
"Kurasa sudah waktunya sang tokoh utama kedua muncul dicerita ini.." sahut Tanaka sambil menompang kepalanya diatas meja dengan nada lesunya.
"Aku rasa kita tidak bisa menemukan seseorang yang lesu seperti kau Tanaka, jadi kemungkinan itu tidak akan terjadi" balas Ohta yang mendengar ucapan Tanaka sebelumnya.
Namun tiba tiba saja datang dua orang yang wajahnya ditutup oleh rompi angka 11 dan 9.
"PENYERGAPAN" sahut 9 lalu membawa pergi Tanaka dengan menyeretnya begitu juga 11 yang ikut membantu 9.
"Fuhahaha.. kalau begitu kami pinjam Tanaka sebentar ya, Ohta" sahut mereka berdua yang langsung melakukan aksi mereka.
"Siapa kalian ini !?" teriak Ohta yang terkejut ketika Tanaka dibawa pergi oleh mereka berdua.
Langsung saja Ohta mulai menahan Tanaka dengan menarik salah satu lengannya agar ia tidak dibawa oleh mereka.
Tanaka sendiri saat ini sedang menahan sakit dari tarikan Ohta dan kedua orang itu yang tidak lain adalah Shimura dan Katou.
"Menculikku tidak akan memberikan apa apa pada kalian, jadi hentikan ini.."
***
"Haa.. ini mustahil, tidak ada yang bisa mengalahkan Ohta dalam hal kekuatan" gumam Shimura sambil melepas rompi yang menutupi wajahnya, begitu juga dengan Katou.
"Ehh !! Shimura, Katou apa yang kalian.. " sahut Ohta yang terkejut ketika melihat mereka berdua, Tanaka sendiri langsung berdiri disebelah Ohta.
Sedangkan Shimura dan Katou langsung saja menjelaskan semuanya pada Ohta dan Tanaka mengenai kondisi klub mereka.
"Kalian tahu.. klub sepak bola kami akan mengadakan latih tanding minggu depan" sahut Shimura pada mereka berdua.
"Namun.. Ketua kami harus beristirahat karena dia sedang sakit, dan karena beberapa alasan sepertinya dia mengatakan 'gunakan Tanaka sebagai penggantiku'" lanjut Katou sambil melihat kearah Tanaka.
"TANAKA !!" teriak Ohta yang terkejut ketika mendengar penjelasan mereka, langsung saja dia mulai menoleh kearah Tanaka.
"Jika kalian membutuhkan seseorang untuk berbaring ditempat tidur serahkan padaku, futon adalah lapangan ku" ujar Tanaka sambil menatap kearah Shimura dan Katou dengan serius.
"Tidak bukan itu maksudku.."
***
"Aku tidak menyangka kalau ototnya berbanding terbalik dengan wajahnya yang terlihat lesu selama ini" sahut Shimura yang melihat Tanaka yang saat ini.
Terlihat kalau Tanaka saat ini sedang mencoba memakai kaosnya dengan malas diruang ganti milik klub sepak bola sambil ditonton oleh mereka bertiga.
"Yahh.. aku juga sama terkejut sepertimu dulu ketika melihat badannya Tanaka" balas Ohta yang saat ini juga ikut melihat Tanaka yang saat ini sedang memakai kaosnya.
"Aku yakin para perempuan akan langsung berdatangan kearahnya dengan wajah merona ketika melihat ini" ujar Katou yang juga melihat ini.
"Bahkan perban yang ada ditangannya akan menambahkan karismanya" lanjutnya sambil melihat perbannya.
Sedangkan Shimura yang mendengar ini mulai merasa kesal dan mulai berbicara pada mereka bertiga setelah melihat Tanaka sudah berganti bajunya.
"Baiklah kalau begitu ayo kita langsung pergi kelapangan !!"
***
"Baiklah.. kita akan memulainya dengan latihan passing.. ini Ohta !!" sahut Katou yang langsung mengoper bolanya pada Ohta menggunakan kaki bagian dalamnya.
"Yosh.. kalau begitu ini, Shimura" sahut Ohta yang mengoper balik bolanya pada Shimura.
"Umpan yang bagus Ohta, ini Tanaka !!" teriak Shimura sambil mengoper bolanya pada Tanaka.
Namun ketika Shimura sedang mengoper bolanya pada Tanaka, langsung saja Tanaka menangkap bola tersebut dengan kedua tangannya.
"KAU BUKAN KIPER !!"
***
__ADS_1
"Kalau begitu, ayo kita coba juggling" ujar Shimura sambil menjuggling bola dengan kedua kakinya.
"Jika kalian tidak bisa juggling 10 kali, maka kalian akan meneraktir kami jus" lanjut Katou yang juga menjuggling bola bahkan ia menambahkan variasi dengan kepalanya.
Tentu Ohta yang mendengar ini langsung saja melakukan tugasnya, namun tiba tiba saja Tanaka membuat lingkaran disekitar Ohta sebagai pusatnya.
