The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 14


__ADS_3

"Kenapa kau tercium seperti bau kematian padahal kamu masih hidup ?"


"...."


"Mudah.. karena aku sudah pernah mati sekali" balas Tanaka dengan singkat sambil menoleh kearah pintu masuknya.


Mendengar ini langsung saja Oshizu terdiam karena perkataannya Tanaka yang membuatnya tidak bisa berkata kata.


"Kau tahu dikehidupanku sebelumnya aku adalah seorang pembunuh bayaran, aku membunuh seseorang untuk bertahan hidup disana" ucap Tanaka dengan nada bersalah.


"...."


"Meskipun begitu.. aku tetap dihidupkan kembali oleh Kami-Sama ketika kita bertemu sebelumnya.. dan sebagai gantinya aku harus mengerjakan tugas darinya.." lanjut Tanaka.


Tentu Oshizu yang mendengar ini terkejut apalagi ketika mendengar kalau Tanaka pernah bertemu dengan Kami-Sama.


"La.. Lalu tugas apa itu ?" tanya Oshizu dengan gugup.


"Yaitu membunuh anomali didunia lain, termasuk dunia ini" balas Tanaka sambil menatap kearah tangan kanannya yang ia gunakan untuk membunuh dewa sebelumnya.


"Anomali ?" tanya Oshizu kembali dengan penasaran.


"Ya .. anomali, seperti Reincarnator dan Transmigator" balas Tanaka.


"Singkatnya aku harus membunuh mereka yang memiliki kasus sepertiku untuk menjaga keseimbangan dunia ini" jelas Tanaka sambil memejamkan matanya.


'Bukankah begitu.. Kami-Sama..' batin Tanaka pada Kami-Sama yang mengerti tujuan hidupnya kali ini, lalu segera membuka kedua matanya yang terlihat kosong itu.


"...."


Tentu Oshizu yang mendengar ini hanya bisa terdiam sambil melihat tatapan kosongnya Tanaka saja, melihat ini langsung saja ia mulai bertanya kembali pada Tanaka.


"Anu.. apa kamu sendirian yang melakukan tugas ini ?" tanya Oshizu dengan khawatir ketika mendengar informasi ini dari Tanaka.


Tanaka yang mendengar ini segera melihat kearah Oshizu dengan tatapan terkejut dan mulai tersenyum dengan lembut kearahnya.


Tentu senyumannya merupakan senyuman tulus dari lubuk hatinya, bahkan Tanaka sangat jarang tersenyum pada teman temannya kecuali keluarganya.


"Tidak.. aku tidak sendirian" balas Tanaka dengan singkat.


Tentu Oshizu yang melihat senyuman Tanaka ikut tersenyum juga walau ada sedikit rona diwajah rohnya.


"Fyuuuhh.. syukurlah.." gumam Oshizu dengan lega.


"Ahh .. bisakah kau merahasiakan ini pada yang lainnya, jika tidak mungkin Kami-Sama akan melenyapkanmu hingga ke akar akarnya dari dunia ini" ucap Tanaka yang meletakkan jarinya pada bibirnya.


Tentu Oshizu yang mendengar kalau dirinya akan lenyap mulai memucat sambil menganggukkan kepalanya dengan cepat pada Tanaka.


Melihat ini langsung saja Tanaka mulai berterima kasih kembali pada Oshizu.


"Terima kasih.. lalu apakah kamu terikat dengan tempat ini jika tidak kenapa kamu tidak pergi dari sini ?" tanya Tanaka pada Oshizu yang terkejut ketika mendengar pertanyaan Tanaka.


"Ahh.. itu sebenarnya aku tidak terikat dengan tempat ini dan aku juga tidak tahu harus pergi kemana selama ini " balas Oshizu dengan wajah sedihnya.


"Kalau begitu kenapa kau tidak ikut bersama guru berambut merah itu dan menjadi asistennya saja" saran Tanaka yang melihat wajah sedihnya.


"Asisten ?"


***


Keesokan harinya terlihat kalau Tanaka, Lala, Rito, Risa dan Mio sedang didepan pintu rumahnya Haruna, tentu tujuan mereka disini yaitu untuk meminta maaf padanya karena telah membawanya dalam urusan mereka.

__ADS_1


Tentu Tanaka sudah membicarakan tentang pekerjaan Oshizu pada Mikado untuk bekerja disana sebagai asisten dan tentu saja Mikado setuju mengenai idenya Tanaka dan mulai memperkejakannya.


Langsung saja Lala mulai menekan belnya, namun sebelum Haruna keluar tiba tiba saja Tanaka mulai mengeluarkan bunga dari inventory nya.


Tentu hal ini membuat Rito, Risa dan Mio terkejut melihat ini karena ponsel yang digunakan oleh Tanaka sama persis dengan milik Lala.


