The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 107


__ADS_3

World Code 399.


Saat ini terlihat seorang pria berpakaian putih sedang berdiri didepan sebuah rumah yang tampak familiar.


Tentu rumah itu adalah rumah yang ia tinggali dulu, namun kali ini rumah itu terlihat menunjukkan beberapa keganjilan disana.


Terlihat beberapa kali dunia itu mengalami sebuah Glitch, tentu pria yang berdiri saat ini tidak lain adalah Cross yang baru saja kembali dari World Code 349.


"Frost Wind.. akhirnya milik kita.." ujar Cross yang menatap rumah Tanaka yang menurutnya familiar dengan rumah miliknya.


"Aku tetap tidak senang soal itu.." balas R yang sudah mulai muncul disebelah Cross dalam wujud roh.


"Lihat apa yang mereka lakukan pada kita.." ujar R yang kemudian melihat kondisi lengannya Cross.


Terlihat kalau lengannya Cross tersebut mulai menunjukkan tanda tanda Glitch setelah diserang oleh Tanaka (349) itu.


"Selain itu, kita tidak mendapatkan semua yang kita inginkan.. orang.. beberapa gedung dan rumah.."


"Dan jiwa untukku.."


Cross yang mendengar ini seketika mulai menatap R dengan wajah serius, melihat ini R mulai meneruskan diskusi mereka.


"Selanjutnya, kau harus mendengarkan aku.. ingat kalau kau bisa membawa semua ini berkat kode yang aku miliki.."


"Kau hanyalah alat.. kau tidak berpikir dengan benar, kau.. hanya menyebabkan masalah saja.." ujar R yang membuat Cross terdiam ketika mendengar ini.


"Aku.. hanyalah alat.." gumam Cross yang mulai melihat dirinya.


Tanpa pikir panjang langsung saja ia mulai masuk kedalam rumahnya dan terlihat kalau didalam rumah itu sangatlah berantakan.


Debu dimana mana, sampah berserakan, sofa yang sudah rusak, lantai yang sudah lapuk dan masih banyak lagi kerusakan yang ada didalam rumah ini.


Cross yang melihat ini mulai mengobservasi sembari memikirkan kedatangan Nightmare yang belum muncul didunianya.


"Kapan orang itu akan datang ? aku tidak mengerti apapun yang dia katakan.." ujar Cross yang langsung duduk disofa yang terlihat usang itu.


"Rumah ini terlihat berantakan.." kata R yang sudah duduk tepat disebelahnya Cross.


"Menurutku.. ini tidak buruk.." sahut Cross yang kemudian melipat kedua tangannya.


"Sepertinya kita tidak bisa menghabiskan waktu lebih di Au itu.." ucap R yang langsung menggunakan tangannya sebagai sandaran kepalanya ketika duduk.


"Yang kita butuhkan saat ini hanyalah mendapat jiwa lain yang cocok untukku.." lanjut R dengan santainya mengucapkan tujuannya pada Cross.


"Kita tidak bisa kembali lagi ke Frost Wind sekarang meskipun kita tahu akses jalur menuju Au itu.."


"Aku tidak ingin kembali kesana.." ujar Cross yang mulai menutupi kepalanya dengan tudungnya.


"Ahh.. aku mengerti, kau tidak ingin aku mendapatkan bagian diriku itu, kan ?" ujar R yang sedikit mendekat kearah Cross.


"Aku tidak percaya kalau kau baik baik saja dengan setengah jiwa yang kau miliki saat ini, bukankah begitu, Cross ?"


"Aku lelah.. tinggalkan aku sendirian.." ujar Cross yang menyudahi pembicaraan yang tidak mengenakkan ini.


"Kau sungguh membosankan, Cross.." balas R yang kemudian mulai melemparkan tubuhnya dan mulai berbaring disana.


Beberapa saat setelah mereka tertidur tiba tiba saja Cross membuka matanya dan melihat dirinya saat ini berada ditempat gelap dalm keadaan melayang saat ini.


Tentu ia yang sedang tidur ketika melihat pemandangan ini mengkerutkan keningnya dengan bingung.


"Dimana ini.."


Ketika ia sedang melihat keadaan disekitarnya tiba tiba saja sebuah rantai berwarna merah mulai melilit tangannya.


