The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 17


__ADS_3

Keesokan harinya terlihat kalau saat ini Tanaka sedang ditaman sedang berolahraga, tentu saat ini masih lumayan sepi karena jarang ada seseorang yang pergi olahraga pukul 04.00 pagi.


Tapi kali ini Tanaka melakukannya jam 05.30 pagi dan tetap masih saja sepi, terlihat kalau Tanaka saat ini sedang pull up di batang pohon.


"99.. 100.. ha.. aku rasa sudah cukup hari ini" gumam Tanaka yang mulai turun dari batang pohon itu.


"Ha.. terima kasih kawan sudah mau meminjamkan sebagian batangmu untukku berlatih disini" gumam Tanaka sambil menepuk nepuk pohon yang ia gunakan untuk latihan sebelumnya.


Langsung saja ia mengeluarkan botol air minum dan menuangkan sebagian airnya pada pohon itu hinga menyisakan seperempat air dari botol itu.


Setelah menyirami pohon itu langsung saja Tanaka mulai menghabiskan airnya, dan mulai membuangnya ketempat sampah.


"Hmm.. mungkin aku akan melatih Bushosoku Haki milikku disini mumpung sepi" lanjut Tanaka yang mulai duduk dibawah pohon itu dan mulai fokus menutup matanya.


Terlihat kalau Tanaka saat ini benar benar memfokuskan energinya pada tangan kanannya, setelah cukup lama ia memfokuskan energinya terlihat kalau tangannya mulai menghitam secara perlahan.


Setelah selesai terlihat kalau tangannya Tanaka mulai menghitam sampai sikunya, melihat ini Tanaka mulai berpikir kalau Bushosoku Haki miliknya berhasil walau memerlukan waktu yang cukup lama.


Langsung saja Tanaka mulai mengetesnya dan mulai mengeluarkan pisau lipat yang ia ambil dari pria kekar sebelumnya kemarin.


Sambil mempertahankan Bushosoku Hakinya langsung saja Tanaka mulai menusuk tangannya yang dilapisi oleh haki itu, namun sebelum pisau itu menusuk tangannya tiba tiba saja ada yang menghentikan tangannya.


Tentu hal ini membuat Tanaka tercengang dan mulai melihat kearah belakangnya, terlihat kalau orang yang menghentikan tangannya adalah Haruna, Akiho dan Yui.


"Ha ? sedang apa kalian lakukan disini ?" tanya Tanaka dengan wajah lesunya dan bingung.


"Tentu saja menghentikanmu bodoh !!" teriak Yui dengan kesal ketika melihat wajah lesunya.


"Tanaka-San, kau tahu pisau itu berbahaya" balas Haruna yang saat ini masih menahan tangannya, begitu juga dengan yang lainnya.


"Benar apa yang dikatakan Haruna-Chan pisau itu berbahaya" lanjut Akiho yang setuju dengan ucapannya Haruna.


"Apa kau masih marah padaku sampai sampai berusaha untuk menusuk tanganmu dengan pisau itu !?" teriak Akiho yang ikut panik, bahkan ia sampai sampai mengeluarkan air mata melihat ini.


Tentu Tanaka yang melihat ini hanya bisa terdiam sambil menatap mereka bertiga dengan aneh dan mulai membalas mereka.


"Kalian gila ya ?"


"JUSTRU KAU YANG GILA !!"


***


"Jadi begitu.."


Tentu Tanaka mulai menjelaskan semua kronologinya pada mereka kalau apa yang Tanaka lakukan barusan adalah latihan sambil menjelaskan Haki pada mereka bertiga.


"Maafkan kami.." ucap mereka bertiga dengan malu ketika mendengar perkataan Tanaka.


Melihat ini langsung saja Tanaka hanya bisa menghela nafas lega karena masalahnya sudah selesai lalu segera melanjutkan latihannya.


Langsung saja Tanaka mulai melapisi tangan kirinya dengan Haki, terlihat kalau tanganya mulai menghitam namun hal tersebut tidak dapat dilihat oleh mereka bertiga.


Setelah selesai langsung saja Tanaka mulai menusuk pisaunya pada tangannya, tentu para wanita yang melihat ini panik dengan tindakannya Tanaka.


Namun mereka semua terkejut ketika melihat pisau yang sedang menusuk tangannya Tanaka mulai patah ketika menyentuhnya.


"Ehh ?"


"Ehh ?"


"Hmm.." langsung saja Tanaka mulai melihat kearah pisaunya dan juga tangan kirinya.


"Meskipun aku bisa mematahkan pisau ini sepertinya aku masih merasakan rasa sakit seperti ditusuk lidi atau aku terlalu kencang menusuknya ?" gumam Tanaka yang masih bisa merasakan sedikit rasa sakit ditangan kirinya.


