The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 44


__ADS_3

"Yahh.. aku tidak menyangka kalau Koro-Sensei mengganti jam yang ada dikantor dan juga ponsel para guru disana" sahut Dazai sambil meregangkan tubuhnya setelah keluar dari tong itu.


"Dazai-Sensei.. kenapa kau bisa berada disana ?" tanya Nagisa yang saat ini sedang duduk diatas tong bersamanya.


"Ha ? bukannya kau sudah tahu kalau aku sedang bunuh diri ?" balas Dazai sambil memiringkan kepalanya dengan bingung.


"Sudah kuduga.." gumam Nagisa dengan nafas lelah sambil menoleh kearah lain ketika mendengar ini.


DORR !! DORR !! DORR !! DORR !! DORR !! DORR !!


DORR !! DORR !! DORR !! DORR !! DORR !! DORR !!


"Jadi apa yang Koro-Sensei lakukan disana ?" tanya Dazai yang tersentak ketika mendengar suara tembakan didalam kelas.


"Entahlah.. tapi aku yakin dia saat ini sudah membuat mereka kesal ketika kau tidak ada dikelas" balas Nagisa sambil tertawa canggung ketika ia mendengar teman temannya sedang kesal.


"Hee.. lalu sejak kapan gedung ini mempunyai lapangan sebesar ini ?" tanya Dazai yang saat ini sedang melihat sambil menunjuk lapangan luas yang ada didepannya.


"Ahh.. kalau soal itu Koro-Sensei lah yang membersihkan lapangan itu, dan itu terjadi dari kemarin" balas Nagisa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Ha.. gurita sialan itu bisa bisanya dia membersihkan lapangan itu sambil menimbulkan masalah diinternet" gumam Dazai yang melihat ini hanya bisa menghela nafas saja.


Sedangkan Nagisa yang melihat ini langsung saja bertanya padanya mengenai Dazai yang tidak masuk sekolah waktu itu.


"Lalu kenapa Dazai-Sensei 2 hari yang lalu tidak masuk ?"


Sebenarnya Nagisa dan yang lainnya sempat kecewa ketika Dazai tidak masuk sekolah setelah kejadian digedung utama waktu itu, bahkan mereka sempat lupa menanyakan soal ini padanya waktu itu.


"Ahh.. itu.. karena aku sakit" balas Dazai dengan singkat dan mulai turun dari tongnya.


"Sakit ?" gumam Nagisa yang mendengar ini darinya.


"Yahh.. siapa yang menyangka kalau aku akan sakit setelah berendam disungai kemarin" balas Dazai sambil menikmati angin siang harinya.


"Dazai-Sensei.."


Nagisa hanya bisa pasrah ketika mendengar ucapannya, tentu ia tahu maksud dari kata berendam yang Dazai katakan sebelumnya.


"Oii !! Dazai kenapa kau tidak mengajar dan Nagisa kenapa kau diluar bersamanya ?" tanya Karasuma yang melihat Dazai dan Nagisa diluar saat ini.


"K.. Karasuma-Sensei !?" ucap Nagisa yang terkejut ketika melihat Karasuma menghampiri mereka.


"Ahh.. Karasuma-Sensei kahh.. apa kau sadar jam berapa sekarang ?" tanya Dazai yang melihat Karasuma berjalan kearahnya.


"Hmm.. jam 10:30 harusnya kau sudah berada didalam kelas untuk mengajar, memangnya kenapa ?" balas Karasuma sambil melihat kearah ponselnya.


"Anu.. Karasuma-Sensei sebenarnya jam anda kurang 10 menit saat ini sudah jam 10:40" sahut Nagisa sambil menunjukkan ponselnya pada Karasuma.


"APA !!" teriak Karasuma yang terkejut ketika mendengar perkataan Nagisa.


"Semua itu ulah Koro-Sensei" sahut Dazai yang mulai berbaring diatas rumput itu dengan santainya.


"Dia ? apa maksudmu ?" tanya Karasuma yang bingung dengan perkataannya Dazai.