"!!!"


Melihat ini tentu ia terkejut dan mencoba untuk menariknya, bahkan ia mencoba untuk melihat dimana sumber rantai ini berada.


Ketika melihat rantai dan sumbernya terlihat kalau R saat ini memegang rantainya dengan senyum menyeringai dan juga mata merahnya saat ini.


"Kau bodoh !!"

__ADS_1


Kembali ke tubuh utamanya Cross terlihat kalau ia saat ini sedang tersenyum menyeringai sambil melihat tangannya.


Tentu Cross yang saat ini sedang dikendalikan paksa oleh R yang terlihat betapa senangnya ia mengambil alih tubuhnya Cross.


"Hahahaha !! aku tahu kalau ini akan bekerja !!"


"Sekarang kau akan menjadi orang yang berada dibelakangku.."


"Mari lihat.. bagaimana aku mencoba kekuatanmu, Cross.."


"A.. Apa yang kau lakukan ?" tanya Cross yang mencoba melawan.


"Ini terasa aneh ketika memiliki tubuh setengah monster ini, tapi tidak apa.."


"Setelah aku mendapatkan jiwa manusia murni yang cocok untukku, aku akan mendapatkan banyak kesenangan nantinya.."


"MIMPI INDAH.. KAWAN.."


Langsung saja R yang merasa rencananya berhasil mencoba untuk membuat Cross tertidur didalam tubuhnya.


"Sudah kuduga, kalau aku tidak bisa mempercayai mu"


Cross yang melihat ini menggunakan kekuatannya dan mulai menusuk mata tubuhnya itu dengan tulang miliknya itu.


Tepat setelah tertusuk tubuh Cross seketika terdiam disana, terlihat darah mulai mengalir dari matanya yang tertusuk itu, setelah itu ia mulai menggerakan tangannya dan mulai menghilangkan tulang itu sambil menyembuhkan matanya.


"R ?"


"Hei.. R !?"


Cross yang tidak mendapatkan jawaban dari R mulai mencari cermin dan segera berdiri tepat dihadapannya dan mulai melihat dirinya.


"Hahaha.. kau pingsan, akhirnya aku bisa menyingkirkanmu, anak bodoh !!" tawa Cross dengan bahagia ketika ia tidak melihat maupun mendengar suaranya R.


"Kau suka berbicara pada dirimu sendiri ya ?"


Tentu Cross yang mendengar ini mulai melihat kearah suara itu dan terdapat Nightmare sedang berdiri tepat dibelakangnya.


***


Original World.


"Sudah kubilang kalau kau itu terlalu keras memukul bolanya, Echizen-San.." ujar Katou.


"Ha ? aku memukulnya seperti biasa aku melakukan voli pada umumnya" balas Echizen.


"Dan itu pukulan untuk melakukan Ace, kan ?" tanya Shimura.


"I.. Itu.."


Terlihat kalau mereka bertiga saat ini sedang bertengkar soal masalah yang dilakukan oleh Echizen pada Tanaka sebelumnya.


Disisi lain Saya yang melihat pertengkaran mereka bertiga terlihat panik dan mencoba untuk menengahinya, namun karena sikap pemalunya ia hanya bisa melihat lihat dengan paniknya.


Bahkan Rino, Kanzaki dan Yada pun harus turun tangan untuk membuat Saya kembail tenang seperti semula.


Ohta sendiri yang melihat ini tentu mulai menengahi pertengkaran mereka bertiga dibantu yang lainnya.


"Sudahlah kalian bertiga aku yakin kalau Tanaka akan baik baik saja, ia hanya perlu waktu untuk sendirian, itu saja.." ujar Ohta yang sedikit menjauhi Shimura dan Katou dari Echizen.


"Itu benar, aku yakin Master akan baik baik saja.." balas Miyano.


"Hmm.. aku yakin Tanaka tidak akan marah pada kalian, jadi tenanglah.." lanjut Shiraishi.


"Ba.. Baiklah.." balas mereka bertiga dengan menyesal.


Tepat ketika suasana mereka sudah tenang kembali, terlihat kalau Asuna dan Ritsu mulai menuju tempat mereka berkumpul saat ini.


