
Beberapa jam telah berlalu setelah jam sekolah berakhir, ditepi sungai terlihat kalau ada seorang siswa berambut biru sedang merenung disana, apalagi ia masih memakai baju sekolah hari ini.
"Ha.. entah mengapa aku tidak ingin pulang hari ini" ucap pria itu yang tidak lain adalah Shiota Nagisa.
Saat ini ia sedang merenung disana sambil ditemani oleh suasana disore hari ini, tentu ia sedang memikirkan gurunya yang tidak lain adalah Koro-Sensei yang sudah beberapa hari ini ia mengajar di Kelas 3 - E.
Namun ia dan kawan kawannya tetap saja tidak bisa membunuhnya, karena kecepatannya saja sampai 20 Mach betapa cepatnya dia.
Apalagi setelah teman satu kelasnya Akabane Karma yang telah kembali dari semasa skornya pun hanya berhasil melukainya beberapa hari yang lalu, dan tetap saja ia gagal membunuhnya.
Bahkan guru baru Irina Jelavic atau dipanggil *****-Sensei juga tidak berhasil membunuh Koro-Sensei.
"Ha.. semoga saja kedepannya aku dan yang lainnya bisa membunuhnya" gumam Nagisa yang menghela nafas lalu segera melihat kearah sungai dan pikirannya pun mulai terhanyut ketika memandang sungai itu.
Namun ketika ia sedang memandang sungai tiba tiba saja ia terkejut ketika melihat seseorang terhanyut disana dengan posisi terbalik dimana kakinya yang diatas saat ini.
"Ehh ? apa itu ?"
Tentu Nagisa yang melihat ini tidak percaya dengan apa yang dilihatnya langsung mengucek kedua matanya dengan cepat.
Tepat setelah ia selesai mengucek kedua matanya ia lagi lagi terkejut ketika melihat beberapa burung gagak mulai bertengger dikaki orang itu.
"Ehh ? EHHH !!"
Nagisa yang melihat ini mulai melepas kantong dan juga seragamnya, ia segera berenang dengan cepat untuk menyelamatkan pria itu.
***
"Huaa.. akhirnya keluar juga" gumam Nagisa yang telah berhasil menyelamatkan pria itu terlihat kalau ia basah saat ini, langsung saja Nagisa mulai melihat pria itu.
Terlihat ia menggunakan mantel berwarna coklat muda, rompi hitam dan celana katun abu terang, tentu orang itu tidak lain adalah Dazai.
Tentu Dazai yang saat itu merasa bosan mulai mencoba melakukan bunuh diri seperti karakter favoritnya didunianya sebelum bereinkarnasi.
"Tuan.. tuan.. apa kau baik baik saja !?" teriak Nagisa dengan panik. ia bahkan menggoyang goyangkan badannya Dazai hingga ia sadar.
Dazai yang merasa badannya disentuh oleh seseorang mulai membuka matanya seolah olah terkejut dan memang kenyataannya ia terkejut saat ini.
Disisi lain Nagisa yang melihat ini segera menjauh sambil menghela nafas lega, tentu ia mulai melihat Dazai bangun dari pingsannya dengan cara aneh.
Terlihat kalau ia saat ini sedang melihat sekelilingnya lalu segera melihat kearah sungai.
"Aku masih hidup.. " gumam Dazai dengan nada bingung ketika melihat sekitarnya.
"Cihh.." decih Dazai dengan wajah kecewa.
"CIHH !?"
Tentu Nagisa yang mendengar Dazai berdecih terkejut, langsung saja Dazai mulai berdiri dan segera menatap Nagisa yang saat ini sedang menatapnya.
"Oii.. bocah siapa namamu ?" tanya Dazai dengan wajah serius namun pandangannya terarah ke matahari terbenam.
"Ahh.. Na.. Nagisa, Nagisa Shiota" balas Nagisa dengan gugup ketika mendengar suaranya.
'Tunggu, bukankah kita seumuran ?' batin Nagisa yang sadar ketika mendengar ucapan Dazai sebelumnya.
"Apa kau tahu ? apa yang barusan kau lakukan sebelumnya, Nagisa-Kun ?" tanya Dazai yang mulai mengeringkan bajunya.
"Ehh ? itu.. menolongmu ?" jawab Nagisa dengan bingung ketika mendengar pertanyaannya.
"Benar.. seharusnya kau tidak menolongku barusan" balas Dazai.
"Kenapa ?" tanya Nagisa yang mendengar ucapannya dengan bingung.
"Mudah karena aku sedang berendam" balas Dazai sambil memasukkan kedua tangannya pada saku mantelnya setelah mengeringkan sebagian bajunya.
"Berendam ?" gumam Nagisa ketika mengingat kejadian sebelumnya dimana Dazai terhanyut sebelumnya.
