The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 94


__ADS_3

Keesokan harinya.


"Ughh.. kau tidak main main soal pembicaraan kemarin, pipiku sampai merah hingga saat ini" gumam Tanaka yang berjalan bersama Asuna saat ini.


"Hmph itulah hukuman untuk orang sembrono sepertimu langsung main pergi saja, apa kau tidak punya rasa malu ? pergi begitu saja tanpa memberitahu yang lainnya" balas Asuna yang menoleh kearah lain sambil melipat kedua tangannya dengan kesal.


"Haa.. aku sudah bilang kalau aku lupa.." ujar Tanaka yang masih mengelus pipinya.


"Lagipula kemarin aku keasikan mengobrol dengan sepupuku itu, makanya aku lupa soal itu" lanjut Tanaka yang merasa rasa sakit dipipinya sudah mulai mereda.


"Ahh.. bicara soal kemarin.. aku masih tidak menyangka kalau kau dan Inaba-San adalah saudara sepupu" sahut Asuna yang tiba tiba ingat soal ini.


"Bahkan mereka yang mendengar ini dari mulutmu pun ikut terkejut loh.." lanjut Asuna yang mulai melihat gerbang sekolah mereka berada didepan mereka saat ini.


"Ahh.. wajar bila mereka tidak tahu, sepertinya Inaba mulai menumbuhkan sifat barunya pada mereka" balas Tanaka yang mulai masuk ke sekolah.


Yang dimaksud menumbuhkan sifatnya yaitu sifat dinginnya, Tanaka tidak tahu kenapa Inaba mulai menonjolkan sifat seperti itu tapi yang pasti itu mungkin dari buku atau yang ia ceritakan padanya dimasa lalu.


Saat ini terlihat baik itu siswa maupun siswi hanya bisa mengagumi ketampanan dan kecantikan mereka dari kejauhan.


Namun hal itu bukanlah penghalang bagi mereka berdua ketika berjalan menuju kelas mereka yang sudah 1 minggu mereka lewati.


"Meskipun Inaba terlihat dingin pada orang lain, namun ia memiliki hati yang baik ketika kamu mengenalnya lebih dalam lagi" balas Tanaka dengan santainya sambil memasang perban dipipinya.


"Ahaha.. aku bisa membayangkan seperti apa Inaba-San jika bersama kamu" Asuna yang tertawa canggung mengingat kejadian kemarin dimana Inaba yang tiba tiba memeluk Tanaka sambil menangis sebelumnya.


"SENPAI !!" teriak seseorang yang berlari kearah mereka dengan cepat.


Tanaka yang mendengar ini mulai menggigil dan segera berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya, terlihat kalau Ritsu sedang berlari kearah mereka dengan senyum lega diwajahnya.


"Senpai !! aku merindukanmu !!" teriak Ritsu yang mulai melompat kearah Tanaka dengan tangan terbuka.


Melihat ini bukannya ia terima justru ia menukar posisinya Tanaka dengan Asuna dengan cepat sehingga Asuna sendiri terkejut ketika melihat ini.


"Ha ? tu-"


Belum menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Asuna terdorong oleh Ritsu yang melompat kearahnya sambil memeluk Asuna yang tidak siap saat ini.


Tentu hal ini membuat keributan dengan tingkahnya Ritsu yang tiba tiba melompat kearah mereka berdua setelah 8 hari mereka tidak bertemu.


"Senpai !! kenapa kau menghindar !!" teriak Ritsu yang duduk tepat diatas Asuna.


Disisi lain Tanaka yang mendengar ini hanya mengabaikannya dan langsung menepuk kedua tangannya beberapa kali dan mulai berdoa pada Asuna dan Ritsu dengan serius.


"Semoga kehidupan kalian lancar dikemudian harinya"


Mendengar ini langsung saja Asuna mulai berdiri dan segera berjalan kearah Tanaka dan mulai menarik pipinya dengan kencang.


"Ta-na-ka-Kun.." gumam Asuna dengan nada menyeramkan.


"Mwafkwan awku.."


