
Saat ini diatas Arena terlihat kalau Nana dan Tanaka sedang berhadapan satu sama lain disisi lain saat ini Lala sedang berdiri didekat ibunya Sephie sambil mengobrol tentang kebiasaannya Tanaka.
Sedangkan Gid yang melihat Nana akan melawan Tanaka hanya bisa tersenyum bahagia ketika dia akan melihat wajah babak belurnya Tanaka.
"Baiklah sesuai prosedur Nana-Sama dan Tanaka-Dono akan bertarung sama lain untuk menentukan apakah Tanaka-Dono berhak bertarung melawan Lala-Sama menjadi calon tunangannya" jelas pria berambut abu dengan baju zirahnya yang tidak lain adalah Zastin.
"Apa anda menyetujui prosedur ini Gid-Sama ?" tanya Zastin sambil menoleh kearah Gid.
"Ahh.." balas Gid dengan singkat yang tidak sabar melihat aksi putrinya menang nanti.
Sedangkan Sephie yang mendengar jawaban singkat Gid hanya bisa menahan emosinya saja karena Lala ada disebelahnya saat ini.
"Baiklah.. dengan ini pertarungan antara Nana-Sama dan Tanaka-Dono akan segera dimulai dalam.." sahut Zastin yang mulai menghitung mundur setelah menerima konfirmasi dari Gid.
"3.."
"2.."
"1.."
"Mulai !!" teriak Zastin yang mengumumkan pertandingan mereka akan segera dimulai.
Tepat setelah mengumumkan ini langsung saja sebuah pelindung melindungi Gid dan yang lainnya agar tidak ada serangan yang mengarah kearah mereka.
Mendengar ini langsung saja Nana mulai mengeluarkan D-Dial miliknya dan segera memanggil seluruh binatangnya yang ada di Dial miliknya.
Terlihat banyak sekali cahaya yang menerangi seluruh Arena mulai dari cahaya yang kecil sampai besar, setelah itu muncul berbagai macam jenis binatang dari seluruh galaksi.
Melihat ini tentu Nana langsung menatap kearah Tanaka dengan sombongnya karena kemenangan sudah ada ditangannya.
"Baiklah semuanya !! serang pemalas ini !!" teriak Nana yang mulai menyuruh para binatang miliknya untuk menyerang Tanaka.
ROOOAARRRR !!
KAAAAAKKKK !!
AWOOOO !!
Teriak dari berbagai jenis binatang itu yang menuruti permintaan Nana dan segera menyerang Tanaka dengan ganasnya.
Sedangkan Tanaka yang melihat ini hanya bisa menghela nafas dan segera memasang wajah seriusnya sambil mengeluarkan Houshoku Haki nya pada semua binatang itu.
BOOOOOMMMMM !!
Terlihat Aura berwarna biru muda mulai menyebar hingga mengisi seluruh ruangan Arena yang sebesar stadium bola, tentu para binatang yang menerima Houshoku Haki ini mulai pingsan dengan mulut berbusa.
Sedangkan Nana sendiri yang merasakan Aura ini mulai menatap Tanaka dengan tidak percaya hingga ia mulai kehilangan kesadarannya dan pingsan dengan mata putih.
Sebelum Nana jatuh ke lantai, tiba tiba saja Tanaka mulai muncul dihadapannya dan mulai menahan tubuhnya Nana yang saat ini sedang jatuh kearahnya.
Disisi lain Gid, Sephie, Zastin dan Momo yang melihat Nana dikalahkan dengan mudah oleh Tanaka langsung terdiam dan mulai menatapnya dengan tidak percaya.
Apalagi melihat sebagian penjaga mereka ikut pingsan karena Aura yang Tanaka keluarkan sebelumnya.
Sedangkan Lala yang melihat ini langsung saja menyoraki Tanaka karena sudah menang sambil bertepuk tangan dengan kerasnya.
"Woo.. Tanaka kau hebat !!" teriak Lala yang menyemangati Tanaka didalam kubah itu.
Sedangkan Tanaka yang saat ini sedang menahan tubuhnya Nana agar tidak jatuh segera menurunkannya secara perlahan sambil menatap kearah Gid dan yang lainnya.
"Bisakah kita lanjutkan acaranya ? aku ingin ingin tidur setelah semua masalah ini selesai.." sahut Tanaka yang segera menatap kearah Gin dan yang lainnya dengan wajah lesu
***
Disisi lain Akiho, Haruna, Yui dan Mikan yang melihat pertarungan Tanaka pun mulai terkejut dengan kemampuan Tanaka.
__ADS_1
"A.. Apa dia benar benar manusia ? bagaimana Tanaka-San bisa mengalahkan semua makhluk makhluk itu dengan tatapan matanya ?" tanya Mikan yang melihat siaran langsung dilabotarium pribadinya Lala.
