The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 58


__ADS_3

Sudah 1 minggu semenjak Dazai didalam Dungeon terlihat kalau saat ini ia sedang duduk diatas mayat para Elf Salju sambil memakan kroket yang sempat ia buat sebelum masuk kedalam Dungeon.


Tentu bukan hanya itu saja yang Dazai makan, banyak sekali jenis makanan yang Dazai masak dan simpan di inventory miliknya.


Ia baru mengetahui kalau inventorynya tidak memiliki konsep waktu disana, makanya ia melakukan beberapa eksperimen pada inventory yang ada di Grup Chatnya.


"Hmm.. Qwe.. awpa kwau mwenwemukwan sweswuatu diswana ?" tanya Dazai yang mulutnya penuh dengan kroket panas.


'Master.. aku menemukan peta didalam salah satu tenda disini' balas Q yang mulai membawa peta dalam wujud Slimenya.


Dazai yang melihat ini mulai menghabiskan kroketnya sambil menghiraukan bau darah yang ada disekitarnya, langsung saja dia mulai turun dari tumpukan mayat itu dan mulai berjalan kearah Q.


"Gulp.. coba lihat" sahut Dazai yang mulai membersihkan kedua tangannya lalu mulai mengambil petanya.


Langsung saja Dazai dan Q mulai melihat kearah isi peta tersebut, terlihat kalau saat ini mereka berada di markas kecil yang ada di selatan.


Sedangkan markas utama para Elf itu ada di timur laut dari posisi Dazai saat ini.


"Hmm.. sepertinya selama 1 minggu ini kita hanya menghancurkan 2 markas mereka saja, bukan begitu Q ?" tanya Dazai yang menunggu pendapat Q padanya.


'Benar Master.. dan sepertinya tidak ada markas yang lain lagi dipeta ini' balas Q dengan serius.


"Benar.. tapi sepertinya kita akan memerlukan waktu yang lama untuk sampai disana, bagaimana kalau kit-"


Namun sebelum Dazai menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja sebuah anak panah melesat kearahnya, tentu Dazai yang melihat ini mulai menangkisnya dengan tangan yang dibaluti oleh Hakinya.


PRAAANNGGG !!


Setelah menangkis serangan itu ia mulai melihat kearah tembakan itu dengan wajah serius.


Terlihat kalau orang yang menembaki dirinya adalah seorang Elf berambut putih panjang dengan sebuah crossbow kecil ditangan kanannya.


"Oya.. oya.. apa yang dilakukan seorang manusia dimarkas ini" sahut Elf itu dengan nada sombongnya.


Tentu Dazai yang melihat Elf itu bisa berbicara tentu terkejut, sebab ia belum pernah melihat ras sepertinya bisa berbicara.


"Hmm.. aku kira siapa ternyata hanya kroco, ayo pergi dari sini Q.." ajak Dazai yang mulai meninggalkan Elf itu sendirian disana.


Elf itu yang mendengar ejekannya mulai kesal apalagi ketika melihat Dazai menghiraukannya, langsung saja Elf itu mulai menembakkan panahnya.


Disisi lain Dazai hanya berjalan saja sambil memiringkan kepalanya untuk menghindari anak panah itu.


Melihat anak panahnya meleset langsung saja dia mulai menembaki Dazai lagi dengan cepat sambil bergerak, tentu Dazai yang mendengar suara panah dan pergerakan Elf itu mulai menghindarinya dengan gerakan minim.


Langsung saja Elf itu membuat pergerakan yang sangat cepat dengan melompati setiap dahan pohon yang ada disekeliling Dazai.


Tentu pergerakannya Elf itu saat ini terbilang cukup membingungkan musuhnya, karena disetiap pergerakannya terdapat siluet dirinya yang sedang bergerak disetiap sisinya.


Sedangkan Dazai yang melihat ini hanya memasang wajah malas penuh dengan bosan, langsung saja Elf itu mulai menembaki Dazai tanpa menghentikan pergerakkannya.


Terlihat setiap anak panah mulai melesat kearah Dazai disetiap arah yang berbeda dengan kecepatan tinggi.


