
Sekarang ini diapartemennya Dazai terlihat kalau ia saat ini masih mengerjakan sesuatu pada laptopnya, tentu Dazai saat ini sedang membuat materi untuk belajarnya mereka nanti.
'Master.. sepertinya kau lupa mengambil hadiahmu' sahut Q yang saat ini sedang menyamar sebagai ikan di aquarium.
Tentu Dazai yang mendengar ini segera mengambil ponselnya yang ada diatas meja dan mulai membuka Quest sebelumnya.
[ EMERGENCY QUEST TELAH SELESAI !
MISI : SELAMATKAN MURIDMU
ISI TUGAS : SELAMATKAN SEBAGIAN MURIDMU DARI VIRUS ATAU RACUN YANG AKAN TAKAOKA BERIKAN PADA MEREKA
HADIAH : 40.000 POIN ]
'Haa.. syukurlah terima kasih sudah mengingatkanku Q' batin Dazai sambil tersenyum dan mulai melanjuti pekerjaannya.
'Itu sudah kewajibanku Master' balas Q yang mulai berenang di aquariumnya.
Tentu Dazai yang mendengar ini hanya menggelengkan kepalanya saja sambil melanjuti pekerjaannya, tepat ketika ia sedang melakukan pekerjaannya tiba tiba saja ke 4 gadis itu datang keruang tamu.
Terlihat kalau mereka sedang memakai blomer yang pernah Dazai berikan pada Nakamura sebelumnya, meskipun begitu blomer mereka tidaklah ketat kecuali Toka yang merasa sesak didadanya karena bajunya kecil.
"Apa kalian sudah selesai mandinya ?" tanya Dazai yang saat ini masih melihat laptopnya tanpa memandang mereka.
"Su.. Sudah.. namun kenapa aku harus mendapatkan yang ketat sih.. " gumam Yada yang saat ini merasa sesak dibagian dadanya, bahkan hanya bergerak sedikit saja dadanya itu mulai memantul.
Tentu Okano, Kurahashi dan Kanzaki yang melihat ini mulai menatap Yada dengan tatapan iri dan wajah hampa ketika melihat ukurannya yang jelas berbeda itu.
Bahkan Yada yang merasakan tatapan mereka hanya bisa menahan malu hingga wajahnya merona, merasakan gejolak emosi pada mereka berempat langsung Dazai mulai berbicara pada Yada.
"Bukankah aku sudah bilang sebelumnya.. kalau kau tidak mau memakainya kau bisa memakai kaos bersih milikkku" balas Dazai yang mulai meregangkan badannya sambil melihat kearah tubuhnya Yada.
"Benar sih.. t..tapi.. ukurannya apa tidak ada yang sedikit besar kah, Dazai-Sensei ?" tanya Yada yang saat ini sedang menahan malu ketika Dazai melihat dirinya memakai blomer ketat.
"Ukurannya kah.." gumam Dazai sambil mengusap dagunya, namun tiba tiba saja ia melihat kearah mantelnya.
Langsung saja Dazai mulai mengambil mantelnya dan mulai memakai kan mantelnya tepat pada pundaknya Yada.
"!!!"
Tentu hal ini membuat mereka yang melihat tingkahnya Dazai terkejut bukan main.
"Hanya itu yang aku punya.. itu saja sudah cukup untuk menutup tubuhmu yang seksi itu, Yada-San.." lanjut Dazai sambil tersenyum kearah Yada dan mulai kembali ketempat duduknya untuk melanjutkan pekerjaannya.
"DAZAI-SENSEI !?" teriak Yada yang sangat malu ketika Dazai memuji tubuhnya.
Sedangkan Kurahashi, Okano dan Kanzaki yang mendengar ini hanya semakin iri dan mulai menatap kearah tubuhnya Toka dengan tajam.
"Mahh.. ini sudah larut, kenapa kalian tidak tidur saja ? tidak baik wanita cantik seperti kalian untuk begadang" ujar Dazai tanpa melihat mereka dan mulai melanjutkan pekerjaannya.
"Ba.. Baiklah.." balas mereka yang mulai pergi ke kamar tamu, terutama Yada yang mulai pergi kekamar tamu tersebut dengan kencang.
"Ha.. kenapa ini bisa terjadi padaku ?" gumam Dazai yang wajahnya memerah mulai menutup wajahnya dengan satu tangannya.