Tentu baik itu Ohta, Shimura dan juga Katou yang melihat ini kebingungan dengan aksinya Tanaka, namun tiba tiba saja Tanaka mulai berbicara kepada temannya Ohta.
"Ohta.. diluar lingkaran adalah lava, sedangkan bola adalah jiwaku, maka dari itu aku mengandalkanmu Ohta" sahut Tanaka sambil melempar bolanya dengan lesu pada Ohta yang saat ini masih sibuk dengan bolanya.
"APA !? JIKA KAU BILANG BEGITU MANA MUNGKIN AKU BISA MENJATUHKANNYA" teriak Ohta sambil menjuggling kedua bola tersebut sendirian.
"Ohta luar biasa kau terlihat seperti pemain sirkus" sahut Katou yang kagum ketika melihat keahlian Ohta.
"...."
***
"Ahh.. aku tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Ketua, padahal Tanaka memiliki tubuh yang bagus malah jadi sia sia karena kantuknya" sahut Shimura yang saat ini sedang putus asa ketika melihat Tanaka tidur dengan bola sebagai sandaran kepalanya.
"Sebenarnya potensi Tanaka untuk menjadi lesu sama sekali tidak diketahui" ujar Ohta sambil melihat kearah Shimura dengan wajah serius.
"Aku katakan padamu sekali lagi bukan itu yang kami inginkan sekarang !? dan kenapa kau sangat positif sekali pada Tanaka !?" teriak Shimura dengan kesal pada kelakuan teman temannya.
"Hei !! kita akan mengadakan pertemuan jadi ayo bergabung dengan yang lainnya" sahut wakil kapten pada Shimura dan Katou.
"Wakil kapten !!" balas mereka berdua yang terkejut ketika melihat wakil kapten.
"Senpai.. aku sudah membawa Tanaka, tapi.." sahut Shimura sambil melihat kearah Tanaka yang sedang tidur saat ini.
"Dia sepertinya sedang tidur" sahut Katou yang juga melihat kearah Tanaka.
"Huh ? Tanaka yang dimaksud, bukan Tanaka yang berada dikelas ku ?" sahut wakil kapten sambil membawa Tanaka dari kelas 3 - E.
Sedangkan pemain yang lainnya juga membawa Tanaka dari kelas yang berbeda.
"Tidak, bukannya Tanaka dari kelas 2 - C"
"Kupikir itu adalah kelas 3 - A"
Langsung saja wakil kapten dan para pemain mengobrol mengenai masalah si 'Tanaka' ini, sedangkan Shimura dan Katou hanya terdiam ketika melihat ini.
"...."
"Tanaka !!" teriak Katou memanggil nama Tanaka.
Tentu beberapa orang yang memiliki nama Tanaka langsung menoleh kearah Katou dengan tulisan 'Tanaka' diwajah mereka.
"Untuk beberapa alasan ini menjadi sangat berisik, apa kau baik baik saja Tanaka ?" sahut Ohta sambil mengangkat Tanaka, namun bukan Tanaka yang dia kenal saat ini, melainkan seorang beruang.
"A.. Ada apa denganmu mengangkat orang dengan satu tangan" sahut Tanaka atau beruang itu yang merupakan ketua pengawalan Shiraishi yang sudah lepas dari genggam Ohta.
'Kau juga !?' batin Ohta sambil melihat Tanaka yang berada didepannya saat ini.
Namun ketika dia mencari Tanaka original langsung saja dia melihat Tanaka original keluar dari ruang ganti klub sepak bola sambil membawa tas dibelakangnya.
"Tanaka jadi kau sudah kembali ke ruangan klub !? syukurlah kau selamat, hm.. ada apa dengan tas itu ?" tanya Ohta yang melihat Tanaka membawa tas dipunggungnya.
Sedangkan Tanaka hanya tersenyum pada Ohta dan Tanaka beruang itu tentu Ohta yang melihat ini mengertu apa maksudnya.
"Aku akan merasa kesepian, tapi.. aku pikir tuan beruang akan melakukan tugas ini dengan baik" sahut Tanaka pada mereka berdua.
"Serial terbaru 'Tanaka-Kun selalu terlihat berbulu' hmm.. aku akan menantikannya.." sahut Tanaka sambil berjalan pergi dari lapangan dengan lesu.
"TUNGGU, TANAKA !! MAAFKAN AKU INI KESALAHPAHAMAN !! KUMOHON PERTAHANKAN JUDULNYA DENGAN 'LESU'..!!" teriak Ohta yang saat ini sedang berusaha menahan Tanaka original.
__ADS_1
"Ehh !? aku menjadi tokoh utama !?" sahut Tanaka beruang itu yang terkejut dan bahagia ketika mendengar ini.
***
"Ahahaha.. sudah kuduga dari Tanaka-Kun" tawa Asuna yang mendengar cerita Ohta.
