
"Aku tahu ini tiba tiba.. tapi biarkan aku mengambil fotomu, Master !!" ujar Miyano dengan ceria sambil membawa kamera digital merk Sony nya.
"...."
Baik Tanaka dan Ohta yang mendengar ini langsung melihat Miyano yang sedang menatap Tanaka dengan mata berbinar, melihat ini langsung saja Tanaka mulai bertanya padanya.
"Mengapa ?" tanya Tanaka dengan lesu.
Terlihat kalau ia saat ini sedang menyandarkan kepalanya dengan tangan kirinya diatas meja.
"Sebenarnya.. ketika kamu berkunjung ke klub seni, beberapa hari yang lalu, banyak sekali dari mereka ingin memintamu menjadi model disana" balas Miyano dengan ceria seperti biasanya.
"Maaf.. instingku mengatakan untuk jangan pernah datang kesana lagi.." ujar Tanaka dengan nada suram dan wajah pucat ketika mengingat kejadian tersebut.
Beberapa hari lalu ketika Tanaka dan yang lainnya berkunjung kesana banyak sekali para gadis dari klub seni mengurumuninya hanya untuk dijadikan model gambar milik mereka.
Mengingat kejadian itu Tanaka hanya bisa berlindung dibalik Ohta yang sudah menjadi tameng miliknya ketika dikerumuni seperti itu.
"Karena itu aku mau memfotomu dan memberikannya pada mereka" lanjut Miyano dengan berbinar.
"Begitu.. jika aku tidak perlu bertingkah, maka foto aku sebanyak yang kau mau.." balas Tanaka dengan wajah lesu.
"Tadinya aku mau bilang begitu.. te-"
"BAIKLAH !?" potong Miyano dengan ceria sambil mengarahkan kameranya pada Tanaka.
CKREEEKK !!
Langsung saja Miyano mulai memfoto Tanaka dengan senyum bahagia, Tanaka yang mendengar ini langsung saja melanjutkan perkataannya.
"Tetapi.. 80% akan berubah seolah aku sedang menutup mata.." lanjut Tanaka dengan lesu.
Dan benar saja Miyano yang sedang melihat fotonya Tanaka saat ini sedang bersandar dengan mata tertutup, tentu Miyano yang melihat ini terkejut bukan main.
"EHHH !!"
***
"Ehh ? memotret Tanaka-Kun ?" tanya Asuna yang saat ini membawa buku memasak untuk klubnya.
Saat ini Tanaka, Ohta dan juga Miyano sedang berada ditaman untuk pergi ke klub memasak dan kebetulan saja mereka bertemu Asuna ketika mereka akan mengunjunginya.
"Ya !! maka dari itu bantu kami Asuna-San !! aku mohon !!" teriak Miyano yang memohon pada Asuna.
"Kami sudah melakukan berbagai cara dan hasilnya tidak ada yang cocok untuk kami pakai hingga saat ini" lanjut Miyano sambil menunjukkan beberapa foto Tanaka yang ia ambil sebelumnya.
"Hmm.. sebenarnya bisa saja aku membantu kalian.." balas Asuna sambil menempelkan jarinya pada dagunya.
"Benarkah !?" teriak Miyano dengan berbinar, sedangkan Ohta yang mengangkat Tanaka juga penasaran.
"Namun.. hasilnya juga tidak akan jauh seperti yang kau katakan sebelumnya, Miyano-San.." balas Asuna dengan canggung.
"Ehh !? kenapa !?" balas Miyano yang terkejut ketika mendengar ini.
"Apa itu karena Tanaka memang tidak mau jadi sorotan termasuk kamera juga ?" tanya Ohta dengan bingung.
"Ahh.. bukan begitu, dulu aku pernah mencoba memfoto Tanaka-Kun secara diam diam, tapi.." balas Asuna sambil mengambil ponselnya.
"Tapi ?" tanya Ohta dan Miyano dengan penasaran.
"Hasilnya akan tetap seperti ini jika kalian memotret Tanaka-Kun, meskipun itu diam diam.." balas Asuna yang menyodorkan ponselnya pada mereka.
Tentu Ohta dan Miyano yang mendengar ini mulai melihat isi ponselnya Asuna.
Terlihat kalau Tanaka saat kecil sedang duduk sambil melakukan pose peace dengan mata setengah terbuka dan juga ada yang sedang makan dengan mata tertutup.
'Jelas jelas ini bukan diambil secara diam diam' batin Ohta ketika melihat foto ini.