'Master.. aku tidak tahu kalau kau suka yang besar..' sahut Q yang saat ini masih menjadi ikan dan mulai menatap kearah Dazai dengan tatapan menyelidik.
'Aku mohon jangan berbicara denganku dulu, Q'
***
Keesokan harinya pukul 07:00 pagi terlihat kalau dikamar Dazai saat ini ia sedang tidur dengan nyenyaknya.
Namun Dazai tidak sendirian kali ini karena ditempat tidurnya terdapat 2 gadis cantik yang sedang memeluknya, tentu mereka tidak lain adalah Kanzaki dan juga Yada.
Dazai yang merasa tubuhnya berat tentu mulai membuka kedua matanya dengan lelah sambil melihat kearah mereka berdua dengan bingung.
'Ehmm.. Q ? bisa kau jelaskan ini ?' batin Dazai dengan lelah ketika melihat 2 wanita cantik tidur dikamarnya tanpa sepengetahuannya.
'Itu.. dikarenakan mereka lupa dimana kamar mereka Master, karena saat itu mereka sedang setengah sadar setelah mereka buang air kecil dan malah masuk kekamar Master begitu..' balas Q yang menjelaskan semua kronologinya pada Dazai.
"Dazai-Sensei.." gumam Kanzaki dan Yada yang saat ini masih mengigau sambil memanggil namanya dan mulai mengeratkan pelukan mereka berdua.
Sedangkan Dazai mendengar ini menatap kearah Kanzaki dan Toka yang saat ini sedang tidur dengan senyum diwajah mereka.
Dazai yang melihat ini hanya menghela nafas sambil melanjuti tidurnya, ia benar benar menghiraukan mereka berdua karena saat ini dia masih mengantuk.
__ADS_1
Disisi lain Kurahashi dan Okano yang saat ini mulai bangun mulai menyapa satu sama lain.
"Hoam.. pagi.." sapa Okano dengan nada lelahnya.
"Selamat pagi.." balas Kurahashi sambil meregangkan badannya.
"Hmm.. kemana Yada-San dan Kanzaki-San ?" tanya Okano yang mulai tidak melihat Kanzaki dan Toka dikamarnya.
"Ehh ? bukannya mereka berada disini sebelumnya ?" tanya Kurahashi sambil mengucek matanya.
Tentu Okano yang mendengar ini terdiam, bahkan Kurahashi yang merasakan suasana sepi diantara mereka mulai menyadari sesuatu.
"KAMARNYA DAZAI-SENSEI !?" teriak mereka berdua yang turun dari kasur dengan cepat dan mulai pergi kekamarnya Dazai.
Tentu mereka yang saat ini sedang didepan kamarnya Dazai mulai saling pandang lalu menganggukkan kepala mereka, langsung saja mereka mulai membuka pintu secara perlahan.
Tepat ketika mereka membuka pintu tersebut terlihat kalau dipandangan mereka saat ini sedang melihat Dazai, Kanzaki dan Yada tidur dikasur yang sama.
Terlihat kalau posisi mereka begitu intim seperti pasutri baru, tentu hal ini membuat Kurahashi dan Okano yang melihat ini mulai memerah betapa dekatnya mereka saat ini.
"Nee.. Kurahashi apa ini seperti yang aku lihat" gumam Okano yang melihat apa yang ada didepannya saat ini.
"Hmm.." balas Kurahashi yang mulai mengeluarkan ponselnya lalu memotretnya namun.
CKREEEEKK !!
"Oii !? Kurahashi-San !? jika kau mau memfoto mereka matikan dulu suaranya !?" sahut Okano dengan suara pelan sambil menceramahi Kurahashi.
"Ma.. Maafkan aku !?" balas Kurahashi dengan panik.
Tentu suara yang mereka timbulkan membuat Kanzaki dan Yada terbangun dari tidur mereka, langsung saja mereka bangun sambil mengucek mata mereka.
"Kanzaki-San, selamat pagi.." sapa Yada dengan suara kecil karena baru bangun.
"Hmm.. selamat pagi.." balas Kanzaki yang mulai meregangkan tubuhnya.
Tepat ketika Kanzaki selesai peregangan tanpa sengaja tangannya Kanzaki memegang kakinya Dazai, tentu ia yang merasakan ini mulai menoleh kearah Dazai.
