The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 21


__ADS_3

Setelah Tanaka dan Lala saling berbincang langsung saja mereka berdua mulai melesat satu sama lain dan mulai menyerang menggunakan senjata mereka masing masing.


Tentu Tanaka menggunakan Bushosoku Hakinya pada tangan dan juga senjata rakitannya.


Terlihat kalau serangan mereka mulai beradu satu sama lain hingga menciptakan percikan disana, melihat ini langsung saja Tanaka mulai menambah kekuatannya untuk mendorong Lala.


Sedangkan Lala yang melihat ini mulai menangkis lalu membalasnya menggunakan tendangannya.


Tanaka yang melihat ini mulai menahan menggunakan kedua tangannya hingga terpental beberapa meter akibat pukulan Lala.


'Kugghh.. tendangan macam apa itu !? sakit sekali !?' batin Tanaka yang kesakitan ketika menahan tendangan Lala.


Melihat Tanaka terpental langsung saja Lala mulai mengeluarkan ponselnya, lalu mengeluarkan sebuah bazooka dan mulai menembaki Tanaka yang saat ini masih terpental karena tendangannya.


Setelah terpental langsung saja ia mulai menggunakan kedua kakinya untuk memperlambat lajunya setelah berhenti langsung saja Tanaka mulai melihat kearah Lala.


Namun yang ia lihat saat ini adalah sebuah peluru berwarna krem menuju kearahnya dengan cepat.


Melihat ini langsung saja Tanaka mulai menggunakan teleportasi miliknya dan mulai menghindari serangan itu dan mulai muncul tepat kebelakangnya Lala.


Langsung saja Tanaka mulai menebas Lala dengan bilahnya secara horizontal.


Sedangkan Lala yang merasakan kehadiran Tanaka tepat dibelakangnya ia mulai menggunakan bazooka miliknya untuk menahan serangan tersebut.


Terlihat ketika Lala menahan serangannya Tanaka dengan bazooka miliknya yang sudah terbelah menjadi dua bagian.


'Apa !!' batin Lala yang terkejut melihat senjatanya terbelah menjadi dua.


Langsung saja ia mulai melempar bazooka itu kearah Tanaka sambil mengambil pedang yang ada dilantai dan menjauh dari sana.


Tentu Tanaka yang melihat ini mulai melompat mundur karena bazooka yang Lala lemparkan itu mulai meledak ketika Tanaka membelahnya.


BOOOMMM !!


Tanaka yang sempat menghindari ledakan itu mulai memasukkan bilahnya kembali dan segera mengeluarkan moncong senjatanya lalu mulai menembaki Lala yang diudara saat ini.


DORR !!


Sedangkan Lala yang melihat Tanaka memasukkan bilahnya dan mulai mengarahkan tangannya pada dirinya, langsung saja Lala mulai menahannya dengan pedang yang ia ambil sebelumnya.


CRAAKK !!


Ketika Lala menahannya terlihat kalau pedang miliknya mulai retak ketika menahan peluru Tanaka.


'Apa !! lagi !?' batin Lala yang terkejut ketika melihat pedangnya mulai retak karena pelurunya Tanaka.


Melihatnya panik langsung saja Tanaka mulai mendarat sambil menembaki Lala dari jarak jauh.


DORR !! DORR !! DORR !!


Tentu Lala yang melihat Tanaka menembaknya ia langsung menghindar itu sambil berlari kearah Tanaka.


'Hoo.. sepertinya Lala-Sama mulai menenangkan dirinya' batin Tanaka yang melihat Lala mulai kembali tenang setelah melihat senjatanya sedikit retak.


Meskipun begitu Tanaka tetap menembaki Lala yang saat ini sedang mempersempit jarak mereka dengan melakukan gerakan selang seling untuk menghindari pelurunya.


'Sial makhluk luar angkasa memang berbeda dengan manusia' batin Tanaka dengan kesal ketika melihat beberapa pelurunya dihindari oleh Lala, walau ada beberapa peluru yang hampir mengenainya.


Ketika Lala sudah hampir sampai didepannya, langsung saja Tanaka mulai mengeluarkan bilahnya kembali dan segera menyerang Lala.


Tentu Lala yang melihat Tanaka mulai menyerang langsung saja ia menahannya dengan pedang miliknya.


TRAANGG !


Terlihat kalau bilahnya Tanaka dan pedangnya Lala mulai saling bertemu kembali dan mulai mendorong satu sama lain hingga mengeluarkan percikan disana.


Sedangkan Gid dan yang lainnya melihat pertarungan Tanaka dan Lala hanya bisa terdiam sambil menonton pertandingan mereka dengan wajah serius.

__ADS_1


Disisi lain Rito dan yang lainnya melihat ini hanya bisa berdoa kalau kedua temannya agar mereka baik baik saja, sedangkan Saki yang melihat ini hanya menyoraki Tanaka.


Sedangkan di Arena terlihat kalau Tanaka dan Lala masih menahan serangan mereka saat ini, terlihat kalau dibilah mereka mulai terlihat beberapa percikan disana.


