
Setelah selesai berurusan dengan 2 Elf salju itu terlihat kalau hari ini mataharinya mulai terbenam yang menandakan kalau hari sudah mau malam.
Dazai dan Q yang melihat ini mulai mencari tempat yang cocok untuk berkemah, setelah menemui tempatnya langsung saja Q mulai merubah dirinya menjadi tenda.
Sedangkan Dazai berteduh dibawahnya sambil membuat api unggun dengan beberapa batang pohon kayu yang Dazai temukan di markas kecil Elf Salju sebelumnya.
Tentu sebelum memasang api unggunnya Dazai harus membersihkan dulu salju yang ia pakai untuk berteduh saat ini, setelah selesai langsung saja Dazai mulai membuat apinya.
"Ha.. akhirnya jadi juga.." gumam Dazai yang melihat apinya menyala didepannya.
Melihat apinya sudah jadi langsung saja Dazai mulai duduk sila sambil merentangkan kedua tangannya dekat dengan api itu agar ia bisa menghangatkan dirinya.
"Uwaa.. hangatnya.. bagaimana Q ? apa apinya menghangatkan dirimu ?" tanya Dazai yang menoleh kearah Q yang saat ini menjadi tenda.
'Ya.. terima kasih Master..' balas Q dengan senang.
Mendengar ini tentu Dazai mulai tersenyum sambil membuka ponsel miliknya, tentu tujuan ia saat ini yaitu untuk menjual 2 senjata yang ada di inventory miliknya.
Yaitu Senapan AXM - 3600 dan Pedang Ganda milik Elf Roy sebelumnya, sedangkan Rapier akan ia berikan pada Asuna setelah menyelesaikan misinya.
[ Ding ! Selamat Senapan AXM - 3600 (C+) dan Twin Blue Schimitar (A) berhasil dikonversikan menjadi poin !
Selamat Host mendapatkan 120.000 poin ]
Setelah puas menjual ke 2 senjata tidak berguna itu langsung saja Dazai mulai tersenyum dengan bahagia dan mulai membuka statusnya.
[Name : Tanaka / Dazai
Age : 16 years old
Race : High Human, ???
Title : Protagonist, Administrator, Assassin No 1, King Marksman, Lazybones, Maniac Suicide, Mr.Lucky, Perfect Teacher
Atribute :
Strength : B++
Intiligent : EX
Agility : A
Endurance : B
Stamina : C++
Charm : A++
Luck : EX
Skill Active : Ningen Shikkaku (EX), Telepotation (EX), Telekinesis (A+), Gaster Blaster (A+), Bone Manipulation (A+), Gun Mastery (B), Houshaku Haki (A), Konbunshoku Haki (B+), Bushosoku Haki (B)
Skill Passive : Sloth (A)
Inventory : Historisch Waffen (A)
Poin : 200.000 Poin ]
Disisi lain Tanaka yang melihat ini tentu terkejut bukan main, sebab status miliknya ada beberapa perubahan kecil disana, seperti inventory dan rank disetiap skill yang telah lama ia miliki.
'Hmm.. sepertinya ada peningkatan distatusku, tapi aku tidak menyangka kalau teleportasi milikku merupakan rank EX' batin Dazai yang melihat ponselnya dengan tatapan serius.
'Meskipun atributnya ada yang A sekalipun, tetap saja pergerakkanku masih sama seperti dikehidupanku yang sebelumnya'
'Yang berarti masih ada beberapa hal yang disembunyikan oleh sistem ini..'
"Mahh.. siapa yang peduli soal itu, yang aku pedulikan saat ini adalah misiku sekarang.. kalau begitu ayo coba lihat atribut Rapiernya" gumam Dazai dengan nada malas sambil melihat atribut senjata yang ia dapat sebelumnya.
[ Historisch Waffen (A) : Sebuah rapier yang dibuat menggunakan bahan Mithril, memungkinkan pengguna dapat menyalurkan Energi / Mana kedalam senjata ini akan memperkuat disetiap tebasannya
Element Recommended : Light, Ice, Wind ]
"Ho.. jadi tidak sembarang orang bisa menggunakan ini yahh.. humu.. humu.. " gumam Dazai sambil menganggukkan kepalanya yang mengerti ketika melihat ini.
"Sudah kuduga ini memang cocok untuknya.. tapi.. apa dia memang bisa menggunakan senjata ini ketika ia tidak memiliki elemen ?" gumam Dazai pada dirinya sambil memiringkan kepalanya.
