The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 40


__ADS_3

"Yahh.. akhirnya aku bisa bermalas malasan juga.." gumam Dazai yang mulai membuka pintu kantornya.


Terlihat kalau ada Karasuma disana sambil mengerjakan tugasnya di laptop, tentu Dazai yang melihat ini mulai menyapanya.


"Yahoo.. Karasuma-Sensei, apa anda baik baik saja ?" tanya Dazai yang mulai berjalan ketempat duduknya sambil meletakkan buku dan daftar absennya diatas meja.


"Aku tidak apa apa.." balas Karasuma yang saat ini masih fokus pada laptopnya.


"Yahh.. maafkan aku soal itu, siapa yang menyangka kalau anda benar benar memegang kerahku, Karasuma-Sensei" lanjut Dazai yang saat ini mulai duduk dimejanya tepat disebelah Karasuma.


Langsung saja Dazai mulai menyandarkan kepalanya tepat diatas meja dan mulai memanggil namanya dengan nada main main hingga membuat Karasuma kesal ketika mendengar ini.


"Ahh.. jadi.. apa kau benar benar seorang Pembunuh ?" tanya Karasuma dengan beberapa urat dikeningnya.


"Lebih tepatnya Mantan Pembunuh, Karasuma-Sensei" balas Dazai sambil tersenyum kearahnya dan mulai bersandar pada kursinya.


"Benar itu.. lagipula untuk apa kau mengajar disini ? apa karena pemerintahan itu menawarkanmu uang untuk membunuhnya ?" tanya Karasuma yang ingin melihat ekspresi Dazai ketika pemerintah menawarkan hadiah kepadanya.


"Tidak.." balas Dazai dengan wajah serius.


Karasuma yang sedang mengetik pun mulai berhenti dan segera melihat ekspresinya saat ini, melihat Karasuma berhenti langsung saja Dazai mulai melanjutkan perkataannya.


"Aku kemari hanya ingin memenuhi janjiku pada Ozaki-Sensei" gumam Tanaka sambil melihat buku pelajaran dengan senyum sedih.


Tentu hal ini membuat Karasuma merasa sedikit bersalah ketika ia melihat senyumnya, namun semua berubah ketika mendengar perkataannya.


"Mahh.. lagipula aku sudah memenuhi salah satu janjinya, jadi aku tinggal bermalas malasan saja disini" lanjut Dazai dengan nada main main sambil meregangkan badannya.


"Setidaknya berikan contoh yang baik untuk para murid" balas Karasuma dengan nada lelah namun ia tetap melanjutkan tugasnya.


"Bai-"


Namun sebelum Dazai menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia melihat kearah pintu masuk dengan wajah serius, Karasuma yang melihat wajah seriusnya Dazai mulai melihat kearah pintu juga.


Tepat ketika pintunya terbuka terlihat seorang gadis bule dengan rambut pirang panjang dengan pakaian seksi datang kemari.


Tentu orang itu tidak lain adalah Irina Jelavic seorang Pembunuh Profesional, melihat Irina yang datang langsung saja Karasuma menghela nafas dan melanjuti pekerjaannya.


Disisi lain Dazai dan Irina mulai melihat satu sama lain dengan pandangan bingung dan disaat bersamaan mereka berdua mulai bertanya pada Karasuma.


"Karasuma-Sensei / Karasuma siapa orang ini ?"


***


"Owhh.. gwuru bhwasa kwahh.." gumam Dazai yang saat ini mulutnya masih penuh dengan kue tart.


Tentu Karasuma menjelaskan siapa Irina padanya, bahkan ia sempat sempatnya melihat Dazai sedang memakan kue ketika mendengar ceritanya.


"Setidaknya habiskan dulu kuemu, bocah !!" ucap Irina dengan kesal ketika melihat tingkahnya.


"Gulp.. nyahahaha santai saja Irina-Nee, kau terlalu serius mengenai ini, kau tahu lama lama kau terlihat mirip seperti Karasuma-Sensei lohh hahaha.." tawa Dazai sambil mengejek Irina.


