The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 86


__ADS_3

2 hari telah berlalu tepat pukul 05:45 pagi terlihat kalau Tanaka dan Asuna sedang duduk dibawah pohon karena baru selesai olahraga pagi mereka.


Semenjak beberapa bulan yang lalu Asuna mulai melakukan aktifitas olahraga paginya bersama Tanaka apalagi ia telah mempelajari teknik pernafasan buatan dirinya sendiri ketika melakukan misi sebelumnya dengan Lala.


Makanya ia mengajak Tanaka untuk berolahraga bersamanya, namun Asuna tidak menyangka kalau Tanaka sudah melakukannya ketika berumur 6 setengah tahun.


Tanaka yang selalu lesu dimanapun ia lihat melakukan olahraga setiap harinya tanpa Asuna sadari, sekarang ini terlihat kalauTanaka baru saja selesai meminum minumnya dan mulai bertanya pada Asuna mengenai Mary.


"Jadi.. bagaimana dengan pembicaraan kalian sebelumnya ? apa semuanya lancar ?" tanya Tanaka dengan penasaran karena sebelumnya terlihat sangat serius ketika ingun berbicara padanya.


"A.. Ahh.. se.. semuanya lancar lancar saja kok.. Ta.. Tanaka-Kun.." balas Asuna yang terlihat sedang berusaha berbohong pada Tanaka.


"Entah kenapa aku merasa ada maksud tersembunyi disini" gumam Tanaka yang melihat Asuna sedang berusaha untuk berbohong padanya.


"Mahh.. jangan dipikirkan soal itu.. yang lebih penting adalah kemana kau pergi ketika aku dan Mary-Chan sedang mengobrol sebelumnya ?" tanya Asuna yang juga penasaran soal ini.


"Ahh.. aku hanya membeli minuman kaleng saja lalu melihat temanku masuk kedalam sebuah masalah, itu saja" balas Tanaka yang mengangkat kedua bahunya dengan santainya sambil memberikan botol minumnya pada Asuna.


"Tanaka-Kun.. seharusnya kau menolongnya bukannya menonton temanmu dalam masalah" balas Asuna dengan nada lelah ketika menerima botol minumnya Tanaka.


"Sebenarnya.. aku mau menolongnya tapi.. suasananya tidak menentu.." ujar Tanaka dengan lelah sambil bersandar pada pohon dengan kedua tangannya sebagai sandaran kepalanya.


"Kenapa ?" tanya Asuna dengan penasaran walau ia tahu apa jawabannya.


"Hoaamm.. sebab aku melihat sesuatu yang tidak harus aku lihat sebelumnya" balas Tanaka yang tidak ingin membahas masalah itu.


"Ha.. entah mengapa jawaban yang ada dipikiranku berbeda denganmu" gumam Asuna yang salah perhitungan ketika mendengar perkataannya Tanaka.


Ia berpikir kalau apa yang akan dikatakan Tanaka adalah karena dia malas membantu temannya, tentu Tanaka yang mendengar gumamannya hanya bisa tersenyum kecil dan segera bangun dari duduknya.


"Mahh.. tidak usah dipikirkan hal sepele seperti itu yang penting urusannya sudah selesai, kalau begitu aku kembali ke asrama dulu sampai jumpa istirahat nanti, Asuna" jelas Tanaka yang mulai pergi dari sana sambil melambaikan tangannya pada Asuna.


"Hmm.. baiklah sampai jumpa" balas Asuna dengan senyum diwajahnya apalagi ketika melihat punggungnya Tanaka.


Ketika melihat punggungnya Tanaka tanpa sengaja ia memikirkan malam pertama mereka berdua ketika menikah nanti sambil memeluk punggungnya Tanaka yang terlihat kekar dipandangannya itu.


Tentu Asuna yang tiba tiba memikirkan hal itu segera menggelengkan kepalanya dengan cepat, bahkan terlihat kalau wajahnya Asuna memerah saat ini.


'Asuna !! apa yang kau pikirkan !! dasar mesum !!' batin Asuna sambil menepuk nepuk pipinya beberapa kali hingga memerah karena tamparannya dan mulai memikirkan yang kainnya.


'Dari pada itu lebih baik aku berikan kejutan saja untuknya' batin Asuna dengan senyum diwajahnya ketika melihat punggungnya Tanaka.


Disisi lain Tanaka yang sedang berjalan menuju asramanya entah kenapa bulu kuduknya berdiri sehingga membuatnya menggigil dan mulai berpikir.


'Sepertinya akan terjadi sesuatu hari ini, tapi apa ?'


***


Pukul 06:45 pagi terlihat kalau Tanaka dan Nomura sudah selesai berganti baju, namun tiba tiba saja Nomura mendengar suara Rin dari luar dan segera melihat kearah balkonnya.


Tentu Tanaka yang mendengar ini mulai berpikir kalau yang ia rasakan sebelumnya pasti karena ia berada didekat Nomura, namun Tanaka tidak mempermasalahkan itu.


"Apa itu Onigawara ?" tanya Tanaka yang sedang memakai jasnya sambil menebak suaranya.


