
"Ha.. Ohta aku.. mulai besok aku akan mencoba untuk mengontrol diriku lagi" ujar Tanaka dengan nada lesunya.
"Ada apa tiba tiba begini ?" tanya Ohta yang duduk disebelahnya.
"Apa ini soal kejadian kemarin ?" lanjut Ohta yang memegang sebuah tablet saat ini.
"Ahh.. soal itu.. aku sudah pasrah.. aku tidak bisa apa apa jika menyangkut adikku yang sedang marah" balas Tanaka dengan muram.
Setelah kedatangan Sakuya di keluarga mereka Tanaka ditanya habis habisan oleh adiknya Rino, bahkan Asuna tidak akan peduli jika sudah menyangkut makanan manis.
"Yang aku bicarakan kali ini adalah soal diriku.. karena aku yang terlalu malas dan selalu mengantuk.." lanjut Tanaka sambil melihat Katou dan Shimura saat ini dengan tatapan datar dan kosong miliknya.
"Lalu tidak mau bilang dengan apa yang aku inginkan, hingga hal ini pun terjadi.." lanjutnya dengan nada putus asa.
Benar, saat ini Tanaka sedang melihat Shimura dan Katou sedang bernyanyi dimana Shimura memegang mic dan Katou memegang Maracass.
Tanaka dan yang lainnya saat ini sedang berada ditempat Karaoke, dimana Shimura lah yang memesan tempat ini.
***
Kembali dimana mereka masih disekolah saat ini setelah jam pelajaran terakhir selesai.
Terlihat kalau Ohta saat ini sedang membereskan peralatannya dan juga milik Tanaka sambil mengobrol dengan Shimura dan Katou.
Disisi lain saat ini Tanaka sedang menahan kantuknya yang begitu berat hingga kepala bergerak kesana kemari karena menahan kantuknya.
"Mereka memasang peralatan dilapangan, jadi hari ini kita tidak ada kegiatan klub, bagaimana kalau kita ke suatu tempat ?" tanya Katou dengan semangat.
"Ohh.. terdengar bagus" balas Ohta yang tertarik dengan pembicaraan ini.
"Tentu.. karena kita berempat ada disini ayo kita dapatkan pop" ujar Shimura dengan nada dan pose kerennya yang berbinar itu.
"Ohh.. kamu mau pergi minum ?" tanya Katou dengan senyum polos.
"BUKAN !! maksudku ayo kita lebih populer !! dan membuat kita lebih berkilau dari Tanaka !!" teriak Shimura dengan kesal.
"Meskipun dia tidak menyadarinya ?" tanya Katou mengingat sifatnya Tanaka.
"Benar !! ayo kita karaoke !! orang yang bisa bernyanyi itu populer kalian tahu !!" lanjut Shimura sambil mengajak mereka berdua.
"Ohh.. karaoke.." balas Ohta dan Katou secara bersamaan.
Bahkan mereka mengabaikan Tanaka yang saat ini badannya goyang goyang karena menahan kantuk beratnya.
"Apa kamu ikut, Tanaka ?" tanya Shimura padanya.
"Ehh..? uhh..? te.. tentu.." balas Tanaka dengan terbata bata.
***
"Kau tidak seperti yang kami bayangkan, jadi kami pikir kalau kamu mau ikut juga" balas Ohta.
"Ha.. bukan, dan lagi tempat ini berisik.. jika aku bangun maka aku tidak akan berada disini sekarang" ujar Tanaka sambil memainkan Maracassnya sesuai alunan musiknya.
"Ini pertama kalinya orang sepertiku datang kesini.." gumam Tanaka dengan putus asa sambil melanjutkan main Maracassnya.
__ADS_1
"Tidak ada yang ingin kulakukan disini.. apalagi sesuatu seperti bernyanyi atau menari.."
"Itu sangat mustahil bagiku.. mungkin aku akan menghancurkan kesenangan kalian" balas Tanaka yang menoleh kearah Ohta.
