
Setelah beberapa menit Tanaka dan Lala berbicara terlihat kalau mereka berdua sedang berdiri didepan sekolah tua, namun bukan hanya mereka berdua saja yang ada disana.
Terlihat ada empat orang dibelakang mereka sambil melihat gedung tua ini juga mereka adalah Yuuki Rito, Sairenji Haruna, Sawada Mio dan Momioka Risa.
Tentu Tanaka tahu siapa mereka terutama Rito dan juga Haruna, melihat ini langsung saja ia mulai menyapa Rito dan berpura pura tidak mengenal mereka saat ini.
"Yo.. Rito" sapa Tanaka dengan singkat kearah Rito.
"Ahh.. Tanaka dari mana saja kau ? tadi pagi aku dan Lala tidak melihatmu dirumah, aku kira kamu sudah pulang atau pergi ke suatu tempat" balas Rito yang melihat Tanaka bersama Lala saat ini.
"Ya.. hanya beberapa urusan penting saja, jadi.. Rito, untuk apa kita kemari dan siapa mereka ?" tanya Tanaka sambil melihat kearah Risa, Mio dan juga Haruna.
Meskipun Tanaka sudah tahu siapa mereka namun ia tetap menanyakan pertanyaan itu pada Rito, ia melakukan itu agar tidak ada kecurigaan apabila Tanaka tiba tiba saja memanggil nama mereka.
"Ahh.. perkenalkan mereka bertiga adalah teman temanku, yang berambut pirang namanya Momioka Risa, lalu yang menggunakan kacamata adalah Sawada Mio dan yang terakhir adalah Sairenji Haruna"
Tentu Rito yang sadar ketika mendengar ini langsung saja ia mulai memperkenalkan mereka bertiga pada Tanaka sambil menunjuk mereka satu persatu.
"Yahoo.. Momioka Risa kau bebas memanggilku apa saja, salam kenal" sahut Risa sambil melambaikan tangannya pada Tanaka.
"Sa.. Sawada Mio.. salam kenal" sahut Mio yang melihat wajah lesunya Tanaka dengan gugup sambil menundukkan kepalanya.
Tentu Risa yang melihat sahabatnya Mio sedang gugup sambil memasang wajah merah ketika berkenalan dengan Tanaka mulai tersenyum jahil padanya.
"Sairenji Haruna, senang bisa berkenalan denganmu" lanjut Haruna sambil membungkukkan badannya pada Tanaka.
"Hmm.. Tanaka Yuki salam kenal, dan kalian bisa memanggilku Tanaka jika kalian mau" balas Tanaka dengan wajah lesunya.
Tentu Lala yang mendengar nama lengkapnya Tanaka mulai mengkerutkan keningnya dan mencoba bertanya mengenai namanya.
"Tanaka.. apa itu benar kalau nama lengkapmu itu adalah Yuki ?" tanya Lala sambil berbisik pada Tanaka.
"Rahasia.." balas Tanaka sambil menguap lalu mengusap kepalanya dengan wajah lesunya.
"Mou.. Tanaka kau pelit" lanjut Lala sambil mengembungkan pipinya ketika mendengar jawabannya.
Tentu Mio yang melihat kedekatan mereka berdua sedikit cemburu pada Lala, sedangkan Risa yang melihat ini mulai menjahili Mio hingga ia membuatnya bertambah kesal.
Sedangkan Rito dan Haruna yang melihat tingkah Risa dan Mio hanya bisa tertawa canggung ketika melihat kedekatan mereka berdua.
Tentu Rito dan Haruna juga sempat memikirkan hal yang sama terjadi pada mereka berdua nanti, setelah mereka mengungkapkan perasaan mereka masing masing nantinya.
"Yahh.. daripada itu untuk apa kau mengajakku kemari Lala-Sama ?" tanya Tanaka yang melihat sekolah tua ini.
"Ahaha.. kalau itu tentu saja untuk melihat hantu" balas Lala dengan polosnya.
"HA..HANTU !?"
Mendengar teriakan ini langsung saja Tanaka dan yang lainnya mulai melihat kearah Haruna yang saat ini mulai bersembunyi dibelakang Rito dengan tubuh sedikit bergetar.
"Ri.. Risa !? Mi.. Mio !? kalian bilang kalau kita hanya akan jalan jalan saja, ka.. kalian tidak bilang kalau kita akan kegedung tua ini untuk mencari ha.. hantu !?" lanjut Haruna yang memeluk Rito dengan erat.
Sedangkan Rito yang merasakan pelukannya Haruna hanya bisa terdiam sambil memasang wajah memerah, tentu Tanaka dan Lala yang melihat ini langsung memberikan jempol Rito.
"Hahaha.. maaf maaf.. kalau begitu ayo kita kedalam !!" sahut Risa sambil mendorong Rito dan Haruna kedalam dengan semangat .
"Ayo !!" lanjut Mio yang juga ikut mendorong mereka dengan senyum diwajahnya.
"TIDAKKK !!"
