The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 36


__ADS_3

"Ahh.. kenyangnya" gumam Asuna sambil mengelus perutnya.


"Kau terlalu banyak makan manisan Asuna, nanti diabetes loh.." balas Tanaka sambil memberikan segelas air padanya.


Tentu saat ini mereka berdua berada dikediamannya Asuna terlihat kalau Asuna saat ini sedang duduk disofa sambil menonton acara di televisinya.


"Ahh.. terima kasih Tanaka-Kun" balas Asuna sambil mengambil gelasnya dan mulai meminumnya.


Tanaka yang melihat ini hanya menggelengkan kepalanya saja lalu duduk disebelahnya sambil meminum airnya.


Tepat ketika Tanaka sedang meminum airnya tiba tiba saja ponselnya mulai bergetar, begitu juga dengan Asuna.


Tentu mereka yang mendengar mulai menatap satu sama lain dan segera mengambil ponsel mereka dan melihat ada notifikasi dari Grup Chatnya.


[ Ding ! Selamat karena anggota anda telah bertambah maka system akan membuka fungsi baru


Fungsi Live Streaming telah dibuka !! ]


Tentu baik itu Tanaka dan Asuna yang melihat ini terkejut bukan main karena grup chatnya mengeluarkan fungsi baru yaitu Live Streaming.


{ Kanae : L.. Live Stre.. aming ? apa itu ? }


[ Exhibitionist telah menggantikan namanya menjadi Rias ]


{ Rias : Kalau tidak salah kita akan menayangkan rekaman kegiatan yang akan kita lakukan saat ini secara langsung digrup chat ini, kan ? }


[ Flash Queen telah menggantikan namanya menjadi Asuna ]


{ Asuna : Secara kasarnya sih begitu, dan maaf semuanya karena telat memperkenalkan diriku pada kalian, namaku Yuuki Asuna salam kenal }


{ Lala : Asuna, salam kenal }


{ Kanae : Yuuki-San, salam kenal }


{ Rias : Asuna-San, salam kenal }


{ Tanaka : Sepertinya kalian semua sudah akrab selama aku pergi beberapa hari ini }


{ Lala : Ahh.. Tanaka akhirnya muncul, ehehehe.. }


{ Kanae : Ara~ Tanaka-Kun kemana saja kamu ? kami merindukanmu disini, fufufu.. }


{ Tanaka : Kanae-San.. tolong jangan buat kesalahpahaman disini }


{ Kanae : Ara~ aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan, Tanaka-Kun, fufufu.. }


{ Tanaka : Kanae-San.. }


{ Rias : Ahh.. Tanaka-Kun terima kasih sudah mengirimkan salinan itu padaku, sekarang aku sadar kalau aku masihlah lemah untuk membatalkan pertunanganku }


{ Tanaka : Sama sama.. jadi apa saja yang terjadi selama aku pergi ? }


{ Lala : Tidak ada yang terjadi disini kecuali beberapa assassin yang sedang mencarimu itu saja }


{ Tanaka : .... }


{ Asuna : .... }


{ Rias : Ara~ aku tidak menyangka kalau admin kita adalah buronan didunia lain }


{ Kanae : Fufufu.. aku semakin penasaran dengan perjalananmu disana, Tanaka-Kun }


{ Asuna : Aku tidak menyangka kalau teman masa kecilku akan menjadi buronan antar galaksi didunia lain }


{ Tanaka : Asuna.. }


{ Lala : HAHAHAHA.. tenang saja Tanaka aku hanya bercanda lagipula yang mencarimu hanya satu kok.. }


{ Tanaka : Konjiki no Yami, benar ? }


{ Lala : Tepat !! jempol untukmu Tanaka }


{ Tanaka : Entah kenapa aku merasa tidak senang ketika mendengar ini, apalagi orang merepotkan sepertinya akan datang kali ini }


{ Rias : Ahh.. Yami-Chan bukan ? aku rasa kamu akan kalah dengannya Tanaka-Kun }


{ Kanae : Kalau soal itu entahlah, aku tidak pernah melihat Tanaka-Kun bertarung sebelumnya }


