The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 67


__ADS_3

"Selamat ulang tahun" ujar Yanagisawa yang mulai berjalan kearah mereka dengan Q yang saat ini sedang menyamar menjadi Dazai sambil mengunakan jubahnya.


"Shiro !? tidak Yanagisawa !?" teriak Koro-Sensei yang melihat dirinya kemari lagi bersama pria jubah itu.


"Waktunya telah tiba, akan aku hadiahkan kematian paling tragis didunia ini padamu" ujar Yanagisawa dengan senyum kemenangannya.


Tentu pria yang berada dibelakang Yanagisawa mulai berjalan kesebelahnya lalu segera membuka tudung dikepalanya.


Sedangkan Koro-Sensei dan para murid yang melihat ini terdiam ketika mengetahui siapa yang bersama Yanagisawa saat ini.


"Da.. Dazai-Sensei.." gumam Koro-Sensei yang melihat teman dan rekan kerja ada disisinya Yanagisawa.


Terlihat kalau Dazai saat ini sedang menatapnya dengan tatapan kosong milik setelah itu tiba tiba saja ia mulai mengeluarkan beberapa tentakelnya dari balik tubuhnya.


Bahkan tangannya juga mulai berubah menjadi sebuah tentakel berwarna hitam disana, disisi lain para murid yang melihat ini terdiam tidak bisa apa apa ketika melihat Dazai disana.


"Kalian semua pasti mengenalnya bukan ? maka akan aku perkenalkan dia lagi pada muridmu, dia adalah pria yang telah lama bersama kalian sebagai guru dan juga mantan pembunuh bayaran, lalu.. mulai hari ini dia akan menjadi Koro-Sensei yang baru"


Terlihat kalau saat ini ia sedang memperkenalkan Dazai pada mereka semua dengan bangga, tentu mereka yang mendengar ini seketika terdiam sambil menatapnya saat ini.


"Ini.. ini bohong bukan.."


"Dazai-Sensei.."


"Tidak mungkin.."


***


Sedangkan dikejauhan terlihat kalau Dazai saat ini masih menonton drama mereka, dimana Yanagisawa yang sedang membuat mental para muridnya melemah dengan keberadaan Q yang sedang menyamar disana.


"Sial orang itu bisa bisanya dia mengatakan itu tanpa hambatan sama sekali.. aku benar benar iri dengannya" gumam Dazai dengan kesal ketika melihat dialognya pada para muridnya.


"Anu.. Dazai-Sensei.. aku rasa ini bukan saatnya untuk anda bercanda dalam kondisi seperti ini, bukan ?" ujar Ritsu yang saat ini berada diponselnya dengan tawa canggung kearahnya.


"Ha.. kau benar, tapi tetap saja aku iri dengan dialognya" balas Dazai sambil menghela nafas ketika melihat ponselnya yang berada ditangannya saat ini.


Tepat setelah Dazai mengatakan itu tiba tiba saja suasana mereka menjadi sepi dan mulai menonton drama para muridnya yang bersama dengan Yanagisawa saat ini.


"...."


Namun ketika suasana sedang sunyi seperti ini tiba tiba saja Ritsu mulai bertanya pada Dazai dengan perasaan khawatir.


"Anu.. Dazai-Sensei.. apa kau tidak merasa bersalah ketika melihat mereka sedang gelisah melihatmu yang sedang dikendalikan oleh Yanagisawa ?"


"Hmm.. memang benar kalau aku merasa bersalah pada mereka.." balas Dazai yang melihat kearah Yanagisawa yang saat ini sedang berbicara dengan senyum diwajahnya pada para muridnya.


"Sebenarnya aku ingin membuat mereka semua melupakan keberadaanku dengan kematianku tapi sepertinya itu mustahil" lanjut Dazai sambil tersenyum kearah Ritsu.


"Ehh !? kenapa !? bukankah itu rencana Dazai-Sensei !?" tanya Ritsu yang terkejut ketika mendengar perkataannya.


"Itu karena aku masih harus memenuhi janjiku pada murid yang satu ini, bukankah kau ingin bergabung dengan mereka setelah kau memiliki tubuhmu kan ? Ritsu ?" balas Dazai sambil tersenyum lembut kearahnya.


Ritsu yang mendengar ini tentu terharu dengan perkataannya Dazai dan ikut tersenyum kearah Dazai karena ia sangat peduli pada muridnya yang satu ini walaupun ia adalah A.I sekalipun.


