The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 50


__ADS_3

Saat ini terlihat kalau Dazai sedang duduk sambil menggunakan baju assassin miliknya yaitu mantel berwarna hitam dengan kaos berwarna merah khas miliknya.


Terlihat kalau dia saat ini sedang duduk diatas orang yang mau menuangkan racunnya pada muridnya, terlihat kalau bajunya saat ini saat ini terdapat beberapa bekas sobek namun tidak ada luka disana.


"Sepertinya ini berhasil" gumam Dazai yang melihat orang itu pingsan dengan busa dimulutnya.


'Master.. saat ini Karasuma-San dan yang lainnya sedang sibuk bertarung melawan pembunuh profesional berambut pirang' balas Q yang mulai memata matai mereka semua.


"Ahh.. begitu.. lalu apa klonmu yang disana sudah berhasil dikalahkan ya, Q ?" tanya Dazai mengenai klonnya Q.


'Ya.. saat ini klon ku yang dikalahkan oleh Karasuma-San sebelumnya, dan klonku saat ini sedang mengikuti mereka, tanpa Koro-Sensei ketahui' balas Q.


"Begitu.. berarti sudah waktunya kita bergerak yahh, Q ?" tanya Dazai yang bangun sambil menepuk nepuk celananya.


'Iya..' balas Q dengan singkat sambil memberikan gambaran pada Dazai untuk berteleportasi.


"Kalau begitu kita pergi sekarang, sudah waktunya kita melakukan rencana selanjutnya" gumam Dazai sambil memakai topeng rubahnya dan mulai menghilang dari atas gedung hotel itu bersama sanderanya.


***


"A.. Apa itu nu ? " tanya pria pirang itu yang melihat Karma mengeluarkan sebuah krim, terlihat kalau ia sedang diikat oleh lakban.


"Wasabi dan musturd tentu akan kumasukkan kedalam hidungmu" balas Karma dengan santainya.


"APA !?" teriak mereka yang saat ini terkejut ketika melihat ini.


Tentu hal ini membuat mereka yang melihat ini ngeri ingin menghentikan Karma, namun sebelum Karma mulai memasukkan krimnya tiba tiba saja pundaknya ditahan oleh seseorang.


"Bocah sebaiknya kau berhenti melakukan itu" gumam orang itu yang tidak lain adalah Dazai.


Tentu hal ini membuat mereka terkejut bukan main melihat orang itu berdiri disana tanpa hawa keberadaan sama sekali ketika ia datang.


Disisi lain Karma yang ingin memasukkan krimnya pun ikut terdiam dengan keringat dingin mengucur dikeningnya, tentu ia saat ini benar benar ketakutan didalam hatinya ketika ia merasakan genggamannya.


"K.. Kau" gumam pria pirang itu yang terkejut ketika melihat Dazai atau Fox saat ini.


"Tidurlah.." gumam Dazai yang langsung melihat matanya dengan suara berat.


Tentu pria pirang itu yang melihat ini awalnya ada rasa teror ketika melihat matanya, namun tiba tiba saja pandangannya menjadi gelap dan mulai tidur disana.


Melihat ini mereka semua menjadi waspada terhadapnya, meskipun begitu mereka tidak ada yang bergerak sama sekali karena mereka saat ini merasakan teror ketika berada didekatnya.


Bahkan Karasuma yang melihat ini tidak bisa membantu murid muridnya karena kondisi sebelumnya yaitu terkena racun.


"Tenang aku bukan musuh kalian" gumam Dazai yang langsung membuka topengnya.


"Ini aku guru kalian Dazai-Sensei yang tampan" lanjut Dazai dengan senyum diwajahnya.


"DAZAI-SENSEI !!" teriak mereka yang melihat kalau orang itu adalah guru mereka.


Tentu mereka yang melihat ini mulai menghela nafas lega ketika melihat Dazai yang datang, bahkan Karma yang tadi ketakutan mulai menghela nafas lega.


