The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 97


__ADS_3

3 hari telah berlalu setelah Rino melakukan camping disekolahnya, saat ini terlihat kalau Rino sedang berjalan bersama sahabat nya.


Terlihat gadis berambut pirang pendek yang memiliki tinggi melebihi Rino dan sepantar dengan Tanaka sedang mengobrol dengan asiknya.


Ia tidak lain adalah Ohta Saya, adiknya Ohta Kazuya.


Tentu Rino dan Saya sudah berteman semenjak mereka duduk di bangku SMP, dan mereka pun dipertemukan kembali di SMA di angkatan yang juga sama tahun ini.


"Rino.. akhirnya kita bisa pulang juga.." ujar Saya yang membawa tas olahraga saat ini.


"Hmm.. kau benar.. dengan begini aku bisa memakan masakan Onii-San lagi" balas Rino yang tersenyum ketika memikirkan masakannya Tanaka.


"Hmm.. aku juga ingin sekali memakan masakan Onii-Sama setelah pulang hari ini" sahut Saya yang menganggukkan kepalanya yang setuju dengan ucapannya Rino.


"Semoga saja Onii-San tidak diganggu oleh ketiga burung gagak itu.." gumam Rino yang kesal saat ini sampai sampai ia mengepal tangannya mengingat mereka.


Yang dimaksud 3 burung gagak itu tidak lain adalah Ritsu, Kanzaki dan Yada.


Bahkan ia harus terus mewaspadai Ritsu dengan ketatnya agar ia tidak terus mengganggu kakaknya, baik disekolah maupun dirumah.


Kenapa Rino memanggil mereka dengan sebutan itu ? sebab ketika ia akan pulang bersama dengan kakaknya pasti mereka akan selalu mengerumuninya.


Seolah kakaknya itu adalah jagung yang baru saja matamg, hal ini lah yang membuatnya kesal hingga sekarang.


"Rino.." gumam Saya yang khawatir dan panik melihat Rino sedang kesal saat ini.


Ketika Saya mencoba untuk menenangkan Rino tiba tiba saja ia berhenti dan mulai menatap kearah kedai dengan wajah kagum.


Rino yang melihat temannya terdiam sambil melihat sesuatu langsung saja ia mulai mendekatinya dan mulai bertanya padanya.


"Saya.. kamu sedang lihat apa ?" tanya Rino yang mulai penasaran dengan apa yang dilihat Saya saat ini.


"A.. Ahh.. i.. itu.." sahut Saya yang terkejut mendengar suaranya.


Namun ia segera menenangkan dirinya sambil menunjuk seseorang saat ini, Rino yang melihat ini mulai mengikuti arah telunjuknya Saya saat ini.


Setelah Rino menemukan apa yang ditunjuk oleh Saya langsung saja ia mulai terpana ketika melihat ini.


Terlihat seorang gadis seumuran kakak mereka sedang berbelanja sayuran dan juga daging.


Namun yang jadi pusat perhatian gadis itu adalah rambutnya yang berwarna silver serta pakaian maidnya.


Bukan hanya Saya dan Rino saja yang terkagum melihat gadis itu, bahkan pejalan kaki dan pedagang yang sedang berjualan itu pun juga sama terkagumnya ketika melihat gadis ini.


Orang yang ditunjuk oleh Saya tentu tidak lain adalah Sakuya yang saat ini sedang membeli bahan makanan minggu ini.


Setelah Sakuya selesai langsung saja ia memberikan uangnya pada pedagang itu dengan wajah seriusnya.


"Ini uangnya pak.." ucap Sakuya.


"A.. Ahh.. te.. terima kasih banyak.. nona.." balas pedagang itu dengan gugup ketika menerima uangnya.


"Gila.. betapa cantiknya gadis itu.."


"Apa dia berasal dari luar negeri ? tapi bahasa Jepang nya sungguh lancar.."


"Hebat.. Maid sungguhan.."


"Apa gadis itu sedang bercosplay ?"


"Entah kenapa aku merasa familiar dengannya.."


Terdengar suara bisikan yang sedang memuji penampilannya Sakuya saat ini, bahkan para gadis yamg melihat kecantikan Sakuya pun merasa iri dengannya.