"Pegang ini.." ucap Tanaka dengan wajah datarnya sambil memberikannya bunga pada Rito.


"Ha ?" balas Rito yang kebingungan ketika melihat bunga ada ditangannya saat ini.


"Iya.. ehh !? teman teman ?!" Haruna yang terkejut ketika melihat Tanaka dan yang lainnya sedang berada didepan rumahnya.


Tentu Tanaka yang melihat ini mulai melirik kearah Lala lalu menganggukkan kepalanya, tentu Lala mengerti apa maksud Tanaka sebenarnya dan mulai berbicara pada Haruna.


"Haruna-Chan.. kami disini ingin meminta maaf padamu dan juga Rito membawakan bunga untukmu sebagai permintaan maafnya" sahut Lala sambil tersenyum polos kearah Haruna.


"Tu-" Rito yang mendengar perkataan Lala namun ucapannya dipotong oleh Tanaka.


"Yahh.. itu benar seharusnya aku melarang mereka semua untuk pergi kesana dan justru aku malah tertidur disana, maafkan aku.." potong Tanaka dengan serius sambil menundukkan kepalanya pada Haruna.


"Ahh.. tidak apa apa Tanaka-Kun, kau tidak perlu minta maaf lagipula ini bukan salahmu" balas Haruna dengan panik ketika melihat Tanaka membungkukkan badannya.


Tentu hal ini membuat mereka semua terkejut ketika melihat aksinya Tanaka, tentu Risa yang melihat ini mulai terkesan dengan aksinya Tanaka begitu juga dengan Mio.


"Syukurlah kalau kau baik baik saja" ucap Tanaka yang kembali seperti semula yaitu dengan wajah lesunya.


"Oii.. Rito, berikan bunganya" bisik Tanaka sambil menyenggol Rito yang terdiam ketika melihat dirinya.


Tentu Rito yang mendengar ini mulai menyadarkan dirinya lalu memberikan bunganya pada Haruna dengan perasaan malu.


Sedangkan Haruna yang menerima bunga itu mulai tersipu malu dengan wajah memerah dan segera mengajak mereka masuk kedalam rumahnya.


Selama seharian ini mereka mulai membicarakan masalah kemarin pada Haruna, tentu ia tidak mempermasalahkan hal itu lagi.


Bahkan Lala pun sempat mengungkapkan dirinya kalau dirinya adalah seorang alien pada teman temannya, tentu hal ini mengejutkan mereka kalau Lala adalah seorang Alien kecuali Rito dan Tanaka.


Namun ditengah perbincangan mereka Tanaka tiba tiba tertidur dengan pulasnya hingga membuat mereka lupa kalau ada Tanaka disana.


"Haruna !! aku pulang !!" teriak seseorang yang baru saja pulang dari kerjanya.


Langsung orang itu mulai masuk kekamarnya Haruna, terlihat kalau orang itu adalah seorang wanita yang mirip sekali dengan Haruna namun versi dewasa.


Dia memiliki rambut ungu panjang dan juga memiliki mata yang sama seperti Haruna yaitu violet, terlihat kalau ia memakai setelan jas kantor yang berarti ia baru saja pulang dari kantornya.


Tentu wanita itu tidak lain adalah Akiho Sairenji atau kakaknya Haruna, ketika dia melihat mereka langsung saja ia mulai menyapa mereka.


"Hei !! ini cukup langka melihat Haruna membawa teman temannya kemari, bahkan aku tidak menyangka kalau banyak sekali yang datang kemari" sapa Akiho pada mereka.


"Maaf bila kami datang tidak bilang bilang" balas Risa yang sedikit canggung ketika melihat kakaknya Haruna.


"Tidak masalah, tidak masalah, lagipula Haruna tidak memiliki banyak teman, jadi ketika melihat kalian tentu saja itu membuatku bahagia" ucap Akiho sambil mengusap air matanya, walau itu tidak ada.


"ONEE-CHAN !!" teriak Haruna yang malu ketika mendengar perkataan kakaknya.


Langsung saja Akiho mulai mengamati teman temannya Haruna, namun ia tiba tiba saja berhenti ketika melihat Tanaka yang saat ini sedang tertidur sambil menyandarkan kepalanya pada rak milik Haruna.


"Ehh.. kamu !?" sahut Akiho yang terkejut melihat Tanaka dan mulai berjalan kearahnya yang saat ini masih tidur disana.


"Ehh ?" ucap mereka semua yang terkejut ketika melihat kakaknya Haruna mulai mendekati Tanaka.


Sedangkan Akiho yang melihat wajah tidurnya Tanaka tentu saja ia mulai tersipu dan mulai mencolek colek pipinya Tanaka.

__ADS_1


"O.. Onee-Chan !?" teriak Haruna yang panik ketika melihat tingkah kakaknya Akiho, apalagi ia mulai mengganggu Tanaka yang saat ini sedang tidur dengan nyenyaknya.