BOOOMMMM !!


Tentu mereka yang mendengar suara ledakan ini mulai menoleh kearah suara itu, terlihat kalau Q saat ini benar benar sedang menghajar Koro-Sensei hingga babak belur.


Bukan hanya Q saja yang menyerang Yanagisawa juga sudah mulai menyerangnya dengan sinar ultra violet yang ada dimata kirinya dan beberapa tentakel khusus padanya.


Terlihat kalau Koro-Sensei saat ini sedang berusaha untuk menghindari setiap serangan yang mereka berdua lakukan padanya.


Tentu kecepatan Q dan Koro-Sensei saat ini sangatlah berbeda jauh, karena kecepatan Q saat ini yaitu 60 Mach, 3 kali lebih cepat dari Koro-Sensei dan Yanagisawa.


"Inilah perbedaan kekuatan kita !!" teriak Koro-Sensei yang sudah menjaga jaraknya dari mereka berdua, begitu juga dengan mereka berdua.


Sedangkan Dazai yang mendengar ini hanya bisa menghela nafas karena semua adegannya sudah kelewat karena pembicaraan mereka berdua saat ini.


"Ha.. sepertinya memang sudah waktunya yahh.." gumam Dazai sambil menghela nafas setelah Koro-Sensei dan Yanagisawa sudah menjaga jarak saat ini.


"Kalau begitu ayo kita kesana, Ritsu.." balas Dazai yang mulai berjalan menuju lokasinya, sedangkan Ritsu yang mendengar ini hanya membalasnya dengan ceria padanya.


"Baiklah.."


***


"Sudah kewajibanku menjadi guru untuk membimbing muridnya yang salah jalan, tapi.. Yanagisawa.. tolong pergilah dari sini"


"Ini adalah tempat dimana para murid untuk belajar dan tumbuh disini, kamu tidak berhak berada ditempat ini"

__ADS_1


Terlihat kalau saat ini Koro-Sensei sedang menatap Yanagisawa dengan tubuhnya yang terluka saat ini, tentu Yanagisawa yang mendengar ini mulai membalasnya tanpa memperdulikan kata katanya.


"Kamu masih saja berlagak menjadi guru, Marmut"


"Kalau begitu aku akan mengujimu"


"Apa kamu tak sadar ? kenapa kami bisa bergerak sekarang ?"


Terlihat saat ini Yanagisawa sedang tersenyum kearah Koro-Sensei dengan bangganya dan mulai menjentikkan jarinya keatas.


CTAAAKK !!


Tepat ketika ia menjentikkan jarinya tiba tiba saja Dazai / Q yang mendengar ini mulai bergerak menuju para muridnya sambil mengumpulkan energi berwarna merah ditangannya untuk menyerang mereka.


Tentu Koro-Sensei yang melihat ini tidak akan membiarkan Dazai menyerang para muridnya dan mulai melindungi mereka menggunakan tubuhnya.


DUUAAARRR !!


Terlihat asap mulai menutupi pandangan mereka semua, tentu para murid yang mengkhawatirkan ini mulai memanggil namanya.


"Koro-Sensei !!"


Setelah asap itu mulai menghilang terlihat kalau tentakelnya Koro-Sensei mulai meleleh dan tidak bisa bergerak untuk saat ini.


'Su.. Sungguh energi yang kuat !! aku tidak bisa bergerak sama sekali !!' batin Koro-Sensei yang bertekuk lutut saat ini.


"KORO-SENSEI !!" teriak para murid yang khawatir dengan keadaannya.


"Kau memang guru yang teladan, Marmut" ujar Yanagisawa yang melihat Koro-Sensei tidak bisa apa apa saat ini.


"Padahal kamu bisa menghindari serangan itu dengan mudahnya, tapi demi melindungi para muridmu kau rela menerima serangan itu" lanjut Yanagisawa dengan senyum diwajahnya.


"Aku tahu kau tidak bisa bergerak saat ini, jadi.. bagaimana kalau kita lanjutkan permainan ini dan lihatlah kematian para muridmu yang tercinta ini" sahut Yanagisawa dengan senyum kemenangan diwajahnya.


"He.. Hentikan !!" gumam Koro-Sensei yang mulai menoleh kearahnya.