"Hmm.. apa apaan gadis itu.. apa dia mencoba untuk menarik perhatian ?"


"Aku yakin dia pasti ingin mencari sensasi saja.."


"Benar.. bahkan aku pun tidak kalah cantiknya dengan wanita itu"


Tentu Rino yang mendengar bisikan para Gal itu hanya mengabaikannya saja dan melihat gadis itu mulai pergi dari kedai itu.


Namun tiba tiba saja Sakuya menoleh kearah Rino dan mulai berjalan kearahnya.


"N.. Nee.. Ri.. Rino.. wa.. wanita itu berjalan kearah kita.." gumam Saya yang panik melihat ini.


"A.. Aku rasa begitu.." balas Rino yang mencoba untuk melindungi Saya.


Tepat ketika Sakuya berdiri dihadapan mereka langsung saja ia membuka mulutnya dan mulai bertanya pada mereka atau lebih tepatnya Rino.


"Apa anda Tanaka Rino ?" tanya Sakuya dengan penasaran.


"Ya.. ada perlu apa denganku ?" tanya Rino dengan wajah datarnya.


Namun dalam hatinya ia panik melihat banyak tatapan mengarah kearah mereka saat ini diakibatkan Sakuya.


Disisi lain Saya terlihat panik melihat Rino dan Sakuya saling menatap dengan tajam, apalagi sekarang mereka menjadi pusat perhatian saat ini.

__ADS_1


"Jadi begitu.. berarti anda adalah adiknya Yuki-Sama yang ia ceritakan padaku.." gumam Sakuya sambil mengusap dagunya.


"Ha ?" Rino yang kebingungan ketika mendengar ini, tentu bukan dia saja bahkan Saya pun juga sama bingungnya dengan Rino.


"Kalau begitu.. mohon kerja samanya untuk kedepannya, Rino-Sama.." lanjut Sakuya yang menundukkan kepalanya pada Rino


"...."


Tentu hal ini membuat mereka semua yang mendengar ini terdiam, begitu pula dengan Saya yang pucat saat ini.


'Onii-Chan.. akan aku pastikan kalau kamu bisa memberi jawaban yang tepat ketika aku pulang nanti' batin Rino dengan kesal saat ini.


***


"Hachu.." Tanaka yang saat ini sedang bersin didalam kereta dan sedang duduk bersama Asuna dan Ohta saat ini.


Terlihat kalau Tanaka sedang duduk disamping Asuna sedangkan didepannya adalah Ohta, sedangkan disebelah Ohta adalah beberapa bungkus kue milik mereka bertiga.


Saat ini mereka sedang pulang menuju rumah setelah mereka berkunjung ke Shichigahama tempat mereka berlibur sebelumnya.


Tujuan mereka berkunjung dari sana hanya satu yaitu hunting (berburu) makanan manis didaerah sana.


Tentu mereka tidak lupa dengan oleh olehnya setelah beberapa kali ditelepon oleh Ritsu yang membuat Tanaka kesal ketika mendengar ini.


"Siapa yang sedang membicarakanku ya.." gumam Tanaka setelah bersin.


"Hmm ? Tanaka apa kau baik baik saja ?" tanya Ohta yang mendengar Tanaka bersin saat ini.


"Ahh.. aku tidak apa apa" balas Tanaka dengan santainya.


'Tapi aku memiliki firasat buruk jika aku pulang hari ini' batin Tanaka yang sedang mencari sapu tangannya.


"Ahh.. Yuki-Kun.. jika kau mencari sapu tangan pakai yang aku saja.." ujar Asuna yang memberikan sapu tangannya pada Tanaka.


Tentu Asuna melakukan ini agar ia tidak kalah cepat dengan Ohta yang memiliki sifat sangat peduli pada Tanaka.


"Ahh.. terima kasih, Asuna.." balas Tanaka sambil mengambil sapu tangannya.


Mendengar ini tentu Asuna merasa senang karena Tanaka menerima bantuannya yang lebih cepat dari Ohta.


"Hmm ? Asuna-San sejak kapan kamu memanggil Tanaka dengan nama depannya ?" tanya Ohta dengan bingung melihat tangannya berhenti mengambil sapu tangan.


