The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 88


__ADS_3

"Ke.. Kenapa jadi begini.." gumam Tanaka yang pucat saat ini.


Terlihat kalau ia saat ini sedang memakai Mawashi (Sabuk Sumo) tanpa membuka celana olahraganya, bukan hanya Tanaka saja yang memakai Mawashi saat ini terlihat kalau Nomura dan Asuna juga memakainya saat ini.


Saat ini mereka semua sedang berdiri tepat didepan ring sumo yang telah disiapkan oleh Warabi, sedangkan di ring sebelah terlihat 3 gadis sedang berdiri disana.


Tentu mereka bertiga tidak lain adalah Hanasaka Musketeers atau lebih tepatnya senior mereka Tsunemi Tohko, Kinue Tanukihara dan Nico Saruwatari.


Mereka bertiga juga tentu akan berpartisipasi untuk melawan mereka bertiga setelah mendapatkan izin dari 5 pedang tertinggi yang lainnya untuk mengizinkan Warabimpick sambil menghukum mereka.


"Ke.. Kenapa aku juga harus memakai ini sih.." gumam Asuna yang wajahnya memerah sambil menutup Mawashinya dengan tangannya.


Tentu bukan hanya Asuna saja yang memakai Mawashi saat ini, bahkan Mary dan Rin juga memakai Mawashi karena terlibat dalam kegiatan sehari harinya Tanaka dan Nomura.


"Ma.. Maafkan aku.. Asuna, tapi.. entah kenapa itu terlihat cocok untukmu, jadi semangat.." ujar Tanaka dengan tubuh bergetar sambil menepuk pundaknya Asuna saat ini.


"Tanaka-Kun !? ini bukan waktunya bercanda !!" teriak Asuna yang bertambah malu ketika mendengar ini.


Disisi lain Mary yang melihat ini mulai menggigit jarinya sambil melihat kearah Tanaka dan Asuna dengan tatapan irinya, apalagi ketika melihat mereka berdua sangat dekat saat ini.


"Khuu.. kenapa cuma Asuna-Chan saja yang dipuji oleh Tanaka-Kun.." gumam Mary dengan kesal.


"Kenapa kamu malah cemburu pada mereka.." balas Rin yang melihat tingkahnya Mary saat ini.


"Dan seperti yang aku pikirkan.. kalau dia itu benar benar orang mesum.." gumam Rin yang mencoba untuk menarik katananya dan ingin menebas Tanaka saat ini.


"Syoshoshosho.. dengan ini Warabimpick ke 30 akan disiarkan langsung melalui seluruh tv sekolah ini" ujar Warabi yang mengumumkan festival ini keseluruh penjuru sekolah ini.


Disisi lain para murid seluruh penjuru sekolah ini sedang melihat Tanaka dan yang lainnya sedang memakai Mawasi didekat ring sumo.


"Aku tak percaya Rin Onee-Sama memakai benda seperti itu" ucap Nono yang tangannya diperban saat ini sambil berusaha menahan tangisnya saat ini.


"Mary Onee-Sama juga merasa terhina saat ini" balas Choka yang juga sedang menahan tangisnya saat ini.


Tentu ketika siaran itu sedang berlangsung tiba tiba tiba saja kameramen mulai memfokuskan Mawashinya para gadis.


Hal ini tentu membuat mereka terkejut ketika melihat kameramen itu sedang memfokuskan kamera itu pada mereka.


"Ka.. Kamera !?" teriak Mary yang terkejut ketika melihat para gadis yang sedang merekam siaran sambil mengarah kearah Mawasi mereka saat ini.


"Kau menyunting ini !?" balas Rin yang juga terkejut ketika mendengar ini.


"Kyaa !! hentikan !!" teriak Asuna yang berusaha menutupi dirinya dibelakang Tanaka.


Tentu Tanaka yang melihat ini hanya bisa menghela nafas sambil memberikan jaketnya pada Asuna untuk menutupi Mawashinya.


"Ha.. ada ada saja.." gumam Tanaka yang menghela nafas dengan lelah saat ini.


Disisi lain Asuna yang melihat ini langsung menghela nafas lega sambil menatap Tanaka dengan malu dan berterima kasih padanya.


"Te.. Terima kasih.. untuk jaketnya.. Tanaka-Kun.. "


"Ahh.." balas Tanaka sambil menguap.