"Ta.. Tanaka-San apa kau baik baik saja" ujar Akiho yang khawatir dengan keadaannya Tanaka, begitu juga dengan Haruna dan Yui.

__ADS_1


"Hmm ? aku baik baik saja, terima kasih sudah mengkhawatirkanku" balas Tanaka dengan wajah lesunya.


"Syukurlah.." gumam Akiho sambil menghela nafas lega ketika mendengarnya.


"Jadi.. kenapa kalian semua kemari ?" tanya Tanaka yang melihat kearah mereka bertiga dengan penasaran.


"Ahh.. sebenarnya aku dan Onee-Chan sedang jogging pagi ini dan kebetulan kami bertemu Kotegawa-San dijalan, begitu.. " ujar Haruna yang menjelaskan semua kronologinya pada Tanaka.


"Benar.." lanjut Yui yang menganggukkan kepalanya ketika mendengar perkataannya Haruna.


"Ohh.. kalau begitu aku pulang dulu" balas Tanaka yang mulai berdiri dari tempatnya.


"Ahh.. tunggu dulu Tanaka-Kun.. bagaimana kalau kita olahranga bersama, gimana ?" tanya Akiho sambil menahan tangannya Tanaka.


"Ehh ? tapi ak-" balas Tanaka namun dipotong oleh Akiho.


"Mou.. Tanaka-Kun kau tidak boleh menolak permintaan seorang wanita, kalau begitu ayo !!" sahut Akiho dengan semangat menarik tangannya Tanaka.


Sedangkan Tanaka yang mendengar ini seketika wajahnya mulai pucat dan melihat kearah Haruna dan Yui yang saat ini masih menontonnya.


Ketika mereka berdua merasakan tatapannya Tanaka mereka hanya menoleh kearah lain dengan wajah memerah saja.


Melihat ini Tanaka hanya bisa pasrah saja kalau staminanya akan dikuras habis oleh Akiho pagi ini.


***


Kediaman Rito, pukul 06.30 pagi.


Terlihat kalau saat ini Mikan sedang memasak untuk orang orang yang ada dirumah, tentu kali ini dia tidak sendiri kali ini dia dibantu oleh Lala disana.


"Lala-San.. setelah kau memotong bawang itu, sekalian kau potong ikan itu ya.." sahut Mikan yang saat ini masih sibuk mengaduk supnya.


"Baiklah.." balas Lala dengan ceria seperti biasanya.


Sedangkan Mikan yang melihat ini langsung tersenyum sambil mengingat beberapa hari ketika Lala pertama kali memasak dan meminta Rito untuk mencoba masakannya.


TINGG !! TONGG !!


"Hmm ? siapa yang memencel bel rumah kita jam segini ?" gumam Mikan yang mendengar suara bel itu.


"Mungkin itu Tanaka, soalnya ia pernah bilang padaku kalau ia akan berolahraga dan itu sudah ia lakukan dari kemarin" sahut Lala yang saat ini sudah selesai memotong ikannya.


"Ha !? Tanaka-San yang terlihat lesu itu !? orang itu !? tidak, tidak mungkin !?" teriak Mikan yang melambaikan tangannya, ia benar benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.


"Hmm.." sahut Lala yang menganggukkan kepalanya dengan begitu polosnya.


"Ha.. kalau begitu, Lala-San bisakah kau bukakan pintu untuk tamu kita ?" tanya Mikan yang saat ini masih memijat keningnya ketika mengingat wajah Tanaka yang sedang berolahraga.


"Baiklah.." balas Lala yang mulai mengelap tangannya dengan apronnya dan mulai berjalan kearah pintu rumah.


Langsung saja Lala pergi dan mulai membukakan pintunya terlihat kalau orang yang berdiri didepan pintu adalah Haruna, Akiho, dan Yui.


Sedangkan Tanaka saat ini sedang digendong oleh Akiho tepat dibelakangnya.


"Ya ? Tanaka !? ada apa dengannya ?!" teriak Lala yang melihat Tanaka saat ini sedang pingsan dengan mata putihnya.


"I.. Itu.. sepertinya itu ulahku, lagi.. a.. ahahaha.." balas Akiho sambil tertawa canggung ketika mendengar teriakan Lala.


"Onee-Chan.. kau benar benar merepotkan Tanaka-Kun.." gumam Haruna sambil menepuk keningnya ketika melihat kakaknya.


Tentu Yui yang bersama mereka hanya bisa menghela nafas ketika melihat Haruna yang kerepotan dengan kakaknya, sama seperti dirinya.