Tentu Tanaka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Asuna yang memasang wajah memerah saat ini.


"Ahh.. A.. Anu.. itu.." gumam Asuna dengan panik ketika mendengar ini.


Ohta yang mendengar ini hanya bisa terdiam sambil menganggukkan kepalanya ketika melihat kearah Asuna yang masih panik dengan wajah memerah saat ini.


"Begitulah.." ucap Tanaka yang mulai mengeluarkan bantal lehernya dan segera tidur.


"Ahh.. aku mengerti.." balas Ohta yang menganggukkan kepalanya dan segera melihat kearah Asuna.


Disisi lain Asuna yang melihat Ohta menatapnya dengan tatapan serius mulai bertanya padanya dengan gugup.


"A.. Ada apa ?"


"Asuna-San.. tolong jaga Tanaka dengan seluruh kemampuanmu.. sebisa mungkin aku ingin pola hidupnya berubah menjadi lebih baik" ucap Ohta dengan serius.


"Memangnya kau ibuku.." gumam Tanaka yang bibirnya berkedut mendengar perkataannya Ohta.


"Pffttt... Hahaha.." tawa Asuna yang melihat Tanaka sedikit kesal ketika mendengar ini.


Disisi lain Ohta yang melihat ini hanya tersenyum melihat tingkah mereka, begitu juga mereka berdua yang menikmati kegiatan hari ini.


***


"Hgghhh.. sudah kuduga kalau tidur dikereta bukan ide yang bagus" gumam Tanaka yang meregangkan badannya saat ini.


"Bukannya sudah aku bilang untuk tidak tidur didalam kereta.. kau tidak mau mendengarkan sih.." balas Asuna dengan senyum canggung ketika melihat tingkahnya.


"Maaf.. aku salah.."


Saat ini mereka berdua sedang berjalan menuju apartemen mereka setelah jalan jalan cukup lama disana.


Setelah beberapa menit mereka berdua berjalan menuju apartemen mereka, langsung saja Tanaka dan Asuna mulai membuka pintunya sambil berteriak.


"Kami pulang !!"


"Selamat datang kembali, Yuki-Sama.." balas Sakuya yang saat ini memakai apron berwarna merah muda dengan sepanci Kare dibawanya dengan sarung tangan oven berwarna biru.


"Ahh.. Saku-"


Namun sebelum Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia melihat kearah meja dan melihat adiknya Rino sudah duduk disana.


Terlihat kalau ia saat ini sedang menatap kakaknya dengan mata kosong miliknya dambil mengeluarkan aura gelapnya.


Tentu hal ini membuat Tanaka sedikit berkeringat merasakan auranya Rino, dan segera menoleh kearah Asuna yang sudah menghilang disebelahnya.

__ADS_1


Terlihat kalau Asuna saat ini sedang duduk disebelah Rino sambil melihat Kare dan beberapa masakannya Sakuya dengan tatapan berbinar melihat masakannya yang elegan itu.


'Asuna.. kau penghianat !!' batin Tanaka yang menangis melihat tunangannya memilih makanan terlebih dahulu dari pada dirinya.


***


Unknown Place.


Disisi lain terlihat seorang pria berambut putih dengan corak hitam sedang melihat layar hologram berwarna biru ungu didepannya.


Saat ini ia sedang melihat Tanaka sedang diceramahi oleh Rino secara habis habisan sambil memakan Karenya.


Sedangkan Asuna dan Sakuya hanya mengabaikan pertengkaran kakak adik itu dengan memakan sambil mengobrol soal makanan ini.


"Tanaka Yuki.. Kahh.." gumam Pria itu dengan senyum bahagia ketika melihat Tanaka saat ini.


"Aku rasa permainan selanjutnya.. akan aku gunakan saja orang itu.." lanjutnya yang mulai menggeser layar hologram itu hingga menghilang.


"Onii-Sama !!" teriak suara gadis yang tiba tiba muncul dibelakangnya.


"Ahh.. Lucy-Chan.. lama tidak bertemu.." balas Pria itu yang menengok kebelakan dan melihat adiknya yaitu Lucy, Sang Dewi Cahaya.


"Aku disini hanya ingin memberitahukanmu sesuatu dari Ibu" ujar Lucy dengan tenang.