Tanaka yang diganggu oleh Akiho awalnya dia hanya menepis tangannya Akiho, namun semakin lama Akiho menganggunya langsung saja ia menangkap tangannya dengan kesal.


"Ara~ selamat pagi pangeran tidur" sahut Akiho dengan suara menggodanya pada Tanaka.


Sedangkan Tanaka yang melihat wanita itu langsung saja memasang wajah bingung dan bertanya.


"Siapa ?"


***


Setelah Tanaka bangun terlihat kalau dia saat ini sedang duduk bersama Lala dan yang lainnya, namun yang berbeda kali ini adalah Akiho sedang memeluk lengannya Tanaka dengan erat.


Terlihat kalau wajahnya Akiho menunjukkan kebahagiaan ketika memeluknya, namun berbeda dengan Tanaka terlihat kalau ia memasang wajah putus asa.


'Sial.. kenapa aku harus menyelamatkan wanita ini, dia sama menyebalkannya dengan Miyano' batin Tanaka yang melihat sifat kekanak kanakan mereka berdua yang terlihat sangat mirip.


"A.. Anu.. Tanaka-Kun, apa kau mengenal kakaknya Haruna ?" tanya Mio dengan gugup ketika melihat kedekatan mereka, bahkan ia pun cemburu ketika melihat kedekatan mereka.


"Tidak / Iya " ucap mereka berdua secara bersamaan ketika mendengar pertanyaannya Mio.


Tentu mereka semua yang mendengar ini hanya bisa terdiam sambil menatap kearah Tanaka dan Akiho dengan tidak percaya, untuk Lala sendiri ia hanya menatap kearah Tanaka dengan penasaran saja.


Sedangkan Tanaka yang melihat tatapan mereka hanya bisa menghela nafas lelah saja dan mulai angkat bicara.


"Singkatnya aku menyelamatkannya setelah itu aku pergi, tamat" ucap Tanaka dengan tatapan kosong menjelaskan hal ini pada mereka.


"Mou.. Tanaka-Kun, harusnya kamu ceritakan kisah heroik mu pada mereka dengan jelas, lagipula kamu adalah kekasihku bukan ?" ujar Akiho sambil mengeratkan pelukannya sambil tersenyum jahil kearahnya.


Bahkan saat ini Tanaka dapat merasakan 2 gumpalannya Akiho pada lengannya saat ini.


"Tidak.. lagipula sejak kapan aku menjadi kekasihmu ? kita bahkan bertemu tidak lebih dari 5 menit" jelas Tanaka yang mengingat pertemuan mereka sebelumnya.


"Mou.. kejamnya.. tapi aku suka itu" balas Akiho sambil meniup telinganya Tanaka dengan lembut.


"Oii.. hentikan itu !?" lanjut Tanaka yang tidak merasa nyaman dengan tindakannya Akiho.


Sedangkan Rito dan Haruna yang melihat tingkah Akiho hanya bisa memasang wajah memerah ketika melihat betapa beraninya Akiho menggoda Tanaka tepat didepan mereka.


"ONEE-CHAN !!" teriak Haruna yang benar benar malu dengan tingkah kakaknya.


"Uwahh.. betapa beraninya" bisik Risa dengan sedikit rona merah diwajahnya.


"Kau benar.. tapi aku sedikit cemburu dengannya" ucap Mio sambil membisikkan kalimat berikutnya.


"Hoo.. juka kau cemburu kenapa kau tidak melakukan hal yang sama seperti Kakaknya Haruna, Mio-Chan.." gumam Risa yang melihat Mio mengembungkan pipinya dan mulai menyenggolnya dengan senyum jahil.


"Hmph !!" Mio yang mendengar ini langsung mengembungkan pipinya sambil menoleh kearah lain ketika dijahili ole Risa.


"Hai.. Tanaka bisakah kamu menceritakan detailnya aku cukup penasaran dengan pertemuan kalian" ucap Lala dengan mata berbinarnya yang menghiraukan kedekatan Tanaka dengan Akiho.


"A.. Aku juga" lanjut Haruna sambil mengangkat tangannya dengan wajah memerah malu melihat tingkah kakaknya.


"Aku juga cukup penasaran dengan cerita ini" lanjut Risa.


Sedangkan Rito dan Mio hanya menganggukkan kepala mereka saja terlihat kalau mereka semua menatap kearah Tanaka dengan tajam atau pikirannya saja ? entahlah.


"Ha.. baiklah baiklah kalian menang, akan aku ceritakan semua kejadiannya" balas Tanaka dengan wajah lelah.


"Yeeyy !!" teriak Lala dan Akiho yang mau mendengar cerita Tanaka.

__ADS_1


"...."


__ADS_2