The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 43


__ADS_3

"Jadi.. kenapa kalian semua ke apartemen ku ? dan lagi dari mana kalian tahu alamat ini ?"


Terlihat kalau Dazai saat ini sedang menatap para muridnya dengan bibir berkedut.


"Dazai-Sensei.. kami minta tolong padamu ajarkan kami pelajaran lain selain matematika" ucap Sugino sambil membungkukkan badannya pada Dazai.


"Benar.. kami minta tolong padamu Dazai-Sensei, kami tidak bisa terus menerus dibantu oleh Koro-Sensei, tolong.." lanjut Kurahashi mata puppynya.


"Dazai-Sensei bantu kami, aku mohon.." ucap Hiroto Maehara yang menempelkan kedua telapak tangannya sambil memohon pada Dazai.


"Oii !? kalian belum menjawab pertanyaanku !?" balas Dazai dengan kesal.


Tentu penampilannya Dazai saat ini hanya menggunakan celana pendek dan juga kaos berwarna putih, meskipun begitu dikedua tangannya masih terdapat perban disana.


Sudah 2 hari yang lalu semenjak kejadian gedung utama, tentu saja Koro-Sensei tetap datang kesana sambil memberikan lembaran yang Dazai buat untuk mereka semua.


Bahkan Koro-Sensei sempat sempatnya memberitahukan lembaran itu dibuat oleh Dazai untuk mereka.


Mereka yang mendengar ini mulai merasa senang ketika mendapatkan guru yang sangat perhatian pada mereka, apalagi Dazai masih muda.


Tentu Koro-Sensei yang melihat para muridnya mulai beralih pada Dazai mulai depresi dan kesal disaat bersamaan.


Namun meskipun begitu ia tidak membencinya, justru Koro-Sensei merasa respek atau hormat akan kehebatannya baik itu bidang akademik maupun membunuh targetnya.


Bahkan semua murid kelas E pun ikut memohon pada Dazai agar mereka dapat keluar dari masalah mereka dan juga Koro-Sensei mengenai UTS ini.


Tentu Dazai yang melihat ini hanya menghela nafas pasrah ketika melihat murid muridnya sedang memohon padanya, langsung saja dia mulai menjawab mereka semua.


"Ha.. baiklah baiklah aku akan ajarkan pelajaran lain pada kalian" balas Dazai sambil mengacak acak rambutnya dengan senyum diwajahnya.


"HOREE !! TERIMA KASIH BANYAK DAZAI-SENSEI !!" teriak mereka dengan bahagia ketika mendengar perkataannya.


"Ha.. ada ada saja.. mereka ini.." gumam Dazai yang melihat tingkah mereka saat ini sambil tersenyum kearah mereka.


"Kalau begitu anggap saja tempat ini adalah rumah kalian aku mau ketoilet dulu sekalian sama buku bukunya dikamarku" sahut Dazai yang melambaikan tangannya pada mereka dan mulai pergi ketoilet.


"BAIK !!" balas mereka dengan semangat, setelah Dazai pergi langsung saja mereka mulai membiasakan diri diapartemennya Dazai.


"Untung saja Dazai-Sensei menerimanya" gumam Sugaya sambil duduk disofa dengan Nagisa, Sumire Hara, Okuda Okano dan Sugino.


"Tapi aku tidak menyangka kalau Dazai-Sensei akan tinggal diapartemen seluas ini" balas Sumire sambil melihat sekelilingnya dengan perasaan kagum.


"Apa dia menggunakan uang dari pekerjaan sebelumnya ?" tanya Kirara Hazama yang saat ini sedang melihat aquarium ikan bersama, Yuzuki Fuwa dan Koki Mimura.


"Kalau itu entahlah.. kita tanyakan nanti pada Dazai-Sensei nanti" balas Takuya Muramatsu yang saat ini sedang melihat isi dapur bersama Taisei Yoshida dan Ryunosuke Chiba.


"Gila.. Dazai-Sensei punya banyak koleksi mainan disini" gumam Masayoshi Kimura yang kagum melihat beberapa koleksi mainan yang belum pernah ia lihat bersama Ryoma Terasaka, Kotaro Takebayashi dan Okajima.


"Benar aku yakin Dazai-Sensei adalah seorang kolektor ketika pertama kali melihat ini, bahkan ia punya banyak sekali konsol game disini" balas Okajima yang terkagum ketika melihat koleksi koleksi ini.


