The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 12


__ADS_3

Setelah Tanaka membunuh pria gendut yang ada didepannya langsung saja ia mulai muntah muntah tepat dihadapan pria itu karena didunia ini ia baru pertama kali membunuh seseorang.


"Urrgghh.. aku lupa kalau tubuh ini baru pertama kali membunuh manusi- hoeekk.." ucap Tanaka yang mulai muntah lagi disana.


Tepat ketika Tanaka sedang muntah tiba tiba saja ponselnya mulai bergetar, Tanaka yang merasakan ini mulai mengelap bekas muntah yang ada dimulutnya sambil mengambil ponselnya.


[ QUEST TELAH SELESAI !


MISI : SELAMATKAN HEROINE PROTAGONIST


ISI TUGAS : KALAHKAN / BUNUH REINCARNATOR SEBELUM DIA MENCULIK HARUNA SAIRENJI UNTUK MENJADI ISTRINYA


HADIAH : 15.000 POIN


PARTISIPAN : 2 ORANG ]


[ Ding ! Berdasarkan upaya menjalankan misi kali ini, Tanaka (Admin) mendapatkan 10.000 poin dan Lala mendapatkan 5.000 poin ]


[ Ding ! Quest telah selesai anda bisa kembali kedunia Host, apakah anda akan kembali kedunia anda Host ?


Ya / Tidak ]


Melihat Tanaka hanya bisa tersenyum kecut ketika melihat notifikasi keduanya karena misi itu belum selesai, tanpa pikir panjang langsung saja Tanaka menekan tombol Tidak diponselnya.


Setelah selesai langsung saja ia berdiri dan mulai berjalan kearah senjata milik reincarnator itu lalu memasukkannya kedalam inventory miliknya dengan cara menghadapkan ponselnya kearah senapan itu.


Ketika Tanaka memasukkan senapan itu terlihat gambar senapan laras panjang milik reincarnator itu, melihat ini langsung saja ia menekan gambar itu hingga muncul deskripsi senapan itu.


[ Senapan AXM - 3600 : Sebuah senapan yang memungkinkan penggunanya dapat menghipnotis seseorang dari jarak 500 meter


Cara memerintah seseorang yang terkena hipnotis dengan senjata ini yaitu berbicara melalui speaker yang ada dipenahan senapan ini ]


"Senjata yang bagus sekaligus tidak berguna untukku maupun seluruh anggota grup chat ini, mungkin aku akan menjualnya dishop nanti" gumam Tanaka sambil memasukkan ponselnya kedalam saku miliknya.


Setelah itu langsung saja ia menarik mayatnya itu lalu melemparnya ke laut dan membiarkan tubuhnya terhanyut dilautan ini.


Namun sebelum tubuh itu masuk kedalam air tiba tiba saja seekor Hiu besar mulai muncul dari laut dan mulai memakan tubuh itu dalam sekali lahap dan mulai masuk kembali kedalam air.


Tentu Tanaka yang melihat ini hanya bisa terdiam sambil membuka mulutnya dengan lebar ketika melihat tubuh babi itu dimakan oleh hiu itu.


Melihat kejadian ini Tanaka hanya bisa menghela nafas saja sambil meregangkan tubuhnya yang kecapean.


"Hmm.. mungkin setelah ini aku akan langsung tidur dirumahnya Rito kali ini" sahut Tanaka yang sedang meregangkan badannya.


Namun sebelum Tanaka berangkat tiba tiba saja sebuah portal muncul dengan beberapa rantai mulai mengikat tubuhnya dengan cepat.


Tentu hal ini membuat Tanaka terkejut dengan rantai rantai ini dan tiba tiba saja muncul sebuah portal berwarna merah tepat dihadapannya.


"Kau pikir kau mau kemana, manusia ?" tanya seseorang yang keluar dari portal itu dengan arogannya.


"Dengan rantai itu kau tidak akan bisa menggunakan semua skill milikmu, dan beraninya kamu membunuh orangku jadi sebagai gantinya, matilah !!" lanjut pria itu sambil tersenyum menyeringai kepada Tanaka.


"Harusnya kau bahagia dapat mati ditangan seorang Dewa yang berdiri diatas segalanya AHAHAHAH !!" lanjut pria itu sambil menertawakan nasib Tanaka.


Terlihat kalau orang itu menggunakan pakaian tradisonal atau Hanbok berwarna merah seperti darah, terlihat kalau wajah pria itu sangat menyeramkan dan ada bekas luka dimata kanannya.


Sedangkan Tanaka yang mendengar perkataan Dewa ini langsung saja tersenyum menyeringai kearahnya, tentu Dewa itu yang melihat Tanaka menyeringai mulai kesal dan langsung memukulnya tepat diperutnya dengan kuat.

__ADS_1


BUGHH !!


"ARGGGHHH.." rintih Tanaka sambil mengeluarkan darah ketika merasakan pukulan dewa itu.