"Kau tahu Karasuma-Sensei.. kalau sebenarnya semua ini ulahnya yang telah mengganti semua jam yang ada diponsel dan jam dinding kantor kita" balas Dazai sambil tersenyum ketika berbaring diatas rumput saat ini


"Untung saja dia tidak mengintip isi ponselku" gumam Dazai agar tidak terdengar oleh mereka berdua.


Tentu Karasuma yang mendengar ini terkejut dan mulai berlari kearah kelas dengan kesal, terlihat kalau saat ini para murid sedang sibuk melakukan pembunuhan pada Koro-Sensei yang sedang menyamar saat ini.


Langsung saja Karasuma masuk kedalam kelas melalui jendela kelas dan mulai menceramahi Koro-Sensei secara habis habisan disana.


"Hahaha.. aku tidak menyangka kalau Karasuma-Sensei juga bisa ceroboh" gumam Nagisa yang melihat Karasuma masuk melalui jendela bahkan ia mendengar suara Karasuma sedang mengomeli Koro-Sensei saat ini.


"Itulah sifat manusia, Nagisa-Kun" balas Dazai yang mendengar perkataannya Nagisa, tentu Nagisa yang mendengar ini mulai menoleh kearahnya.


"Tidak ada manusia yang sempurna didunia ini yang ada hanya manusia yang mengklaim diri mereka sempurna"


"Bahkan kepala sekolah dan aku pun pernah membuat kesalahan kecil selama hidup kami, ingat itu" lanjut Dazai yang mulai berdiri dan berjalan pergi meninggalkannya.


"Dazai-Sensei kau mau kemana ?" tanya Nagisa yang melihat Dazai pergi kearah lain.


"Kekantor jika Karasuma-Sensei bertanya aku serahkan saja jam mengajarku pada Koro-Sensei"


"Aku mau tidur dulu" balas Dazai sambil melambaikan tangannya pada Nagisa tanpa menoleh kearahnya


"Ahahaha.."


***


"Ha.. ada ada saja dia" gumam Karasuma yang baru datang dan mulai pergi ketempat duduknya yang ada dikantor.

__ADS_1


Terlihat kalau ada Irina yang saat ini sedang membuat bahan pelajaran dengan laptopnya, sedangkan Dazai sendiri saat ini sedang tidur dilantai beralas matras disana.


"Jadi.. kau benar benar memberikan waktu mengajarmu padanya ya, Dazai ?" tanya Karasuma yang duduk dikursinya sambil membetulkan waktunya baik itu diponsel maupun dilaptopnya.


"Yahh.. aku tidak menyangka kalau Koro-Sensei sangat bersemangat ketika membahas UTS padahal dia guru bukanlah wali mereka" balas Dazai yang saat sedang berbaring dimatras dengan headphone dikepalanya.


"Ha.. tetap saja aku masih mengkhawatirkan mereka soal kejadian kemarin" ucap Irina yang tiba tiba saja menghentikan pekerjaan ketika mengingat kejadian kemarin.


"Hmm.. memang apa yang terjadi kemarin ?" tanya Dazai yang membuka sebelah headphone supaya terdengar.


"Ahh.. katanya dia akan menghancurkan sekolah ini jika mereka tidak masuk 50 besar dalam ujian nanti" balas Karasuma yang mendengar pertanyaannya.


Tentu Irina yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja, bahkan Dazai yang mendengar ini pun bibirnya mulai berkedut.


'Seperti biasa intensitasnya terhadap para murid terlalu berlebihan'


"Hee.. jadi begitu.." gumam Dazai yang mulai berdiri dari tidurnya lalu berjalan kearah mejanya.


Tentu Karasuma dan Irina yang mendengar ini mulai menatapnya yang berjalan ke mejanya dan mulai mengeluarkan laptopnya.


Langsung saja Dazai mulai mengetik sesuatu dilaptopnya dengan cepat hingga Karasuma dan Irina yang melihat ini mulai penasaran.