"Iya.. berendam, bisa dibilang berendam itu adalah bunuh diri" balas Dazai yang mulai berbalik kearahnya dengan wajah polosnya.
"B.. BUNUH DIRI !?" teriak Nagisa yang terkejut ketika mendengar ucapannya.
"Benar.. aku sedang bunuh diri disungai ini" sahut Dazai dengan bangganya.
"Tapi kamu malah menyelamatkanku" lanjutnya sambil menatap Nagisa dengan pandangan aneh.
'Ehh.. kenapa dia malah marah padaku'
Tentu Nagisa yang mendengar ini bibirnya mulai berkedut, apalagi ketika mendengar dirinya dimarahi oleh orang asing dan aneh sepertinya.
"Haa.. sudahlah terima kasih, berkatmu aku masih hidup sambil menikmati pahitnya dunia ini" sahut Dazai yang mulai berjalan meninggalkannya.
Tentu Nagisa yang melihatnya mulai pergi hanya menghela nafas lelah sambil memikirkan perkataannya, namun tiba tiba saja ia mendengar suara Dazai kembali.
"Ahh.. benar aku belum memperkenalkan diriku padamu" ucap Dazai yang tiba tiba berhenti ditangga dan langsung melihat kearah Nagisa yang saat ini sedang menatapnya dari bawah.
"Namaku Dazai.. Dazai Osamu" lanjut Dazai sambil tersenyum kearahnya tepat ketika ia memperkenalkan dirinya pada Nagisa tiba tiba angin mulai berhembus dan mulai menerpa mantelnya, begitu juga rambutnya.
Tentu Nagisa yang melihat ini seketika terdiam ketika mendengar perkenalan dari orang asing itu yang tidak lain adalah Dazai.
__ADS_1
Dazai mulai meninggalkan Nagisa yang saat ini benar benar terdiam ketika mendengar ucapannya.
"Kalau begitu sampai jumpa, aku yakin suatu hari nanti kita pasti akan bertemu lagi.."
"Nagisa-Kun.."
***
"Disinikah.."
Dazai yang melihat isi ruangannya, terlihat kalau kamar ini sangat sederhana dan hampir sama dengan tempat tinggal didunianya, saat ini ia berada di apartemen yang disewa oleh Q.
Langsung saja Dazai mulai mengambil ponselnya lalu segera mengeluarkan beberapa mantel dan pakaian gantinya di inventory.
"Mahh.. karena tidak ada apa apa lagi aku akan tidur saja, namun sebelum itu mandi dulu ahh.."
Segera ia mulai memasukkan baju baju itu kedalam lemari dan mulai pergi kekamar mandi setelah membereskan pakaiannya.
Tentu ia mandi untuk membersihkan dirinya setelah menghanyutkan diri disungai sebelumnya.
"Fuahh.. segarnya.." gumam Dazai dengan senyum diwajahnya, terlihat kalau ia sudah memakai kaos putih dan celana pendek sambil membawa handuk dipundaknya.
Langsung saja Dazai membuat coklat panas yang kebetulan ia beli ketika dalam perjalanan ke hunian ini, setelah jadi langsung saja ia duduk disofa dan mulai meminumnya.
"Ha.. sungguh nikmatnya, setelah ini tidur ahh.." gumamnya dengan wajah bahagia setelah meminum coklat panasnya sambil memejam matanya.
"Jadi.. apa yang terjadi selama kau diwawancara, Q ?" tanya Dazai dengan wajah serius sambil membuka kedua matanya.
Tentu saat ini Q sedang didepannya dengan wujud dirinya, tepat setelah Dazai mengatakan itu langsung saja Q mulai berubah kembali kewujudnya.
Langsung saja Q mulai melayang kekepalanya Dazai dan mulai menyalurkan ingatannya pada Dazai, tentu ia yang merasakan ini mulai menyerapnya.
"He.. pemerintahan sepertinya mulai curiga denganku, yahh.. dan sepertinya kau juga memberitahukan mereka kalau aku adalah mantan pembunuh diusia muda, Q" ucap Dazai sambil tersenyum ketika menyerap seluruh ingatan ini.
'Benar.. Master dan maaf saya tidak bisa berbohong pada mereka' ucap Q dengan nada sedih.
"Yahh.. lagipula sudah terjadi mau bagaimana lagi dan sepertinya kau juga memberitahukan jumlahnya pada mereka" lanjut Dazai sambil meminum coklat panasnya.
'Se.. Sekali lagi saya hanya bisa meminta maaf pada anda, Master' ucap Q ketika mendengar perkataannya dan mulai melayang ke pangkuan dengan menundukkan badannya.
