
"Egghh.. apa ini ?" tanya Tanaka dengan nada lelah, saat ini ia merasakan ada sesuatu yang menindihnya segera membuka matanya.
Terlihat kalau saat ini diatas tubuhnya ada Asuna yang saat ini masih tidur dengan nyenyaknya sambil menggunakan piyama yang sedikit terbuka dibagian tubuhnya.
Tentu Tanaka yang melihat ini langsung menoleh kearah lain agar dia tidak dapat melihat pakaian Asuna yang terlihat berantakan ketika sedang tidur kali ini.
Namun ketika dia sedang menoleh kearah lain tanpa sadar Tanaka sudah membuat gerakan yang membuat Asuna bangun dari tidurnya.
Sedangkan Asuna yang merasakan gerakan segera membuka matanya sambil melihat kearah Tanaka yang saat ini sudah bangun dari tidurnya segera duduk diatasnya.
"Ahh.. Tanaka-Kun selamat pagi" gumam Asuna sambil mengucek matanya, terlihat kalau pakaian Asuna mulai merosot hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya pada Tanaka.
Sedangkan Tanaka yang melihat ini segera menutup matanya dengan tangannya sambil membalas ucapannya Asuna dengan terbata bata karena apa yang dia lihat barusan.
"Pa.. Pagi A.. Asuna" balas Tanaka dengan wajah memerah ketika melihat ini.
Sedangkan Asuna sendiri yang melihat tingkah lakunya Tanaka segera melihat kebawah, terlihat kalau tubuhnya hampir terekspos oleh Tanaka.
Asuna yang melihat ini langsung saja mulai memperbaiki pakaiannya yang barusan terekspos itu ketika ia tertidur dan segera melihat kearah Tanaka dengan wajah memerah.
"Mesum.." gumam Asuna sambil memeluk tubuhnya agar tidak dilihat Tanaka.
"Maaf.. tapi saat ini bukan waktunya untuk bercanda, kenapa kau berada dikamarku, Asuna?" tanya Tanaka dengan datar ketika melihat wajahnya Asuna.
"Kamarmu ? ini masih dikamarku Tanaka-Kun, sepertinya kau lupa soal kejadian kemarin" ucap Asuna sambil memperbaiki bajunya dengan wajah memerah.
Tanaka yang mendengar ini membelakkan kedua matanya dan melihat sekelilingnya, terlihat kalau kamar yang ia pakai saat ini adalah kamarnya Asuna yang begitu banyak boneka disana.
"Ahh.. soal coklat yang kemarin yahh.." sahut Tanaka dengan wajah polos pada Asuna ketika mengingat kejadian kemarin.
Tentu ketika Tanaka menginap dirumahnya Asuna, ia tidak lupa untuk memberikan coklatnya pada Tanaka karena kemarin adalah hari Valentine.
Namun Tanaka tidak mengira kalau Asuna akan memberikan coklatnya melalui mulutnya, tentu hal ini membuat Tanaka terdiam betapa beraninya Asuna setelah masuk kedalam Grup Chat.
"TANAKA-KUN !!" teriak Asuna dengan wajah memerah ketika mengingat kejadian kemarin.
"Aku bercanda.. mungkin mulai besok dan seterusnya aku akan menginap dirumah teman masa kecilku bagaimana ?" tanya Tanaka dengan senyum jahilnya pada Asuna.
"Boleh saja.. tapi kau harus menahan diri ketika mendengar permintaan teman masa kecilmu ini oke ?" balas Asuna dengan senyum diwajahnya sambil mengangkat jari kelingkingnya.
"Tentu saja.. lagipula mana mungkin aku melupakan janji diantara kita yang kau buat dulu" balas Tanaka yang mulai mengaitkan jari kelingkingnya juga pada Asuna dan membuat janji diantara mereka.
Tentu hal ini membuat Asuna senang ketika melihat Tanaka masih mengingat janjinya dulu, namun tiba tiba saja wajahnya Asuna mulai memerah.
"Ka.. Kalau begitu.." gumam Asuna dengan nada malu namun tidak menatap kearah matanya Tanaka.
Tentu Tanaka yang melihat ini mulai mengerti dengan maksudnya dan mulai mengecup keningnya Asuna sambil tersenyum lembut kearahnya.
"Selamat pagi, Asuna"
***
< Time Skipp >
7 bulan telah berlalu semenjak kejadian itu dan hubungan diantara Tanaka dan Asuna bukan lagi teman masa kecil melainkan sepasang kekasih betulan.