***


"Haa.. syukurlah kalau kedua murid aneh itu sudah pergi" gumam Shimura dengan wajah pucat.


"Ahh.. neraka yang kita lewati selama 8 hari ini.. akhirnya berakhir juga.." balas Katou yang wajahnya juga pucat.


"Sudahlah.. kalian berdua, itu tidak baik jika kita membicarakan masalah itu.." ujar Shiraishi yang mencoba menenangkan mereka berdua yang saat ini duduk dilorong dengan suramnya.


"Benar !! harusnya kalian senang !! dengan begini akhirnya kita bisa bertemu dengan Master dan Asuna-San" balas Miyano yang membantu Shiraishi menghadapi mereka berdua.


"Hmm.. Hmm.." balas Shiraishi yang menganggukkan kepala dengan setuju mengenai ini.


"Hmm.. kalian benar dengan begini akhirnya kita bisa melihat malaikat kita, Yuuki Asuna" ujar Shimura yang mengeluarkan air mata bahagia ketika mendengar ini.


"Kau benar penantian kita selama ini akhirnya terbalaskan juga" balas Katou yang juga sepemikiran dengannya.


Tentu sikap mereka berdua hanya memperkeruh suasana saja bagi para murid yang melewati jalan tersebut.


Terlihat kalau para murid menatap mereka dengan tatapan datar, begitu juga dengan teman sekelas mereka.


Disisi lain Ohta yang melihat ini hanya bisa menghela nafas saja atas kelakuan temannya.


"Ada apa dengan mereka berdua ?"


Mendengar suara yang akrab ditelinganya, langsung saja Ohta mulai menoleh kearah suara tersebut dan melihat Tanaka, Asuna dan Ritsu sedang berada disebelahnya.

__ADS_1


Terlihat kalau Tanaka dan Ritsu memasang wajah datar melihat tingkah Shimura dan juga Katou.


Sedangkan Asuna hanya bisa memijat keningnya saja ketika melihat kedua temannya Tanaka saat ini.


"Ohh.. Tanaka !! akhirnya kau kembali !!" teriak Ohta yang membuat teman temannya langsung menoleh kearah mereka.


"ASUNA-CHAN !!" teriak Shimura dan Katou yang mulai mendekati Asuna dengan perasaan bahagia.


"Hii !!"


Asuna yang mendengar ini tentu menggigil dan segera bersembunyi tepat dibelakang Tanaka.


Tentu hal ini membuat mereka berdua terdiam melihat tingkah Asuna yang ketakutan karena ulah mereka.


"Ha.. apa kalian tidak pernah lelah jika tiap hari menggoda wanita, apalagi ini masih dipagi hari.." gumam Tanaka dengan nada lelah.


"Ughh.." rintih Shimura yang hatinya serasa tertusuk mendengar perkataannya Tanaka, begitu juga Katou.


"Ha.. ada ada saja.."


***


"Jadi begitu.. mereka sempat berpikir kalau pertukaran murid itu adalah seorang wanita, tapi hal itu bukan seperti yang mereka pikirkan, kah.." gumam Asuna yang saat ini dimejanya sedang mengerjakan tugas yang diberikan guru padanya.


Setelah pertemuan mereka dilorong tentu Tanaka dan Asuna mulai masuk ke kelas dan memulai pelajaran mereka seperti biasa.


Namun sayang guru matematika mereka sedang tidak hadir dan hanya memberikan tugas pada mereka, terlihat kalau Tanaka dan Asuna membuat kelompok bersama Miyano dan Ohta.


Sedangkan Shiraishi membuat kelompok bersama kedua temannya yaitu Kich dan Miyo yang saat ini sedang serius.


"Entah kenapa memikirkan itu membuatku menggigil" gumam Ohta yang mengingat kedua murid itu.


Tentu ini merupakan pengalaman pertamanya melihat laki laki bertingkah layaknya wanita atau banci dalam hidupnya.


Ketika Ohta memikirkan itu langsung saja Tanaka mulai menepuk pundaknya Ohta sambil menatapnya dengan mata kosong.


