The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 103


__ADS_3

Setelah Tanaka dan Link berteleportasi terlihat kalau mereka saat ininsedang berdiri ditempat dimana ada beberapa garis merah dengan tanda X menyelimuti tempat yang mereka singgah saat ini.


"Yo.. apa yang sedang kau lakukan, Tanaka !?"


Tepat ketika mereka mendengar suara itu langsung saja Link mulai bersembunyi dibalik semak semak dengan cepat.


Tanaka sendiri yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu dan melihat orang yang ia tidak kenal sedang memanggil namanya.


"Umm.."


"Kenapa kamu memakai pakaian aneh itu ? sudah tidak ada waktu lagi untuk itu !"


"Frost Wind sedang kacau, brengsek !!"


Tepat ketika ia mengatakan itu langsung saja orang itu pergi dari sana dan menghiraukan tatapan Tanaka yang terlihat bingung saat ini.


Link sendiri yang sedang bersembunyi pun mulai keluar setelah orang itu pergi dari sana.


"Kau pasti sedang bercanda" ucap Link yang menatap orang tersebut dengan aneh.


"Ada apa dengannya ? aku yakin ia akan menerima kesialannya nan-"


Tepat sebelum Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja tubuhnya mulai terasa berantakan (glitch) yang membuatnya terdiam, begitu juga dengan Link.


"Woahh.. a..apa itu ?" gumam Tanaka yang merasa tubuhnya tadi terasa aneh.


Sedangkan Link yang mendengar ini mulai menatap Tanaka dengan penuh khawatir dan segera memasang wajah serius.


'Ohh.. tidak, Cross.. apa yang kamu lakukan sekarang..'


***


Disisi lain terlihat kalau Cross saat ini sedang menggusur pedang besarnya hingga menciptakan garis merah panjang yang dibuatnya.


Tentu saat ini ia sedang berjalan kearah desa dimana saat ini para penduduknya sedang melihat Cross yang membawa pedang itu.


Melihat ini mereka mulai bersembunyi darinya sambil menatapnya dari tempat persembunyian mereka.


Namun ketika Cross sedang melakukan tugasnya tiba tiba saja ia berhenti lalu segera menoleh kearah orang yang menghalangi jalannya itu.


"Huh.. kau menghalangi jalanku.. pergi dari sini.."


Tepat ketika Cross menoleh terlihat kalau orang tersebut menggunakan celana pendek, kaos merah dan juga jaket winter berwarna hitam sedang menghalangi jalannya.


Terlihat kalau ia saat ini sedang membersihkan giginya dengan kuku panjang yang ia miliki saat ini.


"Wow.. apa yang kita miliki disini.."


"Hei Mata Aneh.. pisau yang bagus" ucapnya yang sudah selesai membersihkan giginya.


Tentu dimaksud orang itu adalah matanya Cross yang berbeda warna itu, yang kanan berwarna merah sedangkan kiri berwarna silver.


"...."


Tentu Cross yang mendengar ini seketika terdiam termasuk R yang sedang mendengar ucapan orang itu.


"Kau barusan memanggilku apa ?" tanya Cross dengan bingung.


"Ha, terserah, apa yang kau inginkan ?" balas orang itu sambil menunjuk Cross.


"Kau tahu, kau telah membuat masalah besar di Frost Wind ini, kawan.."


"HAHAHAHAHA !! KALIAN SEMUA PECUNDANG !! BERSEMBUNYI SEPERTI ORANG IDIOT !!"


"HAHAHA !! LIHAT DIRI KALIAN !! SEMUANYA SUNGGUH MEMALUKAN !!"


Terlihat kalau orang itu sedang menertawakan orang yang sedang bersembunyi dari Cross saat ini, disisi lain Cross dan R yang melihat ini justru terdiam dibuatnya.


'Orang yang berada di AU ini cukup menarik' gumam R yang melihat tingkah orang tersebut.


Sedangkan Cross sendiri yang meluhat ini langsung mengangkat pedangnya tepat diatas kepalanya dan bersiao untuk melemparnya kearah orang tersebut.


"Menjijikan.."


WOOOSSSHHHH !!

__ADS_1


Langsung saja Cross mulai melempar pedangnya itu yang telat mengenai lengan jaketnya orang tersebut.


Tentu orang itu yang melihat lengan jaketnya rusak mulai menatap orang tersebut dengan mata kirinya yang berubah menjadi warna merah menyala tanpa menyadari kalau pedang yang dilempar Cross sudah tidak ada disana.


"Mari kita langsung keintinya.. anak kecil itu, mencoba untuk berteman dengan kalian semua, benar ?" tanya Cross yang melihat kearah tangannya lalu segera menoleh kearah orang itu.


"Tapi mereka tidak akan bertarung untuk seseorang yang tidak mereka pedulikan didunia ini.."