'Master.. aku rasa senjata itu bisa ditutupi oleh buah iblis atau sihir elemen yang sesuai atribut ssnjata ini bila ingin menggunakannya' sahut Q yang menyarankan ini pada Dazai.
"Buah iblis, kah.." gumam Dazai yang memejamkan kedua matanya sambil melipat kedua tangannya ketika memikirkan perkataan Q.
"Aku rasa kau ada benarnya mengenai ini Q, tapi sepertinya itu akan memerlukan waktu bagi Asuna untuk membeli buah iblis itu" lanjut Dazai sambil menoleh kearah atas.
"Mahh.. itu tergantung usahanya, aku sudah berjanji padanya kalau dia akan melakukan pekerjaannya ketika misi yang lainnya datang" sahut Dazai yang mulai tidur disebelah api unggunnya.
"Kalau begitu aku tidur dulu Q, selamat malam.." ucap Dazai yang mulai tidur dengan cepat.
Tentu Q yang melihat ini menggunakan sebagian badannya untuk menyelimuti Dazai agar ia tidak kedinginan meskipun sudah diberi api unggun.
'Selamat malam.. Master..' balas Q yang melihat Dazai sudah tidur.
'Aku mencintaimu..'
'....'
***
Keesokan harinya terlihat kalau matahari mulai menampakkan dirinya, tanpa mengurangi tumpukan tumpukan salju itu sama sekali.
__ADS_1
Dazai yang merasakan cahaya masuk mengenai dirinya mulai membuka matanya secara perlahan dan segera bangun dari tidurnya dengan malas.
Langsung saja Dazai mulai meregangkan badannya dalam waktu yang cukup lama setelah selesai langsung saja ia bangun dan melihat sekitar kalau suasananya masih sama.
"Ahh.. sungguh pagi yang sejuk bukankah begitu Q ?" tanya Dazai yang sedang berdiri sambil menatap matahari yang terbit.
'Ya.. Master' balas Q yang mulai merubah dirinya jadi bentuk Slime nya dan mulai berubah kembali menjadi syal.
"Kalau begitu ayo kita pergi" sahut Dazai yang mulai melanjuti perjalanannya menuju markas utama para Elf itu.
***
Sedangkan para murid kelas E saat ini sedang berada di panti asuhan yang tak jauh dari sekolah mereka.
Mereka bisa ada disini karena Okajima dan Kimura tanpa sengaja membuat tulang pahanya Matsukata selaku pembimbing panti asuhan.
Matsutaka terlihat sudah berumur sekitar 50 atau 60 tahun dengan pakaian berwarna biru dan juga celana berwarna coklat.
Kejadian ini terjadi karena mereka menggunakan teknik yang diajarkan oleh Karasuma pada mereka.
Tentu hal ini membuat Karasuma dan Koro-Sensei kecewa ketika mendengar berita ini, langsung saja Koro-Sensei mulai melarang mereka semua untuk belajar materi ujian yang akan datang atapun meminta bantuan pada Dazai.
Sedangkan mereka yang mendengar ini hanya bisa termenung akan kesalahan mereka dan mulai bertanggung jawab mengenai masalah ini.
Saat ini terlihat kalau beberapa laki laki kelas E sedang mengangkat beberapa kayu, bata dan juga semen untuk memperbaiki sambil memperluas panti asuhan.
"Kanzaki-San.. bagaimana dengan makan siang mereka ?" tanya Nakamura yang mulai berjalan kearah dapur dan melihat, Kanzaki dan Yada sedang memasak disana.
"Ahh.. sebentar lagi siap kok.." balas Kanzaki yang saat ini sedang mengaduk kare yang ada dipancinya.
"Kalau begitu Nakamura-San.. bisakah kau memanggil yang lainnya kalau makan siangnya sudah mau jadi ?" tanya Yada yang meminta bantuan Nakamura untuk memanggil yang lainnya.
"Baiklah.." balas Nakamura yang mulai berbalik, namun sebelum ia pergi tiba tiba saja sebuah ide terlintas dikepalanya hingga membuatnya tersenyum menyeringai.
"Ahh.. iya.. Yada-San, Kanzaki-San kenapa kalian berdua belajar memasak ?" tanya Nakamura pada mereka berdua.
"Hmm.. itu.." gumam Kanzaki sambil menoleh kearah lain begitu juga dengan Toka.
"Biar aku tebak.. aku yakin kalian belajar memasak pasti untuk memberikan bekal padanya agar dia memuji masakan kalian bukan ?" ujar Nakamura dengan senyum menyeringai.
Tentu hal ini membuat wajah mereka berdua mulai memerah ketika mendengar ucapannya Nakamura barusan.
