The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 64


__ADS_3

"Hee.. Festival Sekolah kahh ? aku mengerti soal itu.." balas Dazai yang saat ini sedang makan Nasi Goreng dimejanya.


"Tapi.. kenapa kalian semua masih mengunjungi rumahku, ha !?"


"Dan kalian menerobos masuk kedalam rumahku lagi !!"


Tentu saat ini diapartemennya Dazai terlihat kalau para murid kelas E sedang berada didalam apartemennya, apalagi ketika melihat sebagian dari mereka ikut makan bersamanya.


Setelah kejadian waktu itu langsung saja mereka mulai sering berkunjung ke apartemennya Dazai, mulai dari belajar sampai menghabiskan waktu bersama dengannya.


Terutama Kanzaki dan Toka yang sering mengunjungi apartemennya, bahkan Ritsu pun terkadang mulai menyusup kedalam ponselnya ataupun laptopnya untuk mengobrol dengannya.


"Mahh.. Mahh.. Dazai-Sensei.. jangan dipikirkan soal itu, sebaiknya kau habiskan dulu makanmu terlebih dahulu baru kau nilai rasanya" balas Muramatsu yang saat ini sedang memasak di dapur.


"Oii.. jangan lupa buatkan untuk juga" sahut Itona yang sedang menunggu masakannya.


"Iya.. iya.. sabar kita masih punya banyak bahannya disini" balas Muramatsu yang saat ini sedang mengayak nasinya.


"Ha.. aku tidak menyangka kalau tempat tinggalku akan menjadi markas untuk kalian semua" gumam Dazai sambil memakan nasi goreng buatannya Muramatsu.


"Hahaha.. sudahlah Dazai-Sensei.. lagipula kami hanya akan bermain ketika kami memiliki waktu luang saja kok, bukankah semuanya !?" tanya Kaede dengan semangatnya.


"Iya !?"


"Hmm.. Itu benar !?"


"Benar, harusnya Dazai-Sensei senang ketika kami sering mengunjungi rumahmu"


"Benar benar !?"


Terlihat kalau mereka semua sepertinya sependapat dengan perkataannya Kaede, sebenarnya bukan itu saja tujuan mereka kemari.


Ketika mereka mengingat Dazai mendapatkan libur waktu itu, mereka mulai memutuskan untuk sering berkunjung ke kediamannya Dazai.


Tentu Dazai yang melihat ini hanya bisa pasrah dan membiarkan mereka saja dengan alis matanya yang berkedut saat ini.


"Ha.. baiklah baiklah kalian menang, jadi apa yang kalian inginkan dariku setelah memberitahukan semua itu padaku ?" tanya Dazai yang tidak bisa melawan saat ini.


"Ahh.. kami ingin Dazai-Sensei membantu kami dalam festival ini" balas Kataoka yang mendengar pertanyaannya Dazai.


"Benar.. jadi kami mohon tolong bantu kami lagi.. Dazai-Sensei" lanjut Isogai yang mulai membungkukkan badannya pada Dazai.


Tentu bukan hanya Isogai saja yang melakukan ini bahkan para murid kelas E pun juga ikut membungkukkan badan mereka pada Dazai.


Sedangkan Dazai yang melihat ini hanya bisa terdiam sambil menghela nafas saja ketika mendengar permintaan mereka, langsung saja dia mulai membalas mereka.


"Baiklah.. aku terima"


"BENARKAH !?" teriak Kaede, Isogai dan Kataoka yang mendengar jawabannya Dazai.


"Tentu.. tapi kita memerlukan bantuannya" sahut Dazai sambil tersenyum kearahnya mereka dengan senyuman misteriusnya.


"Bantuannya ?"


***


"Yahh.. siapa yang akan menduga kalau para muridku akhirnya meminta bantuanku juga"


"Kalian tahu aku merasa cemburu bila Dazai-Sensei terus yang kalian pintai daripada diriku ini, Sensei sangat sedih.."


Terlihat kalau dikelas saat ini seluruh murid kelas E sedang melihat Koro-Sensei yang saat ini sedang menyamar menjadi buah Ek raksasa diatas meja dengan air mata palsunya yang terus mengalir saat ini.