Melihat ini Dazai hanya memasukkan kedua tangannya pada saku mantelnya lalu segera menghindari semua anak panah itu dengan mudahnya sambil memejamkan kedua matanya.


Tentu hal ini membuat Elf itu bertambah kesal dan mulai menambah kecepatannya dan juga jumlah anak panahnya, jika itu manusia normal mungkin dia akan mati mengenaskan disana.


Namun sayang yang dilawan Elf itu adalah Dazai, tujuan sebenarnya Dazai menghindari anak panah itu untuk melatih Kenbunshoku Haki miliknya.


'Sial !! apa apaan dengan manusia ini !? bagaimana ia bisa menghindari semua anak panahku dengan mudahnya' batin Elf itu dengan penuh kesal.


'Aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan itu' batin Elf itu yang masih menembaki Dazai mulai mengeluarkan sihirnya.


"ICE SHARD !?" teriak Elf itu yang mulai merapalkan sihirnya esnya pada Dazai.


Tentu Dazai yang mendengar ini mulai mengarahkan tangannya pada sihir yang dikeluarkan oleh Elf tersebut.


"Bodoh !? jika kau menyentuhnya maka kau a-"


Belum selesai Elf itu menyelesaikan perkataannya tiba tiba sihir es itu mulai menghilang ketika disentuh oleh Dazai, tentu hal ini membuat Elf itu terkejut bukan main.


"Hmm.. ada apa ? apa kau terkejut ketika melihat sihir lemahmu hilang ? sungguh mengecewakan.." balas Dazai yang tersenyum menyeringai dengan penuh sarkas.


"SIAALAAN MATI KAU MANUSIA !?" teriak Elf itu yang mulai berdiri dibelakang Dazai lalu mengumpulkan sebuah energi sihirnya dikedua telapak tangannya.


Terlihat kalau sebuah lingkaran sihir berwarna biru besar berukuran 4 meter dihadapannya dengan berbagai macam rune disana.

__ADS_1


"BERBANGGALAH MANUSIA !? KARENA KAU ADALAH ORANG PERTAMA YANG MENERIMA SEMUA SIHIR MILIKKU YANG AGUNG INI !?" teriak Elf itu dengan bangganya menyombongkan kekuatannya pada Dazai.


Disisi lain Dazai yang melihat ini hanya memasang wajah aneh pada Elf itu.


"TERIMA INI !? ICE BEAMM !?" teriak Elf itu dengan niat membunuh.


Terlihat sebuah sinar berwarna biru yang mengeluarkan aura biru mulai menembak kearah Dazai dengan ukuran 10× lipat dari ukuran tubuhnya.


BOOOOMMM !!


Tepat ketika sinar biru itu sedang mengarah kearah Dazai tiba tiba saja terjadi ledakan yang begitu dahsyatnya menghancurkan semua yang ada didepannya.


Bahkan Elf itu tidak peduli dengan tumpukan mayat temannya dan hanya memperdulikan kemenangannya saja.


"Hahahaha !? rasakan it-"


JLEEBBB !!


Tepat sebelum ia menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja sebuah sabit menusuknya.


"Gaaahh.. uhukk.. uhukk.. kau.. bagaimana kau bisa.." gumam Elf itu yang saat ini merasakan sakit diperutnya.


"Bisa menghindari serangan itu ? tentu saja dengan mengindarinya, apa kau bodoh kalau aku akan menerima serangan itu ?" balas Dazai dengan sarkasnya sembari menggelengkan kepalanya.


"Ka-"


Belum selesai dengan perkataan Elf itu tiba tiba saja Dazai mulai membelah Elf itu secara vertikal hingga ia terjatuh kedepan dengan tubuhnya yang terbelah.


Setelah musuhnya mati langsung saja Dazai mulai menoleh kearah langit dengan senyum menyeringai.


***


Disisi lain markas utama bangsa Elf Salju terlihat seorang gadis Elf berambut putih sedang duduk dikursi singgasana miliknya sambil menonton pertarungan Dazai dengan bawahannya.


Terlihat sebuah senyum terukir diwajahnya ketika melihat senyum menyeringai Dazai.


"Ahh~ betapa tampan dan kerennya pangeranku~" gumam Elf itu dengan wajah penuh rona merah ketika melihat Dazai.