"E.. Entahlah, tapi yang ingin aku tahu itu adalah dari mana Tanaka-San bisa mendapatkan kekuatan besar seperti itu ?" tanya Yui yang melihat kejadian ini dengan matanya.
Akiho sendiri yang melihat Tanaka sedang bertarung dengan wajah serius pun mulai khawatir akan keadaannya Tanaka.
Meskipun dirinya ingin melupakan Tanaka karena ia akan mencalonkan diri sebagai suaminya Lala, namun hatinya tetap mengkhawatirkan dirinya jika ia terluka.
Tiba tiba saja tangannya digenggam oleh adiknya Haruna, tentu Akiho yang merasakan ini langsung menoleh kearah Haruna yang saat ini menatapnya dengan serius.
"Onee-Chan.. jangan khawatir, Tanaka-Kun akan baik baik saja percayalah padanya" ucap Haruna yang mulai menenangkan kakaknya yang saat ini khawatir pada Tanaka.
Tentu Akiho yang mendengar ucapan adiknya langsung tersenyum lembut kearahnya sambil menggenggam balik tangannya.
"Hmm.. terima kasih, Haruna-Chan" balas Akiho sambil tersenyum kearahnya.
Namun ketika mereka sedang sibuk menonton siaran langsung pertandingannya Tanaka, tiba tiba saja sebuah portal muncul diatas Haruna dan terdengar suara teriakan didalamnya.
"AHHHHH !!" teriak seorang pria yang mulai terjatuh dari portal.
Tentu mereka semua yang melihat pria itu jatuh dari portal mulai terkejut karena pria itu tidak lain adalah Rito yang saat ini sedang terjatuh.
"Rito / Yuuki-Kun !!" teriak Mikan, Haruna dan Yui yang melihat Rito terjun dari atas.
"Har-" bahkan sebelum Akiho memperingati dirinya untuk pergi dari sana pun sudah terlambat, karena Rito langsung mendarat tepat diatasnya Haruna.
Terlihat kalau Rito saat ini mendarat tepat diatasnya Haruna, sedangkan tangan kanannya memegang aset milik Haruna.
"Ahh~" desah Haruna yang merasakan aset miliknya dipegang oleh Rito.
Sedangkan Rito yang mendengar suara Haruna segera berdiri dari posisinya dengan wajah memerah sambil meminta maaf.
"UWAAH !! SAIRENJI-SAN MAAFKAN A-"
Namun sebelum Rito menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja dia ditampar oleh Haruna yang saat ini wajahnya memerah ketika tubuhnya diraba oleh Rito.
Sedangkan Yui yang melihat ini langsung saja pergi kearah Rito dan Haruna sambil menceramahi Rito habis habisan, tentu Akiho dan Mikan yang melihat ini hanya bisa tertawa canggung.
"A.. Akiho-San maafkan aku atas tindakan Rito yang telah merepotkan Haruna-San" sahut Mikan yang menundukkan kepalanya pada Akiho dengan malu.
"Tidak apa apa Mikan-Chan, lagipula dia terjatuh dari atas sana, tapi.. kenapa dia Rito-Kun ada disini ?" tanya Akiho sambil menatap kearah mereka bertiga.
"Kalau itu aku juga tidak tahu"
***
Diatas Arena sendiri saat ini terlihat kalau Tanaka saat ini sedang duduk sambil menunggu Nana sadar, namun karena lama akhirnya Tanaka tertidur sambil menompang kepalanya.
"Sial ingin sekali kupukul wajah bocah itu" gumam Gid yang kesal ketika melihat Tanaka tertidur dengan tenangnya saat ini.
"Fufufu.. Tanaka-Kun memang menarik" tawa Sephie dengan lembut ketika melihat Tanaka tertidur saat ini.
"Benarkan Mama, Tanaka memang yang terbaik" balas Lala dengan bangga akan kemampuannya Tanaka.
"Fufufu.. sepertinya kau bahagia bersama dengannya, Onee-Sama" lanjut Momo yang melihat Lala bahagia saat ini.
"Hmm.. tentu saja aku bahagia bersamanya" lanjut Lala dengan senyum bahagia.
"Syukurlah kalau Onee-Sama bahagia" sahut Momo sambi tersenyum kearahnya.
Langsung ketiga wanita itu mulai mengobrol satu sama lain hingga membuat Gid merasa kesal, sedangkan Zastin yang melihat ini hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ketika mereka sedang sibuk dengan urusan mereka masing masing, namun tiba tiba saja Nana yang sedang pingsan mulai terbangun dari pingsan.
