
"Yahh.. akhirnya aku mendapatkan libur tambahan dari pemerintah sialan itu" balas Dazai yang saat ini sedang duduk disofanya sambil meminum kopinya dengan santainya.
"Walaupun itu hanya sampai liburan UAS sudah selesai sih, tapi aku masih tidak menyangka kalau aku kemarin tertidur selama seharian" gumam Dazai yang mengingat kejadian kemarin.
"Jika saja Koro-Sensei tidak datang kerumahku kemarin mungkin aku akan tidur selama 2 hari" lanjut Dazai sambil menghela lega, namun tiba tiba saja ia mengingat sesuatu.
"Ahh.. benar !! kemarin aku mendapatkan misi darurat !!" gumam Dazai yang langsung mengambil ponselnya dan segera membukanya.
[ EMERGENCY QUEST TELAH SELESAI !
MISI : SELAMATKAN PEJUANG TAK TERKALAHKAN
ISI TUGAS : SELAMATKAN YUKIKO KANZAKI AGAR RAHASIANYA TIDAK TERBONGKAR
HADIAH : 20.000 POIN ]
"Hehe.. lucky" gumam Dazai yang melihat jumlah poinnya, setelah ini langsung saja ia mulai menyandarkan diri disofa senyaman mungkin.
"Sekarang waktunya bersantai.."
***
Beberapa hari telah berlalu setelah Dazai berlibur dan mulai minggu depan Dazai akan masuk untuk mengajar, tentu Dazai tidak lupa untuk membiarkan Koro-Sensei mengambil waktunya karena ia sedang istirahat saat ini.
Namun meskipun begitu Dazai tetap memberikan materinya pada Koro-Sensei agar ia dan para murid bisa mengikuti cara mengajarnya dengan efektif.
Selama beberapa hari berlalu dikelas E sudah banyak kejadian tidak terduga seperti datangnya mantan pembunuh Lovro yang merupakan gurunya Irina.
Lalu kedatangan 2 murid baru yaitu Ritsu dan Horibe Itona, tentu mereka juga datang untuk membunuh Koro-Sensei dan masih banyak lagi.
Saat ini dikelas terlihat kalau mereka semua sedang mengobrol mengenai Dazai yang sudah lama tidak masuk beberapa hari ini.
"Ha.. tanpa Dazai-Sensei disini.. entah kenapa kelas ini terasa sepi sekali" ucap Nakamura yang memulai percakapannya sambil bersandar pada kursinya dengan malas.
"Ahh.. benar benar entah kenapa tanpa Dazai-Sensei disini semuanya terasa membosankan" balas Kurahashi sambil memainkan rambutnya dengan jarinya.
"Dazai-Sensei ? siapa dia ?" tanya Ritsu yang saat ini dimesin 'Artileri Berdaya Pikir Mandiri' atau disingkat ABPM.
"Ahh.. Ritsu kau belum pernah melihatnya ya ? dia adalah guru matematika kami disini" balas Okano dengan senyum diwajahnya.
"Walau ia sedikit aneh.." lanjut Maehara sambil menggaruk pipinya ketika mengingat tingkah Dazai.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai tertawa canggung mengingat tingkahnya Dazai, disisi lain Ritsu yang mendengar ini justru kebingungan dengan siapa Dazai ini.
"Apa perlu Ritsu menghubunginya atau mencari lokasi terakhirnya ?" tanya Ritsu sambil bermain catur dengan Chiba, terlihat kalau ia sedang serius bermain catur bersamanya.
"A.. Aku rasa kau tidak perlu melakukan hal itu Ritsu, aku yakin Dazai-Sensei sedang menikmati liburnya" balas Yuzuki dengan panik ketika mendengar ini.
"Ahh.. kebetulan aku mendapatkan datanya dan juga lokasinya saat ini" sahut Ritsu dengan senyum.
"Be.. Benarkah !!" teriak Isogai yang terkejut ketika mendengar ini, begitu juga dengan yang lainnya.
"Ya.. saat ini ia sedang berada dirumahnya, bahkan selama masa liburnya ia tidak pernah pergi kemana mana selain dirumahnya" sahut Ritsu yang menunjukkan lokasi Dazai pada layarnya.
'Dia mengurung diri dirumahnya !!' batin mereka yang mendengar perkataan Ritsu.
"Tunggu !! bukankah ini kesempatan untuk kita semua bisa pergi kesana !!" ucap Kataoka yang melihat lokasinya Dazai saat ini.
"Benar !! dengan ini kita tidak perlu pergi ke perpustakaan yang ada digedung utama !! kau hebat Kataoka-San" balas Isogai sambil memberikan jempol kearahnya dengan bangga.