"Tidak apa Tanaka.. walau kau tidak antusias.. memainkan Maracass akan membuat pestanya serasa hidup" Ohta yang melihat Tanaka hanya memainkan Maracass nya.
"Walau dari tadi aku dapat merasakan kalau kamu memainkan Maracass nya sesuai irama musik yang Shimura nyanyikan.." lanjut Ohta sambil menatap Maracass ditangannya Tanaka.
"Aku yakin itu kebetulan saja.." balas Tanaka sambil melihat Shimura masih bernyanyi.
"Kebetulan yahh.." balas Ohta yang juga sama melihat orang itu.
"Hmm.. kebetulan.."
***
Keesokan harinya setelah Tanaka dan yang lainnya pergi Karaoke terlihat kalau mereka saat ini sedang mengobrol dikelas.
"Aku.. aku masih tidak terima ini.." gumam Shimura dengan nada putus asa setelah keluar dari tempat Karaoke sebelumnya.
"Jadi kamu masih memikirkan soal itu yahh.." balas Ohta sambil menatap Shimura dengan tetapan kasihan.
"Hoammm... ada ada saja.." gumam Tanaka yang tidak peduli dengan apa yang Shimura pikirkan saat ini.
"TENTU SAJA !! BAGAIMANA BISA ORANG SEPERTINYA YANG BISA MENJADI POPULER KAPAN SAJA NAMUN JUSTRU TIDAK BISA JADI POPULER !!" teriak Shimura dengan kesal.
Semenjak kejadian kemarin dimana Katou memegang mic nya ketika karaoke, membuat Shimura dan Ohta terkejut dibuatnya.
Sebab suara yang dikeluarkan oleh Katou ketika bernyanyi memiliki suara yang bagus hingga penilaian yang diberikan mesin karaoke itu tercentang 99% dari hasil penilaian penampilan Katou ketika bernyanyi.
Ia bahkan mengalahkan Shimura yang memiliki nilai 91% dalam bernyanyi.
"Ha.. aku menyerah soal ini" balas Shimura yang mengusap keningnya saat ini.
"Ohh iya kalian berdua apa kalian sudah menyelesaikan tugasnya Ishii-Sensei ?" tanya Saika yang tiba tiba datang dan mencoba mengalihkan pembicaraan mereka ketika melihat Shimura kesal saat ini.
"AHH !! SIAL AKU LUPA !!" teriak Shimura dan Katou saat ini.
"Ha.. kalian ini.." gumam Ohta melihat tingkah mereka berdua.
"Ahaha.." tawa Saika yang merasa bersalah saat ini.
"Ohta !! Saika-Chan !! bantu kami !!" ujar Shimura dan Katou pada mereka berdua.
'Sejak kapan Saika dipanggil seperti itu ?' batin Tanaka yang mulai menatap mereka dengan tatapan aneh.
"Baiklah.." balas Saika yang mulai berjalan ke meja miliknya.
'Dan dia menerimanya dengan begitu mudahnya !!' batin Tanaka yang makin terkejut ketika mendengar ini.
"Yahoo.." balas Katou dengan senang.
"Kau benar benar baik Saika-Chan.. malaikat penyelamatku.." ujar Shimura yang mulai mengikutinya dari belakang bersama Katou.
"Tanaka.. aku akan membantu mereka sebentar.." balas Ohta yang juga ikut bersama mereka.
"A.. Ahh.." sahut Tanaka dengan singkat hingga mereka pergi meninggalkan dirinya sendiri.
'Ha... benar benar hari yang berat..' batin Tanaka yang menghela nafas berat.
__ADS_1
Terlihat kalau ia saat ini benar benar kesal, bahkan ia mengeluarkan aura yang begitu suram disekelilingnya sambil bersandar diatas mejanya.
'Setelah Shimura mendapatkan personalitas dirinya selama 30 menit, entah kenapa ia bernyanyi seperti terlepas dari sesuatu..' batin Tanaka yang mengingat kejadian kemarin.