{ Asuna : Ha.. tentu saja Tanaka-Kun tidak pernah bertarung karena dia adalah seorang pemalas.. makanya dia jarang sekali menunjukkan kekuatannya pada orang lain }


{ Tanaka : Terima kasih.. }


{ Asuna : Tanaka-Kun.. itu bukan pujian }


{ Lala : Benar meskipun Yami-Chan datang tetap saja Tanaka akan menang, karena dia itu kuat lohh.. }


{ Lala : Bahkan dia pun berhasil mengalahkanku dengan peralatan seadanya yang ia bawa waktu itu }


{ Rias : Ara~ jadi Tanaka-Kun benar benar kuat bukan ? kalau begitu bisakan Onee-San ini meminta bantuan padamu nanti ? }


{ Tanaka : Jika kau bertambah kuat aku akan membantumu }


{ Rias : Terima kasih ^_^ }


{ Kanae : Ara~ sepertinya kalian berdua bersenang senang disini tanpa mengajakku, fufufu.. }


{ Asuna : Ahahaha.. Tanaka-Kun memang mempunyai karisma yang bagus hingga para wanita mau mendekatinya }


{ Tanaka : Asuna.. kau tidak membantu sama sekali }

__ADS_1


{ Rias : Fufufu.. }


{ Kanae : Fufufu.. }


[ MAIN QUEST DI LUNCURKAN !


MISI : MENJADI GURU TERMUDA


ISI TUGAS : DAFTARKAN DIRI MENJADI GURU DAN MENGAJARLAH DI CLASS 3-E


HADIAH : POIN AKAN DITAMBAH SESUAI KONTRIBUSI, ???


PARTISIPAN : 1 ORANG


BATAS WAKTU : 8 TAHUN ]


{ Asuna : 8 tahun !! bukankah itu tidak terlalu lama !? }


{ Kanae : Hmm.. sepertinya aku lewat saja karena masih sibuk disini, dan lagi aku tidak bisa mengajar }


{ Rias : Aku baru saja masuk dan untuk menjadi guru sepertinya aku belum siap, jadi aku lewat saja }


{ Asuna : Aku juga.. mengajar itu terdengar cukup sulit diusia semuda ini soalnya tanggung jawabnya yang ditanggungi cukup besar }


{ Lala : Kalau begitu aku saja !! }


{ Tanaka : Ditolak.. }


{ Asuna : !!! }


{ Kanae : !!! }


{ Rias : !!! }


{ Lala : Ehh !! kenapa ? }


Tentu mereka yang melihat balasan Tanaka mulai terkejut karena ia melarang Lala untuk pergi kelakukan misi ini, harusnya ini misi yang cocok untuk Lala karena dia jenius.


{ Tanaka : Itu karena kamu terlalu mencolok, apalagi dengan ekormu itu aku sangat yakin pemerintahan akan mulai mengeluarkan perintah mengejarmu hingga misinya tidak terselesaikan }


{ Lala : Baiklah.. (T - T) }


{ Tanaka : Jangan sedih Lala.. aku hanya mengkhawatirkan dirimu itu saja }


{ Lala : KYAAAA !! Tanaka mengkhawatirkan ku !! aku senang !! }


{ Rias : Ara~ }


{ Kanae : Fufufu.. Tanaka-Kun memang pengertian yahh.. apalagi pada pasangannya }


{ Tanaka : Sepertinya aku menyesal mengetik itu disini.. }


{ Tanaka : Asuna.. barusan kau ingin menyiksaku kan !? kan !? }


{ Asuna : Aku hanya bercanda Tanaka-Kun, lagipula aku tidak mempermasalahkan jumlah tunanganmu itu selama aku yang pertama }


{ Tanaka : Tentu kau akan menjadi yang pertama dalam hidupku }


{ Asuna : Tu- }


{ Rias : Wow.. betapa beraninya Tanaka-Kun }


{ Kanae : Sudah kuduga dari Tanaka-Kun }


{ Lala : Ahahaha.. sepertinya aku tanpa sengaja masuk kedalam percintaan kalian berdua @Asuna @Tanaka }