Disisi lain Kanzaki saat ini sedang menatap kearah bingkai foto yang terbaring diatas meja, langsung saja ia mengambilnya dan melihat foto tersebut.


Terlihat kalau difoto itu ada seorang perempuan cantik berambut hitam panjang dengan jas lab disana, bahkan senyumnya pun sangat memikat bagi orang yang melihatnya.


Tentu foto itu tidak lain adalah Ozaki selaku gurunya Dazai dikehidupan sebelumnya.


"Cantiknya.." gumam Kurahashi yang terkagum ketika melihat foto itu.


"Benar.. siapa dia ?" tanya Rinka Hayami yang melihat foto Ozaki saat ini.


"Apa mungkin dia pacarnya Dazai-Sensei ?" tebak Yada yang melihat betapa cantiknya Ozaki disana, walau ia sedkit kesal ketika mengatakan ini.


"Ka.. Kalau itu entahlah" balas Kanzaki dengan gugup sambil menoleh kearah lain.


"Ada apa ini.. apa kau cemburu kalau Dazai-Sensei diambil oleh orang lain kan, Kanzaki-San ?" tanya Kaede dengan suara kecil sambil menggoda Kanzaki saat ini.


Tentu Kanzaki yang mendengar ini mulai memerah karena ucapannya Kaede, tentu para gadis yang melihat ini mulai berkumpul dan menggodanya.


"Ehh.. Kanzaki-San menyukai 'dia' apa itu benar ?" gumam Yada yang kupingnya lumayan tajam soal cinta, begitu juga dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Ti.. Ti.. dak itu.. ti.. tidak be.. benar" balas Kanzaki dengan panik, bahkan para gadis yang melihat ini mulai menggodanya kembali.


Disisi lain para pria yang saat ini sedang melihat para gadis sedang bergosip hanya bisa tertawa canggung apalagi ketika mereka mendengar Kanzaki menyukai seseorang laki laki.


"Yahh.. aku tidak menyangka kalau para gadis masih bergosip dirumah orang lain" gumam Sugaya yang melihat ini secara langsung.


"Apalagi itu diapartemennya Dazai-Sensei" balas Sugino yang setuju mengenai ini.


Sedangkan Nagisa hanya bisa tertawa canggung ketika mendengar percakapan teman temannya, namun yang ia tidak sadari kalau Dazai saat ini sudah berdiri tepat disebelah Okajima dan Terasaka.


"Ada apa dengan apartemen ku ?"


"DAZAI-SENSEI !!" teriak mereka berdua yang benar benar terkejut melihat guru mereka sedang berada tepat disebelah.


Tentu para gadis yang mendengar Okajima dan Terasaka memanggil Dazai mulai menyeringai ala Koro-Sensei kecuali Kanzaki yang bertambah panik ketika melihat ini.


"Dazai-Sensei !!" teriak Kurahashi kearah Dazai sambil membawa foto Ozaki.


"Ya ?" tanya Dazai sambil menoleh kearah Kurahashi dengan bingung.


"TUNG-"


Namun sebelum Kanzaki menghentikan Kurahashi tiba tiba saja mulutnya ditutup oleh Kataoka menggunakan tangannya.


Tentu para gadis yang melihat ini mulai terkekeh sambil menunggu jawabannya Dazai, sedangkan para pria hanya bisa tertawa canggung ketika melihat ini.


"Dazai-Sensei, apa wanita ini pacarmu ?" tanya Kurahashi sambil menunjukkan bingkai foto Ozaki pada Dazai.


Dazai yang melihat ini mulai menyimpan bukunya diatas meja dan segera mengambil foto itu sambil bertanya pada Kurahashi dengan tatapan curiga.


"Kurahashi-San.. dari mana kau mengambil foto ini ?" tanya Dazai.


"E.. Ehh.. i.. itu dari meja.. yahh benar meja !!" balas Kurahashi yang merasakan tatapannya Dazai mulai gugup lalu menoleh kearah lain agar tidak melihat tatapannya, walau ada sedikit rona merah diwajahnya.


"Ha.. bisa bisanya aku lupa soal ini" gumam Dazai sambil menepuk keningnya atas kecerobohannya.


