
"Begitulah yang terjadi.." ucap Tanaka yang menyandarkan kepalanya pada tangannya dengan lesu ketika menjelaskan semuanya pada Asuna.
Terlihat kalau dikepalanya Tanaka terdapat benjol besar disana, saat ini Tanaka, Asuna, dan juga Mary sedang berada dikursi taman untuk istirahat makan siang mereka.
Terlihat kalau mereka saat ini membawa bekal mereka namun sayang bekal milik Asuna hancur karena kejadian sebelumnya.
"Ha.. jadi bagitu.. harusnya aku ikut saja bersamamu waktu itu" gumam Asuna yang menghela nafasnya dengan lelah.
Tentu Tanaka menjelaskan semua apa yang terjadi padanya dan Mary ketika berlibur dipantai waktu itu, Asuna yang mendengar ini hanya bisa menerimanya saja.
Langsung saja Asuna mulai mengeluarkan bekalnya untuk dimakan oleh dirinya sambil menggumamkan sesuatu hingga Tanaka dapat mendengarnya.
"Padahal bekal itu untuk kita berdua.." gumam Asuna yang membawa bekal yang lain dan segera memakannya.
Tentu Tanaka yang melihat ini menyipitkan matanya ketika Asuna membawa bekal yang lain, disisi lain Mary yang melihat Asuna membawa bekal justru kebingungan kapan ia membawanya.
"Asuna.. dari mana kau mendapatkan bekal itu ?" tanya Tanaka dengan lesunya hingga membuat Asuna tersedak ketika mendengar ini.
"Pffftt.. uhukk.. uhukk.."
Sedangkan Mary yang melihat ini hanya menganggukkan kepalanya saja yang setuju dengan perkataannya Tanaka, Asuna yang menyadari ini seketika terdiam ketika melihat Mary ada didepannya saat ini.
"Ahh.. itu.. su.. sulap, ya sulap !!" balas Asuna yang berusaha untuk menyembunyikan faktanya.
Tentu Asuna menggunakan Inventory miliknya tepat dibawah meja, namun ia lupa kalau Mary masih ada disini jadi tanpa sengaja ia menggunakannya tepat di hadapannya.
Mary yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja walau ia sedikit curiga soal itu namun ia percaya saja karena Asuna dulu pernah melakukan sulap dulu.
Sedangkan Tanaka yang mendengar ini hanya bisa menghela nafas dan segera melihat bekal Asuna yang berantakan saat ini, langsung saja ia mulai mengambil bekalnya dan mulai memakannya dengan lambat
"!!!"
Tentu Asuna dan Mary yang melihat ini terkejut karena Tanaka memakan bekal milik Asuna yang terjatuh sebelumnya.
"Hmm.. ini masih enak.." gumam Tanaka yang masih melanjuti makannya tanpa memperdulikan penampilannya maupun bersih kotornya makanan itu.
"Tanaka-Kun.." gumam Asuna yang terharu ketika melihat kejadian ini mulai tersenyum dengan lembut padanya.
Disisi lain Mary yang melihat Tanaka mulai terpesona apalagi ketika melihat Tanaka memakan bekal milik Asuna yang sudah hancur itu ia semakin terpesona karena kebaikannya.
'Sudah kuduga kalau ia adalah orang yang baik' batin Mary yang senang ketika melihat ini.
"Lalu siapa namamu nona ? aku lihat kau sangat akrab dengan Asuna" tanya Tanaka yang melihat kearah Mary saat ini dan masih melanjuti makannya.
Tentu Mary yang mendengar ini seketika tersentak ketika melihat Tanaka menatapnya, sedangkan Asuna yang mendengar ini mulai melihat Mary saat ini.
"A.. Ahh.. uhmm.. perkenalkan namaku Kikakujo Mary, sepupunya Asuna-San" balas Mary yang mulai menenangkan dirinya sambil berkenalan pada Tanaka.
"Ohh.. sepupu.. pantas saja kau terlihat akrab dengan Asuna, dan namaku adalah Tanaka Yuki, kau bisa memanggilku Tanaka" ujar Tanaka yang juga memperkenalkan dirinya pada Mary.
"Uhmm.. salam kenal Tanaka-Kun.." lanjut Mary dengan senyum diwajahnya ketika mengobrol dengan penyelamatnya.
Disisi lain Asuna yang melihat Mary tersenyum pada Tanaka dengan tulusnya mulai berpikir kalau Mary sedang jatuh cinta dengan Tanaka pada pandangan pertama.
Melihat ini ia langsung kepikiran ide untuk membantu sepupunya yaitu Mary agar bisa dekat dengan Tanaka.
Sebab Asuna khawatir kalau Mary tidak akan pernah menemukan jodohnya ketika dia berpikir semua pria itu sungguh menyesatkan dan tidak bertanggung jawab.
Apalagi Mary kehilangan ibunya karena kesalahan ayahnya yang membiarkan ibunya pergi dari rumahnya ketika ibunya berlibur di Eropa waktu itu, makanya ia membenci laki laki termasuk ayahnya.