"Ahh.. sepertinya itu karena masalah kemarin, ia benar benar datang sesuai perkataannya" balas Nomura dengan nada lelah sambil membawa kantongnya.


"Ha.. kau tahu aku juga kena batunya karena bersamamu terus, jadi terima saja" ucap Tanaka dengan nada lelah dan segera mengambil kantongnya juga.


"Maaf soal itu.." balas Nomura senyum mengejek karena Tanaka juga kena imbasnya.


"Senyummu tidak cocok dengan perkataanmu sialan.." gumam Tanaka dengan kesal.


"Hahaha"

__ADS_1


Ketika Tanaka bertemu dengan Nomura yang sedang melihat kedua gadis itu sedang menangis karena kalah oleh Nomura, tentu saja Tanaka ikut imbasnya.


Bahkan ada rumor kalau Tanaka adalah orang yang sangat bejat walau ia terlihat pemalas, tentu Tanaka yang mendengar rumor ini ingin sekali berbicara pada gadis tersebut dengan baik baik hingga ke akarnya.


Langsung saja Tanaka dan Nomura mulai pergi keluar asrama mereka, terlihat kalau gadis berseragam hitam dengan topeng iblis (Oni) menutupi dimata kanannya, tentu gadis itu adalah Onigawara Rin.


"Ehh !? Asuna !?" teriak Tanaka yang terkejut saat ini.


Tentu bukan hanya Rin saja yang disana tetapi Asuna juga sedang berada disana dan saat ini sedang memegang tongkat ditangannya saat ini.


"Yahh.. Tanaka-Kun, bisa jelaskan apa rumor itu benar kalau kau mengintip rok para gadis disekolah ini" balas Asuna dengan senyum diwajahnya.


Sedangkan Tanaka yang melihat ini tentu mulai merinding ketika melihat senyumnya Asuna, bahkan Nomura yang melihat senyumnya Asuna ikut merinding juga.


"Ta.. Tanaka, apa kau mengenalnya ?" tanya Nomura yang berbisik padanya.


"Ahh.. dia teman masa kecilku" balas Tanaka yang juga berbisik padanya sambil merahasiakan hubungannya.


SHIIINGG ~~ !!


"Ta-na-ka-Kun.." tanya Asuna yang mulai mengeluarkan rapiernya secara perlahan.


"TIDAK !! ITU TIDAK BENAR !!" balas Tanaka dengan panik melihat Asuna serius ingin menebasnya, walau Tanaka bisa menghindarnya sih.


"Jadi begitu.. syukurlah.." ujar Asuna dengan senyum lega diwajahnya sambil memasukan kembali rapier miliknya.


Tanaka yang mendengar ini langsung menghela nafas lega begitu juga dengan Nomura.


Sedangkan Rin saat ini sedang kebingungan kenapa Tanaka lebih takut pada Asuna dari pada dirinya, langsung saja Rin mulai melirik Asuna dengan penasaran.


Padahal Rin merupakan salah 5 pedang tertinggi yang melindungi wanita disekolah ini, namun dengan sedikit ancaman dari Asuna langsung membuat Tanaka ketakutan dibuatnya.


'Siapa dia sebenarnya ?'


"Oii.. Tanaka, entah kenapa aku merasa kalau ia sangat berbahaya dari pada 5 pedang.. apalah itu" bisik Nomura yang saat ini masih merinding ketika melihat bilah rapiernya Asuna yang sangat tajam tersebut.


"Apa kalian sudah selesai berdiskusinya ?" tanya Rin dengan kesal melihat mereka berdua berbisik saat ini.


"Belum.." balas Tanaka dengan singkat, sedangkan Nomura hanya menganggukkan kepalanya saja.


Tentu hal ini membuat Rin semakin kesal ketika mendengar perkataannya Tanaka, disisi lain Asuna yang mendengar ini hanya bisa menahan tawanya saja ketika melihat percakapan mereka.


"Ha.. apa kau masih marah soal tempo hari itu ? biar kujelaskan.." ujar Nomura dengan nada lelah ketika melihat Rin ada disini.


"Tentang Nono dan Choka ? tenanglah 5 pedang bukanlah orang yang percaya dengan gosip seperti itu, aku sudah tahu apa yang terjadi" balas Rin dengan serius sambil mengeluarkan katananya.


"Tapi demi menjaga ketertiban sekolah ini, sudah sepantasnya ada yang mengawasimu" lanjut Rin sambil mengacungkan katananya kearah Nomura, terlihat kalau wajahnya ada rona merah disana.


"Tsundere kahh.." ucap Tanaka dengan datar ketika melihat wajahnya.


"Hmm.. Tsundere.." balas Asuna yang berdiri disebelah Tanaka saat ini.


"Tsundere ? dia ?" tanya Nomura sambil menunjuk Rin dengan wajah terkejutnya.


"AKU BUKAN ORANG YANG SEPERTI ITU SIALAN !! A.. AKU HANYA MEN.. MENJALANKAN TUGASKU I.. ITU SAJA !!" teriak Rin yang wajahnya kesal bercampur dengan rona merahnya saat ini.


