengar ini hampir menyemburkan coklat panasnya, sedangkan mereka hanya menghiraukan ini dan mulai melanjuti percakapan mereka.


'Gurita Sialan itu..' batin Dazai dengan kesal.


"Hmm.. bahkan orang tuaku setuju setuju saja kalau aku menginap dirumah temanku malam ini, soalnya lusa kita sudah mulai masuk" balas Yada dengan senyum diwajahnya.


"Aku juga.." balas Kanzaki dengan senyum lembut diwajahnya.


"Nee.. Dazai-Sensei, bolehkah kami menginap disini malam ini saja, apa kau tidak kasihan pada murid muridmu ini.. " ujar Kurahashi dengan mata puppynya.


"...."


Dazai yang melihat ini seketika bibirnya mulai berkedut melihat tingkahnya Kurahashi yang terlihat mirip seperti Miyano yang sangat energik itu.


"Ha.. baiklah baiklah.. lagipula aku punya kamar untuk tamu jadi anggap saja ini rumah kalian" balas Dazai dengan nada lelah sambil melambaikan tangannya pada mereka karena saat ini sedang memainkan laptopnya.


"YEAAHHHH !!"


"YEAAAHHH !!"


***


Supreme Realm.


"Yahh.. siapa yang akan menduga kalau dia akan memakai keberuntungannya untuk menggagalkan bunuh dirinya" sahut Lucy dengan senyum diwajahnya sambil meminum tehnya.


"Kau benar Lucy.. bahkan Aeris saat ini benar benar sangat depresi, apalagi ketika melihat cara Tanaka-Kun menggunakan keberuntungan miliknya itu" balas Irene dengan senyum menyeringai ketika melihat Aeris benar benar depresi saat ini.


Disisi lain Aeris saat ini benar benar depresi, terlihat kalau saat ini ia sedang duduk dengan mukanya yang menempel diatas meja saat ini, bahkan terlihat aura putus asa keluar darinya.


"Hikss.. hikss.. kenapa Tanaka-Kun melakukan itu ? apa dia tidak senang dengan hadiah yang aku berikan padanya ?" gumam Aeris pada dirinya dengan penuh depresi.

__ADS_1


"AHAHAHAHA !?"


__ADS_2