"Datang dari tempat lain.. menghancurkan semuanya dan menyebabkan rasa sakit dan penderitaan selamanya.. seseorang sepertiku"


"Bisakah anak itu memulai dunia ini lagi jika aku menjadi bagian dari dunianya ?"


Tentu orang yang mendengar ini hanya bisa terdiam ketika mendengar ocehan dari Cross, begitu juga beberapa orang yang sedang melihat percakapan mereka berdua saat ini.


"Aku membutuhkan beberapa sumber untuk membuat duniaku dan aku memilih tempat ini.."


"Jadi bisa dilihat kalau teman kecilmu itu akan membuatmu senang di dunia yang sudah hancur tersebut.."


"Tidak peduli berapa banyak 'Reset' ia coba.."


"Kau pasti akan menerima kalau duniamu akan menjadi milikku sekarang !!" jelas Cross dengan senyum menyeringai.


"Dan tidak akan ada lagi teman tidak berguna yang akan menghentikanku, jadi menyingkirlah dari jalanku.."


"Nahh.. lakukanlah jika kamu mau.."


"Didunia ini kami masih akan tetap berteman dengan anak kecil itu, memberi cinta.. dan CINTA, hehe.."


"Tapi, aku akan mencoba untuk menjadi orang baik dan mengubah sudut pandangmu itu, kawan.."


"Jika kamu mau maka aku bisa membagikan kesenangan itu padamu"


"Karena kita memiliki waktu yang tepat kali ini.."


"Karena aku Tanaka Yuki, akan menghiburmu disini kawan.."


Jelas Tanaka Yuki AU lain dengan senyum menyeringai diwajahnya ketika menjelaskan hal ini pada Cross, terlihat kalau mata kirinya bersinar berwarna merah layaknya darah itu sendiri..


"Humm.. sungguh menyebalkan karena kita tidak bisa membunuhnya" gumam R yang melipat kedua tangannya ketika melihat ini.


Langsung saja ia menggunakan teleportasinya untuk pindah kedepan Tanaka dan segera memukulnya menggunakan tulang tersebut.


Disisi lain Tanaka yang melihat Cross menyerang hanya bisa menerima serangan tersebut hingga ia terpental kearah pohon tepat dibelakangnya.


Tepat ketika Tanaka menabrak pohon tersebut sebuah gundukan salju jatuh menimpa seluruh tubuhnya.


Cross yang melihat ini awalnya terdiam, namun tiba tiba saja Tanaka telah berdiri dihadapannya sambil mengeratkan genggaman tangannya itu dan bersiap memukulnya.


Langsung saja Tanaka mulai memukul Cross dengan kencang hingga ia terpental jauh beberapa meter dibuatnya.


Namun Cross yang sedang terbang oleh pukulan tersebut mulai menyeimbangkan dirinya dan segera laju doronganya itu menggunakan kakinya.


Disisi lain Tanaka dan Link yang sedang berjalan menuju lokasi Cross tiba tiba saja Tanaka menghentikan langkahnya sambil memegang dadanya.


"Tanaka ?"


Kembali lagi pada Tanaka yang sedang berurusan dengan Cross, terlihat kalau ia sedang membicarakan sesuatu padanya.


"Dengar kawan, Boss ku itu orangnya sibuk membantu anak kecil itu, jika mereka kembali dan melihat kekacauan ini, maka aku akan berada dalam masalah"


"Maka dari itu, kau pergilah dari sini"


"Ha.. Ha.. kau memintaku untuk minta ampun ?? kau tidak terlihat kasar seperti yang terlihat-"


Belum juga Cross melanjuti perkataannya tiba tiba saja Tanaka tersenyum menyeringai, hal ini tentu membuat R seketika mulai waspada.


"Cross !! awas !!"


Namun sayang perkataannya R telat yang membuat Cross menerima serangan langsung berupa tulang yang menancap pada dadanya Cross.


Disisi lain Tanaka yang bersama Link mulai merasakan rasa sakit tepat didadanya hingga membuatnya kesakitan tanpa mengetahui apa yang terjadi padanya.


"Ugh.."


"T.. Tanaka !?"

__ADS_1


***


"Jadi begitu.." gumam Asuna sambil mengikat rambutnya Ritsu.


Setelah kepergiannya Tanaka, Ritsu mulai menceritakan semua yang terjadi pada Tanaka hingga saat ini pada Asuna.


"Jika ia dalam masalah kenapa ia tidak mau menceritakannya padaku.. padahal aku tunangannya.." gumam Asuna dengan kesal sambil mengembungkan pipinya ketika mengikat rambutnya Ritsu.


"Y.. Yahh.. mau bagaimana lagi Senpai orangnya memang seperti itu, ia tidak mau melibatkan masalahnya pada orang lain.." balas Ritsu dengan canggung.