Tentu mereka juga harus merahasiakan hubungan mereka pada teman temannya, karena hubungan percintaan mereka lebih rumit dari apa yang teman temannya pikirkan nanti.
Benar mereka berdua saat ini benar benar sudah masuk kedunia supranatural.
Dimana Tanaka dan Asuna harus benar benar menjaga rahasia mereka dari yang lainnya termasuk orang tua dan kerabat mereka.
Bahkan mereka berdua sempat berjanji untuk tidak membawa orang terdekat mereka masuk kedalam urusan dunia supranatural.
Tentu hal ini akan membahayakan nyawa orang terdekat mereka, maka dari itu mereka berjanji untuk bertambah kuat terlebih dahulu sebelum memberitahukan hal ini pada mereka semua.
Saat ini terlihat kalau Tanaka, Rino dan Asuna sedang berjalan bersama menuju kesekolah, namun kali ini terlihat kalau Rino sedang berjalan tepat ditengah tengah antara Tanaka dan Asuna.
Sebab tadi pagi ia sempat melihat kalau Tanaka keluar dari tempatnya Asuna, apalagi ketika melihat Asuna memakai piyama yang sedikit terbuka dibagian perutnya.
Hal ini menyebabkan kesalahpahaman antara Tanaka dan Asuna dipagi tersebut, terlihat saat ini Rino sedang kesal ketika mengingat kejadian sebelumnya.
Sedangkan Tanaka dan Asuna hanya bisa memasang wajah memerah ketika mengingat kejadian pagi tadi.
Ketika sudah sampai dipersimpangan langsung saja Rino mulai berpisah dengan mereka berdua.
Tentu Rino sudah mengakui Asuna sebagai kakak iparnya namun ketika mengingat kejadian pagi hari itu ia mulai ragu dengan keagresifitasnya Asuna.
__ADS_1
"Asuna-San aku harap kau tidak berlebihan ketika bersama Onii-Chan, mengerti ?" tanya Rino sambil menatap kearahnya.
"A.. Aku mengerti.." balas Asuna dengan wajah memerah mengingat ia dipergok oleh calon adik iparnya.
"Onii-Chan juga.. kau seharusnya bilang kalau rumah temanmu itu adalah perempuan bukan laki laki" jelas Rino sambil menatap Tanaka dengan tatapan dingin.
"B.. Baik.. aku minta maaf" balas Tanaka sambil menundukkan kepalanya pada Rino.
Setelah ia memperingati Asuna dan Tanaka langsung saja ia segera pergi kesekolahnya dengan perasaan kesal sambil meninggalkan Asuna dan Tanaka yang saat ini masih membungkukkan badan mereka padanya.
Sedangkan Tanaka dan Asuna yang melihat ini hanya bisa menghela nafas lega karena dapat menyelesaikan permasalahan mereka berdua tanpa kekerasan.
Langsung saja mereka berdua mulai melanjuti perjalanan mereka kesekolah tanpa berbicara sama sekali sebab canggung ketika mereka berdua kepergok.
Bahkan terlihat ada rona merah diwajah mereka berdua ketika berjalan, ketika sedang mereka sedang berjalan tiba tiba saja mereka mendengar suara teriakan dibelakang mereka.
"Selamat pagi Tanaka, Asuna-San" teriak Ohta yang saat ini sedang menyapa mereka berdua dari kejauhan.
"A.. Ahh.. Ohta.. pa.. pagi" balas Tanaka dengan gugup.
"Ahh.. O.. Ohta-Kun se.. selamat pa.. gi" balas Asuna dengan gugup, bahkan wajahnya terlihat memerah ketika disapa oleh Ohta.
Tentu Ohta yang melihat tingkah mereka berdua dipagi hari membuatnya menjadi bingung, apalagi ia terkejut ketika melihat wajah Tanaka dan Asuna ada rona merah disana.
***
"Sebentar lagi tahun baru yahh.." gumam Ohta yang saat ini sedang melihat kalender kelas setelah jam istirahat sekolah.
"Yahh.. kau benar.." balas Asuna yang juga satu pemikiran dengan Ohta.
"Benar.. setelah perjuangan yang kita lalui selama UTS dan UAS waktu itu, akhirnya kita bisa melakukan itu" gumam Shimura dengan perasaan lega.
"Benar.." balas Katou yang setuju dengan Shimura.