"A.. Ahh.. sama sama" balas Kataoka dengan rona merah diwajah meskipun terlihat tipis oleh mereka.
"Kalau begitu sepulang ini kita kesana bagaimana ?" tanya Okano pada yang lainnya.
"Baik !! kebetulan ada yang ingin aku tanyakan padanya" balas Kurahashi dengan semangat.
"Ehh.. aku rasa kau hanya rindu saja padanya" sahut Nakamura yang mulai menjahilinya.
"Ehh.. ti.. tidak bukan itu.. hanya saja.." balas Kurahashi dengan panik sambil melambaikan tangannya.
"Mahh.. aku rasa bukan hanya kamu saja yang rindu padanya" ujar Nakamura sambil melihat Kanzaki dengan senyum diwajahnya, tentu mereka yang melihat ini mulai melihat kearah Kanzaki.
"Ehh ? a.. ada apa semuanya ?" tanya Kanzaki dengan panik ketika melihat ia ditatap oleh mereka semua apalagi para gadis yang menyeringai ketika melihatnya.
"Tidak ada.." balas Nakamura dengan senyum jahilnya.
"Kalau begitu semuanya sepulang sekolah kita kerumah Dazai-Sensei, apa kalian setuju ?" tanya Isogai dengan semangat kearah mereka, tentu mereka yang mendengar ini mulai membalasnya.
"Setuju !!"
Namun yang mereka semua tidak sadari saat ini yaitu mereka yang sedang diawasi oleh Koro-Sensei, Irina dan juga Karasuma saat ini.
"Yahh.. seperti biasa Dazai-Kun sangat populer dikalangan anak muda seperti mereka, bahkan guruku pun sangat penasaran padanya" gumam Irina yang tersenyum ketika melihat mereka sedang membicarakan Dazai saat ini.
"Itu benar Irina-Sensei, memang Dazai-Sensei sangat populer dikalangan mereka karena umur mereka yang tidak terpaut jauh itu" balas Koro-Sensei yang mengingat kejadian pertama kali ia mengajar.
__ADS_1
Bahkan Karasuma yang mendengar ini hanya tersenyum, namun tiba tiba saja Irina bertanya mengenai sesuatu pada mereka berdua.
"Tapi kenapa Dazai-Kun mengajar disekolah ini ? bukannya dengan bakatnya seperti itu ia bisa melebihi 'dia' bukan ?" tanya Irina yang penasaran mengenai, begitu juga dengan Koro-Sensei.
"Ahh.. soal itu aku tahu alasannya" balas Karasuma yang mendengar pertanyaan Irina.
"Nyuhuhuhu, sepertinya kau tahu mengenai ini, Karasuma-Sensei" sahut Koro-Sensei yang terkejut ketika mendengar ini.
"Ahh.. dia pernah menceritakannya padaku ketika aku bertanya padanya dulu" balas Karasuma yang mulai pergi ke kantor, tentu Irina dan Koro-Sensei mulai mengikutinya dibelakang.
"Lalu.. apa yang kau ketahui soal itu Karasuma ?" tanya Irina yang mulai penasaran, tentu Karasuma yang mendengar ini segera berhenti sebelum membuka pintunya.
"Dia hanya ingin memenuhi salah satu janji pada gurunya, hanya itu yang kutahu" balas Karasuma yang mulai masuk kedalam kantor.
"...."
"...."
***
Setelah seluruh murid pulang langsung saja mereka pergi kerumah Dazai untuk belajar lagi padanya sambil mengobrol dijalan.
"Sayang sekali Ritsu tidak bisa ikut dengan kita" ucap Nakamura yang berjalan bersama mereka dengan tangan dikepalanya.
"Yahh.. kau benar Nakamura-San padahal Ritsu sangat penasaran dengan Dazai-Sensei walau ia sedikit enggan" balas Okano.
"Ahh.. ngomong ngomong soal Dazai-Sensei, apa yang terjadi pada kalian berenam waktu berurusan dengan murid sekolah lain waktu itu ?" tanya Chiba yang penasaran soal itu.
"Benar.. aku dengar dari percakapannya Karasuma-Sensei waktu itu kalau Dazai-Sensei harus turun tangan ketika mengurus sekolah lain, apa itu benar ?" tanya Takebayashi yang menoleh kearah Nagisa dan yang lainnya.
"Hmm.. benar benar aku juga penasaran mengenai kejadian itu" sahut Kurahashi yang benar benar penasaran mengenai itu, begitu juga dengan yang lainnya.
"Ahh.. itu.."
"Sebenarnya.."