"Inilah kenapa kami meminta bantuan Dazai-Sensei daripada dirimu, Gurita.." gumam Nakamura dengan kesal, begitu juga yang lainnya.


"Jadi Koro-Sensei bagaimana dengan bahan yang aku pinta ?" tanya Dazai yang saat ini masuk ke kelas dengan apron berwarna biru saat ini.


Tentu mereka yang melihat Dazai memakai apron merasa senang ketika melihat Dazai akan membantu para muridnya.


Sedangkan para gadis sendiri yang melihat Dazai memakai apron mulai berfantasi kalau mereka menikah nanti mungkin Dazai akan menyambut mereka pulang dengan penampilan yang ia pakai saat ini sambil tersenyum kearah mereka.


Tentu Dazai yang melihat para gadis sedang melihatnya dengan tatapan tajam seperti singa mulai menggigil, disisi lain Koro-Sensei yang mendengar ini mulai menjawabnya.


"Hmm.. semuanya sudah siap dengan sempurna sesuai permintaanmu Dazai-Sensei.." balas Koro-Sensei sambil menunjuk mejanya yang penuh dengan bahan bahan untuk membuat kue saat ini.


"Ohh.. terima kasih seperti biasa kau sangat membantu dalam hal yang genting seperti ini Koro-Sensei" ujar Dazai yang melihat tumpukan bahan bahannya.


"Anu.. Dazai-Sensei.. bukan kah kita akan menjual Mie ?" tanya Muramatsu yang melihat tumpukan tepung, gula, telur dan bahan lain disana.


"Itu memang benar.. tapi aku ingin kalian menambahkan menu baru untuk Dessert nya" balas Dazai yang mulai memilah telurnya untuk membuat dessert nya nanti.


"Jika kalian ingin menjual Mie kalian juga harus menjual berbagai macam Dessert untuk mendapatkan hati pelanggan apalagi mendapatkan hati wanita" lanjut Dazai yang sudah beres dengan kerjaannya.


"Mendapatkan hati wanita ?" tanya Maehara yang mulai penasaran dengan ini.


Tentu bukan hanya Maehara saja yang penasaran saat ini, bahkan para pria juga ikut penasaran mengenai ini.


"Benar.. untuk mendapatkan hati seorang wanita hanya ada 2 cara yaitu menaklukkan mulut dan juga perut mereka dengan manisan" balas Dazai dengan senyum misterius diwajahnya.

__ADS_1


"Apa kalian berdua lupa soal itu ?" tanya Dazai yang mulai menoleh kearah Maehara dan Isogai.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Maehara dan Isogai, sedangkan mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah lain dengan keringat dingin karena mereka lupa saat ini.


"Ha.. sebenarnya bukan itu saja sih alasanku untuk menjual Dessert, pasti kau mengerti soal ini bukan Koro-Sensei ?" tanya Dazai yang menghela nafas ketika melihat tingkah mereka berdua dan mulai menoleh kearah Koro-Sensei.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearahnya Koro-Sensei untuk menunggu jawabannya, sedangkan Koro-Sensei yang melihat ini mulai berbicara pada mereka semua.


"Hmm.. tentu saja saya mengerti maksud perkataan anda Dazai-Sensei.. jika kita terus menggunakan bahan yang ada digunung ini maka kita hanya akan merusak ekosistem hutan ini" jelas Koro-Sensei sambil menyilangkan tentakelnya pada mereka.


"Itu memang benar sih.." balas Kurahashi sambil menyentuh dagunya dengan jari telunjuknya ketika mendengar ini darinya.


"Tapi kalau begitu kita tidak bisa menang dari kelas A" ujar Nagisa yang mendengar ini.


"Itu tidak masalah.. yang penting kita sudah memuaskan hati para pelanggan dengan bahan seadanya yang ada digunung ini" balas Koro-Sensei ketika mendengar perkataannya Nagisa.