'Aku tidak akan pernah kesana lagi.. meskipun Asuna dan Ritsu memaksaku pergi kesana' batin Tanaka yang benar benar lelah pagi ini.
"Pagi Tanaka-Kun.. sepertinya kau sangat lelah pagi ini" sapa Shiraishi yang bangkunya tepat disebelah Tanaka saat ini.
"Ahh..soalnya aku pergi Karaoke kemarin.." balas Tanaka yang mulai membenarkan posisi duduknya.
"Ohh.. Karaoke ! itu bagus soalnya aku belum pernah kesana, dan lagi Kicchan, Miyochan dan aku akan pergi kesana setelah tes selesai" balas Shiraishi dengan senyum diwajahnya.
"Tapi, jika kau pergi kesana Tanaka-Kun !! itu artinya Karaoke sangat menyenangkan !!" lanjut Shiraishi sambil menatap Tanaka dengan berbinar.
"...."
Tanaka yang mendengar ini terdiam melihat betapa antusiasnya Shiraishi ingin pergi Karaoke bersama temannya.
Sebenarnya ia ingin memberitahukan pengalamannya ketika di Karaoke padanya, namun entah kenapa ia tidak bisa mengatakannya.
"Yahh.. Karaoke sepertinya memang cukup menyenangkan juga" balas Tanaka yang tidak ingin menghancurkan moodnya Shiraishi.
"Aku jadi ingin mencobanya sekarang juga" balas Shiraishi yang tersenyum lebih cerah padanya.
Namun ketika Tanaka dan Shiraishi sedang berbicara tiba tiba saja Asuna datang sambil membawa papan dada ditangannya.
"Shiraishi-San, boleh ikut aku sebentar ?" Asuna yang melihat Tanaka dan Shiraishi sedang mengobrol dengan asiknya.
"Ahh.. aku segera kesana !!" balas Shiraishi yang mulai menghampiri Asuna saat ini.
'Entah kenapa aku terlalu banyak bicara dengan Tanaka-Kun hari ini..' batin Shiraishi yang berjalan kearah Asuna.
"Jadi itu menyenangkan ya ?" tanya Ohta yang sudah berdiri disebelahnya Tanaka dari tadi, ketika melihat dia dan Shiraishi sedang mengobrol sebelumnya.
"Cuma sedikit.." balas Tanaka yang mulai bersandar pada tangannya.
"Begitu.." Ohta yang kemudian mulai melihat Shiraishi dan Asuna sedang mengobrol soal tugas piket hari ini.
"Aku tidak ahli dalam hal begitu.. jadi aku tidak yakin.. tapi.." lanjut Ohta yang tiba tiba berhenti berbicara.
Tentu Tanaka yang mendengar ini mulai melihatnya dengan tatapannya yang begitu lesu itu.
"Bukankah kebaikanmu itu lah yang membuatmu populer ?" tanya Ohta sambil menatapnya.
"Ahh.. itu tidak benar, lagipula aku tidak mau menjadi populer seperti pria pria tampan diluar sana.. kau tahu maksudku bukan ?" ucap Tanaka yang mulai membaringkan kepalanya diatas meja dan segera tertidur dengan cepat.
"Begitu.." gumam Ohta sambil melihat kearah pintu kelas dibelakangnya.
Terlihat kalau para gadis dari kelas yang berbeda sedang mengintip Tanaka yang sedang mengobrol dengannya.
"Kyaa !! Tanaka-Kun terlihat keren !!"
"Apalagi wajah tidurnya itu benar benar imut !!"
"Melihat Tanaka-Senpai seperti itu aku ingin sekali merawatnya !! Kyaaa !!"
"...."
Tentu Ohta yang melihat ini hanya bisa terdiam sambil melihat Tanaka tertidur diatas mejanya dengan begitu nyenyaknya.
__ADS_1
'Aku merasa memang kamunya saja yang populer, Tanaka..'