"Hahaha.. sudahlah.. sudahlah tidak apa apa, lagipula aku yakin didunia ini ada sesuatu yang tersembunyi jadi tidak apa apa dan untung saja kau hanya memberitahukan hal ini pada mereka sekitar 5% saja" tawa Dazai sambil mengelus ngelus badannya Q.
Tentu Q yang merasakan usapan Dazai mulai merasa senang kembali mungkin jika ia dalam wujud manusia mungkin dia akan memerah saat ini, melihat ini Dazai mulai tersenyum padanya.
"Nahh.. tinggal tunggu besok saja maka kita akan mengetahui rahasia rahasia yang tersimpan didunia ini" gumamnya sambil melihat kearah langit menunjukkan bulan sabit diatas sana.
***
"Jadi bagaimana dengan bahan yang Koro-Sensei minta ? apa kalian sudah membawanya ?" tanya Kaede pada Karma dan Nagisa.
"Aku sudah membawanya" balas Nagisa sambil menunjukkan plastik, begitu juga dengan Karma.
Namun sebelum mereka masuk kekelas tiba tiba saja mereka bertiga berhenti dan melihat beberapa murid yang sudah datang sedang bersembunyi sambil menonton sesuatu kelas.
"Ehh ? ada apa semu-"
Belum juga Kaede selesai berbicara tiba tiba saja mulutnya ditutup oleh Kurahashi Hinano dengan cepat.
"Tsuutt.. lihat saja didalam" bisik Kurahashi sambil mengajak Kaede dan yang lainnya ke kelas mereka.
Tentu Kaede, Nagisa dan Karma yang mendengar ini saling pandang karena bingung dan mulai mengintip seperti yang dikatakan Kurahashi pada mereka.
Saat ini mereka sedang melihat seseorang sedang mengikat tali tambang diatas sana terlihat kalau orang tersebut seperti cikcak yang menempel pada langit langit atap sekolah mereka.
Nagisa yang melihat orang itu tentu saja terkejut, karena sebelumnya ia pernah bertemu dengannya.
Karena orang itu tidak lain adalah Dazai yang sedang memasang tali diatas sana untuk melakukan percobaan bunuh diri lagi, itulah yang ia pikirkan saat ini.
"Dazai-San !?" gumam Nagisa yang terkejut ketika melihatnya.
Tentu mereka yang mendengar ini segera menoleh kearah Nagisa karena dia sepertinya tahu siapa pria ini.
"Nagisa-Kun apa kau mengetahui siapa dia ?" tanya Kaede yang melihat Nagisa terkejut ketika ia melihat pria itu.
Namun bukannya dibalas justru ia melihat Nagisa mulai masuk kedalam dengan panik, tentu hal ini membuat Dazai yang sedang memasang tali seketika berhenti.
"DAZAI-SAN !!" teriak Nagisa yang melihat Dazai berhenti mengikat talinya, tentu tali yang ia ikat sudah selesai terpasang saat ini.
"Ahh.. Nagisa-Kun sepertinya kita bertemu lagi" balas Dazai yang mulai memasang talinya kelehernya.
"!!!"
Tentu hal ini membuat mereka yang melihat ini terkejut apa lagi Nagisa, langsung saja mereka semua mencoba untuk menghentikannya dengan panik.
"Tu.. Tunggu Dazai-San tenanglah.. kenapa kau disini !?" tanya Nagisa dengan panik, bahkan beberapa siswa maupun siswi yang sedang melihat ini ikut masuk.
"Ha ? tentu saja bunuh diri apa lagi ?" balas Dazai dengan bingung sambil memiringkan kepalanya.
"B.. BUNUH DIRI !!" teriak mereka semua ketika mendengar ucapannya Dazai, kecuali Nagisa dan Karma.
__ADS_1
"He.. kenapa kau tidak melompat saja" ucap Karma yang mencoba memprovokasinya.
"Karma-Kun.. ini bukan waktunya untuk bercanda" gumam Kaede yang melihat tingkahnya Karma.
"Hahahaha.. maaf maaf.. " tawa Karma yang mendengar ucapannya Kaede.
"Benar.. tapi aku tidak menyangka kalau gedung tua ini masih ada penghuninya" balas Dazai yang mulai melepas tali dari lehernya dan mulai turun dari atas sana.
Tentu mereka semua yang melihat ini mulai menghela nafas lega ketika melihat Dazai turun dari langit langit kelas mereka, Karma senditi yang melihat ini justru sangat kecewa.
"Apa yang terjadi disini ?" tanya seorang gurita kuning yang mulai masuk ke kelas ketika melihat mereka semua masih belum masuk kelas saat ini.
"Koro-Sensei !!" teriak mereka ketika melihat gurita itu.
"Koro-Sensei ?" gumam Dazai yang melihat gurita didepannya saat ini.