"Kalian tahu, tindakan dari setiap makhluk memengaruhi hubungan yang lebih dalam, apa kalian merasakan hubungan yang takdir berikan pada kalian ?" tanya Koro-Sensei yang mulai berdiri dari tempatnya sambil membuat lingkaran dari tentakelnya.


"Baik orang yang mengajarimu, lalu menolongmu, lalu yang menyusahkanmu, lalu yang kalian susahkan sampai yang kalian lawan sebagai saingan kalian" lanjut Koro-Sensei pada mereka semua.


"Ahh.. pada akhirnya tujuannya belajar juga ya.." balas Okano dengan senyum diwajahnya ketika mendengar ceramahnya Koro-Sensei.


"Sial.. meskipun begitu tetap saja kami ingin menang" lanjut Muramatsu yang mengerti tujuan mereka saat ini.


Tentu mereka yang mendengar ceramahnya Koro-Sensei mulai tersenyum kearahnya, sedangkan Dazai yang melihat ini tentu ikut tersenyum dan mulai angkat bicara pada mereka semua.


"Syukurlah kalau kalian semua sudah mengerti, bagaimana kalau kalian semua mulai mengerjakan tugas kalian masing masing sekarang"


"Baiklah !?"


***


DxD World.


Disebuah Arena pelatihan terlihat kalau seorang wanita berambut panjang dengan warna crimson disana sedang latih tanding dengan seorang pria yang terlihat mirip dengan wanita itu.


Tentu mereka tidak lain adalah Rias Gremory dan kakaknya Sirzech Lucifer, setelah Rias mendapat masa depan tentang dirinya atau lebih tepatnya salinan tentang dunianya ia mulai berlatih dengan keras.


Ketika Rias membaca dan menonton semua salinan yang diberikan oleh Tanaka pada nya sebelumnya ia mulai terdiam ketika melihat betapa lucunya cerita ini.


Dimana pria yang ditakdirkan oleh dirinya hanyalah seorang pria mesum yang sangat terkenal di sekolah Kuoh akan kemesuman mereka.


Tentu mereka tidak lain adala Trio Mesum yaitu Matsuda, Motohama dan Issei, dan tentu pria yang ditakdirkan oleh Rias adalah Hyoudo Issei pemegang Longinus, Boosted Gear.


Rias yang melihat cerita ini tentu merasa jijik dan terus merasa jijik dengan sikapnya ketika melihat semua salinannya.


Ia tidak akan terus menjadi wanita yang selalu manja pada kakaknya maupun orang tuanya, ia akan merubah sifatnya seiring berjalannya waktu.


Dan selama 6 bulan yang ia lalui akhirnya ia berhasil mengubah sikapnya yang asalnya seperti putri kecil yang manja menjadi wanita dewasa.


Tentu perubahan sikap Rias membuat orang orang yang mengenalnya mulai terkejut terutama keluarganya dan juga Peerage nya.


Terlihat kalau mereka berdua saat ini sedang saling bertukar serangan mereka.


BOOMMMM !!


Terlihat sebuah ledakan dari kedua serangan itu mulai beradu hingga debu dari keduaserangan itu mulai menutupi seluruh arena.


Tepat ketika debu itu mulai menghilang secara perlahan terlihat kalau Rias saat ini sedang mengarahkan tangannya tepat dilehernya Sirzech begitu juga dirinya.


"Kerja bagus Rias-Chan.. sepertinya kau sudah bertambah kuat selama 6 bulan ini" ujar Sirzech dengan senyum bangga diwajahnya ketika melihat usaha keras Rias terbayar.


"Terima kasih banyak Onii-Sama.. tapu aku sudah lama memutuskan ini padamu, kalau aku akan melawannya di Rating Game dengan kekuatanku sendiri" balas Rias dengan senyum diwajahnya.


Tentu Sirzech yang mendengar ini langsung mengelus kepalanya Rias dengan bangganya setelah melihat perubahan besar yang terjadi padanya.


"Onii-Sama.. aku sudah besar berhentilah memanjakan ku seperti ini" ujar Rias yang malu ketika melihat kakaknya masih memanjakannya lagi seperti dulu.


