The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 60


__ADS_3

Kembali sebelum Q melakukan penyerangan terhadap markas utama terlihat dikamar kalau Georgia baru bangun dari tidurnya setelah memuaskan dirinya disana selama beberapa hari ini.


Langsung saja ia mulai mengganti pakaiannya seperti yang biasa ia pakai yaitu gaun berwarna biru yang terlihat seperti crystal es.


Setelah selesai mengganti bajunya tiba tiba saja pintu kamarnya mulai diketuk oleh para pelayannya.


"YANG MULIA INI GAWAT MARKAS UTAMA KITA DISERANG !?" teriak pelayan itu dengan panik.


"APA !? DISERANG !?" balas Georgia dengan panik mulai keluar dari kamarnya lalu segera menuju keluar didampingi oleh para pelayan itu.


ROAAARRR !?


Tentu Georgia yang melihat ini terdiam dengan tatapan terkejut ketika melihat semua rakyatnya dan juga bawahannya mati mengenaskan oleh satu Minotaur disana.


Terlihat kalau Minotaur itu membawa satu batang pohon ditangannya dan mulai menghancurkan segalanya yang ada didepannya.


'Sial.. bagaimana bisa ada bangsa Minoan dihutan ini !?' batin Georgia dengan panik ketika melihat ini.


'Rencana yang sudah lama ku susun untuk menyerang manusia gagal karena bangsa Minoan ini, sialan !!' batin Georgia dengan kesal sambil mengeluarkan aura dingin ditelapaknya.


Tidak tahan dengan kekacauan ini langsung saja Georgia mulai menggunakan otoritasnya sebagai Ice Queen untuk menghentikannya.


Namun sebelum Georgia mengeluarkan kekuatannya tiba tiba saja ia mendengar suara asing dibelakang Minoan itu.


"Mahh.. sepertinya aku ketinggalan pesta disini"


Tentu Georgia yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu dan melihat seorang pria tampan yang ia lihat sebelumnya melalui Ice Mirror miliknya.


'DIA !?'


.


.


---


Tepat ketika Dazai datang seluruh pandangan mulai tertuju kearahnya, begitu juga dengan Georgia yang terkejut ketika melihat Dazai datang kemari.


'Master..' sahut Q yang mulai berubah menjadi bentuk Slime nya dan mulai terbang kearah Dazai.


Tentu para Elf yang melihat wujud sebenarnya dari Minotaur itu mulai terkejut karena mereka semua diserang oleh seekor Slime saja.


"Kerja bagus Q.." ujar Dazai dengan senyum diwajahnya dan mulai mengelus Q dengan lembut.


Sedangkan Q yang merasakan usapan lembutnya Dazai tentu merasa senang dan mulai merubah dirinya menjadi syal kembali karena ia melihat Dazai membawa pedang saat ini.


Disisi lain para Elf yang melihat ini mulai waspada pada Dazai karena mereka berpikir kalau penyerangan ini sudah direncanakan olehnya.


Merasakan tatapan dan beberapa gejolak emosi para Elf itu mulai mengeluarkan Shishuinya, tentu para Elf yang tersisa yang melihat ini mulai menyerangnya.


"BERHENTI !?"


Tentu para Elf yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu dan mulai berlutut kearah suara itu setelah mendengar perintahnya.


Sedangkan Dazai yang mendengar ini langsung saja ia menatap kearah Elf itu yang tidak lain adalah Georgia, Sang Ratu Elf Salju.


Melihat ini Dazai hanya menatap kearah dengan wajah datarnya saja, tentu hal ini membuat Georgia merasa kesal dengan sikapnya walau tidak dengan hatinya yang merasa bahagia ketika melihat tatapannya.


"Manusia.. siapa kau ? kenapa kau menyerang kami ?" tanya Georgia dengan tatapan tajam mengarah ke Dazai.


"Kenapa ? untuk apa aku menjawab pertanyaan bodoh itu jika kau sudah melihat kekacauan ini" balas Dazai dengan nada sarkasnya sambil merentangkan kedua tangannya yang menunjukkan lingkungannya saat ini.


Tentu hal ini membuat para Elf yang mendengar ini mulai kesal dan ingin menyerangnya, namun tiba tiba saja Georgia mulai membalasnya.


"Hmm.. jadi begitu.. Manusia aku akan memberimu penawaran agar kau tidak kehilangan nyawamu" ujar Georgia yang mengangkat sedikit kepalanya dengan sombong.