"Ahh.. imutnya !!" ucap Miyano dengan mata berbinar.
'Miyano !!' batin Ohta yang terkejut ketika mendengar ini.
Tanaka yang mendengar Asuna menunjukkan foto dirinya pada mereka mulai menoleh kearahnya, tentu Ohta yang merasakan gerakan Tanaka mulai menoleh kearahnya.
"Ahh.. Tanaka kau sudah bang-"
Namun sebelum Ohta menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Tanaka langsung turun dari pundaknya Ohta dan mulai menyentuh pundaknya Asuna dengan wajah serius.
"Asuna.. kau sudah berjanji waktu itu untuk tidak menunjukkan fotoku pada mereka, bukan ?"
"Ehh.. ke.. kenapa ? bu.. bukankah kau terlihat i.. imut difoto ini" balas Asuna dengan gugup ketika melihat wajah Tanaka begitu dekat dengannya.
Langsung saja Asuna memutar matanya kearah lain karena malu ketika dia dilihat oleh mata tajamnya Tanaka, sedangkan Miyano yang melihat ini wajahnya ikut memerah dan ingin memfoto mereka.
Tapi..
CKREEEKK !!
__ADS_1
Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah belakangnya Asuna dan melihat Ritsu sedang memfoto Tanaka dan Asuna saat ini.
"Ehehehehe.. foto kemesraan Tanaka-Senpai dan Asuna-Senpai.." gumam Ritsu dengan senyum diwajahnya.
"...."
"RITSU / RITSU-SAN !!"
***
Klub Memasak.
"Ughh.. kenapa ini terjadi padaku.." gumam Asuna sambil menutupi wajahnya yang sedang memerah saat ini.
Sedangkan Tanaka yang berada didekatnya sedang berusaha untuk menenangkan Asuna, disisi lain Ohta, Miyano dan Ritsu saat ini sedang melihat foto Tanaka dan Asuna.
"Ohh.. yang ini bagus, matanya terbuka dengan jelas !!" ujar Miyano dengan mata berbinar ketika melihat foto yang diambil oleh Ritsu sebelumnya.
"Hmm.. tapi aku merasa akan ada konspirasi dibalik foto ini ketika diberikan pada klub seni nantinya.." balas Ohta sambil melihat Tanaka yang sedang berusaha untuk menenangkan Asuna saat ini.
"Mou.. Ohta-Senpai memangnya kau punya foto yang bagus selain ini ?" tanya Ritsu sambil mengembungkan pipinya.
"Ti.. Tidak juga sih.." balas Ohta dengan gugup.
"Kalau begitu jangan berkomentar yang tidak perlu Senpai.. jika kau tidak memiliki foto kemesraan mereka berdua !!" lanjut Ritsu sambil menunjukkan fotonya pada Ohta sambil memperbesar foto kedua wajahnya Tanaka dan Asuna.
"B.. Baiklah.." balas Ohta sambil menganggukkan kepalanya.
Tentu Asuna yang mendengar ini justru semakin malu karena ucapannya Ritsu, sedangkan Tanaka yang mendengar ini langsung menatap Ritsu dengan aneh.
"Ritsu.. sejak kapan kau menjadi penguntit ?" tanya Tanaka dengan sarkas pada Ritsu.
"Semenjak kalian berdua pulang berduaan sambil bergandengan tangan kerumah" balas Ritsu dengan senyum polosnya.
"...."
"Teehe.."
***
"A.. Aku minta maaf.." gumam Ritsu yang saat ini mengelus kepalanya karena benjol.
"Hmm.. syukurlah kalau kau mengakui kesalahanmu.." balas Tanaka sambil meminum milkshake miliknya.
Saat ini Tanaka dan yang lainnya sedang berada di Wac Donald, hari ini kebetulan kedai mereka mengeluarkan menu baru yaitu eskrim Grande×Grande.
Dan disinilah mereka berempat berada.
"Tanaka.. aku rasa kau berlebihan pada Ritsu.." gumam Ohta yang melihat benjol besar tepat dikepalanya Ritsu saat ini.
"Tidak apa apa Ohta, ia memang pantas menerima itu" balas Tanaka yang masih melanjuti minumnya.
"Tanaka-Kun.. aku tahu ini demi kebaikan kita.. tapi tetap saja kau berlebihan pada Ritsu.. kasihan dia" balas Asuna yang khawatir dengan keadaannya Ritsu saat ini.