Tentu Ohta dan Asuna tidak sendiri saat ini dia sedang bersama Shimura dan juga Katou yang saat ini sedang memakai topi sinterklas dan juga bondu tanduk rusa dikepala mereka.
Benar beberapa bulan yang lalu mereka menghadapi UTS dan juga UAS yang membuat mereka harus mengeluarkan isi otak mereka pada ujian mereka waktu itu.
"Ketika pertengahan bulan desember apakah itu huh.." lanjut Ohta dengan wajah seriusnya.
"Itu.. yahh.." balas Shimura.
"Yahh.. pasti itu" jawab Katou dengan mantap ketika mendengar ini.
"Aku sudah mempersiapkan hari ini sejak lama.." lanjut Ohta dengan wajah menyeramkan.
"Saat memikirkan hal itu.. aku tidak bisa menahan rasa senangku.." balas Asuna sambil tersenyum mengerikan ketika mendengar perkataannya Ohta.
Sedangkan Shimura dan Katou yang melihat senyum mengerikannya Asuna entah kenapa membuat mereka sedikit menjauh darinya.
Namun meskipun begitu mereka masih tetap bersemangat mengenai hari ini.
"I.. Itu benar, acara besar yang diadakan akhir tahun.." balas Shimura yang mulai mengambil alat pestanya.
"WAKTUNYA BERSIH BERSIH MASAL" teriak Ohta dan Asuna sambil membawa peralatan bersih bersih ditangan mereka berdua.
Sedangkan Shimura dan Katou yang melihat tingkah mereka hanya bisa terdiam sambil menatap mereka berdua dengan datar.
"Sepertinya kita memang satu pemikiran Asuna-San, jadi mohon bantuannya" sahut Ohta dengan semangat sambil menjabat tangannya Asuna.
"Tentu.. mohon bantuannya juga, Ohta-Kun" begitu juga dengan Asuna yang ikut menjabat tangannya Ohta karena mereka berdua memiliki 1 pemikiran.
'TERNYATA MEREKA MEMANG SEKUTU !?'
***
"Tanaka-Kun, ayo kita bersihkan debu ditahun ini dengan yang baru dan juga segar" ujar Asuna sambil memberikan kuas roll dengan selotipnya pada Tanaka sambil tersenyum cerah kearahnya, sedangkan Ohta hanya menganggukkan kepalanya saja.
Tentu beberapa lelaki yang melihat ini langsung menatap kearah Tanaka dengan tajam, begitu juga Shimura dan Katou yang saat ini mulai iri dengan Tanaka, kecuali Ohta.
Sedangkan Tanaka yang mendengar ini langsung melihat kearah Asuna dan Ohta yang saat ini sedang bersemangat dengan lesu.
"Maaf tapi aku sedang sibuk membersihkan tempat lain hari ini.." balas Tanaka dengan lesu pada mereka berdua.
"Ohh.. jadi kau yang bertanggung jawab membersihkan luar kelas !!" ungkap Ohta yang saat ini kagum padanya.
"Tidak.. aku sedang membersihkan hatiku dan akan membuangnya saat ini juga" balas Tanaka dengan santainya pada mereka berdua.
__ADS_1
"Maaf tapi bisakah kau melakukannya saat kau sudah berada dirumah ? sebenarnya hal apa yang terjadi ditahun ini sampai sampai kau sangat ingin melupakannya ?" tanya Ohta ketika dia mendengar jawaban tidak masuk akalnya Tanaka.
Sedangkan Tanaka yang mendengar ini langsung melihat kearah Asuna dengan wajah datar, tentu Ohta yang melihat ini mulai menatap kearah Asuna juga.
Sedangkan Asuna yang saat ini ditatap oleh mereka berdua awalnya kebingungan dengan tatapan mereka berdua.
Namun tiba tiba saja ia mengingat kejadian tadi pagi dan mulai menoleh kearah lain dengan sedikit rona merah diwajahnya agar tidak ditatap oleh Tanaka dan juga Ohta.
"Yahh.. begitulah.." balas Tanaka dengan wajah lesu pada Ohta.
"Aku mengerti.."
"OHTA-KUN !!"
***
30 menit kemudian.
"Lantai semua sudah bersih !!" sahut Shimura sambil memegang sapu ditangannya ketika melihat lantainya sudah bersih dari debu.
"Baiklah sekarang hanya perlu menggunakan wax sebagai sentuhan terakhir" sahut Ohta sambil membawa lap pel dan juga ember ditangannya.