"He.. apa itu ?" tanya Dazai dengan senyum menyeringai.


"Jadilah suamiku.." jelas Georgia dengan senyum dinginnya.


"...."


Mendengar ini dari mulutnya Georgia tentu saja para Elf yang lainnya mulai terdiam, begitu juga dengan Dazai yang tidak bisa berkata kata mengenai ini.


Namun sebelum Dazai menjawab tiba tiba saja niat membunuh mulai keluar dan mengarah menuju para Elf itu sehingga sebagian dari mereka pingsan.


"ELF SIALAN !? BERANI BERANI KAU MENCOBA MENGGODA MASTERKU DENGAN MULUT KOTORMU ITU !?" teriak Q dengan niat membunuh yang terarah menuju Georgia, bahkan terlihat Aura hitam mulai keluar dari tubuhnya.


Tentu Georgia yang melihat ini ketakutan bukan main melihat niat membunuh dan Aura yang dikeluarkan oleh Q membuat tubuhnya bergetar dengan hebat.


'Sial.. apa apaan dengan slime itu !? dia hanya Ras Terendah namun kenapa aku merasa kalau dia sangat berbahaya' batin Georgia dengan keringat dingin ketika merasakan niat membunuh terarah kedirinya.


"Anu.. Q.. biar a-"


"MASTER !! BIARKAN AKU MEMBUNUH ****** INI !?" potong Q yang mulai membentak Dazai dan mulai merubah dirinya menjadi bentuk manusianya dengan wajah Dazai.


"E..Ehmm" balas Dazai yang menganggukkan kepalanya dengan ragu dan mulai mundur dari tempat ini.


"ELF SIALAN !? BERANI BERANINYA KAU MENAWARKAN HAL YANG TIDAK BISA AKU LAKUKAN PADA MASTERKU !?"


'Ha ? apa ?' batin Dazai yang mungkin salah dengar saat ini.

__ADS_1


"KEMATIAN TIDAK AKAN CUKUP BAGIMU !?"


"MAKA DARI ITU AKAN AKU PERLIHATKAN HAL YANG KEJAM PADA SEMUA RASMU TERMASUK DIRIMU !!"


Terlihat Q mulai mengeluarkan beberapa tentakel dari belakang kepalanya yang mulai bergerak dengan cepat, Georgia yang melihat ini langsung membuat pedang es.


"MENYESAL LAH !?" teriak Q dengan nada berat dan mulai menyerang mereka semua dengan kecepatan yang sama dengan Koro-Sensei.


"KYAAAA !?"


" MON- GAAAHHHHH !?"


"TOL- AHHHH !?"


"YA.. YANG MULAI TO- AAAHHH !?"


Terlihat sebuah pembantaian pada para Elf Salju itu tanpa tersisa dan hanya meninggalkan Georgia yang saat terduduk ditanah dengan tubuh bergetar.


Tentu Q yang melihat ini mulai berjalan kearah Georgia yang saat ini tidak bisa bergerak sama sekali, bahkan Q sampai menatap rendah kearahnya.


Ketika Q sudah sampai langsung saja ia mulai mencengkram kepalanya Georgia tepat dibagian mulutnya sambil mengangkatnya tanpa memperdulikan para mayat disekitarnya.


"HMMM !?" rintih Georgia yang kesakitan ketika Q mengangkatnya.


"Nikmatilah mimpi terburukmu.. ****** !?" sahut Q dengan nada berat


Langsung saja tangannya Q mulai mengeluarkan cairan dari tubuhnya untuk menutupi Georgia, terlihat kalau ia saat ini ketakutan ketika melihat cairan itu mulai merayap kearahnya.


"HMMMMMM !?"


.


.


---


Disisi lain Dazai yang jauh dari pertempuran ketika melihat pembantaian ini hanya bisa terdiam ketika melihat Q dengan mudahnya membunuh para Elf itu.


"Terus.. untuk apa aku kemari jika semuanya diselesaikan olehnya" gumam Dazai yang melihat Q sedang menyiksa Georgia dengan tatapan aneh.


Ketika Dazai sedang menggumamkan ini tiba tiba saja ponselnya mulai bergetar, merasakan ini langsung saja ia mulai membukanya.


[SIDE QUEST TELAH SELESAI !