"Ohta.. jika kau jadi aku mungkin kau akan mengalami pahitnya hidup didunia ini" gumam Tanaka padanya.


"A.. Apa kau mengalami hal yang sama seperti ku ?" tanya Ohta dengan gugup.


"Ahh.. hanya berbeda jumlah saja, jika kau hanya 2 maka aku seasrama yang memiliki penampilan seperti itu kecuali 1 orang" balasnya yang mulai melanjuti tugasnya.


Mendengar ini tentu Ohta terdiam, bukan hanya dia saja bahkan para lelaki yang mendengar ini mulai mendekati Tanaka dan segera menyemangatinya termasuk Ohra.


"Tanaka.. semangat.."


"Benar aku yakin kau akan segera melupakannya.."


"Terima kasih atas pengorbananmu Tanaka.."


Disisi lain para gadis mulai menatap Tanaka dengan khawatir mendengar nasibnya disana, sedangkan Asuna yang melihat ini hanya bisa menghela nafas saja.


"Aku merasa kalau Tanaka-Kun baru saja memencet tombol yang salah" gumam Asuna yang melihat Tanaka bertambah pucat melihat dirinya dikelilingi oleh teman sekelasnya.


***


"Hahaha !! itulah balasannya jika kau tidak membawa oleh oleh untuk kami !!" tawa Ritsu dengan bahagia melihat Tanaka menderita.


"Ritsu.. kau benar benar tidak membantu sama sekali.. setidaknya merasa lah iba padaku.." gumam Tanaka yang mendengar ini.


Setelah jam sekolah mereka beres langsung saja Tanaka dan Asuna mulai pulang kerumah mereka.


Tentu Tanaka masih ikut menumpang hari ini karena pelatih Rino tiba tiba menambah acara campingnya selama 3 hari kedepan.


Namun terlihat kalau diruang tamu saat ini ada Ritsu, Kanzaki dan Yada yang juga mampir kekediamannya Asuna.


Sedangkan Asuna saat ini sedang menyiapkan teh untuk mereka berempat sambil mendengarkan pembicaraan mereka.


"Mahh.. mahh.. Ritsu.. bukannya akhir akhir ini kau sering jahil pada Tanaka-Senpai.." ucap Kanzaki yang mencoba menenangkan mereka berdua.


"Hmph.. salahnya sendiri karena tidak peka" balas Ritsu yang mengembungkan pipinya sambil menoleh kearah lain.


Tanaka yang mendengar ini tentu terdiam sambil memikirkan apa yang dimaksud Ritsu sebelumnya.


"Senpai.. Ritsu.. ingin dimanja olehmu" ujar Yada yang tersenyum jahil padanya.


Tentu Tanaka yang mendengar ini terdiam dan melihat Ritsu yang wajahnya ada rona merah saat ini, melihat ini langsung saja Tanaka mulai mengelus kepalanya.

__ADS_1


"Yosh.. yosh.. anak pintar.." gumam Tanaka yang sedang mengelus Ritsu saat ini.


"Ahh !! Mou !! jangan perlakukan aku seperti anjing Senpai !!" teriak Ritsu yang kesal dengan perlakuan Tanaka padanya.


"Hahaha !!" tawa mereka melihat Tanaka menjahili Ritsu saat ini.


"Tanaka-Kun selalu begitu jika melihat gadis lengah dia akan langsung menjahili mereka hingga puas" ujar Asuna yang meletakkan tehnya diatas meja untuk mereka.


"Terima kasih, Asuna-Senpai !!" balas Kanzaki dan Yada secara bersamaan.


"Ahh.. terima kasih untuk tehnya Asuna.." balas Tanaka yang sudah selesai menjahili Ritsu dan segera meminum tehnya, begitu juga yang lainnya.


"Hmm.. seperti biasa tehmu selalu enak Asuna, mau berapa kali meminumnya teh buatanmu memang yang terbaik" balas Tanaka yang mulai memuji teh buatan tangan Asuna.


"Makasih untuk pujiannya, Tanaka-Kun" balas Asuna yang senang akan pujiannya Tanaka.