"Ahh.. Mary-Chan bisa kita bicara sebentar, hanya berduaan saja ?" tanya Asuna sambil melirik kearah Tanaka.
Tentu Tanaka yang melihat ini mulai mengerti maksudnya Asuna dan segera beranjak dari kursinya lalu segera pindah sambil membawa bekalnya dengan lesu.
Setelah Tanaka sudah menjauh langsung saja Mary mulai menoleh kearah Asuna dan segera bertanya padanya.
__ADS_1
"Ada apa Asuna-Chan ? padahal tadi momenku untuk bisa bicara deng-"
Namun sebelum Mary menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Asuna mengatakan sesuatu yang mengejutkan baginya.
"Mary-Chan.. apa kau menyukai Tanaka-Kun ?" tanya Asuna dengan serius, tentu Mary yang mendengar ini seketika terdiam dengan wajah memerah.
"Ehh.. i.. itu.. anu.." balas Mary dengan panik saat ini.
"Sudah aku duga kalau kau juga menyukainya.." gumam Asuna sambil menghela nafas berat ketika melihat wajahnya Mary.
"Juga ? tunggu.. kau.. jangan jangan.." gumam Mary dengan curiga.
"Hmm.. aku juga menyukainya, bahkan aku adalah kekasihnya saat ini" balas Asuna tanpa ragu sama sekali.
Tentu Mary yang mendengar ini mulai memasang raut wajah sedih namun tiba tiba terdiam ketika mendengar perkataannya Asuna.
"Maka dari itu aku ingin bertanya padamu Mary-Chan, apa kau mau menjadi tunangannya bersamaku ?" tanya Asuna dengan serius kali ini.
"...."
"Ha ?"
***
Disisi lain Tanaka saat ini sedang membeli kopi dimesin penjual otomatis sambil memakan bekalnya Asuna.
Setelah keluar langsung saja Tanaka mulai mengambil kalengnya dan segera pergi untuk mencari tempat duduknya saat ini.
Namun belum juga Tanaka menemukan tempatnya ia mulai melihat Nomura saat ini sedang berdiri didepan 2 gadis yang terjatuh saat ini dan salah satunya gadis yang pernah ia lihat sebelumnya.
"Nomura ?" tanya Tanaka yang melihat Nomura saat ini.
Tentu Nomura yang mendengar ini segera menoleh kearah Tanaka yang saat ini sedang membawa bekal dan juga kopi kalengnya saat ini.
Tanaka yang melihat ini seketika terdiam sambil menatap kearah Nomura dengan mata kosongnya.
"Tanaka !! i.. ini salah paham.. ku.. kumohon.. percayalah padaku !!" teriak Nomura dengan panik ketika melihat tatapannya Tanaka.
Sedangkan Tanaka yang mendengar ini mulai mendekatinya sambil menepuk punggungnya Nomura yang mengerti keadaannya saat ini.
"Hmm.. betapa beruntungnya kamu, Nomura.."
"Kau tidak membantu sama sekali !!"
***
Kembali lagi ke Asuna dan Mary saat ini, terlihat kalau Mary saat ini memasang wajah bingung ketika mendengar perkataannya Asuna.
"A.. Apa kau yakin Asuna-Chan ? bukankah itu akan membuatmu tersakiti ketika aku bersamanya ?" tanya Mary dengan ragu.
"Tidak apa apa.. lagipula aku baik baik saja bila berbagi denganmu kok.. dan lagi bukan hanya kamu saja sih.. masih banyak lagi wanita yang menyukai Tanaka-Kun" balas Asuna dengan senyum diwajahnya.
"Ehh !! masih banyak lagi !?" teriak Mary yang tidak percaya dengan ucapannya Asuna.
"Hmm.. aku rasa itu memang pesona milik Tanaka-Kun hingga membuat beberapa wanita mulai menyukainya, begitu juga denganku" lanjut Asuna dengan senyum lembutnya.
Tentu Mary yang mendengar ini seketika terdiam apalagi ketika melihat senyumnya Asuna yang begitu lembutnya ketika membahas soal Tanaka.
"Hmm.. sepertinya kau sudah berubah yahh.. Asuna-Chan berkat Tanaka-Kun.." ujar Mary yang ikut tersenyum ketika melihat perubahan Asuna.
"Benar.. semua ini berkat Tanaka-Kun, jika tidak mungkin kita tidak akan bertemu saat ini, lalu bagaimana dengan penawaranku sebelumnya Mary-Chan ?" tanya Asuna yang memastikan pilihannya Mary saat ini.
"Baiklah.. kalau begitu mohon bantuannya, saudari" balas Mary yang sudah membuat keputusannya.
"Hmm.." sahut Asuna yang menganggukkan kepalanya dengan senang.