"Syuu.. romantisnya.." siul Nomura yang melihat kedekatan Tanaka dan Asuna saat ini.


Tentu mereka yang mendengar perkataannya Nokura seketika memerah hingga mereka sedikit menjaga jarak agar hubungan mereka tidak ketahuan oleh Nomura dan juga yang lainnya.


Disisi lain Warabi yang melihat ini langsung mengumumkan pertandingannya.


"Baiklah kalau begitu.. Tanaka Yuki, majulah kedalam arenanya" ucap Warabi dengan sombongnya meminta Tanaka saat ini.


"Ha.. baiklah.. baiklah.. merepotkan saja.." gumam Tanaka sambil menghela nafas dan mulai berjalan kearah ringnya.


Ketika Tanaka sudah masuk kedalam ringnya ia melihat kearah Senpainya yang tidak memakai Mawashi seperti mereka.


Melihat ini langsung saja Tanaka mulai menoleh kearah atas dan melihat ada beruang sedang bertumpu disana, melihat Tanaka yang sedang menoleh keatas langsung saja beruang itu turun kedalam ringnya.


"Gawrr !!" pekik Kyobo yang memakai Mawasi saat ini.


Tentu kemunculan Kyobo membuat Nomura dan yang lainnya terkejut begitu juga Asuna, sedangkan para Senpai hanya biasa biasa saja ketika melihat kedatangannya.


'Aneh.. kenapa dia tidak terkejut sama sekali..' batin Warabi yang melihat ekspresinya Tanaka yang masih biasa biasa saja ketika ia berdiri didepan Kyobo.


Bisa dibilang saat ini Tanaka terlihat tenang ketika didekat Kyobo saat ini.

__ADS_1


"BUKANNYA ITU BERUANG !?" teriak Nomura yang terkejut ketika melihat lawannya Tanaka saat ini, bahkan Nomura saat ini memasang wajah aneh ketika melihat ini.


"Syoshoshosho.. tenanglah dia itu jinak kok, namanya adalah Kyobo" balas Warabi yang senang ketika melihat ekspresinya Nomura saat ini.


"Bukannya kamu bilang masih ada 3 petarung tadi ?" tanya Nomura pada Warabi.


"JANGAN BILANG MASIH ADA 2 YANG KAYAK BEGINIAN !?" teriak Nomura yang menunjuk Kyobo saat ini.


"Apa yang kau bicarakan ? dia juga adalah salah satu petarung, Tohko, Tanukihara dan juga Kyobo" balas Warabi ketika mendengar ini.


"Jadi Saruwatari bukan petarung ya ? padahal kau sudah bertingkah seperti yang aslinya !" protes Nomura sambil menunjuk kearah wanita pendek berkacamata itu.


"Khekhekhe.." sindir Nico yang melihat tingkahnya Nomura saat ini.


"Meskipun begitu, bertarung melawan binatang itu melanggar peraturan !!" ujar Rin yang menatap tajam kearah Warabi saat ini, begitu juga dengan Mary.


Sedangkan Asuna yang melihat Tanaka akan bertarung melawan Kyobo mulai khawatir, bukan karena Tanakanya melainkan Kyobo nya.


Ia khawatir kalau Tanaka akan berbuat sesuatu diluar nalar ketika menghadapi beruang itu, meskipun Asuna tahu kalau Tanaka dapat memenangkan pertarungan ini dengan mudah.


"Syoshoshosho.. jangan bilang begitu, kalau salah satu dari kalian menang melawan Kyobo, maka aku akan anggap kalian menang" balas Warabi yang memberikan syarat pada mereka.


Tentu hal ini membuat mereka terkejut ketika mendengar fakta dari mulutnya Warabi, namun tetap saja mereka khawatir karena petarung pertama mereka adalah Tanaka.


"Jadi begitu.. karena itulah salah satu dari kalian tidak ada yang memakai Mawashi" sahut Nomura yang melihat para Senpainya saat ini tidak ada yang memakai Mawashinya.


"Tapi tetap saja.. apa ini tidak apa apa untuk membiarkan Tanaka menjadi lawannya ?" tanya Mary dengan khawatir melihat Tanaka masih terdiam saat ini.