Namun sebelum Tanaka melihat kearah dewa itu langsung saja dewa itu mulai mencekik lehernya Tanaka dengan kencang.


"Kau.. siapa kau !? seharusnya manusia sampah sepertimu sudah mati ketika menerima pukulanku.. siapa kau sebenarnya !?" teriak Dewa itu yang terkejut ketika melihat Tanaka baik baik saja setelah menerima pukulannya.


Tentu Tanaka yang mendengar ini tidak menjawabnya dan mulai menunjukkan senyum kemenangannya kearah pria itu, langsung saja Tanaka menggunakan skill Ningen Shikkaku miliknya sambil menjentikkan jarinya.


'All Human Are The Worst Trash' batin Tanaka yang mulai menjentikkan jarinya.


TAAKK !!


Tiba tiba saja sebuah energi misterius mulai keluar dari tubuh Tanaka dan mulai mengelilingi mereka berdua dengan jarak 100 Kilometer.


Ketika Tanaka menggunakan skillnya tiba tiba saja semua rantai yang mengikat tubuhnya pun mulai menghilang dengan perlahan.


Tentu Dewa itu yang melihat kejadian ini mulai melepas tangannya yang sedang mencekik Tanaka dan mulai melompat mundur dari tempat Tanaka.


"Uhukk.. uhukk.." batuk Tanaka yang masih merasakan sakit cekikkan dewa itu.


"KAU MANUSIA SAMPAH !? MATILAH !?" teriak Dewa itu sambil mengarahkan tangannya kepada Tanaka.


Namun tidak terjadi apa apa ketika Dewa itu sedang mengarahkan tangannya pada Tanaka, tentu hal ini membuatnya terkejut dan terus mengulangiya hingga beberapa kali.


"KELUAR !! KELUAR !! KELUAR !! KENAPA AKU TIDAK BISA MENGGUNAKAN KEKUATAN ILAHI KU !? KENAPA !?" teriak Dewa itu dengan panik karena kekuatan Dewa miliknya tidak bisa dikeluarkan.


"Mudah.. karena kau berada di domain milikku, sekarang kau tidak lebih hanya sekedar manusia gagal seperti diriku, itu saja" balas Tanaka yang mulai berdiri ketika ia diikat sebelumnya.


Tentu Dewa itu yang mendengar ucapannya Tanaka dan mulai menatap kearah dengan tatapan benci dan penuh amarah tertuju kearahnya.


Sedangkan Tanaka yang melihat ini langsung saja mulai tersenyum menyeringai sambil menghindari pukulan yang sedang menuju kearah dirinya.


Langsung saja Tanaka mulai menahan tangannya sambil menendang perut Dewa itu dengan keras hingga Dewa itu mulai mengeluarkan darah dari perutnya.


"ARGGGHHH !?" teriak Dewa itu yang merasakan sakit ketika ia ditendang oleh Tanaka.


Setelah menendangnya langsung saja Tanaka mulai mencekik Dewa itu dengan tangan kirinya sambil mengangkatnya dengan tinggi hingga tidak menyentuh pasir yang ada dibawahnya.


Tentu Dewa itu mulai bertambah kesakitan ketika lehernya dicekik oleh Tanaka sambil berusaha untuk melepaskan cekikan Tanaka dari lehernya.


'Sial.. apa apaan dengan manusia ini' batin Dewa itu sambil menggenggam tangannya Tanaka untuk mengurangi rasa sakit dari genggamannya.


"Oya.. oya.. apa yang terjadi padamu wahai Dewa yang berdiri diatas segalanya ? apa ini pertama kalinya kekuatan ilahimu tidak bekerja padaku ?" tanya Tanaka pada Dewa itu sambil mengejeknya dan mulai mengeratkan cekikannya.


"Apa kau benar benar seorang Dewa ? meskipun kau memiliki badan besar dan mukamu menyeramkan tapi kau sangat ringan sekali.." lanjut Tanaka sambil menatap Dewa itu dengan tatapan mengejeknya.


Tentu Dewa itu yang mendengar ucapan Tanaka mulai menatapnya dengan tatapan tajam sambil memukul mukul tangannya Tanaka karena ia mulai kehabisan oksigen karena cekikannya.


"Hmm.. apaan ini pukulanmu begitu lemah.. kemana semua kekuatan yang kau banggakan sebelumnya ? apa itu juga termasuk kekuatan ilahi milikmu ?" tanya Tanaka yang melihat Dewa itu mulai menderita karena cekikannya.


"Yahh.. lagipula aku tidak peduli dengan hal itu maka dari itu.. "


SRINGG !!


Terlihat kalau Tanaka sedang mengeluarkan sebuah bilah dari senjata rakitan miliknya, terlihat kalau bilah itu sangat tajam dikedua sisinya.

__ADS_1


"Matilah dan tebus semua dosamu pada Kami-Sama.."


