The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 84


__ADS_3

Tepat dimalam hari terlihat kalau Tanaka sedang berada dikamar asrama khusus pria karena ia adalah murid pertukaran makanya ia sendiri saat ini.


Tentu ia saat ini sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh wali kelas barunya disekolah ini karena telah membuat keributan sebelumnya.


Makanya guru mereka memberikan tugas tambahan untuk mereka berdua walau sebenarnya itu salah Nomura.


Terlihat kalau Tanaka saat ini memakai celana pendek dengan kaos berwarna putih miliknya, sedangkan dikedua tangannya masih saja diperban saat ini.


Ketika Tanaka sedang mengerjakan tugasnya tiba tiba saja ponselnya bergetar.


Tanaka yang saat sedang mengerjakan tugasnya langsung saja mengangkatnya dan mulai menyelipkan ponselnya diantara pundaknya juga telinganya.


"Halo ? Tanaka disini, ada apa ?" tanya Tanaka yang saat ini masih fokus pada tugasnya.


"Ahh.. Tanaka-Kun, apa kau baik baik saja ?" Asuna yang membalas perkataannya Tanaka dibalik teleponnya.


Tentu Tanaka yang mendengar ini seketika menghentikan jarinya dan mulai menyimpan pensilnya lalu segera membalas perkataannya Asuna.


"Ahh.. jika soal pagi tadi mungkin aku baik baik saja hanya sedang mengerjakan tugas yang temanku perbuat sebelumnya" sahut Tanaka dengan santainya.


"Teman ? aku tidak menyangka kalau kau akan memiliki teman dihari pertama" ujar Asuna dengan nada main mainnya.


"Tentu saja aku memilikinya, tidak sepertimu yang selalu menjadi pusat perhatian.. aku memilih temanku dengan bijak" balas Tanaka dengan berbinar.


"Aku bisa menebak kalau kamu hanya ingin dibawa olehnya ke kelas setiap harinya.." lanjut Asuna dengan curiga ketika mendengar perkataannya Tanaka.


"Tidak juga, kami berteman karena memiliki prinsip yang sama yaitu cinta kebebasan" sahut Tanaka dengan senyum diwajahnya.


"Hmm.. kalau begitu mulai besok aku akan ke kelasmu ya, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu" kata Asuna dengan bahagia.


"Baiklah.. lagipula aku sedikit penasaran kenapa kau tidak berkunjung ke kelasku hari ini" balas Tanaka sambil mengangkat kedua bahunya dengan senyum diwajahnya.


"Kalau begitu sampai jumpa besok dan juga aku mencintaimu, Tanaka-Kun" ujar Asuna yang mulai menutup teleponnya.


Tanaka yang mendengar ini seketika terdiam dan segera menyimpan ponselnya diatas meja sambil menutup wajahnya yang memerah itu dengan satu tangannya.


Disisi lain Asuna sendiri saat ini sedang berguling guling diatas kasur dengan wajah memerah karena malu, meskipun ia sudah terbiasa tetap saja mengatakan seperti itu ditelepon membuatnya salah tingkah.


'Ukhh.. seharusnya aku tidak mengatakan itu ditelepon !!'


***


Keesokan harinya terlihat kalau Tanaka saat ini sedang duduk dikelas sambil bersandar, terlihat kalau ia sedang menatap kearah Nomura yang saat ini sedang membawa sekotak kue ditangannya.


"Dengan sekotak kue ini seharusnya bisa memperbaiki hubungan, tapi.." gumam Nomura yang sedang berdiri didepan kelas.


"Hei.." lanjut Nomura pada para perempuan yang ada dikelasnya, tentu para gadis yang mendengar ini mulai menjauh dari Nomura dan mulai berbisik tentang kejadian kemarin.


"Jangan dekat dekat dengan dia.."


"Benar.. jika tidak mungkin dia akan menciummu.."


Sedangkan Tanaka yang mendengar bisikan para gadis ini mulai menoleh kearah Nomura dengan tatapan datar dan nada lesu seperti biasanya.


"Oii.. oii.. Nomura kau melakukannya lagi ya ? sampai sampai mereka semua menjauhimu.."


Tentu perkataannya Tanaka justru malah semakin menjauh dan mulai menatap Nomura dengan pandangan jijik padanya.


"Oii.. Tanaka.. jangan menambah kayu pada api dong.." balas Nomura dengan nada lelah ketika mendengar perkataannya.


"Maaf.. tapi aku rasa itu memang salah mereka saja yang salah mengartikannya" ujar Tanaka dengan santainya tanpa menoleh kearah mereka.


"Mahh.. yang penting lagi, Oii.. Murasaki-Chan" kata Nomura yang mulai menoleh kearah gadis rambut ungu itu.


"TUNGGU !! JANGAN MEMANGGIL ORANG DENGAN WARNA RAMBUTNYA DONG !! KURASAKI, KURASAKI SASA !!" teriak Kurasaki dengan kesal ketika mendengar perkataannya Nomura.


"Aku rasa itu hampir sama saja.." gumam Tanaka yang mendengar namanya Kurasaki hingga membuatnya sedikit kesal dengan perkataannya Tanaka.