{ Asuna : Ti.. Tidak apa apa Lala-San lagipula aku tidak akan bisa bertahan pada hewan buas ini }


{ Rias : Ara~ betapa vulgarnya Tanaka-Kun }


{ Kanae : Sepertinya kita akan kerepotan nanti, fufufu.. }


{ Tanaka : Asuna.. aku rasa yang agresif disini adalah kamu bukan aku.. }


{ Asuna : Ehh ? kenapa ? }


{ Tanaka : Bukankah kau yang memintaku untuk menciummu secara terus menerus hingga kau bisa tertidur, bahkan kau memintanya setiap hari }


{ Tanaka : Aku tidak menyangka kalau teman masa kecilku sangat agresif pada pasangannya, bahkan aku tidak diberi waktu untuk istirahat maupun tidur karenanya }


{ Asuna : !!! }


{ Rias : Fufufu.. sepertinya apa yang dikatakan oleh Tanaka-Kun benar benar terjadi kali ini }


{ Kanae : Ara~ aku tidak tahu kalau Asuna-San sangat berani meminta hal seperti itu pada Tanaka-Kun }


{ Lala : Ahaha.. grup chat ini memang menyenangkan }


{ Asuna : TANAKA-KUN !! }


{ Tanaka : Apa ? kau mau dicium lagi, Asuna-San ? }


{ Tanaka : Atau kau mau melakukan hal yang lain ? tenang saja aku siap }


[ Anggota Asuna telah offline ]


{ Lala : Ahh.. dia kabur.. }


{ Rias : Ara~ Asuna-San kabur, sepertinya kita terlalu berlebihan }

__ADS_1


{ Kanae : Fufufu.. dia seperti Shinobu-Chan, imutnya~ }


{ Tanaka : Yahh.. saat ini dia sedang berlari menuju kamarnya sambil menutup wajahnya, sepertinya aku berlebihan }


{ Rias : Kau memang berlebihan Tanaka-Kun }


{ Kanae : Setuju }


{ Lala : 1+ }


{ Tanaka : Kalau begitu misi ini aku yang ambil yahh.. apa kalian tidak keberatan ? }


{ Rias : Tidak sama sekali, Tanaka-Kun }


{ Kanae : Tidak masalah, Tanaka-Kun }


{ Lala : Tidak apa apa, Tanaka }


{ Tanaka : Dan jika ada misi berikutnya aku akan mengundang Lala bersama dengan yang lainnya }


{ Lala : Baiklah ( ^ _ ^ ) }


{ Tanaka : Kalau begitu aku pergi dulu yahh.. jika ada kesempatan aku akan mencoba Live Streaming nanti }


{ Lala : Baiklah berhati hatilah dijalan Tanaka }


{ Rias : Hati hati dijalan, Tanaka-Kun }


{ Kanae : Semoga perjalananmu aman Tanaka-Kun }


***


Setelah Tanaka mengirim pesan kepada mereka semua, langsung saja ia berjalan kearah kamarnya Asuna dan mulai mengetuknya.


"Asuna.. buka pintunya ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Tanaka sambil mengetuk ngetuk pintunya Asuna.


Tentu Asuna yang mendengar ini membuka pintu kamarnya dengan wajah memerah sambil menatap kearah Tanaka dengan perasaan kesal.


"Mou.. Tanaka-Kun kenapa kau harus memberitahukan kejadian itu pada mereka ?" tanya Asuna dengan wajah memerah sambil mengembungkan pipinya.


Tanaka yang melihat keimutannya Asuna tidak tahan dan mulai memeluknya, tentu Asuna yang merasakan ini mulai membalasnya.


"Bukankah.. kau yang memulainya duluan ? lain kali jangan mempermainkanku mengerti ?" bisik Tanaka sambil mencium keningnya Asuna.


