
2 hari telah berlalu.
Setelah Mary mendeklarasikan dirinya sebagai tunangannya Tanaka, Mary benar benar memegang perkataannya tentang dirinya yang mengundurkan diri dari 5 pedang tertinggi disekolah itu.
Tentu Mary yang mundur dari posisi sebagai pelindung para gadis disekolah ini mulai membuat kericuhan bagi para siswi disekolah ini.
Bahkan Rin dan Warabi yang mendengar berita ini mulai meyakinkan pilihannya Mary, namun hasilnya nihil karena Mary sudah membulatkan tekadnya untuk berubah.
Tentu sebelum ia keluar dari 5 pedang tertinggi ia memberikan capnya terlebih dahulu pada surat yang dimiliki Nomura, karena itu adalah keinginannya untuk membantu temannya Tanaka.
Nomura yang melihat ini tentu berterima kasih padanya dan juga Tanaka kawannya, Mary yang mendengar ini hanya tersenyum padanya sedangkan Tanaka hanya bisa tertawa canggung ketika mendengar ini.
Kursi 5 pedang tertinggi saat ini kosong, karena mereka tidak punya pilihan lain mereka mulai mengangkat Choka sebagai salah satu dari mereka.
Namun entah kenapa Choka menolaknya juga dan memilih untuk bersama Mary setelah mendengar berita ini dari mulut para gadis disekolah ini.
Tidak punya pilihan lain mereka mengangkat Nono sebagai salah satu dari mereka, Nono yang tidak punya pilihan lain selain menerimanya.
Namun..
"A.. Apa apaan ini.." gumam Mary yang terlihat kesal saat ini.
"Jelas ada sesuatu yang aneh dengan sekolah ini" balas Rin yang juga kesal ketika melihat apa yang terjadi didepannya saat ini.
"Kyaa !! dia terlihat keren ketika melangkahkan kakinya untuk bertarung di Warabimpick !!"
"Dia benar benar keren ketika mengalahkan beruang besar itu hanya dengan tatapannya !!"
"Kyaa !! tatapannya yang tajam itu membuatku merasa panas saat ini !!"
"Apalagi ketika ia berusaha menyelamatkan Hanasaka-San ketika terjatuh dari atas gedung sekolah !! kerennya !!"
Terlihat kalau para gadis saat ini sedang melihat Tanaka yang sedang berjalan menuju kelasnya, namun saat ini ia terhenti karena melihat para gadis menatapnya dengan wajah memerah karena terpesona saat ini.
Tentu Tanaka mengerti keadaannya saat ini, semenjak kejadian kemarin ia mulai terkenal setelah berhasil memenangkan Warabimpick yang diadakan disekolah ini.
Apalagi caranya yang menyelamatkan Warabi ketika bersama Asuna yang terlihat berani waktu itu.
"Yahh.. kawan sepertinya kau menjadi orang yang cukup populer saat ini" ucap Nomura yang menepuk nepuk punggungnya Tanaka saat ini.
"Ughh.. kau tidak membantu sama sekali saat ini, kawan.." gumam Tanaka dengan nada lelah ketika berurusan dengan para gadis disekolah ini.
"Seperti biasa.. Tanaka-Kun selalu populer dikalangan gadis baik disini maupun disekolahnya" gumam Asuna dengan senyum canggung ketika mengingat para gadis disekolahnya.
"Gehh.. aku tidak percaya kalau Tanaka-Kun sepopuler ini.." gumam Mary yang melihat ini secara langsung.
"Tapi apa kau yakin soal pilihanmu itu Kikakujo ?" tanya Rin.
"Rin.. aku sudah membulatkan tekadku dan akan terus berdiri disisinya Tanaka bersama Asuna-Chan" balas Mary yang tersenyum lembut ketika melihat Tanaka yang sedang menyembunyikan dirinya dibalik jaketnya.
Rin yang mendengar ini hanya bisa menghela nafas sambil melihat kearah Tanaka dan Nomura yang sedang berjalan bersama Asuna saat ini.
Sedangkan Choka yang berada disisi Mary ketika melihat senyumnya yang begitu tulus tertuju pada Tanaka hanya bisa memasang wajah sedih karena ia tidak melihat senyuman setulus itu pada dirinya.
Yang bisa Choka lakukan hanyalah mendukung Mary saja demi kebaikannya dan juga dirinya, walau ia masih memiliki masalah dengan Tanaka namun ia akan tetap mendukungnya dengan segenap hatinya.
***
2 Jam Kemudian.
Saat ini Tanaka sedang duduk di bangku ditaman dengan Nomura, terlihat kalau mereka sedang makan bekal mereka ketika jam istirahat sedang berlangsung.