"Ibu ? soal apa ?" tanya Pria itu dengan bingung.


"Tentu saja soal orang yang kau lihat sebelumnya, Ibu sudah mengetahuinya kau tahu itu kan ?" balas Lucy dengan kesal melihat kakaknya yang tidak peduli soal itu.


"Acha... sepertinya aku memang tidak bisa menyembunyikan ini dari Ibu.." gumam Pria itu sambil menepuk kepalanya.


"Jadi apa yang ingin dia sampaikan padaku ?" tanyanya dengan gugup.


"Kau bisa melibatkannya dalam permainanmu, selagi para Outer God dan para Reincarnator Outer God itu diurus oleh pasukan Ibu" sahut Lucy yang mulai membuka Portal disebelahnya.


Tentu Pria itu yang mendengar pasukan dari mulut adiknya benar benar bergetar ketakutan hingga bulu kuduknya berdiri.


Maksud dari pasukan yang Lucy katakan padanya adalah Pasukan Pemusnah yang ibunya namai dengan Cosmic Hunter.


Sebuah pasukan khusus yang dipimpin langsung oleh ibu mereka Fortune, Sang Dewi Cinta juga merupakan mantan gurunya Tanaka.


Namun ia terhenti ketika mendengar kalimat pertama dari adiknya mengenai Tanaka.


"BENARKAH !! AKU BOLEH BERMAIN DENGANNYA !?" tanya Pria itu dengan semangat dan mata berbinarnya.


Namun ketika ia mendapatkan jawabannya, tiba tiba saja Lucy sudah tidak ada disana meninggalkan dirinya sendiri saat ini dengan wajah anehnya.


"...."


"Ha.. benar benar adik yang merepotkan.." gumamnya sambil memunculkan kembali layarnya dan mulai melihat Tanaka yang masih diceramahi oleh adiknya bahkan saat ia sedang makan.


"Bukankah kita senasib.. Tanaka-Kun.." lanjut Pria itu yang mulai memunculkan sebuah tombol hologram berbentuk balok berwarna ungu menggunakan tangan kirinya.


Tertulis 'Overwrite' disana melihat ini Pria itu mulai tersenyum kembali sambil menggumamkan sesuatu pada dirinya sendiri.


"Dengan adanya keberadaanmu Tanaka-Kun.. maka permainan yang aku buat kali ini akan menjadi sangat sempurna dibandingkan semua permainan yang aku buat sebelumnya"


"Bahkan para dewa akan merasa takjub dengan maha karya ku kali ini, termasuk Pak Tua itu dan juga Ibuku"


"Hahahaha !!"


"Tunggulah hingga hari itu tiba, Tanaka-Kun !!"


"Aku yakin kalian akan menikmatinya !! "


***


Disisi lain Tanaka yang sedang makan tiba tiba saja mulai menggigil, bahkan ia mulai melihat sekelilingnya beberapa kali dengan panik.


Asuna yang melihat ini tentu ia bingung begitu juga dengan yang lain, langsung saja Asuna mulai bertanya mengenai tingkahnya ini.


"Yuki-Kun.. apa ada sesuatu yang menganggumu kali ini ?" tanya Asuna sambil memakan Macaron buatan Sakuya.


"Tidak ada.. hanya perasaan buruk saja.." balas Tanaka sambil memakan Omuricenya.


"Nee.. Onii-Chan.. sejak kapan Asuna-Nee.. memanggilmu dengan nama depanmu ?" tanya Rino yang kembali mengeluarkan aura gelapnya.


"PFFTTT !!"


Tentu Tanaka yang mendengar ini hampir saja menyemburkan makanannya ketika mendengar Rino menanyakan sesuatu yang mana membuat ia terkejut mengenai ini.


"I.. Itu.." gumam Tanaka yang mulai menatap Asuna yang saat ini sedang menoleh kearah.


'OII !! SETIDAKNYA BANTULAH AKU SEBELUM KAU MAKAN !!' batin Tanaka yang berteriak melihat Asuna cuek dan masih fokus pada makanannya.


"Onii-Chan.."


'Kami-Sama.. tolong selamatkan aku dari situasi ini'

__ADS_1


__ADS_2