
"A.. Apa ini, pantainya sepi sekali" ucap Irina yang melihat pantainya sepi saat ini.
"Sepertinya kau lupa sesuatu Irina-Nee" ujar Dazai sambil tiduran dikursi malas dengan payung yang menutupi sinarnya.
"Apa itu ?" tanya Irina yang melihat kearah Dazai yang saat ini sedang tiduran disebelahnya.
"Kalau.." balas Dazai dengan nada main mainnya.
"Kalau ?" gumam Irina yang mendengar ini mulai penasaran.
"Pengunjung yang terakhir baru saja pergi" potong Karasuma yang mulai berjalan kearah Irina.
"Pffttt"
Tentu hal ini membuat Irina merasa kesal ketika mendengar ini, bahkan Dazai yang melihat ini hanya bisa menahan tawanya saja.
"Hotel dan seluruh kawasan disekitarnya telah disewa oleh kelas E" lanjut Karasuma sambil melihat rencananya.
"JANGAN KELEWATAN LAHH !! KENAPA DEBUT BAJU RENANGKU SELALU BERAKHIR SEPERTI INI !?" teriak Irina dengan kesal sambil menunjuk dirinya.
"HAHAHAHAHA !!" tawa Dazai yang tertawa terbahak bahak tanpa bisa menahannya ketika melihat ini.
Bahkan Irina bertambah kesal ketika mendengar tawanya Dazai dan sesegera mungkin mengganggu Karasuma yang saat ini sedang sibuk melihat rencananya kali ini.
"Nee.. Karasuma..aku mau pamer" ucap Irina sambil memeluk Karasuma dan mulai mencolek pipinya Karasuma dengan manja.
Tentu Dazai yang melihat ini mulai memotret mereka secara diam diam, bahkan ia sudah melakukan ini sejak lama sekali ketika melihat Irina sangat menempel padanya.
Merasa tidak tahan diganggu langsung saja Karasuma mulai mengangkat Irina pada tangannya, tentu Irina dan Dazai yang melihat ini terkejut dengan aksinya.
"Ehh ? tunggu ! ada apa ini ? ternyata kamu agresif juga, walau kita saat ini sedang ditonton oleh Dazai-Kun kamu mau-"
Namun sebelum menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Karasuma mulai melempar Irina ke tepi pantai, tentu Dazai yang melihat ini semakin menertawakan nasib Irina.
"AHAHAHAHAHAHA !?" tawa Dazai sambil memegang perutnya bahkan ia sampai terjatuh dari kursi malasnya ketika melihat ini.
"Kamu ngapain sih !?" teriak Irina dengan kesal pada Karasuma.
"Irina, ada yang ingin aku tanyakan padamu" sahut Karasuma yang mencoba untuk bertanya padanya.
Tentu Irina yang mendengar ini mulai menatapnya, begitu juga dengan Dazai walau ia masih mencoba untuk berhenti tertawa.
"Sebagai pembunuh profesional kau pernah bilang ini kan ?" tanya Karasuma padanya.
"Jarang sekali pekerjaanku berjalan seperti yang kuharapkan" lanjut Karasuma dengan serius, tentu Irina dan Dazai yang mendengar ini ikut serius.
"Ya.. itu benar, aku sudah lihat rencananya tapi rencana serumit ini pasti ada kesalahan 1 atau 2 kali" balas Irina yang mulai berendam ditepi pantai.
"Apa aku terlihat seperti bersenang senang ? aku serius untuk mengejar hadiah itu, saat rencana bocah bocah itu gagal disitulah kesempatanku akan datang" jelas Irina pada Karasuma dengan senyum dan pandangan seriusnya.
"Takkan kubiarkan dia lolos begitu saja" lanjut Irina dengan senyum bangga diwajahnya.
Tentu Karasuma yang mendengar ini mulai bertanya kembali pada Dazai mengenai pembicaran mereka berdua beberapa hari yang lalu.
"Dazai.. apa kau ingat pembicaraan kita yang sebelumnya ?" tanya Karasuma dengan penasaran.
"Ahh.." balas Dazai dengan singkat.
"Tunggu ? apa yang kalian bicarakan waktu itu ?" tanya Irina yang mulai curiga dengan pembicaraan mereka berdua.
"Jika ditambah dengan pelatihan yang kau berikan sebelumnya, berapa kemungkinan mereka akan berhasil ?" tanya Karasuma dengan serius sambil menghiraukan Irina.
Tentu Irina yang mendengar ini mulai melihat kearah Dazai yang saat ini sedang menatap matanya Karasuma dengan serius.
Langsung saja Dazai mengangkat 2 jarinya pada Karasuma, tentu hal ini membuat Irina bingung ketika melihatnya dan langsung saja dia mulai melihat kearah Karasuma yang saat ini sedang memikirkan sesuatu dengan serius.
"Hanya segitu kah.." gumam Karasuma yang melihat hasilnya.
"Mah.. aku sudah pernah bilang padamu bukan, biarkan itu menjadi sebuah kegagalan bagi mereka bukankah begitu, Karasuma-Sensei ?" lanjut Dazai yang mulai berjalan kearahnya sambil tersenyum.