Tentu Kanzaki yang melihat Dazai tidur dengan wajah pulasnya mulai memerah ketika mengingat siapa yang ia peluk ketika tidur bersamanya.
"Hmm.. ada apa Kanzaki-San ?" tanya Yada yang melihat wajahnya Kanzaki mulai memerah, langsung saja ia melihat kemana Kanzaki lihat saat ini.
"KYAAAA !!"
***
"Ha.. ini lah kenapa aku tidak mau seorang gadis ataupun wanita menginap dirumah ku"
Setelah kejadian pagi tadi terlihat kalau Dazai saat ini sedang makan dengan wajah lelah, terlihat kalau mata bagian kanannya sedang diperban.
Tepat didepan dan disampingnya Dazai saat ini terlihat ada Kurahashi, Okano, Kanzaki dan Yada sedang makan dengan wajah memerah.
Kanzaki dan Yada yang wajahnya memerah ketika mengingat kejadian sebelumnya, sedangkan Kurahashi dan Okano kepergok mengintip mereka bertiga.
"Ma.. Maafkan kami.." gumam mereka yang meminta maaf ketika mendengar ucapannya Dazai.
"Tidak apa apa.. lain kali tanyakan dulu apa yang terjadi, jangan gunakan kekerasan terlebih dahulu, mengerti ?" ujar Dazai yang mulai menceramahi Kanzaki dan Yada.
"Baik.." balas mereka berdua dengan nada menyesal.
"Itu juga berlaku untuk kalian berdua, apalagi kalian malah mengintip kamar orang tanpa seizinnya" lanjut Dazai sambil melihat Kurahashi dan Okano.
"Ba.. Baik.. maafkan kami" balas mereka dengan wajah memerah ketika kepergok oleh Dazai.
Sedangkan Dazai yang melihat ini langsung tersenyum lega ketika mereka berempat telah menyesal dan langsung saja ia melanjuti makannya tanpa beban sama sekali.
"Ya sudah, tunggu apa lagi ? cepat makan sarapan kalian keburu sarapan kalian mulai dingin" sahut Dazai sambil memberikan sayuran lagi pada piring mereka.
"Dazai-Sensei.." balas mereka yang terharu kalau Dazai orangnya pemaaf, namun seketika terdiam ketika Dazai menambahkan sayuran lagi pada piring mereka.
"Ayo makan.." ujar Dazai yang juga mengambil sayurannya juga dan mulai makan dengan lahap.
Tentu mereka yang melihat ini hanya menghela nafas sambil memakan sayuran mereka, walau mereka sedikit enggan ketika makan dirumah guru mereka, namun mereka tetap memakan sarapannya dengan perasaan bahagia.
***
__ADS_1
2 hari kemudian terlihat Dazai yang sedang dikursi kantor sambil memejamkan kedua matanya, ia saat ini sedang mendengarkan lagu pada headphone miliknya.
Terlihat kalau kakinya saat ini ada diatas meja dengan begitu santainya, bahkan ia sampai menyanyikan lagunya dengan asiknya, bahkan ia sampai menghiraukan tatapan Karasuma dan Irina yang menatapnya dengan aneh dan kesal.
"Boom.. Boom.. Yeahh.."
"Shinju wa Hitori de wa Dekinai.."
Namun belum sempat Dazai melanjuti lirik lagunya tiba tiba saja Karasuma mengambil headphone miliknya hingga terkejut.
"Oii.. Dazai, apa kau sudah selesai mengerjakan tugasmu sebagai guru ?" tanya Karasuma yang saat ini merasa kesal ketika melihat Dazai terlalu santai saat ini.
"Itu benar.. dan lagi lagu macam apa yang kau nyanyikan itu ?" tanya Irina sambil menatap Dazai dengan aneh ketika mendengar liriknya.
"Ahh.. tentu saja aku sudah menyelesaikan tugasku sebagai guru, lagipula aku tinggal menunggu hariku mengajar mereka, itu saja"
Mendengar ini langsung saja ia mulai membalas mereka sembari mengambil air minumnya yang saat ini ada diatas mejanya.
Tepat ketika Dazai akan minum tiba tiba saja Koro-Sensei masuk dengan beberapa murid yang saat ini menatapnya dengan tajam.
Tentu hal ini membuat Karasuma dan Irina bingung dengan apa yang mereka lihat saat ini, langsung saja Koro-Sensei mulai membuka loker yang ada dimejanya.