"Ada teknik yang dibutuhkan untuk menggunakan wax.. aku pikir jika kami akan membiarkan kau yang melakukan bagian ini Ohta, tapi.." sahut Shimura yang saat ini sedang melihat kearah Ohta dengan tatapan khawatir sebab semua kegiatan bersih bersih kelas hampir semuanya Ohta yang bersihkan.
"Aku setuju jadi tolong, ketua !!" lanjut Katou dengan semangat pada Ohta.
"Baiklah.. serahkan padaku !!" balas Ohta sambil menuangkan cairan wax nya pada ember dicampur sedikit air lalu memasukkan pelnya pada ember itu dan segera memulai mengepel lantainya dengan cepat.
"Hebat !! dia menggunakan pel itu seperti seorang ahli !!" teriak Katou dengan semangat ketika melihat kecepatan Ohta dalam mengepel lantai.
"Wax nya tercampur dengan rata.. dengan ini kita bisa menyambut tahun baru dengan baik !!" teriak Shimura yang melihat Ohta mengepel lantainya dengan merata.
Namun ketika Ohta sedang mengepel lantainya tiba tiba saja dia berhenti dan segera melihat posisinya yang saat ini sedang terjebak diujung kelas.
"SIALL !! AKU SALAH ARAH AKU TERJEBAK !!" teriak Ohta yang saat ini terjebak dikelasnya ketika sedang mengepel.
'INI AHLI KITA !?' batin Shimura dan Katou dengan wajah datar ketika melihat Ohta terjebak dikelas.
Namun ketika Ohta sedang terkejut dengan kecerobohannya tiba tiba saja dia merasakan ada seseorang yang menepuk punggungnya langsung saja dia menoleh kebelakang.
Terlihat kalau seseorang mulai menepuk nepuk punggungnya, tentu orang itu tidak lain adalah Asuna.
Ia terlihat sedang tersenyum canggung kearah Ohta ketika dirinya saat ini sedang sibuk untuk membangunkan Tanaka sambil membersihkan gordennya dengan kuas rollnya.
Sedangkan Tanaka yang mendengar teriakan Ohta langsung saja keluar dari bungkusan gorden itu dengan keadaan setengah sadar.
"Hmm.. huh ? maaf.. aku lagi membersihkan debu dari gorden ini dan tertidur.." sahut Tanaka sambil memegang kuas rollnya setelah keluar dari bungkusan gordennya sambil mengucek matanya dengan tangan yang lainnya.
"Pagi.." balas Ohta dan Asuna secara bersamaan saat sedang menatap Tanaka yang baru saja bangun dari tidurnya.
***
Beberapa jam telah berlalu setelah mereka bertiga terjebak didalam kelas akibat kelalaian Ohta dalam memberikan wax pada lantainya.
Saat ini Tanaka, Ohta dan Asuna sedang makan donat di Ms Donat, tentu kali ini Tanaka yang akan membayar donat mereka berdua.
Karena ia ingin menenangkan Ohta yang tidak bisa makan kue dari wali kelas mereka, sedangkan Asuna sebagai permohonan maaf karena telah menusuknya waktu itu.
Tentu saja ia tidak mengatakan itu tepat dihadapan Ohta, jika tidak maka akan terjadi kesalahpahaman tanpa memperdulikan siapa yang benar, siapa yang salah.
"Master.. kau sungguh baik mau membayarkan donat untuk Ohta-Kun dan Asuna-San, sudah kuduga dari Master" balas Miyano sambil memakan donatnya dengan wajah senang.
Tentu bukan mereka bertiga saja yang makan kali ini, mereka makan donat bersama Miyano juga karena ada diskon untuk empat orang hari ini.
"Yahh.. kebetulan ada diskon hari ini makanya aku mengajakmu Miyano-San, soalnya kau suka manisan juga" balas Tanaka sambil memakan donat terakhirnya.
"Hmm.. Tanaka aku bangga punya teman sepertimu" sahut Ohta sambil memakan donatnya dengan perasaan senang.
"Sudah kuduga dari Tanaka-Kun" lanjut Asuna yang ikut menyelesaikan donat terakhirnya.
"Baiklah karena Asuna-San sudah menghabiskan makanannya, aku akan pergi membayar donat dulu" sahut Tanaka yang mulai mengambil nampan didepannya.
"Ehhh !! Master juga akan membayar donatku !?" tanya Miyano dengan nada terkejut.
"Ahh.." balas Tanaka sambil melambaikan tangannya padanya.
"TERIMA KASIH BANYAK MASTER !!"
__ADS_1