"Kau benar, aku terlalu memikirkannya" balas Karasuma yang mulai menenangkan dirinya.
__ADS_1
"Kalau begitu.."
Dazai yang mendengar ini mulai tersenyum menyeringai tepat dibelakangnya Karasuma lalu segera menendang dirinya hingga ia terjatuh kearah Irina.
Tentu Irina yang melihat ini hanya terkejut dan mulai tertabrak oleh Karasuma yang terjatuh kearahnya, tentu mereka yang melihat ini ingin protes pada Dazai.
Namun tiba tiba saja mereka melihat Dazai yang mulai melompat kedalam pantai dengan baju terbuka dan hanya menggunakan celana renangnya saja dengan perban ditangannya.
BYUUUURRR ~~ !!
Tentu air itu mulai menyirami mereka berdua, setelah itu langsung saja mereka mulai melihat kearah Dazai yang baru keluar dari air sambil merapikan rambutnya kebelakang.
"Ayo kemari airnya segar hyahahah" balas Dazai yang mulai berenang meninggalkan mereka saat ini.
"Tunggu bocah !!" teriak Irina dengan kesal dan mulai menyusulnya.
Sedangkan Karasuma yang melihat ini hanya menggelengkan kepalanya saja sambil melihat Irina yang sedang mengejar Dazai dilaut pantai.
Tentu Karasuma yang melihat ini hanya tersenyum ketika melihat tingkah mereka.
***
Beberapa jam telah berlalu terlihat kalau Dazai dan yang lainnya habis turun dari kapal pesiar setelah makan malam disana.
Terlihat kalau Koro-Sensei saat ini benar benar lemas karena naik kapal sebelumnya, bahkan berdiri pun ia dibantu oleh tongkat.
"Ayo Koro-Sensei, sudah waktunya" ucap Maehara sambil menunjukkan tempat pembunuhannya pada Koro-Sensei.
Tentu Koro-Sensei yang melihat ini mulai memasukinya bersama dengan yang lainnya, disisi lain Dazai dan yang lainnya hanya melihat ini dari kejauhan.
"Sepertinya rencana mereka sudah dimulai yahh.." ucap Dazai yang melihat mereka semua masuk.
Terlihat kalau Dazai saat ini sedang memakai mantelnya seperti biasanya, sedangkan Irina saat ini sedang memakai gaun berwarna merah miliknya.
Sedangkan Karasuma masih mengunakan model yang sebelumnya yaitu kemeja berwarna biru dengan celana katun berwarna hitam.
Disisi lain Dazai yang saat ini ingin meminum minuman botol yang kebetulan ia beli, namun tiba tiba saja ponselnya mulai bergetar.
PRAAANGG~~!!
Disisi lain Karasuma dan Irina yang mendengar ini mulai melihat kearah Dazai yang saat ini meremukkan botol kacanya.
Terlihat kalau saat ini tatapan Dazai mulai menyeramkan hingga mereka yang melihat ini mulai mundur beberapa langkah.
"Karasuma, Irina, aku permisi dulu ada sesuatu yang ingin aku urus terlebih dulu" balas Dazai dengan nada menyeramkan dan mulai menghilang dari pandangan mereka.
Tentu mereka yang melihat ini mulai menghela nafas lelah, langsung saja Irina bertanya pada Karasuma dengan panik.
"Karasuma !! apa yang terjadi pada Dazai !! kenapa ia marah !?" tanya Irina dengan panik sambil melihat kearahnya.
"Entahlah.. yang pasti sesuatu yang buruk akan terjadi disini, tapi kita harus tetap menyelesaikan rencananya" balas Karasuma yang melihat tempat dimana Dazai menghilang sebelumnya.
***
Disisi lain Dazai yang saat ini sedang diatas hotel langsung melihat ponselnya kembali.
[ EMERGENCY QUEST DI LUNCURKAN !
MISI : SELAMATKAN MURIDMU
ISI TUGAS : SELAMATKAN SEBAGIAN MURIDMU DARI VIRUS ATAU RACUN YANG AKAN TAKAOKA BERIKAN PADA MEREKA
HADIAH : 40.000 POIN
BATAS WAKTU : 1 JAM ]
"Orang itu lihat saja aku akan menyiksanya karena telah beraninya menyentuh muridku, tapi sepertinya ini akan cocok untuk menjadi latihan mereka" ucap Dazai sambil melihat Nagisa dan yang lainnya sedang merencanakan pembunuhan pada Koro-Sensei.
'Q, akan aku ajarkan padamu, bagaimana caranya untuk melawan orang yang berani melukai orang yang paling penting bagimu' batin Dazai dengan senyum menyeringai.
'....'
__ADS_1
Sedangkan Q yang melihat ini hanya bisa terdiam apalagi ketika melihat Master atau Dazai murka untuk pertama kalinya.
'Ba.. Baik, Master' balas Q dengan nada pelan menjawab ucapannya Dazai.
'Bagus kalau begitu kita mulai' batin Dazai yang langsung menghilang dari atas sana.