Merasa diejek tentu saja ia mulai kesal dan mulai mengeluarkan pisau mainan yang dipakai untuk membunuh Koro-Sensei untuk menyerang.


Dazai yang melihat ini tentu langsung menghindarinya, ia langsung saja menangkap tangannya Irina yang ia gunakan untuk menyerang.


Setelah ia memelintir tangan yang Irina pakai untuk menyerang kebelakangnya, ia segera mengambil pisau yang ada ditangannya Irina dan mulai mengarahkannya pada lehernya Irina dengan sangat cepat.


Tentu Irina yang merasakan ini tidak bisa melawan karena kekuatan mereka benar benar berbeda sangat jauh


Disisi lain baik itu Irina dan Karasuma yang melihat pergerakannya Dazai hanya bisa terdiam karena gerakannya cukup cepat untuk anak seusianya.


'Ce.. Cepat..' batin Irina yang berkeringat dingin saat ini.


Karasuma yang melihat ini sempat terdiam apalagi pandangan serius ketika melihat matanya yang begitu tajam untuk membunuh Irina, namun ia tidak merasakan niat membunuh sama sekali darinya.


"Apa kau benar benar seorang Pembunuh ? melihat seluruh pergerakanmu aku yakin kau hanya ahli dalam menyusup daripada bertarung" sahut Dazai dengan wajah serius.


Tentu baik Irina dan Karasuma yang mendengar ini lagi lagi mulai terkejut dengan perkataannya, melihat ini langsung saja Dazai melepas tangannya Irina.


'Anak ini.. ia benar benar seorang Prodigy'


Itulah yang ada dipikirannya Karasuma saat ini mengenai pengamatannya pada Dazai.


"Mahh.. lagipula aku tidak memperdulikan hal itu saat ini, yang aku inginkan adalah makan kue ku itu saja" balas Dazai dengan nada bosan terlihat ia sedang memainkan pisau Irina sambil memejamkan matanya.


Tentu Irina yang masih merasakan sakit dipergelangan tangannya mulai mengosoknya untuk mengurangi rasa sakitnya, sambil menatap Dazai dengan hati hati.


Bahkan Dazai tidak segan segan untuk membunuh seorang wanita sepertinya, bahkan pisau yang ada ditangannya pun ia lempar begitu saja.


"KALAU BEGITU SELAMAT MAKAN !!" teriak Dazai yang langsung membuka matanya dan melihat kue yang ada dipiringnya mulai menghilang.


"EHHH !! HILA-"


Merasakan seseorang dibelakangnya langsung Dazai mulai menyerangnya dengan pisau milik Nakamura yang sempat ia ambil sebelumnya.


Dan benar saja orang itu adalah Koro-Sensei yang saat ini sedang memakan kuenya, bahkan dimulutnya saat ini ada krim kuenya.

__ADS_1


"KORO-SENSEI SIALAN !! KEMBALIKAN KUE YANG AKU BUAT DENGAN SUSAH PAYAH ITU !!" teriak Dazai yang melihat Koro-Sensei memakan kuenya.


"Nyuhuhuhu.. Dazai-Sensei.. kue mu benar benar enak aku tidak tahan dengan baunya, makanya aku mengambilnya sayang jika itu terbuang secara per-"


Namun sebelum Koro-Sensei melanjutkan perkataannya tiba tiba saja ia melihat Dazai yang sudah berada didepannya sambil menyerangnya.


Tentu serangan itu tidak berguna karena ia sudah menghindar tepat kebelakang Irina dengan senyum dan corak belang hijau diwajahnya.


Namun Koro-Sensei juga salah langkah hingga salah satu tentakel yang ia pakai untuk memegang kue mulai meletus dari arah belakang, tentu peluru itu sudah ditembaki oleh Dazai sebelumnya tanpa niat membunuh.


BURSTT !


"APA ?!"