Terlihat kalau Kaede gugup ketika mengingat kejadian waktu itu, bahkan Nagisa pun hanya bisa menggaruk pipinya saja dengan bingung.
"Sebenarnya.. kami sudah berjanji untuk tidak membicarakan ini pada kalian" ucap Sugino yang tersenyum canggung kearah mereka semua.
"Egghh.. mengingat kejadian itu saja sudah membuatku merasa takut, apalagi ketika melihat tatapannya itu" balas Kaede yang menggigil ketika mengingat kejadian itu.
Bahkan Okajima pun juga tiba tiba merasa menggigil ketika mendengar ucapannya Kaede.
Tentu mereka yang melihat ini mulai penasaran namun tidak membicarakan hal ini pada mereka, tanpa mereka sadari saat ini mereka semua sudah berada dirumahnya Dazai.
"Ahh.. kita sudah sampai" ucap Kataoka yang saat ini berhenti didepan pintunya Dazai.
"Kalau begitu.." gumam Isogai yang langsung menekan belnya.
TING~ TONG~
"Dazai-Sensei !! ini kami !! halo !!" teriak Isogai dari luar, namun tidak ada jawaban dari Dazai.
"...."
Tentu Isogai yang tidak mendengar jawaban dari dalam mulai mengetuk dan meneriakinya beberapa kali, namun tetap saja tidak ada jawaban.
Melihat Dazai tidak menjawabnya tentu saja mereka mulai panik, langsung saja Nakamura mulai menerobos masuk kedalam dengan panik.
"DAZAI-SENSEI !!" teriak Nakamura.
Disisi lain saat ini terlihat kalau Dazai sedang membuat replika menara Eiffel dengan kartu remi, namun karena Nakamura menerobos semua kartu itu seketika mulai berjatuhan hingga dasarnya yang disebabkan oleh angin dari pintu tersebut.
Terlihat kalau Dazai sendiri saat ini sedang naik meja dengan tambahan 2 kursi diatasnya sambil menjaga keseimbangannya.
"...."
Melihat menara Eiffel yang ia susun selama 3 hari penuh mulai berjatuhan, tentu saja Dazai yang melihat ini seketika terdiam diposisinya saat ini.
Disisi lain lain kelas E yang melihat ini langsung menatap kearah Nakamura, bahkan mereka terdiam ketika melihat tingkahnya Dazai.
"Ahh.. itu.. a.. anu.. D.. Dazai-Sensei ?" tanya Nakamura dengan gugup ketika melihat Dazai terdiam saat ini.
Sedangkan Dazai yang mendengar ini langsung turun dari kursinya dengan cepat dan mulai berjalan kearah Nakamura sambil menatap kearahnya dengan tatapan kosong.
"Na-ka-mu-ra-San.." gumam Dazai dengan suara hampa dan kesalnya.
"I.. Iya !!" balas Nakamura yang panik dengan keringat dingin ketika melihat tatapannya.
"Aku tidak mau tahu.. kau harus buat ulang itu sama persis seperti yang aku buat sebelumnya" sahut Dazai sambil memegang kedua pundaknya dengan sedikit kekuatan.
"Mengerti ?" ucap Dazai dengan senyum diwajahnya yang terlihat menakutkan bagi mereka semua.
'SERAAMMM !!'
__ADS_1
***
"Da.. Dazai-Sensei aku mengerti kalau ini salahku" sahut Nakamura yang saat ini sedang membuat replika eiffel dengan kartu reminya.
"Hmm.. syukurlah kalau kau mengerti" balas Dazai sambil minum kopinya dengan tenang, terlihat kalau ia saat ini sedang duduk disofa sambil melipat kedua kakinya.
"Ta.. Tapi.." gumam Nakamura dengan sedikit rona merah diwajahnya.
"Tapi ?" tanya Dazai dengan senyum polosnya diwajahnya sambil memiringkan kepalanya.
"Ke.. Kenapa aku harus menggunakan blomer ketat ini sih !?" teriak Nakamura dengan wajah memerah, namun masih tetap melanjuti pekerjaannya.
Dan benar saja saat ini ia sedang memakai blomer didepan teman temannya yang saat ini sedang menatapnya dengan kasihan, bahkan mereka sempat melihat Okajima sedang memotret dirinya disegala sisi.
"Hmm ? bukan kah ini hukuman yang cocok untukmu karena sudah menerobos masuk rumahku, Nakamura-San ?" ucap Dazai dengan nada menyindir dan senyum mengejeknya.
Nakamura yang mendengar ini hanya bisa menahan malunya dengan wajah memerah, apalagi ketika ia dipotret oleh Okajima dengan senyum mesum diwajahnya.