"Jadi.. Dazai-Sensei apa dia pacarmu ?" tanya Okano yang bertambah penasaran karena belum mendapatkan jawabannya.


Dazai yang melihat para gadis yang penasaran mengenai foto itu mulai kewalahan, bahkan ia sampai menoleh kearah para pria yang saat ini sedang menontonnya.


Bahkan mereka yang melihat tatapan Dazai langsung menoleh kearah lain seakan tidak melihat kondisi Dazai saat ini, tentu hal ini membuatnya hanya bisa pasrah mengenai ini.


"Baiklah baiklah.. akan aku beritahukan siapa dia pada kalian" balas Dazai sambil berjalan kearah rak untuk menyimpan bingkai fotonya.


"Siapa.. siapa.. jangan buat kami penarasan Dazai-Sensei" ucap Nakamura yang semakin penasaran dengan jawabannya Dazai.


"Ozaki Koyou.. bisa dibilang dia adalah guruku sekaligus orang tua angkatku" sahut Dazai sambil meletakkan bingkainya pada rak.


Tentu mereka yang mendengar ini terkejut apalagi ketika mendengar kalau Ozaki adalah orang tua angkatnya, langsung saja Okuda bertanya padanya.


"La.. Lalu dimana dia sekarang Dazai-Sensei ? kalau boleh tahu ?" tanya Okuda dengan penasaran begitu juga dengan yang lainnya.


Tentu Dazai yang sedang meletakkan bingkai itu seketika terdiam dan mulai tersenyum sedih sambil menatap foto Ozaki saat ini.


"Dia sudah meninggal ketika aku berumur 14 tahun" balas Dazai dengan nada sedih sambil membaringkan bingkainya hingga fotonya tertutup.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai terdiam ketika mendengar ucapannya Dazai, bahkan para gadis yang sedang menahan Kanzaki pun mulai melepasnya.


Mereka yang melihat Dazai sedih untuk pertama kalinya mulai berasa bersalah karena sudah mengingatkan masa lalunya, semua itu karena rasa penasaran mereka.


"Ma.. Maafkan aku" gumam Okuda dengan perasaan bersalah.


"Tidak apa apa.. lagipula itu hanya masa lalu dan aku hidup dimasa sekarang, jadi sudah waktunya aku berjalan maju meninggalkan masa lalu bukan ?" balas Dazai yang mulai ceria kembali sambil tersenyum kearah mereka.


Tentu mereka yang melihat ini mulai menganggukkan kepala mereka dengan senyum lega diwajah mereka, namun tiba tiba saja Dazai bertanya pada Kurahashi.


"Jadi.. kenapa kau penasaran mengenai ini padaku, Kurahashi-San ?" tanya Dazai dengan wajah polos sambil melipat kedua tangannya.


"Ahh.. soal itu.. Kanz-"

__ADS_1


Namun sebelum menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Kanzaki menutup mulutnya dengan panik dan mulai membalasnya dengan rona merah diwajahnya.


"So.. Soal itu Kurahashi-San sangat penasaran dengan foto itu, itu saja" potong Kanzaki dengan panik, bahkan Kurahashi sempat melawan mengenai ini.


"Ha.. ada ada saja" gumam Dazai yang menghela nafas lelah sambil mengambil buku bukunya yang diatas meja sebelumnya.


Tentu Kanzaki yang melihat ini langsung menghela nafas lega, sedangkan para gadis yang melihat ini hanya bisa menahan tawa mereka ketika melihat Kanzaki panik.


Bahkan para pria yang melihat ini hanya bisa tertawa canggung saat ini, langsung saja mereka mulai melakukan diskusi dengan suara kecil.


"Sepertinya Kanzaki-San sudah jatuh cinta pada Dazai-Sensei" gumam Sugino supaya tidak terdengar oleh para gadis.


"Kau benar.." balas Sugaya yang berbisik dengan Sugino.


"Sial bikin iri saja dengan wajah tampannya, bahkan primadona kelas E pun jatuh tepat ditangannya" gumam Maehara dengan kesal.


Nagisa yang mendengar ini hanya bisa tertawa canggung saja ketika melihat teman temannya sedang berdiskusi dengan kesal.


"Baiklah semuanya !! tiap 30 menit akan saya berikan mata pelajaran lain pada kalian, jadi terbiasalah dengan pelajaran saya mengerti ?" tanya Dazai dengan tegas sambil tersenyum menyeringai kearah mereka.