Langsung saja Tanaka mulai menusuk jantung Dewa bilah yang ada disenjata miliknya, tentu Dewa yang menerima tusukan pedang itu mulai membelakkan matanya sambil memuntahkan darah dari mulutnya.


Melihat ini langsung saja Tanaka mulai melepaskan bilahnya dari jantung miliknya sambil melepaskan cekikannya lalu mulai menebas lehernya hingga lepas.


Terlihat kalau kepala Dewa itu mulai melayang diudara dan mulai terjatuh diatas pasir pantai itu hingga terguling guling disana.


Tentu dipantai itu terlihat banyak sekali darah yang keluar dari musuh yang Tanaka bunuh sebelumnya, dan langsung saja ia membawa tumpukan mayat itu seperti sebelumnya lalu melemparkan tubuhnya beserta kepalanya kearah laut.


Tentu tubuhnya dan juga kepalanya ikut dimakan oleh hiu yang sebelumnya memakan reincarnator tersebut.


Sedangkan Tanaka yang melihat ini langsung saja terdiam sambil menatap kearah laut itu dengan tatapan kosong miliknya.


Terlihat kalau saat ini bilah milik Tanaka terdapat darah milik Dewa itu mulai menetes dari bilah itu secara perlahan setelah melihat kejadian ini langsung saja ia menghela nafas lega.


Langsung saja Tanaka mulai mengibaskan bilahnya kearah pasir untuk membersihkan darah yang ada dibilah lalu memasukkan kembali bilahnya kedalam.


"Ha.. benar benar hari yang sangat berat untuk seorang pemalas sepertiku, aku benar benar kelelahan fisik maupun mental hari ini" gumam Tanaka yang merasakan seluruh kejadian ini dalam satu hari saja.


Pertama ia pergi kedunia lain lalu bertemu dengan Lala, lalu membunuh seorang Reincarnator dan yang terakhir membunuh seorang dewa dan itu dilakukan dalam satu hari.


"Baiklah kalau begitu sebaiknya aku pulang saja.. semoga saja aku mendapatkan bonus ketika mengalahkan Dewa Gagal itu" gumam Tanaka yang menghilang dari pantai itu.


***


Diatas gedung tempat Tanaka rebahan sebelumnya tiba tiba saja ia mulai muncul disana dan mulai mengambil seluruh peralatannya termasuk kamera kameranya.


Terlihat kalau beberapa hewan seperti lebah, kadal, burung pipit mulai berdatang kearahnya dan mulai masuk kedalam koper milik Tanaka.


Tentu hewan hewan itu adalah robot ciptaan Tanaka dikehidupan sebelumnya yang terbuat dari nano machine dan langsung saja para hewan itu mulai bergabung hingga menciptakan sebuah kubus berukuran 20 cm.


Setelah Tanaka memasukkan semua peralatannya kedalam kopernya langsung saja ia mengeluarkan ponselnya dan mulai memasukkan kopernya kedalam inventory miliknya.


Ketika semuanya sudah beres langsung saja ia mulai berteleportasi ke westafel umum yang ada disekolah dan mulai mencuci tangannya dan juga senjata rakitannya hingga bersih.


Namun ketika Tanaka sedang membersihkan tangannya tiba tiba ada seseorang yang datang dan mulai memeluk dirinya yang saat ini sedang mencuci tangannya.


Meskipun Tanaka mencuci tangannya bayangan darah yang masih ada ditangannya masih tertanam dalam benaknya yang mana membuat dirinya terdiam ketika sedang mencuci tangannya.


"TANAKA !!"


Tentu Tanaka yang sedang melamun mulai terkejut ketika merasakan buah dada milik Lala yang menempel tepat dipunggungnya.


"La.. Lala-Sama !?" ucap Tanaka yang terkejut ketika mendengar suara Lala.


"Sepertinya kau berhasil mengusirnya bukan ? dengan begitu Haruna-Chan bisa hidup aman darinya" lanjut Lala yang masih memeluknya dari belakang dengan nada lembut bahkan Tanaka dapat merasakan dadanya Lala menempel pada punggungnya.


"Ha.. kau benar.." balas Tanaka yang segera berbalik dan mulai mengusap kepalanya Lala dengan lembut.


"Ehehehe.. Tanaka tanganmu basah" tawa Lala yang menikmati usapan Tanaka walau tangannya basah.


"Maaf soal itu.. lalu kenapa kau ada disini Lala-Sama ?" tanya Tanaka yang melihat Lala datang kemari lalu segera melepas usapannya.


"Ahh.. sebenarnya aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" balas Lala lalu segera melepaskan pelukannya sambil tersenyum kearahnya.


Tentu Tanaka yang mendengar ini mulai memiringkan kepalanya dengan bingung kearah Lala dan mulai menanyakan sesuatu padanya.

__ADS_1


"Kemana ?"


__ADS_2