"Apa yang kau lakukan ?" tanya Irina yang mulai mengintip laptopnya Dazai.


"Meretas.." balas Dazai dengan singkat.


"!!!"


Tentu hal ini membuat mereka terkejut ketika mendengarnya, langsung saja mereka mulai menghampirinya.


Langsung saja mereka mendekatinya dan melihat apa yang Dazai lakukan saat ini, tepat ketika mereka datang Dazai sudah selesai meretas kamera melalui laptopnya.


Tepat ketika ia meretas terlihat kalau salah satu kelas digedung utama sedang belajar dan yang mengajarnya adalah kepala sekolah itu sendiri.


"INI !!" ucap Irina yang terkejut ketika melihat ini begitu juga dengan Karasuma, namun sebelum mereka melihat semuanya langsung saja Dazai menghentikan aksinya dan mulai mengeluarkannya.


"TUNGGU DAZAI-KUN !! KENAPA KAU MEMATIKANNYA !! BUKANKAH INI PENTING !!" teriak Irina yang melihat Dazai mematikan laptopnya.


"Mungkin bagi kalian ini penting tapi bagiku ini tidak" balas Dazai yang mulai berdiri lalu kembali menuju matras dan mulai tidur disana.


"TIDAK PENTING !! JUSTRU ITU SANGAT PENTING BAGI KITA KENAPA KAU MENUTUPNYA !!" teriak Irina dengan kesal sambil menggebrak mejanya.


"Mudah.. karena aku hanya bisa meretasnya selama beberapa detik saja, jika aku melakukannya secara berlebihan maka alarm sekolah itu akan berbunyi" balas Dazai yang langsung menggunakan headphonenya, tentu hal ini membut mereka kembali terkejut.


"Ha ? apa kalian pikir sekolah elit seperti ini tidak memiliki tingkat keamanan yang tinggi, jika kalian berpikir seperti itu maka kalian benar benar payah dalam pekerjaan kalian baik membunuh maupun tidak" balas Dazai dengan kesal sambil menatap kearah Karasuma dan Irina dengan serius.


Tentu mereka yang melihat mulai menggigil ketika melihat tatapannya Dazai yang begitu mengintimidasi mereka, melihat ini langsung saja Dazai mulai mencairkan suasananya.


"Mahh.. lagipula aku hanya penasaran saja ketika melihat Koro-Sensei begitu semangat, jika mereka belajar pun aku yakin hanya sekitar 6 orang saja yang masuk peringkat 50 keatas" sahut Dazai yang senyum diwajahnya dengan nada main mainnya seperti semula.


"Kalau tidak ada pertanyaan lagi aku tidur dulu oke ? jika ada sesuatu bangunkan aku yahh.." lanjutnya sambil memasang headphone dikepalanya.


Tentu Karasuma dan Irina yang melihat ini hanya menghela nafas lega sambil menatap satu sama lain dan mulai menganggukkan kepala mereka, dalam pikiran mereka saat ini hanya satu.


'Jangan membuatnya kesal atapun membuat dirinya marah'


***


Beberapa hari telah berlalu dan hari ini adalah hari dimana semua murid menerima hasil UTS mereka, terlihat kalau Kelas E saat ini sedang berbahagia walau itu hanya sebagian saja.


Karena sebagian dari mereka berhasil masuk peringat 50 keatas itupun hanya sekitar 6 orang saja, tentu orang orang itu adalah Karma, Isogai, Kanzaki, Okuda, Nagisa dan Kaede.


Sedangkan sisanya hanya bisa masuk peringkat 70 sampai 80 saja, bahkan murid terbodoh seperti Terasaka masuk kedalam peringkat 78 untuk seluruh siswa kelas 3.


Tentu Karasuma dan Irina yang melihat peringkat ini terkejut bukan main karena sesuai dengan apa yang Dazai katakan sebelumnya hanya ada 6 orang yang masuk diatas peringkat 50.


Bahkan Koro-Sensei yang melihat peringkat murid muridnya hanya bisa menyesal karena terlalu meremehkan sistem sekolah ini.