Setelah puas menonton pertarungan mereka langsung saja gadis itu mulai mengembalikan sikapnya menjadi lebih berwibawa dari sebelumnya.


"Roy.. Blits.. tangkap pria itu dan bawakan dia kemari"


Terlihat kalau didepannya saat ini terdapat 2 Elf yang membawa 2 senjata yang berbeda, yang satu membawa pedang ganda dipunggungnya dan yang satunya membawa pedang rapier dipinggangnya.


"Baik.. yang mulia" balas kedua Elf itu yang mulai menghilang dari pandangan gadis itu yang tidak lain adalah ratu mereka.


Tentu gadis itu yang melihat para jendralnya sudah pergi langsung saja gadis itu mulai pergi menuju kamarnya dengan beberapa pelayannya.


Setelah gadis itu sampai dikamarnya langsung saja gadis Elf itu mulai memuaskan dirinya dikamar sambil memikirkan wajah Dazai yang sedang tersenyum menyeringai kearahnya.


***


3 hari telah berlalu setelah ia mengalahkan Elf itu, terlihat kalau ia sedang melompat setiap dahan yang ia lalui untuk pergi ke tempat tujuan selanjutnya yaitu markas utama para Elf Salju itu.


Namun tiba tiba saja Dazai berhenti dan mulai menggigil tanpa alasan yang pasti apa yang terjadi padanya saat ini.


"Hii.. semoga saja itu bukan seperti yang aku pikirkan" gumam Dazai yang tiba tiba saja menggigil.


Setelah selesai dengan urusannya langsung saja Dazai mulai melanjuti perjalanannya dengan perasaan aneh, namun ia menjaga waspada .


"Nee.. Q, apa benar kalau kau bisa membuat Ritsu memiliki tubuh layaknya manusia pada umumnya ?" tanya Dazai yang mulai melompati setiap dahan pohonnya.


'Ya Master.. namun aku memerlukan izin dari Ritsu untuk bergabung denganku..' balas Q yang saat ini sedang merubah dirinya menjadi sebuah syal yang dipakai Dazai saat ini.


"Bergabung ? aku kira kau akan membuatnya ?" ujar Dazai dengan bingungnya.


'Apa yang Master maksud melalui klon milikku itu ?' tanya Q.


"Yahh.. benar yang itu.."


"Sebenarnya itu sangat mustahil Master.. soalnya disetiap klon yang saya buat memerlukan koneksi dari tubuh utama saya meskipun berhasil Ritsu hanya akan menjadi boneka saja tanpa bisa bergerak karena belum sempurna, makanya saya menyarankan anda untuk menggabungkan kami berdua"


"Ha.. ini benar benar merepotkan" gumam Dazai yang masih melanjuti perjalanannya.


'Me.. Meskipun itu merepotkan Master.. ta.. tapi itu dapat membuatku berevolusi ketingkat yang lain Ma.. Master' balas Q dengan panik ketika melihat Dazai kecewa.

__ADS_1


"itu baru namanya keuntungan" sahut Dazai dengan mata berbinar.


Tentu Q yang melihat ini mulai menghela nafas atas tingkahnya Dazai yang kadang kadang berubah itu, namun tiba tiba saja Q merasakan kehadiran 2 Elf yang sedang bersembunyi 200 meter didepan mereka.


'Master..'


"Ahh.. aku tahu itu"


Langsung saja Dazai mulai menarik Q lalu mengubahnya menjadi tombak dan mulai melemparkannya kearah Elf yang bersembunyi saat ini.


Sedangkan 2 Elf yang sedang bersembunyi saat ini mulai menghindar lemparan tombaknya Dazai hingga 10 pohon yang ada dibelakang mereka hancur.


"He.. sungguh sambutan yang tidak ramah" sahut Elf yang membawa Rapier itu yang bernama Blits dengan senyum sombongnya, sedangkan yang membawa pedang ganda adalah Roy.


"Sungguh manusia primitif" balas Roy yang juga ikut mengejek Dazai saat ini.


Dazai yang mendengar ini hanya melihat kearah mereka berdua dengan tatapan kosong dan tidak peduli dengan kehadiran mereka.