Tentu Asuna yang merasakan kecupan dikeningnya mulai memerah kembali dan segera menganggukkan kepalanya pada Tanaka.


"Kalau begitu aku pergi dulu yahh.." lanjut Tanaka sambil melepas pelukannya.


"Ehh !? kau akan pergi mengerjakan misi itu ?" tanya Asuna dengan khawatir ketika mendengar ini.


"Hmm.. dan jika kau khawatir aku bertambah tua, maka kau bisa mencari laki laki yang lain lohh.. " balas Tanaka sambil tersenyum jahil kearahnya.


"Hmph.. mana mungkin aku akan pergi begitu saja setelah aku ditusuk seperti itu" ucap Asuna sambil memukul mukul dadanya Tanaka dengan pelan.


"Ahahaha.. maaf jika kau tidak ingin beku didunia ini maka kau bisa berkunjung kedunianya Lala" saran Tanaka pada Asuna.


"Beku ?" tanya Asuna sambil memiringkan kepalanya dengan bingung.


"Ahh.. ehem.. maksudku waktu didunia kita akan berhenti begitu.." balas Tanaka.


"Benar juga sih.. tapi aku tidak memiliki poin untuk pergi kedunianya Lala-San" ujar Asuna dengan nada sedih.


"Kalau itu tenang saja aku akan mengirimkan semua poinku padamu kebetulan aku mempunyai sisa 31.000 poin disini" balas Tanaka sambil menunjukkan ponselnya pada Asuna.


Tentu Asuna yang melihat ini awalnya terharu namun ketika mendengar kalau Tanaka hanya memiliki 31.000 poin ia seketika terdiam.


"Tanaka-Kun.. aku tidak menyangka kalau kau semiskin itu dalam poin" ujar Asuna dengan senyum mengejek kearah Tanaka, tentu ia hanya bercanda soal itu.


"...."


Sedangkan Tanaka yang mendengar ini seketika terdiam dengan ucapan kekasihnya, ia tahu kalau Asuna sedang menjahili dirinya makanya ia mulai mengikuti alurnya.


"Ahh.. kau benar.. lagipula aku hanya manusia gagal.. bahkan poin saja aku tidak punya" gumam Tanaka sambil berdiam disudut kamarnya Asuna dengan depresi.


"Ta.. Tanaka-Kun !!"


***


"Apa semuanya sudah siap ?" tanya Tanaka sambil melihat kearah Asuna saat ini.


"Semuanya sudah siap.. aku juga sudah bilang pada Lala-San kalau hari ini aku akan berkunjung kerumahnya" balas Asuna sambil menunjukkan ponselnya pada Tanaka.


Tentu ia sudah mengemasi semua barang barang selama beberapa hari didunianya Lala nanti, bahkan ia sudah mendapatkan izin darinya dan juga Tanaka.


"Kalau begitu.. sampai jumpa" balas Tanaka sambil melambaikan tangannya pada Asuna.


"Sampai jumpa.. ahh.. sebelum itu.." ucap Asuna yang mulai berjalan kearah Tanaka dan mulai mencium bibirnya


Tentu Tanaka yang merasakan ini mulai menikmatinya dan ciuman mereka berlangsung selama 5 menit saja karena Asuna akan pergi hari ini.


"Kalau begitu aku pergi dulu.." ujar Asuna sambil menekan ponselnya hingga muncul sebuah portal tepat dihadapannya dan mulai melambaikan tangannya pada Tanaka.


Tentu Tanaka yang mendengar ikut melambaikan tangannya, setelah Asuna masuk kedalam portal itu tiba tiba saja portal itu mulai menghilang.


"Yupp.. kalau begitu apa kau sudah siap Q ?" tanya Tanaka pada Q.


'Siap !! kapanpun anda siap Master !!' ucap Q dengan semangat.


"Kalau begitu kita pergi !!" balas Tanaka sambil menekan ponselnya.

__ADS_1


Tentu hal ini berbeda dari yang sebelumnya, karena saat ini Tanaka diteleportasikan secara langsung bukan melalui portal.


__ADS_2