"Ehh !? tidak itu !?"
"I.. Ini bu.. bukan seperti yang kau pikirkan, Na.. Nakamura-San !?"
Sedangkan Nakamura yang melihat ini hanya bisa tertawa dengan apa yang ia lihat saat ini, karena pikiran mereka berdua mudah ditebak.
"Hahaha.. yang bisa aku bilang saat ini adalah berjuanglah mendapatkan hatinya Dazai-Sensei.." sahut Nakamura yang mulai meninggalkan mereka berdua disana.
"NAKAMURA-SAN !?"
***
Terlihat kalau Dazai saat ini sedang melihat sebuah pohon besar dengan beberapa rumah pohon disana, dan juga sebuah tembok kayu dengan beberapa Elf Salju sedang berjaga disana.
"Jadi ini dia tempatnya yahh.." gumam Dazai yang melihat ini secara langsung.
"Tapi aku masih tidak menyangka kalau Elf Salju itu membuat tembok seperti ini" lanjut Dazai sambil memasang wajah aneh ketika melihat para Elf itu membuat tembok kayu disana.
'Master.. hal ini sudah wajar untuk para Elf Salju seperti mereka' balas Q
'Lagipula Ras Elf Salju seperti mereka sangat berbeda dengan para Elf yang ada diingatan Master, bisa dibilang mereka sangat overprotectif pada sesama bangsa mereka'
'Apalagi pada Raja atau Ratu mereka..' jelas Q mengenai ras mereka.
"Begitukah.." gumam Dazai ketika mendengar penjelasan Q.
"Kalau begitu.. ayo kita bereskan ini dengan cepat, aku ingin menikmati liburku yang tersisa 4 hari lagi itu" lanjut Dazai yang mulai turun dari dahan pohon itu.
"Lakukan rencana Z" sahut Dazai dengan wajah serius sambil berjalan kearah markas mereka dengan santainya
'Baik.. Master' balas Q yang mulai melakukan rencana mereka.
Tentu rencana ini sangat sederhana yaitu membiarkan Q menyerang duluan untuk menghemat tenaga ketika melawan musuh yang merepotkan nantinya.
***
Disisi lain para Elf yang sedang berjaga diatas tembok kayu itu mulai melihat Dazai berjalan kearah mereka, tentu melihat ini mereka langsung memberikan peringatan pada Dazai.
"MANUSIA !? INI ADALAH KAWASAN MILIK RATU GEORGIA !?"
"SEBAIKNYA KAU MENJAUHI KAWASAN INI !? JIKA TIDAK NYAWAMU AKAN MELAYANG !?"
Tentu Dazai yang mendengar ini hanya menghiraukan sambil mengambil syal yang ada dilehernya yang tidak lain adalah Q.
Melihat Dazai menghiraukan peringatan mereka langsung saja mereka mulai menyerang Dazai dengan anak panah mereka.
Sedangkan Dazai yang melihat para Elf itu menyerang mulai melempar Q kearah anak panah itu dengan santainya, langsung saja Q mulai merubah dirinya menjadi Minotaur berukuran raksasa dan mulai menangkisnya dengan lengannya.
Tentu hal ini membuat para Elf yang melihat ini terdiam dengan mulut terbuka dengan apa yang merek lihat saat ini, begitu juga dengan Dazai.
ROOAAAAARRR !?
Langsung saja Q mulai berlari kearah tembok kayu itu dan mulai menabraknya dengan beberapa Elf yang tidak bisa berbuat apa apa disana.
"ARGGGHHH !?"
__ADS_1
"MONSTER !? ADA MONSTER DISINI !?"
"KYAAAHHH !?"
Terdengar berbagai macam teriakan ketika Q membuat kekacauan disana, Dazai yang melihat ini hanya bisa terdiam sambil membuka ponselnya.
Tentu ia bertujuan untuk membeli sebuah senjata dan juga Teknik Berpedang yang ada dishop, karena ia yakin kalau kedepannya ia tidak akan bisa terus bergantung pada Q.
Langsung saja Dazai mulai memeriksa isi shopnya, namun ketika ia akan membeli senjata disana tiba tiba saja ia melihat senjata yang cukup cocok untuk.
[ Yamato (A) : Katana yang dapat memisahkan koneksi makhluk seperti iblis dan mengubahnya menjadi manusia seutuhnya, Katana ini juga mampu memotong apapun termasuk ruang itu sendiri.
Element : Dark (Kegelapan)
-100.000 Poin ]
'Sepertinya ada yang aneh disini..'