"Oii.. Dazai kemana saja kau dari tadi ?" tanya Karasuma dengan lemas, bahkan ia masih mengingat kejadian sebelumnya.


"Benar.. ketika aku sedang menonton film mereka aku bisa merasakan kemarahanmu, apa terjadi sesuatu padamu Dazai-Sensei ?" tanya Koro-Sensei yang saat ini dalam wujud bolanya yang dipegang oleh Nagisa.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai terdiam apalagi ketika mendengar Dazai marah sebelumnya saat ini dihati mereka ada perasaan bersalah padanya, namun tiba tiba saja Dazai membalasnya.


"Ahh.. soal itu, aku hanya marah karena mereka mencoba untuk melukai muridku itu saja" balas Dazai dengan santai, tentu mereka yang mendengar ini mulai menghela nafas lega, namun tiba tiba saja Karasuma mulai bertanya padanya.


"Lalu.. kenapa kau baru datang sekarang ?" tanya Karasuma yang saat ini dibopong oleh Isogai dengan kesal.


"Ahh itu.. tentu saja aku ingin bermain sedikit dengan mereka" balas Dazai dengan nada main mainnya.


"Apa kau tahu kalau murid murid sedang keracunan !?" teriak Karasuma dengan serius sambil menaikkan suaranya pada Dazai.


Tentu mereka yang melihat perdebatan ini hanya terdiam dan membiarkan para guru berdebat soal ini, disisi lain Dazai hanya menatap Karasuma dengan wajah polosnya saja.

__ADS_1


"Tentu saja, lagipula aku yang memberikan racun itu pada mereka" balas Dazai sambil tersenyum gelap kearahnya.


Hal ini jelas membuat mereka terkejut dengan apa yang Dazai katakan pada mereka, tentu hal ini membuat Karasuma dan Koro-Sensei marah padanya.


Namun sebelum mereka berdua melakukan protes tiba tiba saja Yada mendapatkan telepon dari Okuda, tentu hal ini menarik perhatian mereka dan mulai menoleh kearahnya.


Sedangkan Yada yang mendengar ini langsung saja mulai mengangkat teleponnya.


"Ha.. Halo ? Okuda-San ada apa ?" tanya Yada dengan penasaran.


"APA MEREKA SUDAH SADAR !!" teriak Yada yang terkejut ketika mendengar ini.


Tentu Karasuma dan Koro-Sensei yang mendengar ini mulai melihat kearah Dazai begitu juga dengan yang lainnya, terlihat kalau Dazai saat ini sedang tersenyum menyeringai ketika mendengar ini.


"Ahh.. baiklah" balas Yada yang mulai mematikan ponselnya.


Tepat ketika Toka mematikan ponselnya tiba tiba saja suasana menjadi sunyi, terlihat kalau mereka sedang menunggu jawabannya Dazai.


"Ya ? ada apa ?" tanya Dazai sambil tersenyum kearah mereka.


"D.. Dazai-Sensei, o.. obat apa yang kau berikan pada mereka ?" tanya Fuwa dengan gugup dan juga penasaran.


"Ahh.. itu.. obat yang aku buat sendiri yaitu obat depresi" balas Dazai sambil mengangkat jari telunjuknya.


"O.. Obat depresi ?" tanya Nagisa yang bingung ketika mendengar itu, begitu juga dengan yang lainnya.


"Hmm.. obat itu adalah obat yang membuat peminumnya akan bermimpi tentang kekecewaan orang pada mereka sebelumnya, aku yakin mimpi mereka saat itu adalah aku" balas Dazai sambil mengangkat kedua bahunya dengan santainya.


'Lalu kenapa kau menjadi guru !?' batin mereka yang mendengar ini, namun tiba tiba saja mereka sadar mengenainya.


'Ahh.. benar.. dia kan Mantan Pembunuh' batin mereka yang baru sadar akan sikap Dazai saat ini.


"Aku yakin sekarang mereka sedang depresi saat ini, dan tenang saja obat itu aman untuk dikonsumsi kok, soalnya aku pernah mengosumsinya sekali" balas Dazai dengan nada cerianya sambil memberikan jempol kearah mereka.