***
Beberapa menit telah berlalu setelah Dazai pergi terlihat kalau Kelas E saat ini sedang duduk diberanda dekat tepi pantai.
Terlihat kalau mereka saat ini sedang kecewa sambil meminum, tentu rencana mereka telah gagal karena mereka tidak mengetahui kalau Koro-Sensei memiliki rahasia yang lain.
"Ritsu ?" tanya Chiba sambil melihat ponselnya, terlihat kalau Ritsu sedang berada didalam ponselnya.
"Ya ?" tanya balik Ritsu dengan pakaian renangnya walau ia hanya sebuah hologram.
"Apa kau merekam semuanya ?" tanya Chiba pada Ritsu.
"Ya, dengan pemotretan berkecepatan setinggi mungkin, aku merekam pembunuhan ini secara utuh" balas Ritsu dengan senyum diwajahnya.
"Aku.. tidak kami berdua sudah berhasil melakukan apa yang Dazai-Sensei katakan pada kami, tapi.." gumam Chiba dengan kecewa.
"Tapi kami mengecewakannya" balas Hayami dengan wajah sedih.
Tepat ketika Hayami mengatakan itu tiba tiba saja suasana disana menjadi semakin berat, apalagi mereka tidak melihat Dazai dari tadi.
Bahkan jika mereka melihat Dazai pun mereka tidak punya keberanian untuk melihat wajahnya karena mereka telah membuat Dazai kecewa dalam rencana ini.
Sedangkan Karasuma dan Irina yang melihat ini ingin sekali memberikan kata semangat pada mereka, namun tiba tiba saja sebagian murid kelas E pingsan dengan wajah memerah.
Tentu hal ini membuat Nagisa dan yang lainnya yang masih sadar terkejut dan mulai membantu mereka yang pingsan saat ini, disisi lain tiba tiba saja Karasuma mendapatkan telepon dari seseorang yang tidak ia kenal saat ini.
Terlihat kalau orang itu sangat menginginkan Koro-Sensei yang saat ini masih dalam wujud pertahanan mutlaknya, bahkan orang itu meminta Nagisa dan Kaede untuk datang kesana.
Setelah telepon ditutup langsung saja Karasuma mulai membanting Koro-Sensei yang masih dalam pertahanan mutlaknya dengan marah dan panik.
***
Disisi lain Dazai sendiri saat ini sedang berada diatap hotel yang sama sambil menggunakan pakaian pelayan dihotel itu, langsung saja Dazai membuka penyamaran yang ia pakai sebelumnya.
"Yahh.. aku tidak menyangka kalau dia benar benar menyuruh salah satu anak buahnya untuk menuangkan virus ini pada minuman mereka" gumam Dazai yang sedang memegang botol virusnya.
Terlihat kalau orang itu saat ini sedang diikat baik itu mulut dan juga badannya, terlihat kalau ia saat ini benar benar ketakutan melihat Dazai.
"Mah.. karena obat ini ada ditanganku, jadi mereka aman saja saat ini yang berarti aku hanya perlu membunuhnya bukan" gumam Dazai sambil berjalan kearah orang tersebut.
Tentu orang tersebut yang melihat Dazai berjalan kearahnya mulai ketakutan setengah mati apalagi ketika melihat senyumannya.
"Ada apa ? bukankah kamu tadi begitu berani ingin meracuni murid muridku sebelumnya, kenapa sekarang kamu takut ?" tanya Dazai sambil menjambak rambutnya dengan keras.
Tentu orang itu yang merasakan ini hanya bisa menangis seperti orang yang memohon ampun padanya, namun sayang orang yang ia hadapi adalah Dazai.
"Tenang saja, aku hanya akan membuatmu merasakan bagaimana rasanya hidup sebagai hewan percobaan itu saja" lanjut Dazai dengan senyum mengerikannya sambil menatap sanderanya dengan tatapan kosong.
"Bersiaplah untuk merasakan rasanya hidup diantara jurang kematianmu, tuan pelayan.." balas Dazai sambil memerintah Q untuk merubah dirinya menjadi sebuah mesin gergaji.
Tentu pria yang melihat ini hanya bisa menangis sambil mengompol ketika melihat sebuah cairan berubah menjadi sebuah mesin gergaji yang terlihat besar dimatanya.
***
Disisi lain terlihat kalau sebagian murid yang masih bisa bergerak saat ini sedang berada dibawah jurang untuk mencoba untuk menyusup sambil mengambil obatnya.
"Baiklah semuanya dengarkan aku" sahut Karasuma pada mereka saat ini yang berada dibawah jurang.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai melihatnya setelah Koro-Sensei memberikan kata kata penyemangat pada mereka.
"Dalam misi kali ini aku tidak ingin kalian semua mengalami kegagalan seperti sebelumnya, karena ini menyangkut nyawa teman teman kalian dan juga harga diri kalian" lanjut Karasuma dengan serius.
"Aku ingin kalian tidak mengecewakan Dazai-Sensei lagi kali ini, mengerti ?" sahut Karasuma yang menunggu jawaban mereka.
"Baik !!"
__ADS_1