Disisi lain Q langsung saja melesat kearah Dazai yang saat ini dalam wujud Slimenya dan mulai melayang disamping Dazai.


"HAHAHAHAHA !!"


"HAHAHAHAHA !!"


Tentu kedua Elf itu yang melihat familiarnya Dazai mulai menertawakannya, tentu Dazai dan Q yang mendengar ini mulai saling pandang.


Q yang mendengar ini hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Dazai hanya mengangkat kedua bahunya.


"Hahaha.. hei manusia apa dia adalah familiarmu ?" tanya Blits itu dengan senyum mengejeknya, sedangkan Roy yang mendengar ini masih menertawakannya.


Disisi lain Dazai yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja, karena ia tidak mau berbicara dengan kedua Elf aneh ini.


"Kau tahu bahwa familiarmu itu adalah familiar tingkat bawah, familiar terburuk dari yang terburuk, hahahaha.." tawa Blits dan Roy dengan puas.


Sedangkan Dazai yang mendengar ini mulai menoleh dan bertanya pada Q mengenai kebenaran itu.


'Apa itu benar ?' batin Dazai pada Q.


'Iya dan tidak Master.. mungkin Ras Slime adalah yang terburuk bagi mereka yang tidak mengetahui bagaimana cara merawat mereka' balas Q


'Tapi menurut saya semua Ras Slime bisa berevolusi menjadi Ras yang lebih berbahaya dari sebuah Ras Demon jika didunia lain'


'Hmm.. jadi begitu' batin Dazai sambil mengusap dagunya.


"Ada apa manusia ? apa kau menyesal memiliki familiar sepertinya ? familiar yang tidak berguna itu ?" tanya Blits dengan sombongnya.


Tentu Dazai yang mendengar ini mulai semakin kesal hingga tanpa sadar Houshoku Haki miliknya mulai keluar dan menyebar hingga jarak 100 meter, 200 meter, 400 meter dan masih terus menyebar.


Sedangkan Blits dan Roy yang merasakan ini hanya bisa menahan tekanan hingga Roy yang tidak bisa menahan ini mulai pingsan dengan mulut berbusa.


"ROY !?" teriak Blits yang melihat rekannya pingsan.


'Sial.. manusia ini lebih berbahaya dari pada Ratu itu sendiri, aku harus pergi dari sini !?' batin Blits yang ketakutan ketika melihat tatapan kosongnya Dazai.


Namun sebelum ia pergi tiba tiba saja tubuh terangkat keatas dengan lehernya yang tercekik oleh sesuatu sehingga membuatnya tidak bisa bernafas.


"Gaaahhh.." rintih Blits yang kesakitan pada lehernya sambil mencoba untuk menyentuh lehernya.


'Te.. Telekinesis !?' batin Blits lalu segera melihat Dazai yang saat ini sedang mengangkat tangannya dengan energi biru ditangan kirinya.


"Q.. makan kedua Elf itu" sahut Dazai dengan serius sambil menatap Roy yang pingsan saat ini.


'Baik.. Master..' balas Q yang mulai melayang kearah Roy dan mulai berubah menjadi monster tanpa wajah dengan gigi runcing mulai memakan Roy dengan brutal.


Disisi lain Blits yang melihat Roy temannya dimakan dengan cara yang kejam mulai menggigil ketakutan, disetiap gigitan yang Q lakukan pada Roy maka darah dan isi tubuhnya mulai terciprat atau terlempar kearah lain.


Tentu Dazai yang melihat ini hanya menonton Q saja tanpa memperdulikan Blits yang saat ini mencoba berusaha untuk lepas dari skillnya Dazai.


Setelah selesai langsung saja Q mulai melihat kearah Blits dengan mulut penuh darah temannya, tentu Blits yang melihat ini mulai ketakutan.


"Ti.. Tidak ja.. jangan kemari"


"Ku.. Kumohon.. jangan.."


Tentu Q yang mendengar ini hanya menghiraukan perkataannya dan mulai berjalan kearah Blits tepat dihadapannya untuk memakan elf itu seperti yang ia lakukan pada temannya.

__ADS_1


ROAAARRR !!


"ARGGGHHH !?"


__ADS_2