MISI : DUNGEON HUNTER


ISI TUGAS : PERGI DAN SELESAIKAN DUNGEON YANG ADA DI HUTAN DEKAT KYOTO


"...."


'Master.. aku kembali' sahut Q yang berjalan kearah Dazai dengan senyum diwajahnya.


Tentu Dazai yang mendengar ini pandangannya mulai gelap lalu mulai menyimpan ponselnya dibalik mantelnya.


Sedangkan Q yang melihat Dazai terdiam mulai menanyakan sesuatu padanya sambil memiringkan kepalanya.


'Master ?'


"Q.. sebagai hukuman karena kau mengambil pekerjaanku, hari ini kau hanya makan nasi dan garam saja mengerti ?"


'EHHHH !? KENAPA !?'


.


.


---


Ansatsu Kyoushitsu World.


3 hari telah berlalu dan saat ini terlihat gedung panti asuhan yang reot itu sudah diperbaiki oleh 28 siswa kelas E, bahkan pemilik tempat ini selaku Matsutaka.


Terlihat bukan hanya Matsutaka saja yang ada disana, bahkan para murid kelas E dan seorang anak sd berambut merah muda sedang disana.


Tentu gadis itu tidak lain adalah Sakura merupakan salah satu anak dipanti itu, ia saat ini disana karena sedang menunjukkan nilainya pada Nagisa karena telah mengajarkannya.


"Bocah sialan.. aku sampai tidak bisa protes lagi" sahut Matsutaka pada mereka yang melihat Sakura mulai terbuka pada mereka.


Tentu mereka yang mendengar ini menoleh kearahnya, sedangkan Sakura yang melihat ini mulai berjalan kearahnya dengan senang.


"Selamat datang kembali Pak Kepsek, lihat ini" sahut Sakura dengan senyum diwajahnya.


Sedangkan Matsutaka yang melihat ini ikut tersenyum kearahnya sambil mengelus kepalanya dengan lembut dan mulai berbicara pada para murid kelas E.


"Kalian juga cepatlah kesekolah, kalian juga ada tugas yang penting bukan ?"


"Baik"


Tentu mereka yang mendengar ini mulai membalasnya dengan perasaan bahagia, ketika mereka akan berpamitan dengan yang lainnya tiba tiba saja Dazai datang kearah mereka.


"Oya.. ada keributan apa disini ?" tanya Dazai yang sedang berjalan kearah mereka dengan beberapa oleh oleh dikedua tangannya.

__ADS_1


"DAZAI-SENSEI / DAZAI-KUN / DAZAI-SAN !?"


Ketika melihat Dazai datang tentu saja mereka terkejut bukan main, apalagi Matsutaka dan Sakura yang melihat ini.


"Ahh.. Matsutaka-San, Sakura-Chan apa terjadi sesuatu di-"


Namun sebelum Dazai menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia melihat kearah gedung yang awalnya reot sudah berubah menjadi gedung 2 lantai.


"GEDUNG APA LAGI ITU !?"


.


.


---


Setelah melihat gedung itu langsung saja Matsutaka mulai menjelaskan kronologinya pada Dazai.


Sedangkan Dazai yang mendengar ini mulai bersujud sambil meminta maaf pada nya, tentu hal ini membuat Matsutaka terkejut bukan main karena aksinya.


Tentu bukan hanya ia saja bahkan para murid yang melihat ini tidak bisa melakukan apa apa karena ini memang salah mereka.


Bahkan mereka sampai terdiam ketika melihat Dazai sampai bersujud kearah Matsutaka yang mendengar semua kronologinya.


"Sudahlah tidak apa apa Dazai-Kun.. yang penting mereka sudah bertanggung jawab atas kesalahan yang mereka buat" sahut Matsutaka dengan panik ketika melihat kepala Dazai berdarah.


"Baiklah.. kalau Matsutaka-San berkata seperti itu.." balas Dazai yang mulai berdiri dengan darah dikepalanya.


"Anu.. Dazai-Sensei.." sahut Okajima yang gugup ketika melihat Dazai datang kemari, begitu juga dengan yang lainnya.


"Okajima.. kita bicarakan ini nanti mengerti ?" ujar Dazai yang tersenyum kearah mereka.


Tentu para murid kelas E yang melihat senyumnya Dazai hanya bisa terdiam karena mereka tahu apa yang akan terjadi pada mereka nanti.