"Hahaha.. maafkan aku Rias-Chan.. aku tidak tahan untuk mwlihat wajah malu mu lagi setelah sekian lama" balas Sirzech yang masih mempertahankan senyum diwajahnya.


"Buchou / Sirzech-Sama"


Terlihat kalau seseorang mulai memanggil mereka berdua, tentu baik Rias dan maupun Sirzech yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu.


Terlihat seorang gadis mungil dengan rambut putih bersama dengan pria tampan dengan rambut pirang, dan seorang gadis yang memiliki rambut kepang berwarna hitam.


Tentu mereka tidak lain adalah Peerage nya Rias, Akeno Himejima, Yuuto Kiba dan Koneko Toujou sedangkan seorang maid berambut silver yang bersama mereka adalah Queennya Sirzech sekaligus istrinya Grayfia Lucifuge.


"Ahh.. Koneko-Chan semuanya.. bagaimana dengan pelatihan kalian ?" tanya Rias yang sedikit menjauh dari kakaknya.


"Ara~ Buchou.. semuanya berjalan lancar berkat bantuannya Grayfia-San" balas Akeno dengan senyum diwajahnya sambil berjalan kearah mereka.


"Terima kasih sudah mau membantu kami untuk berlatih, Grayfia-Nee.." ujar Rias sambil membungkukkan badannya pada Grayfia.


"Tidak apa apa Ojou-Sama.. ini sudah kewajiban saya sebagai pelayan dikediaman ini" balas Grayfia yang juga ikut membungkukkan badannya pada Rias.


"Lagipula ini adalah perintah langsung dari Sirzech-Sama setelah anda meneleponnya waktu itu" lanjutnya sambil tersenyum kearah Rias.

__ADS_1


"Begitu yahh.. kalau begitu Onii-Sama kami permisi dulu, masih ada sesuatu yang penting untuk kami bicarakan saat ini" ujar Rias yang mulai melambaikan tangannya pada Sirzech lalu pergi dari arena itu bersama Peerage nya.


Sedangkan para Peerage nya Rias hanya membungkukkan badan mereka pada Sirzech dan Grayfia lalu segera menyusul tuan mereka.


"Yahh.. hati hati dijalan Rias-Chan !?" teriak Sirzech sambil melambaikan tangannya.


"Uhhh.. Rias-Chan terlalu cepat tumbuh dewasanya" gumam Sirzech yang melihat perubahannya Rias.


"Sirzech-Sama.. aku rasa itu wajar untuk Ojou-Sama yang ingin berubah setelah mendengar tentang pertunangannya" balas Grayfia yang melihat Rias pergi sambil mengobrol dengan Peerage nya dengan senyum diwajahnya.


"Hmm.. dia benar benar sudah tumbuh dewasa baik tubuh dan sikapnya.."


"Sirzech-Sama.."


***


"Yu..Yuuji-Kun !? ke.. kenapa kau bisa tahu sekolahku !?"


Saat ini dikelas E terlihat kalau Nagisa sedang melihat Yuuji orang yang pernah ia temui waktu liburan di pulau Fukuma ketika menjalankan misi dari Dazai waktu itu.


Tentu hari ini adalah hari pertama kelas E mulai melakukan tugas mereka pada Festival sekolah saat ini.


Namun sekarang terlihat kalau Nagisa saat ini sedang mengobrol dengan Yuuji ketika sedang melakukan pekerjaannya.


"Aku memeriksa daftar tamu dipulau waktu itu, lalu saat aku melihat laman sekolahnya ternyata kalian sedang mengadakan festival disini !" balas Yuuji dengan senyum dan rona merah disana.


"O.. Ohh begitu.."


Namun ketika Nagisa sedang berbicara dengan Yuuji tiba tiba saja celananya Nagisa mulai diganti dengan rok yang dipakai Nakamura saat ini.


"Hei.. tunggu !? Nakamura-San !?" bisik Nagisa yang malu ketika melihat Nakamura melakukan sesuatu pada celananya.