"Ergghh .. apa yang terjadi ?" gumam Nana yang memegang kepalanya sambil mengingat kejadian sebelumnya.
__ADS_1
"Ahh.. Nana, kau sudah sadar !?" ujar Lala yang melihat adiknya sudah sadar dan segera berlari kearahnya.
"Aneue.. apa yang terjadi ? apa aku menang ?" tanya Nana dengan penasaran dengan pertandingannya.
"Tidak.. kamu kalah" singkat Lala dengan senyum polos diwajahnya.
"Ha ?"
***
Setelah Lala bercerita apa yang terjadi pada dirinya langsung saja Nana kembali ketempat duduknya dengan wajah kesal sambil menatap kearah Tanaka yang saat ini masih tidur.
"Hahaue.. pasti ada kecurangan disini !! dia pasti curang !! aku yakin itu !!" teriak Nana yang mulai mengadu soal pertandingannya, bahkan ia sampai menunjuk kearah Tanaka yang saat ini sedang tedtidur.
"Fufufu.. sudah lah Nana-Chan, kau sudah kalah dan kita semua adalah saksinya disini" balas Sephie sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
"AP-"
Mendengar ini langsung saja Nana mulai melihat kearah Momo, tentu Momo yang melihat ini langsung menoleh kearah lain karena tidak ingin menatap matanya secara langsung.
Tentu Nana yang melihat ini tidak percaya dan segera menoleh kearah ayahnya atau Gid.
"Ch.. Chichiue.. i.. ini semua bo.. bohong bukan ?" tanya Nana dengan gugup pada Gid.
"M.. Maafkan aku putriku, tapi.. semua ini nyata" balas Gid dengan gugup sambil menoleh kearah lain.
"T.. Tidak mungkin" balas Nana yang mulai depresi sambil menatap kearah Tanaka dengan kesal.
Tentu melihat ini Sephie dan Momo yang melihat Nana depresi hanya bisa tertawa pelan saja, sedangkan Gid hanya bisa memijat keningnya saja ketika melihat ini.
"Oii.. Za.. Zastin lanjutkan acaranya" Ujar Gid yang sudah pasrah dengan hidupnya ketika melihat kejadian diluar nalar seperti ini.
"Ba.. Baiklah" balas Zastin yang menerima perintah Gid sambil menatapnya dengan khawatir.
"Maul.." sahut Zastin yang memanggil namanya.
Tentu Maul yang mendengar ini segera menuruti komandannya dan mulai berjalan kearah belakangnya Tanaka untuk membangunkan dirinya.
Namun sebelum ia menyentuh pundaknya Tanaka tiba tiba saja sesuatu menghantam dagunya dengan kencang hingga membuatnya terbang kebelakang.
Tentu serangan tersebut merupakan Tendangan Kuda dengan satu kaki yang Tanaka kirim kearah Maul dengan keras.
Setelah itu langsung ia melakukan jungkir balik kedepan setelah menendangnya, langsung saja ia mendarat dilantai dengan mulusnya.
Tentu hal ini membuat Zastin dan penjaga yang sedang menjaga Sephie dan anak anaknya mulai bersiap untuk menyerang Tanaka.
"Berhenti !?" perintah Gid dengan nada serius sambil menatap kearah Tanaka.
"Gid-Sama ?!" balas Zastin yang melihat tuannya mengeluarkan perintahnya.
Sedangkan Tanaka yang menendang seseorang seketika langsung menyadarkan diri dan mulai melihat kearah belakang dengan terkejut karena ia menendang seorang penjaga tanpa disadarinya.
"Ahh.. Penjaga-San apa kau baik baik saja ?" tanya Tanaka yang melihat Maul terbaring disana.
"A.. Aku tidak apa apa" balasnya dengan ramah sambil menggosok dagunya yang kesakitan karena tendangan Tanaka sebelumnya.
"Ahh.. maafkan aku, aku secara tidak sadar menendangmu.. aku kira kau seorang assassin" lanjut Tanaka sambil membungkukkan badannya beberapa kali pada Maul.
"Ahh.. tidak apa apa, Tanaka-Dono seharusnya aku yang minta maaf telah karena datang mengendap endap kebelakangmu" balas Maul yang juga ikut meminta maaf padanya.
Disisi lain Gid dan Zastin yang melihat ini langsung menepuk kening mereka ketika melihat betapa konyolnya mereka berdua, sedangkan Sephie, Momo dan Lala yang melihat ini hanya bisa menertawakan tingkahnya Tanaka.
Sedangkan Nana yang melihat tingkahnya Tanaka hanya bisa menatapnya dengan kesal sambil menggumamkan sesuatu mengenainya.
"Hmph.. apa apaan dengan calon tunangannya Aneue, dia benar benar aneh"
__ADS_1