"Anu.. Dazai-Sensei bukannya ini berlebihan ?" bisik Isogai didekat kupingnya Dazai.
"Berlebihan !! bukankah kamu sendiri yang menikmati pemandangan ini, Isogai-Kun ?" balas Dazai dengan suara keras agar terdengar oleh para gadis.
"Harusnya kamu bilang saja padaku kalau kau ingin melihat para gadis memakai blomer itu, aku masih punya banyak kok" lanjut Dazai dengan senyum menyeringai sambil memberikan jempol padanya.
"!!!"
Tentu Isogai yang mendengar ini panik dan mulai melihat kearah para gadis.
Sedangkan mereka yang mendengar ini mulai menutupi tubuh mereka sambil menatap Isogai dengan tajam, begitu juga Kataoka.
"Mesum.." gumam Kataoka ketika mendengar perkataannya Dazai soal Isogai.
"Ti.. Tidak ini.. salah paham !!" ujar Isogai yang bertambah panik ketika mendengar ini, bahkan ada rona merah tepat diwajahnya itu.
"HAHAHAHA !!"
Sedangkan para pria yang melihat ini hanya bisa tertawa ketika melihat Isogai panik setelah Dazai berbicara seperti itu didepan para gadis.
Tentu Dazai yang melihat ini hanya menggelengkan kepala dan segera menyimpan gelasnya lalu mengambil mantel yang ada disofanya.
Langsung saja Dazai berdiri dan segera berjalan kearah Nakamura setelah itu langsung saja Dazai mulai menendang kursi yang dipakai oleh Nakamura saat ini.
BRAAAKKK !!
"!!!"
Nakamura yang merasakan tendangan Dazai mulai kehilangan keseimbangannya hingga ia terjatuh tepat ketangannya Dazai.
Tentu Nakamura yang merasakan tangannya Dazai mulai memerah ketika ia ditangkap olehnya apalagi ketika melihat wajahnya dari dekat.
"Baiklah.. Nakamura-San hukumanmu sudah habis" balas Dazai dengan nada lesu.
Tentu Nakamura yang mendengar ini mulai berdiri dengan wajah memerah, namun tiba tiba saja tubuhnya ditutup oleh mantelnya Dazai.
"Kalau begitu cepat ganti baju sana" ucap Dazai sambil menepuk nepuk kepalanya dengan senyum diwajahnya.
Mendengar ini tentu saja Nakamura tidak bisa menahan rasa malunya dan mulai pergi kekamar mandi sambil membawa pakaiannya dengan cepat.
Tentu para gadis yang melihat ini mulai cemburu akan kedekatan mereka berdua, terutama Kanzaki yang sangat cemburu padanya hingga ia mengembungkan pipinya.
"Sial !! betapa irinya aku ketika melihat ini.. lain kali aku akan memintanya untuk mengajari itu padaku " gumam Maehara yang iri ketika melihat ini, begitu juga dengan yang lainnya.
Bahkan Nagisa yang melihat ini hanya bisa menggaruk pipinya, apalagi ketika merasakan tatapan para gadis terutama Kaede.
"Ha.. anak muda jaman sekarang" gumam Dazai yang melihat tingkahnya Nakamura.
'Memangnya kau pria tua !!' batin mereka yang mendengar gumamannya Dazai.
"Ahh.. Okajima, jangan lupa untuk menghapus foto foto itu jika kau tidak mau mendapatkan tugas tambahan ketika liburan, mengerti ?" sahut Dazai dengan senyum lembut diwajahnya, namun bagi Okajima yang melihat ini ia justru ketakutan melihat senyumnya Dazai.
'SERAAMMM !!' batin Okajima yang melihat ini, langsung saja ia menganggukkan kepalanya dengan cepat.
Tentu para gadis yang melihat ini mulai terharu sampai terkagum kagum padanya, sedangkan para pria yang melihat ini hanya bisa menahan tawa melihat Okajima ketakutan saat ini.
"Jadi.. kenapa kalian kemari lagi ?" tanya Dazai yang saat ini sedang melihat mereka sambil memiringkan kepalanya.
'IMUTTTNYA !!' batin Kurahashi dengan wajah memerah dan mata berbinarnya saat ini.
"Tentu saja untuk belajar lagi denganmu, Dazai-Sensei !" balas Yada dengan senyum manis diwajahnya.
"Benar benar" lanjut Kurahashi yang setuju dengannya, begitu juga dengan yang lainnya.
Dazai yang mendengar ini seketika terdiam sambil menatap merekabdengan tatapan tidak percaya, bahkan ia terlihat pucat ketika mendengar semua ini.
'Hari liburku.. kacau sudah..'
__ADS_1