__ADS_1


"Kalau begitu maaf deh.. ngomong ngomong Sakki-Chan.. kau tahu dimana Onigawara ?" tanya Nomura yang seolah olah tidak peduli kalau ia salah.


"Tunggu, kau kira ini semua salah siapa ?" geram Kurasaki yang melihat tingkahnya Nomura.


"Baru kali ini aku melihat lelaki yang serius sepertinya" balas gadis berambut biru pendek yang mulai berdiri disebelah Kurasaki.


"Ui-Chan.. beri dia sedikit pelajaran !!" ujar Kurasaki yang menunjuk Nomura dengan kesal.


"Siapa kau ?" tanya Nomura yang melihat gadis itu.


"Migii Ui" balaa Ui dengan singkat.


"Aku mengerti.. Micky, apa kau tau Onigawara sedang apa ? dan boleh aku tahu warna ****** ***** yang dipakai gadis itu ?" tanya Nomura sambil menunjuk Kurasaki.


"Ha.. aku rasa itu memang kau saja yang menyulut apinya, Nomura" gumam Tanaka sambil menepuk keningnya ketika melihat tingkahnya Nomura.


"Dia demam karena syok kemarin dan sekarang sedang istirahat, kalau tidak salah warnanya putih" balas Ui dengan datar, tentu Kurasaki yang mendengar ini terkejut dan mulai menggoyang pundaknya Ui.


"Tunggu !! kau tidak perlu menjawab pertanyaan aneh seperti itu !!" teriak Kurasaki dengan panik terlihat kalau wajahnya saat ini ada rona merah disana.


Sedangkan Tanaka yang mendengar ini hanya bisa terdiam sambil menghela nafas lelah melihat suasana baru disekolahnya saat ini.


"Begitu yahh.. terima kasih, sungguh pembelajaran yang bagus" balas Nomura yang sudah didepan pintu kelas saat ini.


"Lupakan soal jawaban kedua !!" teriak Kurasaki yang masih panik saat ini.


"Tanaka.. apa kau ikut ?" tanya Nomura yang mengabaikan Kurasaki.


"Ahh.. baiklah.. kebetulan aku ingin bertemu seseorang" balas Tanaka yang mulai berdiri dari kursinya lalu segera mengikuti Nomura tepat dibelakangnya hingga membuat Kurasaki kesal ketika melihat ini.


"Oii !! jangan mengabaikanku !!"


***


"Hei Masuko, apa para cewek biasanya makan diasrama ?" tanya Nomura yang saat ini berjalan dilorong bersama Tanaka dan Maskodera.


"Lalu dimana asrama para cewek itu berada ?" tanya Nomura kembali.


"Ada ditenggara sekolah ini" balas Maskodera, sedangkan Tanaka yang mendengar ini langsung menoleh kearah Nomura dengan curiga.


"Nomura.. apa kau ingin pergi kesana ? sebaiknya kau hentikan niatmu itu, aku yakin ada sesuatu disana" ucap Tanaka yang langsung menepuk pundaknya Nomura.


Sedangkan Maskodera yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja walau ia sedikit tersentak ketika mendengar perkataannya Tanaka mengenai niatnya Nomura.


"Mau kemana pun saat istirahat siang itu suka suka aku kan ? sudah kuduga kalau kau memang pengertian padaku Tanaka, kau memang hebat.." balas Nomura yang tersenyum ketika mendengar perkataannya Tanaka.


Langsung saja ia mulai menepuk pundaknya Tanaka dan segera pergi menuju asrama wanita, sambil melambaikan tangannya pada mereka berdua.


"Kalau begitu aku pergi dulu" ucap Nomura yang sambil membawa kuenya.


"Ahh.. aku sarankan untuk tidak membuat kekacauan disana !!" teriak Tanaka yang memberikan peringatan pada Nomura.


"Baiklah !!" balas Nomura.


"Apa kau yakin meninggalkannya seperti itu ?" tanya Maskodera yang melihat Nomura pergi begitu saja.


"Hmm.. biarkan saja, lagipula dia memiliki seni bela diri yang bagus menurutku, walau ia sangat jarang untuk menggunakan pedang" balas Tanaka mulai berbalik dan segera pergi kekantin.


"Pedang ? apa dia tahu soal pedang ?" tanya Maskodera yang penasaran soal ini.


Namun sebelum Tanaka menjawabnya tiba tiba saja seseorang memanggilnya tepat ketika mereka akan berbelok kearah kantin.


"Tanaka-Kun !!"


Mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu dan terlihat kalau gadis berambut coklat panjang membawa tongkat dipinggangnya sedang berlari kearah mereka.


Tentu orang itu tidak lain adalah Asuna yang juga ikut masuk kesekolah ini sebagai perwakilan dari sekolahnya untuk menjadi murid pertukaran di Asrama Aichi ini.

__ADS_1


Sedangkan Maskodera yang melihat Asuna membawa tongkat mulai mundur sedikit demi sedikit ketika berpikir kalau Asuna sama seperti para gadis disekolah ini.