"...."


Tentu mereka yang mendengar ini seketika terdiam apalagi melihat wajahnya Rin saat ini.


Langsung saja Tanaka mengeluarkan kata katanya yang membuat Rin semakin kesal padanya bahkan Asuna dan Nomura yang mendengar Tanaka pun setuju dengan ucapannya.


"Sudah kuduga.. Tsundere.."

__ADS_1


"Hmm.. Hmm.."


"KESINI KAU KOALA SIALAN !!"


***


Beberapa menit telah berlalu terlihat kalau mereka berempat sedang berjalan menuju kelas mereka, namun saat ini ada tambahan 2 orang.


Tentu orang itu adalah Mary dan Choka merupakan adik angkat Mary, tujuan mereka kemari untuk menghukum Nomura.


Namun itu tidak terjadi karena ada Tanaka dan Asuna disana, melihat Tanaka ada disana tentu Mary mulai berubah sikapnya menjadi lembut ketika dihadapnnya.


Disisi lain Rin dan Choka yang melihat perubahan Mary terkejut bukan main, bahkan saat ini Choka sedang menatap Tanaka dengan tajam seakan dia sedang melihat mangsanya saat ini.


"Grr.." geram Choka yang berdiri disebelah Mary saat ini sambil memegang cambuknya.


"Oii.. Kikakujo-San apa yang terjadi disini ?" tanya Tanaka yang berbisik pada Mary ketika melihat Choka.


"Ahh.. it-"


"Mary Onee-Sama !! jangan dekat dekat dengan pria bejat itu !! dia sudah berani sekali mencoba menggodamu waktu itu !!" potong Choka yang sedang marah ketika melihat Tanaka berusaha menggoda Mary.


Tentu perkataan tersebut membuat Nomura dan Rin salah paham ketika mendengar perkataannya, Tanaka yang mendengar ini seketika terdiam mendengar kesalahpahaman Choka terhadap Tanaka.


"Tunggu Cho-"


"Tidak Mary Onee-Sama !! aku akan menghukum pria itu dengan cambukku" potong Choka lagi sambil memutar cambuknya tepat diatas kepalanya.


Tanpa menunggu lama lagi langsung saja Choka mulai memperkenalkan dirinya pada Tanaka sambil menyerangnya dengan cambuk miliknya.


"Ingat nama orang yang akan menghukummu ini orang mesum.. orang yang paling dekat dengan 5 pedang tertinggi La Regina Delle Farfalle, Choka U. Baragasaki"


Disisi lain Tanaka yang melihat ini hanya bisa menatap Choka dengan aneh dan segera menangkap cambuk itu sambil menariknya.


Tentu Choka yang belum siap membuat cambuknya terlepas dari tarikkannya Tanaka hingga ia terkejut melihat aksinya.


"Ha.. jika genggamanmu saja tidak kuat seperti itu, untuk apa kau menyerangku, Choka-San.." ujar Tanaka dengan nada lesunya.


Rin yang melihat ini terdiam karena ia tahu kalau Choka termasuk orang yang berada dibawah mereka ketika menjaga ketertiban sekolah ini, namun pertarungan mereka berakhir dengan singkat begitu saja.


Sedangkan Nomura yang melihat Tanaka menangkap cambuk itu dengan mudah mulai berpikir kalau Tanaka bisa bela diri sama seperti dirinya.


Disisi lain Asuna dan Mary yang mrlihat ini hanya bisa menghela nafas melihat pertarungan singkat Tanaka dan Choka.


"Ha.. sudah kuduga kalau ini akan terjadi" gumam Asuna yang sudah mengetahui kalau Tanaka akan mengakhirinya dengan cepat.


"Maafkan aku soal adikku itu, aku yakin dia salah paham waktu itu" gumam Mary yang mengingat kejadian itu.


"Aku rasa kau harus mengucapkannya langsung pada orangnya daripada diriku" balas Asuna sambil menunjuk Tanaka yang saat ini sedang menggulung cambuknya.


"Kau benar.." gumam Mary yang menggosok dagunya saat ini.


"KAU !! KEMBALIKAN CAMBUKKU ITU !!" teriak Choka yang tidak terima cambuknya berada ditangannya Tanaka.


"Kalau begitu.. ini.." balas Tanaka yang mau melempar cambuknya pada Choka.


Choka yang melihat ini segera menangkapnya dan segera menatap Tanaka dengan tajamnya disisi lain Tanaka yang melihat ini hanya bisa menghela nafasnya dengan lelah.


"Ha.. kehidupan damaiku hancur lagi.. karena kesalahpahaman gadis ini.."


Sedangkan Nomura dan Asuna yang mendengar ini langsung mendekati Tanaka sambil menepuk pundaknya Tanaka dengan tatapan kasihan kepadanya.


"Kawan.. berjuanglah.."

__ADS_1


"Yang sabar yahh.. Tanaka-Kun.."


"Sumpah.. perkataan kalian tidak membantuku sama sekali.."


__ADS_2