"Dazai-Sensei.." gumam mereka yang melihat tingkah Dazai, tentu mereka tahu kenapa Dazai mencoba untuk mengonsumsi obat itu.


"Tentu.. tapi ingat jangan mengkonsumsi obat ini secara berlebihan, oke ?" balas Dazai yang ikut tersenyum menyeringai pada Karma.


"Oke.." balas Karma yang mulai mendekati Dazai.


Langsung saja Dazai memberikan satu strip pada Karma dengan senyum menyeringai, begitu juga dengan Karma yang menerimanya.


Karasuma yang melihat ini hanya bisa menepuk keningnya, bahkan Koro-Sensei yang melihat ini hanya bisa menertawakan tingkah mereka berdua saja.


"Nyuhuhuhu.. lalu.. apa yang akan kau lakukan sekarang Dazai-Sensei ?" tanya Koro-Sensei mengenai kondisi mereka saat ini.


"Karena mereka sudah sadar aku akan memberikan misi baru pada kalian" balas Dazai dengan nada serius.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai menyimak perkataan Dazai dengan baik baik, begitu juga dengan Karasuma dan Koro-Sensei.


"Misi kali ini aku ingin kalian membalas perbuatan mereka karena telah mencoba meracuni teman teman kalian" sahut Dazai dengan tegas.


"Aku ingin misi ini berjalan dengan lancar tanpa ada yang terluka, mengerti ?" lanjut Dazai dengan tatapan tajamnya.


"BAIK !!" teriak mereka dengan serius, bahkan Karasuma yang melihat ini tidak bisa untuk tidak menoleh darinya.


"Bagus kalau begitu aku pergi dulu" balas Dazai sambil tersenyum lega kearah mereka dan mulai pergi dari tempat itu.


"Ahh.. Dazai-Sensei kau mau kemana ?" tanya Kaede yang melihat Dazai pergi meninggalkan mereka.


"Bukankah sudah jelas ? kalau aku mau mengunjungi mereka yang baru sadar dari obatku" balas Dazai sambil melambaikan tangannya pada mereka.


"Ahh.. satu lagi, jangan kecewakan aku lagi mengerti ?" balas Dazai sambil menoleh kearah mereka.


"BAIK !!"


***

__ADS_1


Disisi lain saat ini terlihat kalau Okuda dan Takebayashi sedang memberikan air pada mereka yang saat ini baru sadar dari pingsan mereka.


Terlihat kalau mereka saat ini sangat depresi ketika bangun, namun sebelum mereka meminum airnya terlihat kalau Dazai mulai memanggil mereka.


"Yo.. semuanya apa kalian sudah sadar ?" sapa Dazai yang mulai menyapa mereka sambil berjalan kearah mereka.


"DAZAI-SENSEI !?" teriak mereka yang melihat Dazai datang kemari.


"Sudahlah minum dulu aku yakin kalian baru sadar saat ini" balas Dazai sambil duduk dikursi sambil menyandarkan kepalanya dengan senyum diwajahnya.


Tentu mereka yang mendengar ini segera meminum air mereka hingga habis lalu mulai melihat kearah Dazai dengan kepala menunduk.


"Okuda-San, Takebayashi-Kun.. terima kasih untuk kerja keras kalian berdua, kalian berdua boleh istirahat" balas Dazai sambil tersenyum kearah mereka.


"Ba.. Baik" balas mereka berdua dengan gugup dan mulai duduk disebelah Dazai.


"Jadi.. ada yang ingin kalian katakan padaku ?" tanya Dazai pada mereka yang saat ini terlihat murung.


"A.. Anu i.. itu.. D.. Dazai-Sensei" gumam Maehara dengan gugup.


"Kami minta maaf" balas Kurahashi dengan gugup sambil menundukkan kepalanya pada Dazai begitu juga dengan yang lainnya.