"Tenang saja Masuko, Asuna berbeda dengan yang lainnya asalkan kau tidak membuat masalah dengannya" bisik Tanaka sambil menepuk punggungnya.


Maskodera yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja sambil mempercayai kata katanya Tanaka.


"Tanaka-Kun.. syukurlah kalau kau baik baik saja" ujar Asuna yang menghela nafasnya dengan lega.


"Itukah kalimat pertama yang kau ucapkan ketika bertemu denganku ?" tanya Tanaka dengan nada lelah ketika mendengar ini.


"Hahaha.. maafkan aku, selamat pagi Tanaka-Kun" balas Asuna dengan senyum ceria seperti biasanya.


"Hmm.. selamat pagi juga Asuna dan perkenalkan salah satu temanku Maskodera Kusuo, tapi kau bisa memanggilnya Masuko" lanjut Tanaka yang memperkenalkan Maskodera pada Asuna.


"Ahh.. Maskodera-Kun perkenalkan aku teman masa kecilnya Tanaka, Yuuki Asuna" ujar Asuna yang membungkukkan badannya pada Maskodera sambil menghiraukan riasannya.


"Salam kenal.. kalau begitu aku pergi dulu Tanaka, aku rasa kau memiliki sebuah urusan dengan temanmu ini" balas Maskodera yang tersenyum ketika melihat Asuna tidak membicarakan riasannya dan segera pergi dari sana.


"Baiklah.. sampai nanti dikelas.." balas Tanaka yang melambaikan tangannya padanya, begitu juga Asuna.


"Ahh.. benar katanya ada yang ingin kau bicarakan padaku apa itu ?" tanya Tanaka yang mengingat pembicaraan mereka kemarin.


"Ahh.. ini soal rapier milikku yang kau berikan padaku waktu itu" balas Asuna dengan senyum penuh arti sambil menepuk nepuk tongkatnya.


"???"


Tanaka yang melihat ini awalnya kebingungan dengan maksudnya Asuna, namun sesegera mungkin ia mulai menyadari kalau rapier yang ia berikan pada Asuna bisa berubah wujud menjadi tongkat saat ini.


"Ehh !? bagaimana bisa !? waktu itu aku memeriksanya tidak ada fungsi seperti itu !?" tanya Tanaka yang benar benar terkejut ketika mendengar ini.


Asuna yang mendengar ini tersenyum dengan bangga ketika melihat ekspresinya Tanaka yang benar benar terkejut saat ini.


"Mungkin karena kecocokan 'itu' membuatnya menjadi begini" sahut Asuna yang membicarakan soal elemennya.


"Ahh.. jadi begitu.. soal 'itu' yahh.." gumam Tanaka sambil mengusap dagunya ketika mengingat elemennya Asuna sangat cocok dengan rapier tersebut.


"Asuna-Chan !?" teriak seseorang yang mengganggu pembicaraan mereka berdua.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu tepat dibelakangnya Asuna, terlihat kalau orang yang memanggil Asuna adalah Kikakujo Mary sedang berlari kearah Tanaka dan Asuna.


"Mary-Chan, hati hati !!" Asuna yang memperingatkan Mary untuk hati hati ketika melihat sepatunya Mary sedikit longgar.


"Asuna-Chan, ini kotak bekalmu terting-"


Namun sebelum ia menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia tersandung hingga membuatnya terjatuh, ketika Mary akan jatuh langsung saja ia menutup matanya.


Disisi lain Tanaka dan Asuna yang melihat ini terkejut, langsung saja Asuna mulai menolongnya namun telat karena Tanaka selangkah didepannya dan sudah berada disana memeluk Mary dan membiarkan kotak bekalnya terjatuh.


"Oii.. apa kau tidak apa apa ?" tanya Tanaka yang melihat Mary tersandung sebelumnya.


"Ahh.. aku tidak ap-"


Namun sebelum Mary menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia terdiam ketika melihat Tanaka.


Tentu Mary yang melihat ini terdiam lalu wajahnya mulai memerah secara perlahan hingga ia panik, apalagi ketika ia sedang dipelukan oleh Tanaka saat ini.


"Ahh.. i.. tu.. a.. anu.." Mary yang saat ini benar benar panik melihat penyelamatnya berada dihadapannya dan mulai menolongnya lagi.


Tentu Tanaka yang melihat Mary juga terkejut karena waktu itu Mary sudah menghilang sebelum ia bertanya padanya.


"Ahh.. kau gadis yang waktu itu.." ujar Tanaka yang masih memeluk Mary saat ini.


Sedangkan Mary tidak mendengarnya karena saat ini ia masih panik ketika melihat Tanaka, disisi lain Asuna yang melihat ini mulai cemburu dan langsung mencubit Tanaka tepat dipinggangnya.


"A.. Anu.. Asuna-San ?" tanya Tanaka dengan panik ketika merasakan cubitannya Asuna, sedangkan Asuna hanya menghiraukan perkataannya dan mulai menatap Tanaka dengan tajam.


"Tanaka-Kun.. bisa kau jelaskan apa yang terjadi disini ?"

__ADS_1


__ADS_2