***


"Rian.." ucap seorang wanita yang membisikkan namanya pada Rian dengan suara kecil.

__ADS_1


"SENSEII !!" teriak Rian yang saat ini mulai berlari kearahnya.


Terlihat kalau wanita itu saat ini sedang terbaring dilantai dengan darah yang mulai keluar dari tubuhnya terlihat kalau wanita itu memakai jubah berwarna hitam.


Melihat ini langsung saja ia mendekati wanita jubah hitam itu dan mulai mengangkat kepalanya secara perlahan.


"SENSEII !!" teriak Rian dengan panik pada wanita itu.


"Rian.. ada yang ingin aku sampaikan padamu.." ucap wanita itu dengan suara kecil.


"BERTAHAN LAH SENSEI !! AKU AKAN MEMBAWAMU KERUMAH SAKIT TERDEKAT !!" teriak Rian yang tambah khawatir ketika melihat darahnya terus keluar dari tubuhnya.


"Dengarkan aku.." ucap wanita itu sambil memegang wajahnya Rian dengan tatapan serius.


Tentu Rian yang mendengar ini seketika mebelakkan kedua matanya dan memilih untuk diam karena ucapan wanita itu atau lebih tepat gurunya.


"Jalan apapun yang kau pilih.. baik itu sisi buruk.. maupun sisi baik.. aku ingin kau memilih jalan itu sesuai kata hatimu.. Rian dan lindungi lah.. anak anak yatim piatu itu.." lanjut wanita itu.


"Aku ingin kau.. hidup bahagia dan melupakanku.. Rian.." lanjut wanita itu yang mulai menitikkan air matanya sambil mengusap wajahnya Rian dengan lembut.


"Sensei.." gumam Rian yang melihat gurunya menangis disaat kematiannya akan datang.


"Aku.. ingin kau.. hidup bahagia.. selama sisa hidupmu.. Ri.. an.." lanjut wanita itu yang matanya mulai menutup secara perlahan.


Sedangkan Rian yang melihat gurunya meninggal tepat dihadapannya hanya bisa terdiam sambil menangkap tangannya yang hampir jatuh kelantai penuh darah itu.


***


"SENSEI !!" teriak Tanaka yang terbangun dari mimpinya sampai sampai ia mengeluarkan keringat dingin ketika bangun dari mimpinya.


Terlihat kalau Tanaka saat ini sudah berada dirumahnya Rito lebih tepatnya diruang tamu.


Tepat ketika Tanaka bangun dengan teriakan, langsung saja Tanaka mendengar suara seseorang memanggil namanya.


"TANAKA / TANAKA-KUN / TANAKA-SAN !!" sahut Lala dan yang lainnya yang melihat kalau dirinya sudah bangun saat ini.


"La.. Lala-Sama ? apa yang terjadi disini ?" tanya Tanaka yang saat ini sedang kebingungan.


"Tanaka.. kau tiba tiba saja pingsan ketika berolahraga bersama Akiho-San" balas Lala dengan khawatir ketika melihat Tanaka berkeringat saat ini.


Sedangkan Tanaka yang mendengar ini hanya bisa menghela nafas lega, sambil memegang kepalanya.


'Jadi itu hanya mimpi yahh..' batin Tanaka yang tiba tiba mengingat gurunya yang sudah mati sebelumnya.


'Tapi kenapa harus mimpi itu lagi..' batin Tanaka dengan keringat yang membasuhi keningnya itu.


"Ta.. Tanaka-Kun.. apa kau baik baik saja ?" tanya Akiho yang khawatir akan keadaan Tanaka, apalagi ketika melihat wajah pucatnya.


"Hmm.. aku tidak apa apa, hanya sekedar mimpi buruk itu saja" balas Tanaka yang mulai berdiri dari sofanya.


Namun belum juga melangkah tiba tiba saja ia jatuh dan untung saja ia ditahan oleh Lala yang melihat Tanaka masih lemah saat ini.


Tentu hal ini membuat yang lainnya mulai bertambah khawatir ketika melihat Tanaka jatuh.


"Tanaka-San.. jangan memaksakan dirimu, kau baru bangun dari pingsanmu" ucap Mikan yang melihat Tanaka sedang ditahan oleh Lala.


"Itu benar.." lanjut Yui yang diangguki oleh Haruna dan yang lainnya.


"Ergghh.. aku tidak apa apa Mikan, hanya saja.." balas Tanaka.


GROOWWWLLL !!


Tepat ketika Tanaka akan melanjutkan perkataannya tiba tiba saja perutnya mulai berbunyi dengan sangat kencang sampai seisi ruangan ini dapat mendengar suara perutnya Tanaka.


"Aku lapar.."

__ADS_1


"...."


__ADS_2