Tentu Irina dan Karasuma yang melihat ini terkejut ketika melihat tentakel milik Koro-Sensei tertembak hingga, bahkan Koro-Sensei yang melihat ini pun juga ikut terkejut.


'Peluru yang ia tembak sebelumnya !! jadi begitu ia menggiringku kesini..' batin Koro-Sensei yang melihat tentakelnya putus.


Tepat ketika kue itu akan jatuh langsung Dazai dengan sigap meluncur dibawahnya Koro-Sensei dan mulai menangkap kue itu dengan kedua tangannya sambil melepas pistol dan juga pisaunya.


Setelah terlepas langsung saja Dazai mulai memakannya dengan cepat, seperti tidak pernah makan kue sama sekali.


"SWAFE !?" teriak Dazai yang mulutnya penuh dengan kue, terlihat kalau ia saat ini sedang mengangkat kedua tangannya dengan begitu bangga.


Tentu hal ini membuat mereka bertiga terdiam melihat tingkah Dazai yang sangat kekanak kanakan, bahkan Koro-Sensei ikut berteriak ketika melihat kue itu dimakan.


"NOOOOO !! DAZAI-SENSEI !! KENAPA KAU MEMAKAN KUENYA !!" teriak Koro-Sensei sambil terduduk dilantai dengan frustasi.


"JADI ITU YANG KAU KHAWATIRKAN !!" teriak Irina dengan kesal ketika melihat tingkahnya Koro-Sensei.


"Hwabisnya kwau mwengawmbwil kwue kwu" ucap Dazai dengan mulut penuh.


"SUDAH KUBILANG HABISKAN DULU KUEMU !!" teriak Irina yang bertambah kesal ketika melihat tingkahnya Dazai.


"Ya.. ampun, apa apaan bocah ini siapa dia sebenarnya ?" gumam Irina yang saat ini sedang melihat Dazai sedang mengejek Koro-Sensei yang saat ini sedang depresi.


"Dia adalah Mantan Pembunuh, Dazai Osamu" balas Karasuma yang saat ini masih memperhatikan tingkahnya Dazai.


"Ha !? Mantan Pembunuh yang benar saja !? tidak.. tidak mungkin, aku tidak percaya itu !?"


"Bahkan aku saja tidak pernah mendengar namanya selama hidupku" balas Irina yang terkejut dan tidak percaya akan ucapannya Karasuma.


Langsung saja Irina mulai melihat kearah Koro-Sensei yang sedang menggoyangkan badannya Dazai yang saat ini masih memakan kuenya.


"Mahh.. jika kau tidak percaya kau bisa lihat semua data yang bisa aku ambil ada disini" sahut Karasuma yang mulai memberikan laptopnya pada Irina.


Tentu Irina yang langsung mengambilnya dan mulai melihatnya, ketika melihatnya tentu ia mulai terkejut ketika melihat ini.


Langsung saja ia menoleh kearah Dazai yang saat ini wajahnya penuh dengan krim tart diwajahnya, merasakan tatapan Irina langsung saja Dazai menoleh kearahnya.


Tentu Irina yang melihat matanya mulai menggigil bahkan keringat dingin mengucur dikeningnya ketika ia ditatap oleh Dazai.


Langsung saja Irina mulai bersembunyi tepat dibelakangnya Karasuma, melihat tingkahnya tentu saja suasananya menjadi sunyi karena tingkahnya Irina.


"Irina-Nee.. ada apa ?" tanya Dazai dengan wajah polos, tentu Irina yang melihat ini mulai gugup, namun tetap menjawabnya agar tidak curiga.


"Ahh.. i.. itu tidak.. apa apa.. m.. mahh lihat jam berapa.. ini karena hari ini aku ada ke.. kelas aku pergi dulu !!" balas Irina dengan panik dan segera pergi meninggalkan mereka bertiga dikantor.


BAM !!


Baik Dazai, Karasuma dan Koro-Sensei yang melihat tingkahnya tidak bisa apa apa dan hanya terdiam melihat pintu kantor ditutup dengan kencang.