"Ha.. entah kenapa aku merasa kalau sesuatu akan terjadi pada Yuki-Kun.." ujar Asuna yang sedang mengikat bagain terakhir menggunakan ikat rambutnya.


"Baiklah sudah selesai.." lanjut Asuna yang sudah selesai mengikat rambutnya Ritsu.


Terlihat kalau rambutnya Ritsu terlihat mirip dengan rambutnya Asuna, yang model rambutnya dikepang bagian sampingnya sedangkan sisanya di biarkan terurai.


"Terima kasih Asuna-Senpai, aku menyukainya" balas Ritsu yang terlihat menyukai rambutnya saat ini.


"Fufufu.. dengan begini kita terlihat mirip kan ?" tanya Asuna yang melihat tingkahnya Ritsu yang seperti anak kecil.


"Hmm.."


***


"Kena kau.. HAHAHAHA !!" tawa Tanaka yang melihat Cross lengah hingga terkena serangannya.


"Kau bodoh, disini masih 'membunuh atau dibunuh' selama anak kecil itu tidak mengetahuinya, semua bisa membunuh kapanpun yang mereka mau" jelas Tanaka dengan senyum menyeringai.


"Kau mungkin terlihat sepertiku, dan aku tidak tahu kau berasal dari mana, tapi, teman kau tetap naif"


"Kau membuat kesalahan dengan datang kemari dan menggangguku, jadi pergilah menjadi abu untuk dirimu sendiri, sampai jumpa" balas Tanaka yang kemudian berbalik dengan senang dan pergi dari sana.


Disisi lain Cross yang mendengar dan melihat ini hanya mengabaikannya dan segera mencabut tulang yang menancap pada tubuhnya itu.


CRAAATTTT !!


Tentu Tanaka yang mendnegar ini seketika menoleh kearah suara tersebut dan meluhat kalau Cross sudah mencabut tulang tersebut.


"A.. Apa !?"


"Sebenarnya.. kita menyakiti seseorang disini sekarang juga, kita melakukannya dengan baik.." ujar Cross yang mulai melepas tulabg itu yang terbalut oleh darah berwarna ungunya.


"Itu adalah aturan dunia ini, kah.."


"HAHAHAHA !!"


"YANG BERARTI TIDAK AKAN APA APA JIKA AKU MEMBUNUHMU !!" teriak Cross yang kedua matanya seketika berubah menjadi merah darah.


Langsung saja ia mulai memunculkan kembali pedang besarnya itu dan mulai menyerang Tanaka yang terdiam ketika melihat ini.


Tanaka yang melihat ini mulai menghindarinya kesamping dan segera berteleportasi kearah lain untuk menjauhinya.


Namun ketika menjauhi ia tidak melihat Cross yang sebelumnya sedang menebasnya, merasakan seseorang dibelakangnya ia mulai memiringkan badannya kebelakang dan melihat Cross sedang menusuk kearahnya.


Bukan Tanaka saja yang menggunakan teleportasi, bahkan Cross pun menggunakan teleportasi keatas dirinya dan melakukan tebasan vertikal kuat kearahnya.


Melihat ini Tanaka mulai menghindarinya dengan teleportasinya yang membuat serangan Cross mengenai tanah yang ia pijaki hingga terbelah sejauh 10 meter.


Setelah Tanaka berteleportasi langsung saja ia mengeluarkan tulang tulang runcing dan segera menyerang kearah Cross.


Terlihat kalau tulang tulang tersebut mulai menyerang Cross dengan begitu cepatnya, melihat ini Cross mulai menebas tulang tulang tersebut dengan pedang besarnya itu dengan cepat.


Setelah selesai ia mulai kembali menyerang Tanaka, namun sebuah tengkorak naga dengan mata empat muncul dan sedang mengisi energi dimulutnya yang saat ini sedang mengarah tepat didepannya.


Melihat kepala naga itu akan menembaki lasernya langsung saja Cross mulai berteleportasi keatas untuk menghindari serangannya tersebut.


Tepat ketika kepala naga itu menembakkan lasernya, Cross segera menebasnya hingga terbelah menjadi dua dengan begitu mudahnya.


"ORANG SEPERTIMU TIDAK AKAN PERNAH MENDAPATKAN AKHIR BAHAGIA !!" teriak Cross yang mulai merentangkan tangannya kearah Tanaka dan segera menariknya.


Tentu Tanaka yang melihat ini hanya bisa menerima dan ikut tertarik kearah Cross yang sedang mengangkat dirinya diudara dengan telekinesis miliknya.


"Ka.. Kau.. siapa sebenarnya kau ?" tanya Tanaka dengan keringat dingin yang membasuhi keningnya saat ini.


Cross yang mendengar ini langsung mengangkat pedang besarnya untuk menebas Tanaka dengan niat membunuh.

__ADS_1


"Aku adalah Pemburu Manusia.."


__ADS_2