Namun saat ini mereka benar benar merasa tertekan karena Asuna dan Mary entah kenapa terlihat kesal, bahkan Rin pun juga dapat merasakan aura yang mereka keluarkan saat ini sangatlah berbeda dari sebelumnya.
__ADS_1
"Hei.. kalian berdua.. saat ini kalian benar benar membuatku merasa sangat tertekan" ucap Nomura.
"E.. Ehmm.. itu benar.." balas Tanaka yang setuju mengenai ini, sedangkan Rin hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Tanaka-Kun.. kasus kali ini benar benar berlebihan dari sekolah kita sebelumnya.. kau tahu itu, bukan ?" gumam Asuna yang masih kesal saat ini.
"A.. Ahh.. tunggu apa ? " balas Tanaka yang sempat bingung saat ini.
"Semua gadis yang ingin bicara denganmu akan langsung menyerangmu sekaligus" sahut Mary yang mengangkat satu alisnya dengan kesal sambil memakan Sandwich nya.
"Aku masih mewajarkan kalau 4 atau 6 wanita berbondong ingin bicara padamu.." ucap Asuna yang menyimpan sumpitnya dipinggir kotak bekalnya.
'Dia menjual kekasihnya sendiri..' batin Nomura, Rin, dan Choka yang mendengar perkataannya Asuna.
"Oii !!" pekik Tanaka yang kurang setuju dengan yang satu ini.
"Tapi.. jika itu satu sekolah.. mana mungkin aku bisa mendekatimu.." lanjut Asuna yang melipat kedua tangannya sambil menatap Tanaka dengan tajamnya.
"Apalagi ketika aku berusaha mendekatimu mereka akan langsung memotong perkataanku dan mulai mengeluarkan suara melengking ketika melihatmu" ujar Asuna yang lelah melihat kepopuleran Tanaka.
"Ha.. inilah kenapa aku tidak ingin berurusan dengan sekolah perempuan.." gumam Tanaka dengan nada lelah.
"Sepertinya kau kerepotan dengan kepopuleranmu sendiri ya, Tanaka.." balas Nomura yang juga memakan bekalnya.
"Ahh.. kau benar " balas Tanaka yang mulai melanjuti makannya walau ia tidak punya mood untuk makan.
Disisi lain Nomura yang sedang makan bekalnya tiba tiba saja berhenti dan mulai melihat kearah tepi bangunan yang ada disampingnya.
Tanaka yang menyadari keanehan Nomura ingin bertanya padanya, namun sebelum Tanaka bertanya tiba tiba saja Rin menggebrak mejanya dengan kedua tangannya.
"Bukan hanya itu saja !! bahkan si preman ini juga mendapatkan perhatian dari pada gadis tersebut hingga pelajaran sebelumnya terganggu oleh kepopuleran pria aneh ini !!" ujar Rin sambil menunjuk Nomura dan mengatakan Tanaka itu aneh.
"Ha.. bisakah kalian tidak marah marah terus.." gumam Tanaka yang menghela nafasnya dengan lelah sambil melanjuti makannya.
Para gadis yang mendengar perkataannya Tanaka seketika terdiam, apalagi ketika mendengar perkataannya Nomura .
Tanaka yang mendengar perkataan Nomura tentu langsung menggigil dan segera mengambil kotak bekalnya itu lalu lari dari sana dengan cepatnya.
Tentu Nomura yang melihat Tanaka pergi dari tempat itu mulai menoleh kearah Tanaka yang sedang berlari saat ini.
"Tanaka ? mau kemana di-"
"No-mu-ra.."
Mendengar ini tentu Nomura mulai menggigil dan segera menoleh kearah belakangnya dan melihat ketiga gadis itu sedang menatap Nomura dengan tajam.
"KAU BILANG KAMI APA HA !?"
"MA.. MAAFKAN AKU !?"
***
"Ha.. ha.. syukurlah aku pergi lebih dulu dari situ, jika tidak mungkin aku sudah babak belur oleh mereka" gumam Tanaka dengan nada lelah.
Langsung saja Tanaka mulai mengintip dari balik pohon tempat ia bersembunyi saat ini, sambil melihat sekitar kalau ia tidak dikejar oleh mereka.
Melihat kalau mereka tidak mengejarnya tentu Tanaka langsung menghela nafas lega dan segera kembali luar dari persembunyiannya.
"Fyuhh.. syukurlah.. mungkin sebaiknya aku mencari tempat lain saja untuk makan.. mungkin dipancuran dekat taman saja kali.. disana lumayan sepi untukku makan dengan tenang" gumam Tanaka yang sudah memutuskan dimana tempatnya dan mulai pergi kesana sambil membawa bekalnya.
Ketika Tanaka pergi tentu saja ia tetap melanjuti makannya sambil berjalan dengan lesunya, namun ketika Tanaka akan berangkat ketujuannya tiba tiba saja sebuah tangan menyentuh pundaknya.