"BAIKK !!"


***


Keesokan harinya disekolah terlihat kalau para murid Kelas E sedang menunggu Dazai untuk mengajar mereka hari ini, namun Dazai belum datang ketika Koro-Sensei keluar.


"Nee.. ada yang tahu dimana Dazai-Sensei berada ?" tanya Kaede yang tidak melihat Dazai saat ini.


"Benar.. tidak biasanya dia terlambat jam segini" balas Kataoka yang melihat jam di dinding menunjukkan pukul 10:30.


"Cihh.. palingan dia sedang tertidur diluar sana saat ini" gumam Terasaka yang saat ini sedang menopang kepalanya.


"Jangan begitu Terasaka-Kun, justru kau yang paling semangat ketika belajar dengan Dazai-Sensei kemarin" sahut Sumire dengan senyum jahil diwajahnya.


"Si.. Siapa yang bersemangat ke.. ketika belajar dengannya !?" balas Terasaka dengan panik terlihat ada rona merah ketika mengingat kejadian kemarin.


"HAHAHAHAHA !!"


"HAHAHAHAHA !!"


Tentu mereka yang melihat tingkahnya Terasaka mulai tertawa terbahak bahak hingga ia merasa malu dan kesal ketika mendengar ini.


Disisi lain Nagisa yang saat ini sedang tertawa tiba tiba saja merasakan kalau ponselnya itu mulai bergetar, merasakan ini tentu saja Nagisa mulai mengangkat teleponnya.


"Halo ?" tanya Nagisa pada orang yang meneleponnya saat ini, bahkan Kaede yang mendengar ini pun ikut penasaran.


"Yahh.. Nagisa-Kun ini aku Dazai" balas Dazai yang sedang menelepon Nagisa saat ini.


"Dazai-Sensei !!" teriak Nagisa yang terkejut ketika mendengar suara Dazai diteleponnya.


Tentu mereka yang saat ini sedang tertawa mulai melihat kearah Nagisa yang saat ini sedang menelepon Dazai mulai mendekatinya, langsung saja Nagisa mengeraskan suaranya agar terdengar oleh teman teman sekelasnya.


"Nagisa-Kun bisakah aku minta tolong padamu ? ini hanya bisa dilakukan olehmu dan ini sangat darurat sekali !?" sahut Dazai dengan nada serius.


"Darurat !? kalau begitu dimana anda sekarang !?" tanya Nagisa dengan panik, begitu juga dengan yang lainnya.


"Akan aku beritahu rinciannya padamu, sekarang kau coba berdiri dari kursimu setelah itu berjalanlah kearah jendela yang ada dikirimu, setelah itu lihatlah kearah kananmu !!" balas Dazai yang memberikan arahan padanya.


Tentu Nagisa dan yang mendengar ini segera menuruti arahannya, walau ia sedikit bingung dengan arahannya Dazai begitu juga dengan yang lainnya.


Langsung saja ia berdiri sesuai instruksinya lalu mulai berjalan kearah jendela yang ada didepan Kataoka, setelah itu ia segera membuka jendelanya dan mulai menoleh kearah kanan.


"EHHH !! DAZAI-SENSEI !!" teriak Nagisa yang terkejut ketika melihat Dazai sedang terjebak didalam tong dengan posisi kedua kakinya diatas dekat kepalanya.


Ketika Dazai mendengar suara Nagisa langsung saja ia mulai menoleh sambil melambaikan tangannya pada Nagisa dengan senyum tipis diwajahnya.


Tentu Nagisa yang melihat ini mulai keluar melalui jendela dan segera menghampirinya, bahkan beberapa dari mereka yang melihat ini juga ikut keluar dengan panik.


Namun sebelum mereka keluar tiba tiba saja pintu terbuka dan menampilkan Koro-Sensei yang sedang menyamar menjadi Dazai bahkan pakaian, rambut, dan juga warna kulitnya.

__ADS_1


"Baiklah semuanya segera kembali ketempat duduk kalian, jam pelajaran sudah lama dimulai dan seperti biasa aku suka bunuh diri, nyuhu" ucap Koro-Sensei sambil merapikan rambutnya kebelakang agar terlihat keren dimata mereka.


"...."


__ADS_2