Rino yang melihat mereka datang mulai bertanya pada Asuna soal kondisinya Tanaka.


"Asuna-Nee.. bagaimana dengan kondisi Onii-Chan ?"

__ADS_1


"Yuki-Kun.. dia baik baik saja kok, ia saat ini sedang tertidur disana dan tidak ingin diganggu" balas Asuna dengan panik ketika ditanya seperti itu dari Rino.


"Benarkah.. kalau begitu, biar ak-"


"Bagaimana kalau kita lanjutkan permainannya saja dulu biar aku satu tim dengan Rino dan Saya" potong Ritsu yang kemudian merangkul Rino dan Saya.


Tentu tujuan Ritsu tidak lain adalah mengalihkan perhatian Rino agar ia tidak mencari Tanaka yang sedang mengejar seseorang untuk merebut kembali setengah jiwanya itu.


"Ehh.. tapi-"


"Kalau begitu.. Katou-Senpai, Shimura-Senpai, Echizen-Senpai lah yang akan menjadi lawan kami" potong Ritsu dengan senyum diwajahnya.


"Ehh.. itu.."


"Bagaimana yahh.."


"Ehmm.."


Mereka bertiga yang mendengar ini tentu merasa canggung sebab insiden yang mereka bertiga lakukan sebelumnya.


"Ehh.. jangan jangan kalian bertiga takut kalah sama orang yang lebih muda dari kalian ?"


"Fufufu.. menyedihkan.."


Tentu mereka mendengar perkataan Ritsu seketika membuat mereka kesal dibuatnya, terlihat kalau benar benar akan bekerja sama untuk mengalahkan kohai mereka yang menyebalkan itu.


"BAIKLAH AKU SETUJU !!"


"AKU JUGA !!"


"KESINI KALIAN KOHAI KOHAI SIALAN !!"


Tentu hal ini membuat mereka semua yang mendengar ini hanya bisa tertawa canggung kecuali Saya yang bertambah panik ketika mendengar ucapan teman temannya Ohta.


Bahkan Asuna yang melihat tingkah yang dibuat Ritsu hanya bisa tersenyum dengan canggung, segera ia memegang liontin yang juga sama digunakan oleh Tanaka.


Langsung saja ia membuka foto tersebut dan didalamnya terdapat foto dirinya bersama Tanaka, Ritsu, Kanzaki, dan Yada.


Dimana foto Tanaka sedang tersenyum dengan mereka yang sedang memeluknya dengan senyum mereka masing masing.


'Aku berharap tidak terjadi sesuatu padanya nanti..'


***


"Lakukan apa yang harus kamu lakukan, kau sudah diperingati, mengerti ?" ujar Nightmare yang terlihat kesal dan segera pergi dari sana meninggalkan Cross yang sedang memegang lehernya.


"...."


"Jadi ini.. area luar ya.."


Saat ini Cross berada di World Code yang lain, tentu tujuan tidak berubah yaitu mengambil beberapa kode yang ada disetiap dunia untuk mewujudkan dunia ideal miliknya.


Langsung saja ia merentangkan tangannyan dan mencoba untuk memanggil pedangnya itu, namun hal itu percuma sebab ia tidak bisa mengeluarkannya.


"Percuma saja.. aku tidak bisa menggunakan Hack jika R tidak bangun"


"Aku rasa aku harus bekerja sama dengan Nightmare untuk sementara.."


"Jadi.. mengambil istirahat pas giliranmu bekerja ya, Kakak.."


Tentu Cross yang mendengar ini terkejut dan mulai menoleh kearah belakangnya dan terlihat seorang wanita yang memiliki wajah sepertinya sedang memakai jaket berwarna hitam dengan celana pendeknya.


Bahkan terlihat kalau ia saat ini sedang merokok ketika berbicara dengannya.


"Ohh.. maaf, aku sepertinya salah mengira kalau kau adalah kakakku, kau terlihat mirip dengannya"


'I.. Ini..'


"Aku tidak pernah melihatmu sekitar sini.."


"Terserah, kostum yang bagus, walau hallowennya sudah selesai, teman.."

__ADS_1


'Code familiar.. dengan.. dunia ku..'


__ADS_2