Terlihat kalau mereka bertiga saat ini sedang berjalan pulang setelah melewati hari yang panjang bagi mereka bertiga, mendengar ini langsung saja Tanaka bertanya padanya.
"Lalu.. apa yang terjadi denganmu tadi istirahat siang Asuna-San ? kami berdua tidak melihatmu sebelumnya" tanya Ohta dengan penasaran waktu itu.
"Ohta benar.. kami tidak melihatmu tadi siang, apa kau sedang mengerjakan tugas piketmu, Asuna ?" tanya Tanaka yang menengok kearah Asuna ketika ia masih tertawa dengan tingkahnya tadi siang.
"Ahh.. sebenarnya tadi aku bersama Shiraishi-San dan Miyano-San makanya aku tidak bersama kalian waktu itu maaf yahh.." balas Asuna sambil tersenyum kearah mereka.
Tentu Tanaka yang mendengar kalau Asuna pergi bersama Shiraishi dan Miyano segera menghentikan langkahnya sambil menahan pundaknya Ohta.
Ohta dan Asuna yang melihat Tanaka tiba tiba saja berhenti segera menengok kearahnya dengan penasaran, apalagi melihat dirinya sedang menghentikan langkahnya Ohta dengan tangannya.
"Ada apa Tanaka ? kenapa kau tiba tiba berhenti ?" tanya Ohta yang melihat Tanaka menghentikannya.
"O.. Ohta apa kau tidak menyadarinya ?" tanya Tanaka dengan wajah serius ketika mendengar perkataannya Asuna.
"A.. Apa itu ?" tanya Ohta dengan gugup ketika melihat wajah Tanaka yang mulai serius, tentu Asuna yang melihat ini mulai gugup juga.
"Kalau Asuna.." lanjut Tanaka sambil menutup wajahnya dengan tangannya.
Tentu Ohta dan Asuna yang mendengar ini mulai serius dengan lanjutannya ketika ia tiba tiba saja menghentikan perkataannya hingga membuat mereka tambah penasaran.
"Kalau Asuna sebenarnya memiliki teman !?" lanjut Tanaka dengan wajah serius sambil menatap mereka.
"TANAKA-KUN !! ITU TIDAK SOPAN TAHU !!" teriak Asuna dengan wajah memerah ketika melihat Tanaka sedang mempermainkannya.
"Kau benar aku juga baru menyadari !?" balas Ohta yang ikut terkejut dengan wajah serius ketika mendengar perkataannya Tanaka.
"OHTA-KUN JUGA !!"
***
"Maafkan kami Asuna-San kami hanya bercanda" balas Ohta yang sedang menenangkan Asuna saat ini.
"Itu benar kami hanya bercanda.. lagipula kami tidak menyangka kalau kau berteman dengan Shiraishi-San dan juga Miyano-San, itu saja" lanjut Tanaka yang sedang melihat Asuna sedang kesal saat ini.
"Mou.. begini begini pun aku masih memiliki teman perempuan kalian tahu" balas Asuna sambil mengembungkan pipinya dengan kesal.
"Maafkan kami" sahut Tanaka dan Ohta secara bersamaan sambil menundukkan kepala mereka pada Asuna dengan menyesal.
"Mahh.. kalau kalian sudah mengerti dengan kesalahan kalian maka aku akan memaafkan kalian" balas Asuna sambil tersenyum melihat tingkah mereka.
"Syukurlah kalau kau memaafkan kami" sahut Ohta sambil tersenyum kearah Asuna.
"Hmm.. syukurlah" ucap Tanaka dengan wajah lesunya.
"Entah kenapa aku merasa kalau kau tidak merasa begitu, Tanaka-Kun.. " balas Asuna sambil tersenyum kecut ketika melihat wajahnya.
"Ha.. baiklah baiklah, bagaimana kalau kita makan donat saja, aku yang belanja" sahut Tanaka sambil menunjuk kearah toko Ms Donat yang ada didepannya.
"Ehh !? benarkah !?"
Asuna terkejut ketika mendengar perkataannya bahkan ia menatap Tanaka dengan mata berbinar, terutama Ohta yang cukup tertarik ketika mendengar ini secara langsung.
"Kalau tidak mau aku sama Ohta saja, kebetulan mereka mengeluarkan menu baru dispanduk itu" lanjut Tanaka sambil menunjuk spanduknya dan mulai meninggalkan mereka berdua.
"APA !? MEREKA MENGELUARKAN MENU BARU !! TANAKA TUNGGU AKU !!" teriak Ohta yang benar benar terpancing oleh Tanaka.
Melihat Tanaka meninggalkannya langsung saja ia mulai mengejar Tanaka tepat dibelakangnya.
__ADS_1
"EHHHH !! TANAKA-KUN !? OHTA-KUN !? TUNGGU AKU JUGA MAU !?"
Asuna sendiri yang melihat Tanaka dan Ohta meninggalkannya segera menyusul mereka sambil berteriak dengan keluh kesahnya.