Bukan itu saja bahkan ia melihat teknik berpedang salah satu karakter favorit keduanya yang terlihat cukup murah disana.
[ Vergil Sparda Swordmanship Card Experience (B) : Sebuah kartu yang memungkinkan penggunanya mendapatkan kemampuan berpedang milik Vergil Sparda yang ia kembangkan.
Kemampuan yang melibatkan penarikan cepat dari sarungnya, menyerang lawannya, sembari mengeluarkan darah musuhnya sebelum pengguna mengayunkan pedangnya (Iaijutsu).
Versi lemah dari Originalnya.
-100.000 Poin ]
'Bukankah ini suatu kebetulan meskipun itu di Nerf, kan ?' batin Tanaka.
Tanpa berpikir panjang langsung saja Dazai mulai membeli kedua item itu tanpa ragu, meskipun itu adalah versi Nerf sekalipun.
[Ding ! Selamat Host telah membeli Vergil Sparda Swordmanship Card Experience (B) dan Yamato (A)
Terima kasih telah berbelanja ! ]
Tepat setelah Dazai membelinya tiba tiba saja sebuah ingatan masuk kedalam kepalanya, tentang bagaimana cara kerja teknik ini berapa macam bentuknya dan juga bagaimana cara mengeksekusi tekniknya.
Tentu awalnya ia bingung kenapa bisa ia mendapatkan efeknya langsung dari kartu tersebut, sedangkan ia belum menyentuh bahkan mengeluarkannya sama sekali.
Setelah selesai langsung saja Dazai mulai menghela nafas lega dan mulai membuka status terbarunya sembari menghiraukan kejanggalan tersebut yang menurutnya tidak penting untuk dipikirkan.
[Name : Tanaka / Dazai
Age : 16 years old
Race : High Human, ???
Title : Protagonist, Administrator, Assassin No 1, King Marksman, Lazybones, Maniac Suicide, Mr.Lucky, Perfect Teacher
Atribute :
Strength : B++
Intiligent : EX
Agility : A
Endurance : B
Stamina : C++
Charm : A++
Luck : EX
Skill Active : Ningen Shikkaku (EX), Telepotation (EX), Telekinesis (A+), Gaster Blaster (A+), Bone Manipulation (A+), Gun Mastery (B), Houshaku Haki (A), Konbunshoku Haki (B+), Bushosoku Haki (B), Vergil Sparda Swordmanship (A)
Skill Passive : Sloth (A)
Inventory : Historisch Waffen (A), Yamato (A)
Poin : 0 Poin]
Melihat ini Dazai mulai tersenyum dan mulai mengeluarkan Yamato dari inventorynya.
Terlihat kalau pedang itu yaitu memiliki Tsuka atau pembungkus emas tradisional dengan ornamen hitam, lalu Tsuba atau pelindung katananya berbentuk segi delapan.
Dalam angsuran selanjutnya, pelindungnya juga berbentuk oval, lalu pelindung genggaman pedangnya dikepang dari bahan berwarna putih dan juga biru tua.
Bilahnya memiliki beberapa ornamen rumit, yang paling menonjol adalah relief naga di ujung gagang dan dengan pelindung perunggu berornamen dengan motif naga.
Langsung saja Dazai mulai menarik pedangnya dan melihat bilahnya yang berwarna hitam yang berbeda dari dalam series DMC itu sendiri.
Tentu Dazai yang melihat ini terpukau dengan penampilan pedang legendaris ini, ketika sedang melihat ini tiba tiba saja Dazai mulai mendapatkan telepati dari Q.
'Master.. sepertinya Ratu dari para Elf ini sudah tiba ditempat kejadian dan sedang berusaha untuk menghalangiku untuk menghabisi penduduknya' ujar Q.
"Baiklah aku akan segera kesana.." balas Dazai dengan serius.
Langsung saja Dazai mulai pergi kedalam markas utama para Elf itu dan melihat kekacauan yang dibuat oleh Q hingga sebagian hutan dan rumahnya hancur karenanya.
Dazai yang melihat ini hanya bisa menghela nafas sambil melanjuti perjalanannya tepat ketika ia akan sampai ia dapat melihat Q yang saat ini dalam wujud Minotaur.
Terlihat kalau ia saat ini sedang melawan beberap Elf yang penuh dengan luka saat ini, dan dibelakang para Elf itu ada seorang gadis Elf dengan tinggi 167 cm dengan mahkota es disana.
Tentu gadis itu tidak lain adalah Ratu Georgia merupakan pemimpin para Elf Salju itu.
__ADS_1
"Mahh.. sepertinya aku ketinggalan pesta disini"