"Ada apa dengannya ?" tanya Dazai yang menunjuk pintu kantor itu sambil menoleh kearah Karasuma.


"Tidak ada.. mungkin dia hanya kemasukan angin saja" balas Karasuma yang mulai mengambil laptopnya dan mulai melanjuti pekerjaannya.


Tentu Dazai dan Koro-Sensei yang mendengar ini segera memandang satu sama lain, disisi lain Koro-Sensei hanya mengangkat bahunya, begitu juga dengan Dazai.


"Mahh.. karena hari ini aku kosong, aku akan jalan jalan dulu" sahut Dazai dengan nada santainya lalu segera membersihkan krim dimulutnya.


"Kalau begitu sampai jumpa nanti Koro-Sensei, Karasuma-Sensei !!" lanjut Dazai sambil melambaikan tangannya pada mereka berdua.


"Sampai nanti, Dazai-Sensei nyuhuhuhu.." tawa Koro-Sensei sambil melambaikan tentakelnya pada Dazai.


Setelah Dazai keluar langsung saja Koro-Sensei mulai bertanya mengenai tingkah Irina sebelumnya pada Karasuma yang melihat Dazai pergi dari sini.


"Jadi.. Karasuma-Sensei.. apa kau tahu mengenai ini ?" tanya Koro-Sensei.


"Ahh.. mungkin dia ketakutan ketika aku memperlihatkan ini padanya" balas Karasuma yang menunjukkan riwayatnya Dazai pada Koro-Sensei.


"Nyuhuhuhu.. jadi begitu, itulah mengapa dia bisa memutuskan tentakelku, ternyata dia adalah seorang jenius"


***


Disisi lain dikelas terlihat kalau saat ini Irina masuk ke kelas dengan nafas terburu buru, tentu para murid yang melihat kejadian ini mulai kebingungan.


"*****-Sensei.. ada apa ? kau terlihat habis dikejar hantu siang ini" tanya Kataoka yang melihat tingkahnya Irina.

__ADS_1


"Ahh.. i.. itu.. tidak apa apa, a.. aku hanya melihat sesuatu yang menakutkan itu saja" balas Irina dengan gugup dan mulai berjalan kearah mejanya.


Tepat ketika ia mengatakan tiba tiba saja Dazai datang dan mulai membuka pintu kelas dengan sangat keras tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Permisi.. Irina-Nee.. aku mau mengambil buku ku yang ketinggalan" sahut Dazai dengan wajah polosnya.


"DAZAI-SENSEI !!"


Tentu para murid yang melihat Dazai menerobos mulai terkejut dengan aksinya, disisi lain terlihat kalau Irina sudah bersembunyi tepat dibelakangnya Nagisa.


"A.. Ambil saja, Da.. Dazai-Ku.. n" balas Irina dengan tubuh bergetar, bahkan Nagisa pun dapat merasakan getaran tangannya.


'*****-SENSEI TAKUT DENGAN DAZAI-SENSEI !!' batin mereka yang terkejut ketika melihat tingkah Irina.


"Oke.."


Dazai yang mendengar ini mulai berjalan kearah meja didepan kelas untuk mengambil bukunya yang tertinggal itu.


"Anu.. Dazai-Sensei.. kalau boleh aku tahu, buku apa yang kau tinggalkan itu ?" tanya Kaede sambil mengangkat tangannya.


Tentu Irina yang mendengar ini langsung menatap kearah Kaede dengan tajam hingga Kaede menggigil ketika melihat tatapannya Irina.


Disisi lain Dazai yang mendengar ini segera berhenti dan mulai tersenyum kearah Kaede.


"Hmm.. baguslah kalau kamu bertanya Kaede-San.." balas Dazai yang tersenyum kearahnya sambil mengambil bukunya tepat dikolong meja itu.


"Buku ku yang ketinggalan adalah ini !!" ucap Dazai dengan bangga menunjukkan bukunya keatas agar para murid dapat melihatnya.


"PANDUAN CARA MELAKUKAN BUNUH DIRI !!" teriak Dazai dengan nada bicara seperti doraemon.