Meskipun begitu ia tetap kembali seperti semula karena Karma dan yang lainnya mulai memprovokasi Koro-Sensei hingga ia kesal.


Tentu mereka yang melihat ini mulai menertawakan tingkahnya, apalagi ketika mendengar Koro-Sensei ingin membuat rencana balas dendam di UAS nanti.


Setelah kejadian itu langsung saja mereka semua pulang kerumah mereka masing masing dengan perasaan bahagia ketika UTS telah berakhir.


Saat ini ditempat arcade terlihat kalau Dazai dan Kanzaki saat ini sedang bermain game street fight tentu pertandingan mereka kembali berlanjut dan ini sudah yang ke 9 kalinya.


"Se.. Sekali lagi aku mohon.. " gumam Kanzaki sambil menunjukkan satu jarinya pada Dazai dengan gugup.


"Ha.. kamu tidak tahu kapan pernah menyerah Ojou-Sama, tapi aku suka itu kalau begitu ini yang terakhir, oke ?" balas Dazai sambil memasukkan koin pada mesinnya, begitu juga dengan Kanzaki.


Namun saat ini Kanzaki benar benar tidak fokus karena ia masih mengingat kata kata Dazai sebelumnya hingga wajahnya memerah, makanya ia kehilangan fokus dan berakhir dengan kekalahan.

__ADS_1


"Mahh.. sepertinya sudah terlihat siapa pemenangnya kali ini, Ojou-Sama" ujar Dazai dengan nada main mainnya.


Tentu saja Kanzaki yang mendengar ini hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya hingga asap mengepul diatas kepalanya ketika Dazai menggunakan cara licik ketika bermain dengannya.


"Bermain permainan ini membuat punggungku sakit, bagaimana kalau kita cari makan dulu ? aku yang traktir" lanjut Dazai yang mulai berdiri dari tempat duduknya.


Tentu Kanzaki yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja dan mulai mengikutinya dari belakang dengan rona merah diwajahnya.


Melihat Kanzaki yang diam Dazai hanya bisa menghela nafas sambil pergi dari tempat ini, langsung saja mereka berdua pergi ketempat pedagang kroket yang pernah Dazai datangi sebelumnya.


"Yoo.. Nii-Chan 5 kroket ayam, kalau kau mau yang mana Ojou-Sama ?" tanya Dazai dengan nada jahilnya.


"Ahh.. a.. anu itu.. kalau begitu.. aku yang isi sapi saja" balas Kanzaki dengan gugup ketika mendengar Dazai menjahilinya.


"Oke.. kalau begitu buat 5 kroket ayam dan 3 kroket sapinya Nii-Chan" sahut Dazai pada pria bandana itu.


"Aiyo.. sepertinya kali ini kau membawa pacarmu, bocah" ucap pria bandana itu dengan senyum jahilnya ketika melihat Dazai bersama Kanzaki saat ini.


"Pa.. Pacar !?" gumam Kanzaki dengan panik hingga wajahnya memerah ketika mendengarnya.


"Ahahaha.. begitulah.." balas Dazai sambil menganggukkan kepalanya.


Tentu Kanzaki yang mendengar ini semakin memerah hingga menutup wajahnya kembali ketika melihat Dazai tidak menyangkal perkataan pedagang itu.


"Kalau begitu ini dia 5 kroket ayam dan 3 kroket sapinya" balas pria bandana itu sambil memberikan 2 kantong kertas dengan isi kroket pada Dazai.


"Cepat !!" teriak Dazai yang terkejut ketika melihat pesanannya sudah selesai.


"Ahahaha.. kebetulan ada yang sudah matang makanya cepat" balas pria bandana itu sambil tersenyum kearah Dazai ketika melihat tingkahnya.


Langsung saja Dazai mulai mengambil kroket itu dengan mata berbinar dan segera membayar kroketnya dengan ceria.


"Terima kasih Nii-Chan, nanti aku kesini lagi !!" balas Dazai yang mulai pergi dari tempat itu bersama Kanzaki sambil melambaikan tangan padanya.