"Baiklah.. Zero.. lanjutkan" ucap Yanagisawa yang menghiraukan perkataannya.


Sedangkan Dazai yang mendengar ini mulai mengarahkan tentakelnya pada para muridnya dan mulai mengumpulkan bola energinya untuk menembaki mereka lagi.


WOOOSSSHHHH !!


"DAZAI SADARLAH !! MEREKA SEMUA ADALAH MURIDMU !!" teriak Karasuma sambil berdiri didepan serangan itu.


"BENAR !! INGATLAH !! SIAPA DIRIMU !!" teriak Irina kali ini yang mulai berdiri tepat disebelahnya.


"KARASUMA-SENSEI !! *****-SENSEI !!" teriak para murid yang melihat mereka ada disana.


"HAHAHAHA !! PERCUMA SAJA !? DENGAN KENDALI PENUH DARIKU KALIAN TIDAK AKAN BISA MENYADARKAN DIRINYA !!" tawa Yanagisawa yang melihat tingkah Karasuma dan Irina.


"ZERO !! HABISI MEREKA SEKARANG JUGA !! BUATLAH TEMPAT INI MENJADI KUBURAN MEREKA SEMUA !!" teriak Yanagisawa yang mulai memerintahnya.


Langsung saja Dazai / Q mulai menembaki energinya pada mereka, sedangkan mereka yang melihat ini hanya menutup mata mereka dengan nasib mereka saat ini.


'Dazai-Sensei..' batin Kanzaki dan Yada yang sedang mengeluarkan air matanya saat ini.


"JANGAN !!" teriak Koro-Sensei yang tidak bisa bergerak saat ini.


Namun ketika serangan itu akan menuju mereka tiba tiba saja seseorang muncul didepan Karasuma dan Irina, langsung saja dia mulai merentangkan salah satu tangannya pada energi itu.


PRAANGG ~~ !!


Tepat ketika energi itu menyentuh tangannya tiba tiba saja energi itu mulai menghilang hingga pecahan partikel muncul disana.


"Ha ?" gumam Yanagisawa yang melihat kejadian ini dengan kedua matanya mulai terkejut, begitu juga Koro-Sensei.


"Yahh.. sungguh energi yang sangat kuat" gumam pria itu dengan nada malasnya namun terdengar berat.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai membuka mata mereka dan menoleh kearah suara itu, terlihat kalau pria itu yang saat ini sedang memakai setelan jas putih dengan topeng rubah putihnya.


Mereka yang melihat ini tentu terkejut dengan aksinya, sedangkan Yanagisawa yang melihat ini mulai kesal dan mulai mengeluarkan perintah baru padanya.


"Geehhh.. Zero !! habisi pria topeng it-"


JLEEBB !!


Namun sebelum Yanagisawa menyelesaikan perkataannya tiba tiba jantungnya mulai ditusuk oleh Dazai / Q yang sudah berada dibelakangnya.


"Gahh.. ka.. kamu.. selama ini.." gumam Yanagisawa yang batuk darah mulai menoleh kearah Dazai / Q yang saat ini menusuk jantungnya.

__ADS_1


Dazai / Q yang mendengar perkataannya hanya mengabaikannya dan mulai melempar Yanagisawa kearah pelindung itu sehingga ia mulai mati tanpa mengeluarkan suara sama sekali.


Setelah Dazai / Q yang telah melemparnya langsung saja ia mulai memasukkan kembali tentakelnya dan mulai kembali lagi ke wujud manusia nya.


"Dazai / Dazai /Dazai-Sensei" gumam mereka yang melihat Dazai / Q kembali kewujud normalnya.


Tentu Dazai / Q yang mendengar ini hanya mengabaikan perkataan mereka dan mulai berjalan kearah pria rubah putih itu yang tidak lain adalah Dazai yang sebenarnya.


Setelah ia berada didepannya langsung saja mereka berdua mulai saling menatap satu sama lain dengan mata kosong mereka.


Setelah melakukan kontak mata langsung saja Q mulai berlutut padanya sambil memejamkan matanya.


"Rencana R tahap terakhir berjalan dengan lancar.. misi telah kita selesaikan..". ucap Q.


"Master.." lanjut Q sambil membuka matanya yang begitu hampa dan dingin tersebut.


Mereka yang mendengar ini terkejut bukan main dengan apa yang mereka lihat saat ini.