"Akan bapak buktikan bahwa bapak tidak bersalah, akan bapak keluarkan semua majalah panas yang ada dimeja, akan bapak buang semua-"
Namun tepat ketika Koro-Sensei akan membuang buku yang selanjutnya tiba tiba saja ditentakel miliknya terdapat bra disana.
Tentu hal ini membuat Koro-Sensei terdiam, bahkan para guru seperti Karasuma dan Irina yang ada didalam kantor pun ikut terdiam ketika melihat ini, kecuali para murid yang terkejut ketika melihat ini.
"PFFTTT !?"
Dazai yang melihat ini mulai menyemburkan air minumnya, bahkan wajahnya Dazai terlihat terdapat rona merah disana, apalagi ketika ia melihat bra ukuran besar tepat ditentakelnya Koro-Sensei.
"Beneran nih.." gumam Terasaka yang melihat ini secara langsung.
"Hei semuanya !! coba lihat buku presensi ini !!" sahut Okano yang membawa bukunya Koro-Sensei atau lebih tepat daftar absensi kelas E.
"Lihat abjad disamping nama murid perempuan, dia mencari tahu ukuran dada kita !!" jelas Okano dengan kesal sambil membuka bukunya dan menunjukkan isinya pada mereka semua.
"TU- KENAPA CUMA AKU YANG DITULIS 'SELAMANYA RATA' DISINI !?" teriak Kaede yang mulai protes dengan ukuran dadanya sambil memegang buku presensinya.
Bahkan Okuda sampai menahan Kaede yang saat ini sedang kesal agar tidak terjadi keributan, tepat ketika Kaede sedang memegang bukunya tiba tiba saja sebuah kertas terjatuh dari sana.
Melihat ini langsung saja Maehara mulai mengambilnya lalu segera melihat isinya.
"Terus ini.. daftar wanita dengan ukuran dada F di Kunugigaoka !?" ujar Maehara sambil menunjukkan kertasnya pada Koro-Sensei.
"Tunggu.. bapak tidak.." balas Koro-Sensei yang mencoba untuk meyakinkan mereka semua.
Namun itu gagal ketika melihat raut wajah mereka yang kecewa ketika melihat dirinya bahkan ada yang menatap dirinya dengan tajam setajam silet.
Langsung saja Koro-Sensei mulai mengambil kotak es yang ada dibawah mejanya, untuk mengalihkan perhatian mereka semua.
"Ohh, iya !! bapak sedang siap siap buat barbeque sepulang sekolah nanti.. lihat ini satenya kelihatan ena- UWAAHHH !!" teriak Koro-Sensei yang melihat tusuk satenya ada sebuah bra disana.
Tentu hal ini membuat mereka terdiam ketika melihat ini, berbagai macam ekspresi wajah mereka buat ketika melihat Koro-Sensei kepergok.
"Gawat.."
"Tidak bisa dipercaya.."
"Menjijikkan.."
Tentu Koro-Sensei yang mendengar ini seketika terdiam dengan mulut menganga ketika melihat para murid memojokan dirinya.
Setelah kejadian itu langsung saja mereka kembali kedalam kelas dengan perasaan kecewa, bahkan Koro-Sensei pun tetap pergi ke kelas setelah ia kepergok seperti itu.
Tepat ketika pintu tertutup tiba tiba saja suasananya menjadi sunyi tanpa ada yang membuat suara sama sekali, namun tiba tiba saja ponselnya Dazai mulai berbunyi.
Tentu hal ini Karasuma dan Irina yang mendengar ini mulai melihat kearah Dazai, sedangkan Dazai yang mendengar ini mulai mengangkat teleponnya.
"Halo ?" tanya Dazai pada orang yang meneleponnya saat ini.
"Ahh.. sepertinya sudah dimulai" balas Dazai dengan senyum diwajahnya.
Namun bagi Karasuma dan Irina yang melihat senyumnya Dazai merasa kalau sedang terjadi sesuatu saat ini, tepat ketika Dazai sudah selesai meneleponnya tiba tiba saja Karasuma bertanya padanya.
__ADS_1
"Siapa yang meneleponmu, Dazai ?" tanya Karasuma dengan tatapan menyelidik, tentu Dazai yang mendengar ini mulai membalasnya dengan senyum gelap miliknya.
"Hanya seekor semut kecil.."