"Hmm.. sekarang aku ingin tanya pada kalian, kenapa kalian minta maaf padaku ?" tanya Dazai yang menyandarkan dirinya dikursi sambil melipat kedua tangan dan juga kakinya.


Tentu mereka yang mendengar ini terdiam lalu mulai saling pandang dengan bingung, langsung saja Dazai mulai angkat bicara pada mereka.


"Apa karena kalian berpikir kalau aku akan kecewa pada kalian ?" tanya Dazai sambil menatap mereka berdua belas.


Tentu mereka yang mendengar ini terkejut dan mulai menatap kearah Dazai yang saat ini sedang menceramahi mereka.


"Memang benar saya kecewa pada kalian" sahut Dazai sambil menutup kedua matanya, mereka yang mendengar ini justru mulai depresi.


"Tapi saya kecewa bukan karena kalian gagal membunuh Koro-Sensei" lanjut Dazai dengan nada serius.


Tentu mereka yang mendengar mulai menatap Dazai dengan tidak percaya akan apa yang mereka dengar dari mulutnya Dazai.


"Apa kalian tahu kalau rencana yang kalian buat itu sudah sangat sempurna, bahkan jika aku yang berada diposisinya Koro-Sensei mungkin aku sudah lama mati karena rencana kalian" balas Dazai dengan senyum diwajahnya.


"Tapi yang membuatku kecewa adalah kenapa kalian merasa kecewa hanya karena satu kegagalan dalam rencana besar kalian" lanjut Dazai sambil membuka matanya dan mulai menatap kearah mereka dengan tajam.


Sedangkan mereka yang mendengar ini mulai menatap Dazai yang terlihat akan marah, meskipun begitu mereka tidak merasakan kemarahan pada matanya, melainkan kesedihan.


"Apa hanya segini saja kemampuan kalian ? apa kalian ingin hadiahnya dipegang oleh Irina-Nee ?" tanya Dazai dengan tegas.


Tentu mereka yang mendengar kalau Irina akan mengambil hadiahnya mulai kesal lalu segera menjawab Dazai dengan tegas dan juga kesal.


"Mana mungkin kami akan memberikan hadiah kami padanya !!" teriak Maehara dengan kesal.


"Benar !! aku tidak sudi melihat wajah mengejeknya pada kami !!" teriak Nakamura yang mulai mengangkat tangannnya dengan kesal.


"Benar !? seharusnya hadiah itu hanya milik kita saja !! mana mungkin aku menerima kekalahan seperti ini !!" teriak Mimura dengan kesal.


Tentu mereka yang mulai unjuk rasa ketika mendengar ini, bahkan orang yang terlihat kikuk seperti Okuda dan Takebayashi mulai ikut unjuk rasa seperti yang lainnya.


"Bagus jika kalian semua sadar" balas Dazai sambil tersenyum menyeringai dan mulai bangun dari kursinya.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai menatap kearah Dazai dengan penuh semangat terlihat kalau mereka semua sudah kembali seperti semula.


"Mulai hari ini semua kegagalan yang kalian dapatkan akan menjadi sebuah pengalaman kalian untuk berubah !! dan mulai besok dan seterusnya aku ingin melihat kalian membunuh Koro-Sensei dengan cara lain, mengerti !?" jelas Dazai dengan tegas sambil menatap kearah mereka dengan tajam.


"BAIKK !!" balas mereka dengan tegas, tentu Dazai yang melihat ini mulai tersenyum lega ketika melihat semua muridnya sudah kembali seperti semula.


Namun tiba tiba saja Dazai mulai melihat bawahannya Karasuma yang terlihat cantik dengan rambut coklatnya, langsung saja Dazai mulai mendekatinya untuk mengajaknya bunuh diri bersama.


"Ahh~ nona cantik maukah kamu menikah denganku dan bunuh diri bersamaku ?" tanya Dazai dengan senyum lembut diwajahnya sambil memegang tangan wanita itu.


"DAZAI-SENSEI !?"

__ADS_1


__ADS_2