Namun mereka semua bertambah terkejut ketika melihat Dazai memanggil orang itu dengan Master mulai membuka topengnya.


"Ahh.. misi telah selesai" ujar Dazai dengan senyum diwajahnya.


"DAZAI-SENSEI !!"


***


Beberapa saat kemudian.


"Ke.. Kenapa.." gumam Dazai yang saat ini sedang menahan rasa sakitnya.


Terlihat kalau saat ini para muridnya sedang menahan semua tentakelnya Koro-Sensei untuk mencoba membunuhnya.


Sedangkan kondisi Dazai saat ini sedang terbaring ditanah sambil memeluk perutnya untuk meredakan rasa sakitnya.


Tentu ia menerima serangan ini karena Irina menahannya dengan kesal, sedangkan perutnya ditendang oleh Kanzaki dan Yada yang sedang marah padanya.


"Anggap saja itu bayaran karena kau menipu kami semua" balas Irina dengan kesal sambil menoleh kearah lain, sedangkan Karasuma yang mendengar ini hanya menghela nafasnya saja.


"Sebelum itu, Bapak harus menyapa guru guru kalian terlebih dahulu" ujar Koro-Sensei yang saat ini sedang bsrbicara pada para muridnya.


"Irina-Sensei.. apa kau tak ingin bergabung ? ini kesempatanmu untuk mendapatkan bayarannya" lanjut Koro-Sensei padanya.


Karasuma yang mendengar ini mulai menoleh kearah Irina, sedangkan Dazai yang mendengar ini hanya menoleh kearahnya dengan wajah pucatnya.


"Tidak.. aku sudah menerima cukup banyak, ikatan dan pengalaman darimu juga para murid muridmu" balas Irina padanya.


"Pembunuhan ini adalah ikatanmu dengan murid muridmu" lanjut Irina sambil tersenyum sedih kearahnya.


Koro-Sensei yang mendengar ini hanya tersenyum saja kearahnya dan mulai menoleh kearah Karasuma dan mulai berbicara padanya.


"Lalu.. Karasuma-Sensei.. kamu juga sudah mendidik para murid hingga sekarang, tolong dengarkan terus curhatan mereka semua"


"Hmm.. kami sudah menyusahkan kamu selama ini, tapi aku takkan melupakan satu tahun ini.. selamat tinggal Koro-Sensei" balas Karasuma yang mulai memanggil namanya setelah mencurahkan isi hatinya padanya.


"Hmm.. Lalu Dazai-Sensei ?" sahut Koro-Sensei sambil menoleh kearah Dazai yang saat ini sedang berusaha berdiri sambil memegang perutnya


"A.. Ahh.." balas Dazai dengan wajah pucat.


"Aku harap kamu bisa mengajar lagi pada para muridmu dan juga anak anak yang lain, tapi aku rasa itu mustahil bagimu bukan ? Dazai-Sensei ?" tanya Koro-Sensei.


"Hmm.. misiku sebenarnya baru dimulai besok" balas Dazai yang mulai berdiri sambil menepuk nepuk bajunya.


"Begitukah.." balas Koro-Sensei dengan senyum diwajahnya.


Mereka yang mendengar ini hanya bisa menoleh kearahnya setelah mendengar kalau Dazai akan pergi lagi setelah melakukan perpisahan ini.


"Namun.. meskipun begitu.. aku akan tetap menghargai 1 tahun yang telah kau berikan selama ini, baik buruk atau tidak maupun suka ataupun duka, kau selalu ada untukku" ujar Dazai yang mulai memasukkan kedua tanganya pada saku celananya.


"Koro-Sensei.. kau benar benar mirip dengan almarhum guruku, Ozaki-Sensei.." lanjut Dazai dengan senyum tulus diwajahnya.


Koro-Sensei dan yang lainnya yang mendengar ini hanya bisa terdiam ketika melihat Dazai menyamakan Koro-Sensei dengan gurunya.


"Nyuhuhuhuhu.. Stray Dogs, Dazai-Sensei.." ujar Koro-Sensei sambil memasang senyum terakhir diwajahnya.


Dazai yang mendengar ini mulai membelakkan kedua matanya dan mulai membalas Koro-Sensei dengan senyum sedih diwajahnya.


"Ahh.. Stray Dogs, Koro-Sensei.."


"Baiklah semuanya, ini sudah waktunya"

__ADS_1


__ADS_2