***
"Woaahh.. bukankah tempat ini sangat gelap ?" tanya Risa yang melihat dalam gedung sekolah itu.
"Hmm.. kau benar" balas Lala dengan polosnya sambil menganggukkan kepalanya ketika melihat isi gedung ini, walaupun ia sudah tahu dari salinannya.
Sedangkan Tanaka, Mio dan Rito hanya menganggukkan kepalanya saja yang setuju dengan ucapannya Risa, terlihat kalau didalam sekolah tua itu sudah usang dan juga berdebu.
__ADS_1
Bahkan kayu yang ada dilantai maupun di dinding pun sudah terlihat rapuh dan sudah lapuk, mungkin sedikit gerakan saja kayu kayu akan hancur bila dipegang.
"Kau benar.. dan tempat ini juga sangat cocok" balas Tanaka yang melihat suasana sekolah tua saat ini sambil melangkahkan kakinya kearah dinding tua itu.
"Benarkan.. kalau tempat ini sangat cocok untuk mencari hantu bukan ?" tanya Risa yang mendengar perkataan Tanaka sebelumnya.
"Benar.. tempat ini juga sangat cocok untuk tidur siangku hari ini" lanjut Tanaka sambil berbaring dilantai kayu yang terlihat tua itu.
"Ehh ?"
Tentu hal ini membuat mereka terkejut ketika mendengar ucapannya apalagi ketika melihat Tanaka sudah tidur sambil menghiraukan mereka semua.
"Tanaka / Tanaka-San / Tanaka-Kun !!" ucap mereka semua yang melihat Tanaka mulai tertidur disana sambil menghiraukan panggilan mereka.
***
Beberapa menit telah berlalu dan terlihat kalau saat ini Lala, Risa, Mio, Haruna dan Rito mulai berjalan kedalam gedung itu sambil meninggalkan Tanaka disana.
"Tu.. Tunggu Lala apa kita benar benar harus meninggalkan Tanaka-Kun disana ?" tanya Haruna yang merasa khawatir ketika meninggalkan Tanaka dilorong itu.
Terlihat kalau Haruna saat ini sedang bersembunyi dibelakang Risa dan disisinya ada Rito yang saat ini sedang membawa wajan untuk berjaga jaga bila ada sesuatu hal yang tidak diinginkan nantinya.
"Be.. Benar Lala, apa tidak apa apa membiarkan Ta.. Tanaka-Kun tidur disana" tanya Mio yang gugup ketika mengucapkan namanya Tanaka.
"Ahaha.. tenang saja, Tanaka tidak akan kemana mana kok" balas Lala yang mengingat kalau Tanaka benar benar tertidur disana.
"Lagipula ia terlihat kelelahan.. jadi biarkan saja" lanjut Lala dengan polosnya.
Meskipun ia bilang begitu namun ia merasa khawatir dengan Tanaka yang terlihat lelah setelah melakukan misi untuk pertama kalinya.
Apalagi Tanaka harus membunuh Reincarnator itu agar misinya selesai.
"Entah kenapa aku merasa iri padanya" balas Rito yang mengingat kejadian kemarin.
Sementara Risa yang melihat wajah temannya yang memerah ketika melihat wajah tidurnya Tanaka langsung saja ia mulai menjahilinya.
"Oya.. sepertinya ada yang sedang jatuh cinta nihh.." ejek Risa sambil menyenggol Mio yang saat ini mukanya bertambah merah ketika mendengar ucapan Risa.
CREAK !!
"KYAAA !!" teriak Haruna yang langsung mengeratkan pelukannya pada Risa.
"A.. Ada apa, Sairenji ?" tanya Rito dengan gugup ketika mendengar teriakannya Haruna.
"Jangan khawatir Haruna-Chan.. lagipula itu suara hanya suara lantai ini" ucap Lala sambil menekan lantai kayunya.
CREAK !!
"Lihat.." lanjut Lala yang memperagakannya pada Haruna.
"Be.. Begitu, fyuuuhh.. syukurlah.." gumam Haruna sambil menghela nafas lega sambil melepas pelukannya dari Risa.
CREAK !!
"Kita sudah tahu itu Lala, jadi jangan memperagakannya lagi" ucap Risa sambil menatap kearah Lala.
"Ehh ? tapi itu bukan aku yang melakukannya" sahut Lala.
Tentu Haruna dan yang lainnya yang mendengar ini muka mereka mulai pucat kembali.
TAP !! CREAK !! TAP !! CREAK !! TAP !!
Terdengar kalau suara itu mulai terdengar lagi dan juga suara mulai terdengar semakin kencang menuju kearah mereka.
Tentu Haruna yang mendengar ini mulai ketakutan dan segera memeluk seseorang yang berada didekatnya, terlihat kalau sosok itu mulai mendekati mereka hingga sosok itu muncul tepat dihadapan mereka.
Terlihat kalau yang muncul merupakan seorang gadis yang seumuran dengan mereka dan memiliki rambut hitam yang panjang dengan tubuh yang terlihat ideal dimata mereka.