"Ahh.. dan satu lagi Matsutaka-San ini ada oleh oleh untuk kalian semua" sahut Dazai yang mulai memberikan oleh olehnya pada Matsutaka.


"A.. Ahh.. terima kasih banyak" balas Matsutaka dengan ragu namun tetap menerimanya.


"Dazai-San lihat nilaiku naik lohh !!" sahut Sakura dengan senyum diwajahnya sambil menunjukkan kertasnya ulangannya pada Dazai.


"Benarkah !? coba aku lihat !!" balas Dazai dengan semangat sambil melihat nilainya Sakura dan mulai berlutut agar dapat melihat nilainya.


"Hebat !! Sakura-Chan dapat nilai bagus !!" ujar Dazai yang mulai mengelus kepalanya dengan lembut.


"Hehehe.." balas Sakura yang menikmati usapannya Dazai.


"Mahh.. karena aku tidak memiliki urusan lagi aku pergi dulu" balas Dazai yang mulai berdiri sambil memasukkan kedua tangannya pada saku mantelnya.


"Ehh !? Dazai-San apa kau akan pergi ? kenapa terburu buru ?" tanya Sakura yang sedikit kecewa ketika melihat Dazai akan pergi.


"Maafkan aku Sakura-Chan.. aku masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku lakukan" balas Dazai dengan nada bersalah.


"Jadi begitu.. kalau begitu lain kali datang kesini lagi yahh" balas Sakura dengan penuh harap.


"Ahh.. akan aku usahakan, kalau begitu Matsutaka-San aku pergi dulu" ucap Dazai yang mulai pergi sambil melambaikan tangannya padanya.


"Baiklah.. hati hati dijalan Dazai-Kun !? dan jangan lupa kepalamu masih berdarah !?" teriak Matsutaka sambil melambaikan tangannya pada Dazai, begitu juga dengan Sakura.


Sedangkan para murid yang melihat Dazai pergi hanya bisa terdiam dengan kepala mereka yang sedang tertunduk ketika Dazai mendengar semua ceritanya Matsutaka.


Disisi lain Koro-Sensei yang melihat ini hanya bisa terdiam dan mulai mengikuti Dazai pergi saat ini sambil menyamar agar tidak ketahuan.


Setelah mencarinya terlihat kalau Dazai saat ini sedang membeli kopi kaleng di mesin penjual otomatis, melihat ini langsung saja Koro-Sensei mulai berjalan kearahnya.


"Ahh.. Koro-Sensei kebetulan kau kemari mau kopi ?" tawar Dazai yang saat ini baru memencet tombol untuk membeli kopinya sambil menghiraukan lukanya.


"Tentu saja.. Dazai-Sensei.." balas Koro-Sensei yang mulai duduk dikursi kosong disebelahnya.


Terlihat kalau Koro-Sensei saat ini sedang melihat Dazai yang sedang membeli kopi kaleng yang lainnya, setelah selesai langsung saja ia berjalan kearah Koro-Sensei.


"Ini.." ujar Dazai sambil memberikan kopinya pada Koro-Sensei dan mulai duduk disebelahnya.


"Terima kasih untuk kopinya Dazai-Sensei.." balas Koro-Sensei yang menerima kopinya sambil melihat kopi susu yang ada ditangannya.


"Jadi.. apa itu benar ?" tanya Dazai yang membuka penutup kalengnya dan mulai meminum kopinya.


"Hmm.. aku tidak mengira kalau kami lupa memberitahukan ini pada mereka" balas Koro-Sensei yang ikut membuka kalengnya sambil meminumnya.


"Sudah kuduga ini akan terjadi.." ujar Dazai dengan tenangnya.


"Jadi kau tahu mengenai ini, Dazai-Sensei ?" tanya Koro-Sensei.


"Ahh.. aku diberi tahu oleh Ritsu soal apa yang terjadi selama 2 minggu ini ketika aku berlibur" balas Dazai dengan santainya sambil melihat awan disiang hari ini.


"Nyuhuhuhu.. bahkan sebuah A.I pun tertarik padamu, Dazai-Sensei" tawa Koro-Sensei dengan senyum jahil ketika mengatakan ini


"Kalau soal itu.. aku tidak bisa menyangkalnya.." balas Dazai dengan senyum canggung.


"Soal kepalamu itu.. mau ku obati ?"


"Ahh.. mohon bantuannya.."

__ADS_1


__ADS_2