"Orang bodoh mana yang menulis buku itu !!" teriak Okajima dan Nakamura dengan kesal ketika mendengar ini.


"Dazai-Sensei.." gumam Kaede yang melihat tingkah Dazai selaku gurunya saat ini, bahkan mereka yang melihat ini hanya bisa menepuk kening mereka akan tingkahnya.


"Mahh.. maafkan aku bila jam pelajaran kalian semua terganggu, kalau begitu aku permisi dulu" balas Dazai yang melambaikan tangannya pada mereka.


Ia segera pergi dari kelas karena saat ini masih jam pelajaran namun ia tiba tiba saja berhenti tepat didepan pintu sambil menunjuk kearah Okuda dan Nakamura.


"Ahh.. benar Okuda-San, Nakamura-San setelah jam pelajaran selesai aku ingin kalian kekantor untuk mengambil barang kalian yang saya pegang saat ini"


"Ba.. Baik / Baik Dazai-Sensei" balas Okuda dan Nakamura.


"Hmm.. baiklah waktunya bunuh diri hyahahaha" balas Dazai yang mulai keluar dari kelas dengan tawanya.


"Dazai-Sensei.." gumam mereka yang melihat gelagatnya Dazai.


"Hahaha.. Dazai-Sensei memang menarik" ucap Karma yang melihat tingkahnya Dazai.


"A.. Apa dia sudah pergi ?" tanya Irina yang saat ini sedang bersembunyi dibalik Nagisa.


"Yahh.. dia sudah pergi *****-Sensei.." balas Nagisa yang tersenyum canggung ketika melihat Irina bersembunyi tepat dibelakangnya.


"Ha.. syukurlah.." gumam Irina sambil menghela nafas lega.


"*****-Sensei.. kamu takut pada Dazai-Sensei, kan ?" tanya Karma sambil tersenyum main main kearahnya.


"Si.. Siapa yang takut padanya, a.. aku tidak takut" ungkap Irina dengan gugup namun masih mempertahankan sikapnya didepan mereka.


"Ahh.. Dazai-Sensei" ucap Yada yang melihat kearah jendela yang ada dikanannya.


"KYAAAHHH !?" teriak Irina yang mulai bersembunyi dibelakangnya Isogai dengan panik.


"*****-Sensei.."


***


Disisi lain Dazai saat ini sedang terbaring ditangga sambil memainkan ponselnya, tentu ia saat ini sedang membuka Grup Chatnya.


{ Tanaka : Bagaimana apa kalian melihat Live Streamingnya ? }


{ Lala : Hebat !! Tanaka kau ternyata bisa mengajar !! }


{ Kanae : Ara~ aku tidak menyangka kalau kau sepintar itu, Dazai-Sensei.. Fufufu.. }


{ Rias : Dari banyaknya nama kenapa kau memakai nama yang entah kenapa cocok denganmu ? dan lagi apa kalian tidak khawatir dengan gurita itu ? }


{ Asuna : Tanaka-Kun.. aku tahu kalau kau jenius, tapi aku khawatir dengan tingkah bunuh dirimu itu }


{ Tanaka : Tenang saja Asuna, keberuntungan ku sedang bagus didunia ini hahahah.. }


{ Asuna : Ha.. aku tidak bisa apa apa kalau soal itu }


{ Lala : Bahkan Rito dan yang lainnya kagum ketika melihatmu sedang mengajar disana, terutama Mama dan Papa }


{ Tanaka : .... }


{ Tanaka : La.. Lala.. siapa saja yang menonton Live Streaming ku diduniamu kalau boleh tahu ? }

__ADS_1


{ Lala : Eto.. Asuna.. Rito.. Haruna.. Akiho.. Mio.. Saki.. Rin.. Aya.. Risa.. Mikan.. Celine.. Nana.. Momo.. Yui.. Oshizu.. Run.. Ren.. Mama.. Papa.. }


{ Tanaka : SEMUA AJA KAU BAWA !! }


__ADS_2