"Asuna-Senpai.." gumam Ritsu yang terharu dengan ucapannya Asuna.
"Meskipun ia sudah melihat semua isi diary mu yang ada diatas meja kamarmu itu ?" tanya Tanaka sambil menatap kearah matanya Asuna.
"...."
Tentu Asuna dan Ohta yang mendengar ini seketika terdiam, apalagi ketika mendengar diary milik Asuna dibongkar oleh Ritsu saat ini.
"WAAHHH !! SENPAI !! KAU BERJANJI TIDAK AKAN MENGATAKANNYA !?" teriak Ritsu yang panik ketika mendengar ini, apalagi ia dapat merasakan aura hitam keluar tubuhnya Asuna.
"Ha ? waktu itu aku menguap bukan membalasmu" balas Tanaka yang menoleh kearah lain sambil menguap.
"Ritsu.." gumam Asuna dengan nada berat.
"I.. Iya !!" balas Ritsu yang saat ini menggigil ketika mendengar suaranya.
"Kau tahu kalau aku sudah lama tidak berlatih bermain anggar.. bagaimana kalau kita latihan bersama dan kau sebagai lawanku, setuju ?" lanjut Asuna dengan senyum diwajahnya.
Tentu Ritsu yang melihat ini langsung menoleh kearah Tanaka untuk meminta bantuannya, Tanaka yang melihat ini langsung menyimpan milkshakenya dan mulai berdoa padanya.
"Semoga kehidupanmu dimasa depan akan dipermudah.." gumam Tanaka dengan tatapan kasihan setelah selesai berdoa padanya
"SE.. SENPAI !?" teriak Ritsu yang terkejut ketika mendengar ini.
Langsung saja Ritsu mulai menoleh kearah Ohta yang saat ini sedang memakan eskrim miliknya, bukan ditolong namun Ohta justru menghiraukannya karena masih pada dunianya.
Atau lebih tepatnya Ohta sengaja melakukan itu untuk mengalihkan perhatian pada eskrimnya dari pada Ritsu itu sendiri.
"Kalau begitu.. habis ini kita pergi yahh.. Ritsu.."
"TIDAKKK !!"
***
__ADS_1
Kamar Asuna.
Terlihat kalau Asuna saat ini sedang berada didalam kamarnya setelah memberi pelajaran pada Ritsu selama 1 jam.
Namun ia tidak sendirian disana, saat ini terlihat kalau Tanaka sedang tidur dengan nyenyaknya disana.
Tujuan Tanaka kemari sebenarnya karena Asuna ingin mengobrol dengannya namun itu lah yang terjadi, Asuna yang melihat ini tentu merasa kesal dan mulai melompat dan segera menindihnya tepat diatas perutnya Tanaka.
"UGHH !!" rintih Tanaka yang kesakitan karena tingkahnya Asuna.
"Mou.. Tanaka-Kun.. kan sudah aku bilang kalau aku ingin berbicara padamu, bukannya tidur dikamarku.." ujar Asuna sambil mengembungkan pipinya dengan kesal.
"Ahh.. maaf maaf.. habisnya kasurmu adalah yang terbaik.." balas Tanaka yang mulai menutup matanya kembali.
"Hmph.. kenapa kau memuji kasurku dari pada aku, ha !?" ujar Asuna yang bertambah kesal ketika mendengar jawabannya Tanaka.
"Hahaha.. maaf aku hanya bercanda.." tawa Tanaka yang senang ketika melihat raut wajahnya Asuna yang menurutnya terlihat menggemaskan.
Tentu Asuna yang mendengar ini hanya bisa menghela nafas saja, namun sebelum Asuna mengeluarkan kata katanya tiba tiba saja Tanaka mulai memegang pundaknya dan menukar posisi mereka saat ini.
Awalnya Asuna yang berada diatas sekarang Tanaka yang sudah berada diatasnya sambil menatap matanya dengan tatapan tajam.
"Ta.. Tanaka-Kun !?" ujar Asuna yang terkejut dan juga panik, bahkan wajahnya memerah saat ini ketika melihat tingkah Tanaka yang berbeda dari sebelumnya.
Namun bukannya dijawab ia justru langsung mencium bibirnya Asuna tanpa mendengar perkataan, tentu Asuna yang merasakan ini terkejut bukan main.
Yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah menikmati ciuman lembutnya Tanaka sambil memejamkan kedua matanya, dan ciuman mereka berdua berlangsung selama 3 menit saja.