Terlihat kalau suasana mereka berdua sangat romantis hingga Ritsu dan yang lainnya dapat melihat bunga bunga disekitar mereka.


"Hmph.."


Terlihat kalau Ritsu sedang mengembungkan pipinya dengan begitu kesalnya ketika melihat betapa romantisnya Tanaka dan Asuna saat ini, begitu juga dengan Kanzaki dan Yada.


Melihat ini Ritsu sudah tidak tahan dan segera berpindah dan mulai duduk dipangkuannya Tanaka yang saat ini terkejut melihat aksinya.


"Rit-"


Belum juga Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia dicium oleh Ritsu hingga ketiga gadis yang melihat ini terkejut dibuatnya.


"!!!"


Dan mereka semakin terkejut melihat Ritsu mulai agresif hingga memasukkan lidahnya pada mulutnya Tanaka.


Terdengar suara ciuman mereka yang begitu intens tersebut sehingga membuat Asuna dan yang lainnya merasa iri dengannya.


Apalagi Asuna semakin kesal melihat Ritsu menatapnya dengan tatapan kemenangan bahwa ia berhasil mendapatkan ciumannya Tanaka.


Melihat ini langsung saja Asuna segera menyingkirkan Ritsu dari Tanaka, tentu Tanaka yang melihat ini mulai menghela nafas lega karena berpikir kalau dirinya ditolong olehnya.


"Ha.. terima kasih Asu-"


Namun hal itu bukan seperti yang Tanaka pikirkan, justru ia malah mencium Tanaka sambil menutup matanya.


Melihat ini tentu mereka terkejut, dilain sisi Kanzaki dan Yada juga yang melihat ini tidak bisa menahannya lagi dan segera mendekati Tanaka.


"Ahh !! mou !! aku sudah tidak tahan lagi !!" teriak Yada yang juga mendorong Asuna setelah sesi ciuman mereka berakhir.


"Tu-"


"Mou.. Tanaka-Senpai.. lebih baik diam dan biarkan kita saja yang melayanimu hari ini" potong Yada dan mulai menciumnya juga.


Tentu Tanaka yang merasakan ini ingin sekali mendorongnya, namun ditahan oleh Kanzaki yang mulai menggigit daun telinganya.


"Senpai.. lepaskan saja.." bisik Kanzaki yang seperti succubus sangat menggoda.


Tentu bukan hanya Kanzaki para gadis juga mulai mendekati Tanaka seperti ingin memangsanya.


Melihat ini Tanaka hanya bisa memasang wajah memerah dan panik melihat para gadis seperti predator yang ingin memangsanya.


"UAAHHH !! KALIAN SEMUA TENANGLAH !!" teriak Tanaka yang ingin kabur menggunakan teleportasinya.


Tapi ia tidak bisa melakukannya, tentu Tanaka yang melihat ini terkejut bukan main.


"Kenapa !?" teriak Tanaka yang bertambah panik saat ini.


"Hehehe.. percuma saja karena aku sudah menggunakan Anti Space Magic agar kau tidak kabur dari sini, Senpai.." ujar Ritsu yang menjilat bibirnya melihat Tanaka tidak bisa kabur lagi.


"Tunggu !! darimana kau mempelajari sihir itu !?" tanya Tanaka dengan panik.


Ia sebenarnya bisa saja kabur dengan Ningen Shikkaku miliknya itu atau dengan sedikit kekerasan pada mereka, namun karena Tanaka orangnya cepat panik bila berurusan dengan perempuan maka ia tidak dapat berpikir dengan jernih.


"Tanaka-Kun / Tanaka-Senpai / Senpai" ucap mereka dengan mata lapar ketika melihat Tanaka.


"Tu.. Tunggu.. kalian semua te-" ucap Tanaka yang mencoba untuk menenangkan para gadis.


Namun perkataannya dipotong oleh Ritsu yang mulai menggunakan sebagian tubuhnya untuk membuat Tanaka terikat dengan sangat kuat.


"Tu- Ahhh !!"

__ADS_1


__ADS_2