"Ta-na-ka-Kun.."
__ADS_1
Tentu Tanaka yang mendengar ini menggigil dan segera menoleh kebelakang secara perlahan lalu melihat Asuna dan Mary sedang menatap dirinya dengan tajam.
"I.. Iya ?" tanya Tanaka dengan gugup.
"Apa kau melupakan sesuatu sebelumnya ?" tanya Mary dengan senyum lembutnya walau dipenglihatan Tanaka sangat berbeda ketika menunjukkan senyum itu.
"Ti.. Tidak.." balas Tanaka yang mengalihkan pandangannya ketika melihat senyumnya Mary yang terlihat mengerikan itu.
Tentu hal ini membuat Asuna dan Mary yang mendengar ini mulai kesal dan mulai meneriakinya.
"TANAKA-KUN !!"
"MAAFKAN AKU MADAM !!"
***
Beberapa jam setelah kejadian itu terlihat kalau Tanaka dan Nomura sedang berdiri tepat dihadapan Mary dan Rin yang sedang menatap mereka berdua dengan tajam.
"Besok pagi kami akan menjemput kalian mengerti ?" ujar Rin yang sedang kesal saat ini.
Sedangkan Tanaka dan Nomura yang mendengar ini hanya menghela nafas saja dan segera berbalik pergi ke asrama mereka dengan lelah.
"Mana jawabannya ?" lanjut Rin yang melihat tingkah mereka saat ini.
"Baiklah.. baiklah.." balas Nomura yang menjawab pertanyaan Rin dengan acuhnya, sedangkan Tanaka hanya menghiraukannya saja.
"Ya ampun.." gumam Mary yang masih kesal saat ini.
"Astaga kenapa bisa jadi seperti ini.." gumam Rin yang juga kesal.
Setelah Tanaka dan Nomura pergi tiba tiba saja Asuna datang dari belakang dan mulai meneriaki Tanaka dari kejauhan.
"Tanaka-Kun !!"
Tanaka yang mendengar ini mulai menghentikan langkahnya dan mulai menoleh kearah Asuna yang sedang berlari kearahnya.
Sedangkan yang lainnya hanya menatap mereka dengan bingung dan membiarkannya saja walau Mary penasaran saat ini.
"Apa ?" tanya Tanaka yang sedang tidak mood untuk berbicara saat ini.
"Nee.. Tanaka-Kun bisakah kita bicara sebentar ?" tanya Asuna yang ingin membicarakan sesuatu padanya sambil tersenyum.
"Maafkan aku Asuna, tapi bisakah kita bicaranya nanti saja ? aku merasa kalau hari ini adalah hari yang sangat melelahkan dari hari yang biasanya" balas Tanaka dengan wajah pucat saat ini.
"Ba.. Baiklah.." balas Asuna yang melihat wajahnya Tanaka pucat kali ini.
Setelah mengatakan itu langsung saja Tanaka mulai pergi sambil melambaikan tangannya dan dibalas oleh Asuna, langsung saja Tanaka dan Nomura melanjuti perjalanan mereka.
Ketika mereka berdua pergi tiba tiba saja Asuna, Mary dan Rin mulai menghela nafas lelah melihat tingkah mereka berdua.
'Dia tidak sadar kalau aku memakai seragam berbeda dari yang sebelumnya' batin Rin yang menghela nafas ketika melihat dirinya memakai seragam akademinya.
'Harusnya Tanaka-Kun bilang sesuatu soal parfumku hari ini' batin Mary yang wajahnya ada rona merah sambil memainkan rambutnya.
'Bahkan Tanaka-Kun tidak sadar jika aku memakai klip rambut yang baru saat ini' batin Asuna yang memegang klip rambut bunga krisan berwarna putih miliknya.
Langsung saja mereka pulang dengan perasaan kecewa melihat ketidakpekaan Tanaka dan Nomura.
Namun ketika mereka sedang pulang menuju asrama mereka tidak menyadari kalau ada seseorang yang sedang membuntuti mereka dari jauh.
"Aku masih tidak menyangka kalau dia bisa menggerakkan hati gadis itu" gumam Warabi yang saat ini sedang memantau mereka dari kejauhan sejak tadi.
Tentu bukan hanya Warabi saja yang saat ini masih memantau mereka ia saat ini juga sedang bersama Kyobo yang juga ikut memandang Tanaka dari kejauhan.
__ADS_1
"Gawr.." ucap Kyobo yang memandang Tanaka dengan wajah chibinya dan juga rona merah.
"Hee.. bahkan Kyobo pun tertarik padanya" ucap Warabi yang melihat tingkahnya Kyobo saat ini.