"Kau tidak perlu khawatir, Mary-Chan" balas Asuna yang melihat Tanaka saat ini.


Tentu mereka bertiga yang mendengar ini mulai menoleh kearah Asuna, langsung saja Mary mulai protes pada Asuna mengenai ini.


"Apa yang kau pikirkan Asuna-Chan !! apa kau tidak khawatir pad-"


"Tidak.." potong Asuna dengan serius ketika mendengar ini.


Tentu Mary yang mendengar ini tersentak dan ingin melanjuti perkataannya, namun melihat wajahnya Asuna yang serius ia mulai ragu dan mulai bertanya padanya.


"Kenapa ?" tanya Mary dengan suara pelan ketika melihat Asuna serius kali ini.


"Karena Tanaka-Kun terlihat serius kali ini.."


Tentu Mary dan yang lainnya yang mendengar ini mulai menoleh kearah Tanaka yang masih terlihat biasa biasa saja disana.


Namun ketika melihat wajahnya Tanaka yang memasang wajah serius mulai berpikir 2 kali melihat Tanaka serius untuk pertama kalinya bagi mereka.


"Kalau begitu.. ayo segera kita mulai.." ucap Warabi yang sedang minum cola yang ia bawa sebelumnya sambil meminumnya.


Ketika mendengar ini langsung saja Kyobo dan Tanaka mulai mengambil posisi bersiap mereka, terlihat kalau Kyobo sedang menatap Tanaka begitu juga sebaliknya.


"Ketika botol cola ini jatuh.. maka pertarungan akan dimulai" lanjut Warabi sambil tersenyum dan meneruskan minumnya.


"Tatap lawanmu !!" teriak Warabi yang masih melanjutkan minumnya.


"Gawwrr !!" pekik Kyobo yang menatap matanya Tanaka saat ini, begitu juga dengan Tanaka yang menatap matanya Kyobo dengan sangat tajam.


"Hakkeyoi !!" ucap Warabi yang mulai menjatuhkan botol colanya.


PRAAANGGG ~~ !!


"Nokotta !!" teriak Warabi yang mengumumkan pertandingan mereka telah dimulai.


Namun ketika Warabi mengumumkan pertandingannya tidak ada satupun yang bergerak dan masih ditempat mereka saat ini.


Tentu mereka yang melihat ini mulai mengkerutkan kening mereka melihat tidak ada satupun dari Tanaka maupun Kyobo bergerak.


"KYOBO !! APA YANG KAU LAKUKAN !? SERANG DIA !! PERTANDINGANNYA SUDAH MULAI !!" teriak Warabi yang melihat pemandangan ini.


Namun Kyobo tidak mendengar perkataannya Warabi karena masih menatap matanya Tanaka, disisi lain Tanaka yang melihat ini mulai berdiri sambil memasukkan kedua tangannya pada saku celananya.


"Pilih.. keluar atau bertarung.." gumam Tanaka yang masih menatap matanya Kyobo saat ini.


Tentu sebelum memulai pertarungan mereka Tanaka sudah menggunakan Houshaku Hakinya ketika menatap matanya Kyobo.


Kyobo yang mendengar ini tentu mulai ketakutan hingga tubuhnya bergetar dan segera pergi keluar arena sambil bersembunyi dibelakang para Senpai saat ini.

__ADS_1


"Hmm.. pilihan yang bagus.." gumam Tanaka yang memejamkan matanya sambil mengangguk kepalanya dengan puas.


"...."


Tentu mereka yang melihat ini terdiam dengan mulut terbuka lebar ketika melihat Tanaka membuat Kyobo takut hingga ia lari terbirit birit karena tatapannya.


Bahkan Warabi yang pertama kali melihat Kyobo ketakutan pun seketika terdiam hingga syok.


"HIME-SAMA !!" teriak para gadis yang bersama Warabi saat ini.


Langsung saja Warabi mulai terhuyung hingga terjatuh kebawah dari lantai atas, Tanaka yang merasakan ini mulai berteriak pada Asuna.


"ASUNA !!" teriak Tanaka yang mulai berlari kearah Warabi yang merasakan seseorang jatuh dari atas gedung.


Tentu Asuna yang mendengar ini terkejut dan mulai melihat kearah Tanaka yang sedang berlari kearah gedung sekolah, melihat Warabi yang jatuh dari sana tentu Asuna mengerti maksud Tanaka dan mulai menyusulnya.