"Baiklah !!" teriak pria bandana itu dengan senyum diwajahnya.


"Ahh.. ini punya mu" sahut Dazai yang memberikan kroket sapinya pada Kanzaki.


"Ahh.. eto.. itu.. terima kasih banyak Dazai-Sensei" balas Kanzaki yang wajahnya masih memerah ketika menerima kroketnya.


"Tidak apa ap-"


Namun sebelum melanjutkan perkataannya tiba tiba saja ia menoleh kearah belakang karena ia merasa diawasi saat ini, bahkan Kanzaki yang melihat Dazai berhenti mulai bertanya padanya.


"Dazai-Sensei ? ada apa ?"


"Tidak ada.. hanya melihat gurita terbang saja, kalau begitu aku akan mengantarmu pulang hari ini, Kanzaki Ojou-Sama" balas Dazai yang tersenyum sambil memakan kroketnya.


Langsung saja ia mulai pergi meninggalkan Kanzaki yang terdiam ketika mendengar perkataannya ketika membahas gurita tersebut.


'KORO-SENSEI !!'


Kanzaki yang mendengar ini tentu kesal apalagi ia saat ini benar benar malu bahkan wajahnya pun memerah ketika momen mereka berdua diganggu dan diikuti oleh seseorang yang tidak ingin ia dengar saat ini.


***


Disisi lain Koro-Sensei yang saat ini sedang berada diatas gedung dengan kamera Canon PowerShot SX410 yang ada ditentakelnya.


"Nyuhuhuhu.. sepertinya aku menemukan gosip yang menarik" gumam Koro-Sensei yang saat ini sedang memotret Dazai dan Kanzaki dari kejauhan.


Hal ini merupakan salah satu kelemahannya yaitu sangat tertarik dengan gosip, namun ia tidak menyangka kalau Dazai akan mengetahui keberadaannya.


Bahkan Koro-Sensei perlu menjaga jarak agar tidak diketahui oleh Dazai, saat ini saja ia masih menjaga jarak dari Dazai sejauh 250 meter, namun ia masih tetap bisa dirasakan keberadaannya oleh Dazai.


Menurutnya Dazai merupakan orang yang sangat sangat misterius, bahkan dia merasa kalau pesonanya Dazai terlihat sangat alami hingga ia sulit membedakannya.


Entah mengapa Koro-Sensei tidak bisa menghiraukan pesonanya walau tingkahnya terlihat seperti anak kecil, terkadang ia pernah serius beberapa kali seperti kejadian beberapa hari yang lalu.


Pernah salah satu dari para muridnya menanyakan alamat rumahnya Dazai, tentu ia yang mendengar ini hanya bisa memberikan alamatnya pada para muridnya dengan keahlian penguntitnya tanpa memperdulikan kondisinya Dazai.


Bahkan ia sempat melihat dari kejauhan kalau para muridnya datang kerumah Dazai hanya untuk memintanya mengajar mereka.


Walau mereka sudah belajar disekolah bersamanya namun mereka tetap saja memaksanya hingga ia kerepotan dan hanya bisa menerimanya dengan pasrah.


Bahkan ia pernah melihat data yang Karasuma berikan padanya setelah Dazai pergi berkeliling waktu itu.


Koro-Sensei tak menyangka kalau anak berumur 16 tahun itu memiliki kasus yang sangat parah selama hidupnya.


Dia merasa kalau Dazai adalah orang yang sangat berbahaya dari pada dirinya, makanya dia mencoba untuk membuntutinya hanya demi mengetahui rahasianya Dazai.


Namun siapa menyangka kalau Dazai akan bermain game arcade bersama bunga kembang kelas E yaitu Kanzaki setelah pulang sekolah tanpa siapapun yang mengetahuinya.

__ADS_1


'Meskipun begitu.. misi pembunuhan ini sepertinya akan menjadi lebih menarik bila adanya Dazai-Sensei disekolah ini'


"Nyuhuhuhuhu.."


__ADS_2