Setelah mereka puas berciuman langsung saja Tanaka mulai melepas ciumannya terlihat jaring air liur mereka berdua setelah Tanaka selesai menciumnya.
"Ta.. Tanaka-Kun.." gumam Asuna dengan mata penuh cinta ketika melihat Tanaka menyelesaikan ciuman mereka.
"Asuna.. aku punya sesuatu untukmu" ujar Tanaka dengan senyum diwajahnya.
Tentu Asuna yang mendengar ini mulai menatap Tanaka dengan bingung karena ia tidak melihat Tanaka membawa apapun saat ini.
Langsung saja Tanaka mulai mengambil ponselnya yang ada disaku celana miliknya dan mulai memainkannya, Asuna yang melihat kegiatan mulai penasaran dan ingin mengintip ponselnya Tanaka.
Sebelum Asuna dapat bergerak tiba tiba saja dia merasakan kalau ponsel miliknya mulai bergetar, langsung saja dia mulai mengambil ponselnya dan mulai membukanya.
[ Admin Tanaka mengirim amplop merah pada anggota Asuna ]
Tentu Asuna yang melihat pesan grup chat miliknya masuk mulai menoleh kearah Tanaka yang saat ini sedang tersenyum pada dan mulai menjauh dari Asuna.
"Bukalah.." ujar Tanaka yang mulai duduk diatas kasur saat ini.
Mendengar ini langsung saja Asuna mulai membukanya, terlihat kalau sebuah cahaya keluar dari ponselnya hingga muncul sebuah rapier dengan sarung berwarna putih dan juga gagang berwarna emas disana.
Terlihat kalau rapier itu memiliki panjang 105 cm dengan lebar 25 cm, Asuna yang melihat ini langsung saja mulai mengambil rapier miliknya.
Tepat ketika Asuna mengambil rapier itu ia merasa kalau rapier miliknya sangatlah ringan untuk ukuran rapier ini, melihat ini tentu ia ingin mencobanya langsung saja ia menoleh kearah Tanaka dengan tatapan penuh arti.
Sedangkan Tanaka yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja dan membiarkan dirinya bersenang senang dengan pedang barunya.
Tentu Asuna yang melihat ini tidak bisa menahannya lagi dan mulai mengeluarkan pedangnya dari sarung tersebut.
SHIIIINNGGG !!
Terlihat kalau bilahnya juga memiliki warna putih seperti sarungnya namun ada pola berwarna emas yang menyambung dengan gagangnya.
Melihat ini langsung saja Asuna mulai menusuk udara dengan rapier miliknya dengan sangat cepat.
PROKK !! PROKK !! PROKK !! PROKK !!
"Hoo.. 6 tusukan tanpa hambatan sama sekali" puji Tanaka sambil menepuk tangannya.
Tentu Tanaka yang melihat aksinya Asuna dapat melakukan gerakan menusuk dengan akselerasi seperti itu pasti membuatnya terkejut.
Apalagi gerakan tersebut tidak menggunakan teknik pernafasan seperti yang Lala ceritakan sebelumnya.
Asuna sendiri yang mendengar ini langsung menoleh kearahnya dengan senyum diwajah, langsung saja Asuna mulai memeluknya dengan bahagia.
"Terima kasih Tanaka-Kun, ini hadiah terbaik yang kau berikan padaku, aku menyukainya" bisik Asuna dengan senyum diwajahnya.
"Hmm.. syukurlah kalau kau menyukainya, tapi.." balas Tanaka dengan senyum canggung saat ini.
"Tapi ?" balas Asuna dengan bingung dan mulau menatap matanya Tanaka.
"Bisakah kau menjauhkan rapier ini dulu sebelum berpelukan ? itu berbahaya kau tahu bukan, Asuna ?" ujar Tanaka yang masih mempertahankan senyumnya.
Asuna yang mendengar ini mulai melepas pelukannya dan mulai memasukkan kembali rapier miliknya dengan cepat sambil menahan malu atas sikapnya pada kekasihnya saat ini.
Sedangkan Tanaka yang melihat ini hanya menggelengkan kepalanya saja, setelah Asuna merasa ia bisa menenangkan dirinya langsung saja ia bertanya pada sesuatu pada Tanaka hingga membuatnya terdiam.
"Nee.. Tanaka-Kun.. boleh aku lihat lenganmu itu ?"
"...."
__ADS_1