__ADS_1
Langsung saja mereka berdua mulai mengobrol dan bercanda dengan riangnya melihat mereka begitu akrabnya setelah pembicaraan serius mereka sebelumnya.
Ketika mereka berdua sedang berbicara tiba tiba saja bel sekolah telah berbunyi yang menandakan kalau jam istirahat sudah selesai.
Tentu mereka yang mendengar ini terkejut, langsung saja mereka mulai membereskan bekal mereka dan segera kembali ke kelas sambil melanjutkan obrolan mereka.
Bahkan mereka berdua benar benar lupa tentang Tanaka karena keasikan mengobrol, disisi lain Tanaka sendiri saat ini sedang berjalan bersama Nomura menuju kelas mereka.
Terlihat kalau Tanaka saat ini masih meminum kopi kaleng miliknya sedangkan ditangan kirinya ia masih membawa kotak bekalnya Asuna.
"Apa kau yakin meninggalkan mereka seperti itu, Nomura ?" Tanaka yang bertanya soal kejadian sebelumnya.
"Ahh.. aku tidak tahu harus bicara seperti apa lagi pada mereka berdua setelah mereka menangis seperti itu" gumam Nomura yang tidak mau membahas itu lagi.
"Ha.. semoga saja kehidupanmu berjalan sesuai apa yang kau harapkan kawan" balas Tanaka yang membuang kalengnya pada tempat sampah yang ada dilorong saat ini.
"Ahh.. semoga saja"
***
Sore hari setelah pelajaran selesai terlihat kalau Tanaka dan Nomura saat ini sedang berjalan menuju asrama mereka.
Namun sebelum mereka pulang tiba tiba saja Nomura mengingat sesuatu tentang kejadian sebelumnya ketika ia berkunjung ke asrama wanita.
"Ahh.. Tanaka, aku pergi dulu ada barang yang tertinggal kau duluan saja" ucap Nomura yang mulai pergi entah kemana.
"A.. Ahh.." balas Tanaka yang melihat Nomura sudah pergi menjauh meninggalkannya sendirian saat ini.
"...."
"Sekarang apa ? mending aku pulang saja dan segera tidur" gumam Tanaka pada dirinya dan segera berjalan kearah asramanya.
Namun tiba tiba saja ponselnya Tanaka mulai berdering, Tanaka yang merasakan ini mulai mengeluarkan ponselnya dan segera mengangkatnya.
"Halo ?" tanya Tanaka.
"Yahh.. Tanaka-Kun, lama tidak jumpa bagaimana kabarmu disana ?" tanya Kami-Sama yang sedang menelepon Tanaka saat ini.
"Ahh.. jadi itu anda ya Kami-Sama.. aku baik baik saja kok, bagaimana denganmu ?" tanya Tanaka dengan suara pelan, ia juga bahkan menggunakan Kenbunshoku Haki miliknya agar tidak ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka.
"Hohoho.. aku baik baik saja.. dan maaf soal misi yang diberikan padamu melalui grup chat itu" .
"Dan seperti biasa kau selalu waspada pada sekitar ketika kita berbicara" lanjut Kami-Sama dengan nada bersalah.
"Misi ? memangnya ada apa soal misinya ? aku rasa tidak terjadi apa apa sebelumnya" tanya Tanaka dengan bingung dan segera mencari tempat duduk terdekatnya saat ini sambil mengabaikan perkataan Kami-Sama sebelumnya.
"Ahh.. sebenarnya misi pembersihan dungeon itu belum boleh muncul sebelum kau dan yang lainnya menyelesaikan misi didunia Solo Leveling"
"Karena ada kesalahan dalam misimu makanya aku melakukan update untuk masalahmu termasuk beberapa kejanggalan pada beberapa item yang ada dishopnya juga"
Kami-Sama yang mulai menjelaskan mengenai masalah grup chat buatannya pada Tanaka, tentu Tanaka tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.
"Ehh !! jadi misi itu adalah kesalahan begitu maksud anda, Kami-Sama !?" teriak Tanaka.
"Hmm.. begitulah.. walau aku yakin kalau kau bisa mengatasinya, kalau begitu aku pergi dulu.. sebenarnya aku masih ingin mengobrol lama denganmu tapi aku masih ada kesibukan disini" lanjut Kami-Sama.
"Ba.. Baiklah.. semoga anda sehat selalu, Kami-Sama.." lanjut Tanaka yang membungkukkann badannya pada Kami-Sama.
"Baiklah.. sampai jumpa nanti" balas Kami-Sama yang mulai menutup teleponnya.
Sedangkan Tanaka yang mendengar ini seketika terdiam sambil menatap kearah ponselnya, setelah itu langsung saja Tanaka mulai menyimpan ponselnya dan segera berdiri dari kursinya.
"Ahh.. sungguh sebuah keajaiban bagiku karena sudah mendapatkan libur tambahan dari Kami-Sama.." gumam Tanaka pada dirinya sendiri sambil meregangkan badannya.
"Baiklah waktunya pulang.."
__ADS_1