__ADS_1
"Kalian !? seluruh siswa dilarang masuk kegedung tua ini !? para guru bilang kalau gedung ini sudah mau hancur apalagi lantainya"
"Yui-Chan / Kotegawa-San / Kotegawa !?"
***
30 menit telah berlalu dan terlihat Tanaka saat ini mulai membuka matanya ketika mendengar beberapa suara decitan lantai dan segera bangun dari tidurnya.
Terlihat kalau orang itu tidak lain adalah Lala dan lainnya yang telah kembali dari perburuan mereka kali ini, bahkan ada tambahan 2 orang yang mengikuti mereka tanpa Tanaka sadari.
"Ahh.. Tanaka !! kau sudah bangun !? " teriak Lala yang melihat Tanaka bangun dari tidurnya mulai menghampirinya, begitu juga dengan yang lainnya.
"Ohh.. Lala-Sama, sepertinya kalian sudah kembali !?" balas Tanaka sambil meregangkan badannya.
"Bagaimana dengan ekspedisi kalian ?" tanya Tanaka mengenai perjalanan mereka pada Lala.
Namun sebelum Lala mulai menjawabnya tiba tiba saja ia dipotong oleh Yui ketika ia melihat Tanaka ada digedung tua ini.
"Tunggu !? siapa kau !? kenapa orang luar bisa ada disini ?!" teriak Yui yang melihat Tanaka berada disini.
"Hmm.. sepertinya kau bukan murid disekolah ini" ucap seorang wanita dewasa berambut merah ketika melihat Tanaka saat ini.
"Tapi yang penting lagi kenapa ada tapak sepatu di bajumu Tanaka ?" tanya Risa yang melihat ada telapak sepatu kaos miliknya.
"Ahh.. mungkin ada seseorang yang menginjakku ketika aku sedang tertidur barusan" balas Tanaka yang menguap dan mulai membersihkan kaosnya.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Yui dan juga guru itu karena mereka adalah orang yang datang kemari sebelumnya.
Sedangkan Yui yang merasakan tatapan mereka mulai minta maaf pada Tanaka.
"Ma.. Maafkan aku yang tidak menyadarimu disana" gumam Yui yang meminta maaf kepada Tanaka dengan malunya.
"Gehh !! bukan itu masalahnya !! kenapa kau tidur disini !?" teriak Yui yang sadar akan tingkahnya, lalu mulai menunjuk Tanaka, sedangkan guru itu hanya menganggukkan kepalanya saja,
"Tidak apa apa.. lalu bagaimana perjalanan kalian berdelapan disana ?" tanya Tanaka pada mereka semua.
"Oii !! jangan mengabaikan pertanyaanku !!" teriak Yui dengan kesal karena diabaikan oleh Tanaka.
"Ahaha.. sayang sekali, tidak terjadi apa apa disana Tanaka" balas Lala yang ikut memainkan perannya ketika mendengar pertanyaannya.
"Tu.. Tunggu dulu Tanaka, tadi kau tadi bilang berdelapan bukan ? la.. lalu 1 orang lagi siapa ?" tanya Rito yang gugup ketika mendengar pertanyaannya Tanaka.
Tentu Haruna dan yang lainnya mulai memucat ketika mendengar pertanyaannya Tanaka dan mulai menoleh kebelakangan mereka.
"Yahh.. syukurlah kalau mereka semua mendapatkan pekerjaan, bukankah begitu ?" ucap seseorang yang berada dibelakang mereka saat ini.
"APA !!"
Terlihat kalau orang tersebut merupakan seorang hantu perempuan, terlihat kalau tubuhnya bercahaya walau tubuhnya sedikit transparan.
Terlihat kalau disekelilingnya terdapat bola hantu tepat disebelahnya, sudah dipastikan kalau gadis itu sudah mati ia menggunakan kimono putih dan obi berwarna ungu.
"Dan sekarang aku bisa menghabiskan waktuku dengan tenang, ahh.. maaf aku belum memperkenalkan diri, aku adalah orang yang telah mati selama 400 tahun yang lalu namaku Oshizu" sahut Oshizu yang tersenyum pada mereka semua.
"KYAAAA !! HANTU ITU BENAR BENAR ADA !!" teriak Haruna yang mulai berlari keluar gedung itu.
Tentu mereka yang melihat Haruna lari keluar mulai mengikutinya, sedangkan Lala hanya mengikuti mereka karena itu menyenangkan walau ia tidak takut pada hantu sekalipun.
Tentu disana hanya tinggal Tanaka yang saat ini sedang berdiri disebelah Oshizu.
"Apa kau tidak melarikan diri juga ?" tanya Oshizu yang melihat Tanaka hanya berdiri disana sambil mengucek matanya.
"Untuk apa aku lari ?" tanya Tanaka dengan wajah lesunya.
"Entahlah.. tapi bolehkan aku bertanya padamu ?" tanya Oshizu kembali.
"Tentu.. kenapa tidak" balas Tanaka sambil mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
"Kenapa kau tercium seperti bau kematian padahal kamu masih hidup ?" tanya Oshizu dengan penasaran.
"...."