"HIME-SAMA !!" teriak para Senpai yang panik ketika melihat Warabi terjun dari gedung saat ini.


"Gawwr.." pekik Kyobo yang khawatir akan keadaan tuannya saat ini.


'Sedikit lagi..' batin Tanaka yang melihat Warabi sudah berada ditengah gedung saat ini.


Langsung saja Tanaka mulai berhenti sambil berbalik dan mulai membungkukkan badannya sambil memposisikan kedua tangannya dibawah.


"ASUNA !! LOMPAT !!" teriak Tanaka pada Asuna yang masih berlari kearahnya.


"!!!"


Tentu Asuna yang mendengar ini mengerti dan segera menggunakan teknik pernafasan miliknya sambil menghirup nafasnya.


'Teknik Pernafasan Cahaya : Bentuk Keempat : Langkah Cahaya' batin Asuna yang bergerak semakin cepat hingga ia tiba beberapa meter didepan Tanaka.


Tentu Mary dan yang lainnya yang melihat kecepatannya Asuna terkejut bukan main, mereka seolah olah melihat cahaya tepat dibelakangnya Asuna.


Asuna yang sudah dekat dengan Tanaka mulai menginjakkan kakinya pada tangannya Tanaka, Tanaka yang merasakan ini mulai menarik nafasnya juga dan segera melempar Asuna kearah Warabi.


Terlihat kalau Asuna saat ini mulai diterbangkan oleh Tanaka kearah Warabi dan segera menangkapnya.


Tepat ketika Asuna berhasil menangkapnya langsung saja Asuna mulai memeluk Warabi sambil mencari pendaratan yang aman bagi mereka.


Langsung saja Asuna mulai mendarat ditanah dan segera berguling sambil memeluk Warabi ketika melakukan pendaratan.


Tentu Tanaka yang melihat mereka selamat mulai menghela nafas lega dan segera berlari kearah mereka, begitu juga dengan mereka.


Setelah Tanaka sampai disana langsung saja ia mulai melihat keadaan mereka berdua.


"Asuna.. apa kau tidak apa apa ?" tanya Tanaka dengan khawatir ketika melihat pendaratan mereka sebelumnya.


"Ahh.. ak- Aduhh !!" ucap Asuna yang melihat kakinya saat ini.


"Sepertinya ini dari pendaratan yang sebelumnya, kalau begitu ayo kita ke UKS untuk mengobati kakimu" gumam Tanaka yang melihat kakinya Asuna keseleo sebelumnya.


"Ba.. Baiklah.." balas Asuna yang menerima kenyataan kalau kakinya terluka saat ini.


"Asuna-Chan !! apa kau tidak apa apa !?" teriak Mary yang khawatir akan keadaannya sepupunya saat ini.


Tentu bukan hanya Mary saja yang datang kemari, Nomura dan Rin juga ikut kemari ketika melihat kejadian tidak terduga terjadi berusan.


Bukan mereka bertiga saja bahkan para Senpai dan bawahannya Warabi pun mulai berlari kearah mereka berdua.


"A.. Ahh.. aku tidak apa apa, hanya keseleo saja.." balas Asuna dengan senyum canggungnya.


"Kalau begitu.. akan aku bawa Asuna, kalian urus wanita itu" ujar Tanaka yang langsung mengangkat Asuna dengan gaya bridal.


"Tu- Ta.. Tanaka-Kun !? i.. ini !!" teriak Asuna yang malu bercampur panik ketika dirinya diangkat layaknya seorang putri saat ini.


"Sudah diamlah.. kita akan ke UKS sekarang.." sahut Tanaka yang tidak peduli dengan ucapannya Asuna dan segera pergi membawanya ke UKS.


"Bu.. Bukan itu maksudku !!" gumam Asuna yang wajahnya memerah saat ini.


Tentu mereka yang melihat ini hanya menatap Tanaka dan Asuna sebentar dan segera membantu Warabi.


Disisi lain Mary yang melihat betapa romantisnya Tanaka dan Asuna hanya bisa terdiam dengan tangan dikepal saat ini sambil memikirkan sesuatu untuk kedepannya.


'Aku harus mengambil langkah agar bisa bersama dengannya..'

__ADS_1


__ADS_2