Nakamura yang mendengar ini hanya mengabaikan ucapannya Nagisa dan tetap menggantinya, setelah selesai terlihat kalau Nagisa saat ini sedang menggunakan Rok punya Nakamura.


Langsung saja Nakamura mulai membisikkan sesuatu pada Nagisa untuk menambahkan profit penjualan mereka ketika ia mengobrol dengan Yuuji nanti.


Setelah itu langsung saja Nakamura mulai menendang Nagisa keluar, tentu setelah Nagisa keluar langsung saja ia mulai mengajak Yuuji untuk makan pesanannya ditempat lain.


Disisi lain Nakamura yang melihat ini ingin menyusul Nagisa setelah mereka berdua sudah pergi menjauh, langsung saja Nakamura mulai berbalik ingin pergi melalui pintu.


Namun ketika ia berbalik terlihat kalau Dazai saat ini sedang menatap Nakamura dengan datarnya sambil memegang ponselnya.


Nakamura yang melihat ini seketika terdiam ketika melihat Dazai sedang memegang ponselnya, tepat ketika melihat ini tiba tiba saja ia mendengar suara dari ponselnya Dazai.


CKREEEKKK !!


Terlihat kalau Dazai sedang memotret Nakamura yang saat ini sedang memakai celananya Nagisa.


Setelah ia memotretnya langsung saja Dazai mulai menundukkan kepalanya pada Nakamura lalu segera menutup kembali pintunya secara perlahan.


Namun tiba tiba saja ia mendengar teriakannya Nakamura.


"DAZAI-SENSEI !?"


***


3 hari kemudian.


"Yahh.. aku tidak menyangka kalau 3 hari waktu yang telah kalian lalui saat ini telah terbayar sesuai hasilnya" sahut Irina dengan senyum diwajahnya saat ini.


Terlihat kalau diapartemennya Dazai saat ini sedang diadakan pesta perayaan atas keberhasilan kelas mereka yang telah berhasil menduduki peringkat ke 3.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai merayakan pesta mereka di apartemennya Dazai, bahkan ia tidak bisa apa apa ketika melihat ruangannya sudah dipasang pita dan balon saat ini.


Lalu berbagai macam jenis makanan dan minuman ada disana, tentu bukan hanya para murid saja yang ada disana, bahkan para gurupun juga ada disana bersama Koro-Sensei.


"Nyuhuhuhu.. semuanya !! sebelum kita memulai pestanya aku ingin kalian berterima kasihlah dulu pada Dazai karena mau membiarkan tempat tinggalnya dipakai untuk pesta ini" jelas Koro-Sensei dengan senyum diwajahnya sambil mengangkat winenya.


"SIAALAAN !! SEMUA ITU KARENA KAU YANG TIBA TIBA MENEROBOS MASUK KEAPARTEMEN KU !!" teriak Dazai yang saat ini ditahan oleh Isogai, Maehara dan Nagisa yang melihat dirinya ingin menghajar Koro-Sensei.


Tentu mereka yang mendengar ini hanya bisa menertawakan tingkahnya Dazai ketika melihat tingkahnya, sedangkan Karasuma dan Irina yang melihat ini hanya menggelengkan kepala mereka saja.


"Hahaha.. itu adalah balasanmu karena berani beraninya mempermainkanku, Dazai-Sensei" tawa Nakamura yang saat ini sedang menertawakan tingkahnya Dazai.


Dazai yang mendengar ini hanya bisa menggeram dengan kesal ketika melihat Nakamura menertawakan dirinya.


Namun sebelum Dazai ingin mengeluarkan kata katanya tiba tiba saja mereka semua mulai berterima kasih padanya sambil membungkukkan badan mereka.


"TERIMA KASIH ATAS KERJA SAMANYA !! DAZAI-SENSEI !!"


Dazai yang mendengar ini hanya bisa menghela nafas saja sambil menggelengkan kepalanya saja, langsung saja ia mulai tersenyum dan mulai ikut pestanya sambil mengangkat gelas miliknya.


"Yahh.. terserah kalian saja kalau begitu.."


"Bersulang !!"


"BERSULANG !!"

__ADS_1


__ADS_2