Tentu hal ini membuat mereka semua terdiam ketika mendengar perkataannya Dazai, apalagi Koro-Sensei yang melihat Dazai ada disana.
"AHHHH !! KAU PRIA TINGGI YANG MENGHALANGI JALANKU KEMARIN !!" teriak Dazai sambil menunjuk kearah Koro-Sensei.
"!!!"
Tentu hal ini membuat mereka terkejut bukan main karena Dazai sudah pernah bertemu dengan Koro-Sensei, bahkan Koro-Sensei yang melihat Dazai pun ikut terkejut karena penyamarannya ketahuan oleh Dazai semudah itu.
"E.. Entahlah a.. aku tidak pernah bertemu denganmu kok" balas Koro-Sensei sambil menoleh kearah lain sambil membuat wajah bersiul dengan keringat diwajahnya.
"DASAR PEMBOHONG !!"
***
"Hmm.. beliau mulai mengajar hari ini, bapak akan kenalkan guru matematika baru kalian" ujar seorang pria dengan setelan jas yang tidak lain adalah Karasuma Tadaomi.
"Yoo.. semuanya Dazai Osamu, semoga kalian betah dikelasku" sahut Dazai sambil memperkenalkan dirinya pada mereka semua.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai menatap Dazai yang saat ini sedang berdiri disebelah Koro-Sensei dan juga Karasuma.
"Wow.. betapa kerennya"
"Sial.. dia sangat tampan bahkan tanpa tersenyum sekalipun"
"Apa benar kalau ia ingin bunuh diri disini barusan ?"
"Ehh !? benarkah !?"
"Tapi aku masih bingung bagaimana caranya ia bisa berada diatas sana ?"
Tentu para siswa yang mendengar kalau Dazai adalah seorang guru mulai saling berbisik mengenai penampilannya dan juga kejadian sebelumnya.
"Dazai-Sensei !" teriak Nakamura sambil mengangkat tangannya.
"Ya ?" ucap Dazai yang mulai melihat kearahnya dengan bingung.
"Berapa umurmu ? kau terlihat sangat muda saat ini" tanya Nakamura dengan penasaran ketika melihat kalau guru barunya sangat lah muda dari yang lainnya.
"Umurku ? ahh.. umurku tahun ini genap 16 tahun" balas Dazai sambil tersenyum kearah mereka.
"16 TAHUN !!" teriak mereka yang tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, begitu juga dengan Koro-Sensei dan Karasuma.
"Jadi.. kalau boleh tahu siapa nama nona ini ?" tanya Tanaka yang sudah berlutut sambil memegang tangan seorang gadis berambut coklat ikal itu.
Tentu mereka yang melihat Dazai menghilang dari tempat seketika terdiam tanpa mengeluarkan suara sama sekali, saat ini mereka memiliki satu pikiran yang sama mengenai gerakannya Dazai.
'Cepat !!'
"E.. Ehhh.. a.. anuu.. na.. namaku To.. Toka Yada" balas Yada dengan gugup ketika melihat tangannya dipegang oleh Dazai, bahkan terlihat ada rona merah disana.
"Ahh~ betapa cantiknya bunga yang satu ini.. bisakah kamu mencekikku dengan tanganmu yang halus ini ?" tanya Dazai sambil mengusap telapak tangannya Toka dengan jarinya.
"Ehh ?"
Toka yang mendengar dirinya cantik dari Dazai tentu wajahnya mulai memerah namun ketika mendengar perkataan selanjutnya ia seketika terdiam.
Bukan hanya dia saja bahkan seluruh siswa maupun para guru yang mendengar ini ikut terdiam ketika mendengar perkataannya.
'Apa sebegitu inginnya dia bunuh diri..'
Namun tiba tiba saja kerah bajunya Dazai ditarik oleh Karasuma hingga membuatnya terkejut.
"Hari ini kau mengajar anak nakal, bukan menggoda muridmu" ucap Karasuma sambil menarik Dazai kembali ketempatnya.
"Cihh.. anda tidak seru sama sekali, Karasuma-Sensei" balas Dazai yan cemberut dengan nada bosan kearah Karasuma.
"Sensei !" teriak Karma kali ini pada Koro-Sensei.
"Ya.. Karma-Kun ?" tanya Koro-Sensei yang mendengar panggilannya.
"Apa guru baru ini juga seorang Pembunuh ?" tanya Karma, namun sebelum Koro-Sensei menjawab tiba tiba saja Karasuma mulai memotong perkataannya.
"Bisa dibilang Dazai-Sensei adalah Mantan Pembunuh, bahkan aku juga tidak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini" balas Karasuma sambil menatap Dazai yang saat ini sedang diangkat layaknya kucing olehnya.
__ADS_1
"Yo.."
"...."