'Sial.. ini benar benar melelahkan' batin Tanaka yang saat ini masih menahan serangan Lala, terlihat kalau keringat mulai turun dikeningnya.


"Sepertinya kau mulai kelelahan Tanaka, apa kita sudahi disini ?" balas Lala yang masih menahan serangannya Tanaka, terlihat kalau Lala sudah berkeringat saat ini.


"Ahh.. aku rasa kau benar dan sepertinya kekuatan kita sama hingga kita benar benar kelelahan saat ini" balas Tanaka yang melihat wajahnya Lala juga berkeringat.


"Yahh.. kau benar" balas Lala yang mulai menepis bilahnya Tanaka dengan kuat.


Tentu Tanaka yang merasakan bilahnya ditangkis mulai menatap kearah Lala dengan tidak percaya karena tebasannya sama sekali tidak berkurang.


Ketika Tanaka sedang terkejut tiba tiba saja dia melihat Lala memasukkan tangannya kedalam sakunya untuk mengambil ponselnya.


Tentu Tanaka yang melihat ini mulai memasukkan bilahnya dan mulai membidik kearah tangan Lala yang akan mengambil ponselnya dan mulai menembaknya.


Sedangkan Lala yang melihat ini mulai tersenyum dan tetap mengeluarkan ponselnya sambil melempar pedangnya kearah senjata rakitannya Tanaka.


Langsung saja serangan mereka mulai mengarah ke benda yang mereka incar, Tanaka yang mulai menembaki ponselnya Lala hingga terpental.


Sedangkan pedang Lala mulai menghancurkan senjata rakitannya Tanaka yang mana hal tersebut membuat Lala tersenyum karena rencananya berhasil.


'Sialan.. bisa bisanya aku lengah' batin Tanaka yang melihat senjata mulai hancur mulai kesal.


Setelah senjatanya hancur langsung saja Tanaka mulai melompat mundur kebelakang sambil menatap kearah Lala, sedangkan Lala sendiri hanya berdiri diam disana sambil mengambil ancang ancang menyerang.


'Oii.. oii.. oii.. padahal aku berniat untuk melatih kedua haki ku, namun bisa bisanya aku lupa karena terlalu fokus pada kekuatannya' batin Tanaka yang sempat sempatnya lupa tentang tujuannya kali ini.


"Ha.. dan lagi aku ini hanya ahli dibidang serangan jarak jauh bukan jarak dekat sialan.." gumam Tanaka yang menghela nafas lelah sambil mengingat dirinya dimasa lalu.


Benar, meskipun Tanaka atau Rian disebut sebagai Assassin no 1 ia lebih mengandalkan senjata jarak jauh dari pada senjata jarak dekat itu.


Hal itu dikarenakan staminanya sangat kecil makanya ia mengandalkan pistol atau senapan untuk membunuh, bahkan ia pun dijuluki sebagai Fox Si Penembak Jitu karena targetnya tidak pernah lepas dari pandangannya.


"Sepertinya kau sudah tidak memiliki senjata lagi, Tanaka" sahut Lala yang melihat senjata rakitannya sudah hancur langsung tersenyum kearahnya.


Terlihat kalau Lala saat ini sedang kelelahan karena mengeluarkan kekuatan besar dalam setiap serangannya, bahkan ia tidak menyangka kalau Tanaka masih dapat menahan serangannya tersebut.


'Ha.. sepertinya tidak ada pilihan lain lagi selain menggunakan itu..'


Tanaka yang melihat ini langsung menghela nafas lalu segera mengangkat kedua jarinya yang mengarah kearah Lala.


Sedangkan Lala yang melihat tindakannya Tanaka entah kenapa ia memiliki firasat buruk mengenai ini, langsung saja melompat mundur dari tempatnya.


Tepat ketika Lala mundur tiba tiba saja muncul beberapa tulang berwarna biru dari tanah mengarah ketempat Lala berdiri sebelumnya.


Tentu hal ini membuat mereka semua yang melihat ini terkejut bukan main melihat serangan Tanaka yang dapat mengeluarkan tulang dari tanah.


Melihat ini langsung saja Tanaka mulai menjentikkan jarinya lalu muncul tengkorak Naga tepat dihadapan Lala.


Lala yang sedang melayang diudara tentu terkejut ketika melihat tengkorak Naga dengan mata biru menyala tepat dihadapannya.


Terlihat kalau tengkorak Naga itu mulai mengumpulkan energi cahaya dari mulutnya, setelah itu langsung saja tengkorak itu mulai menembaki Lala.


Sedangkan Lala yang melihat ini langsung melindungi dirinya dengan kedua tangannya.


BOOMMMM !!


Terjadilah ledakan yang cukup besar ketika Lala menahan serangan tersebut, hingga beberapa debu menghalangi pandangan para penonton.


Disisi lain Gid dan Sephie yang lainnya melihat ini mulai mengkhawatirkan keadaan Lala, begitu juga dengan yang lainnya.


Tepat setelah asap itu menghilang terlihat kalau pakaian Lala mulai berganti menjadi pakaian tempur Deviluke yang biasa Lala pakai.


Mereka melihat Lala baik baik saja langsung saja mulai menghela nafas lega.

__ADS_1


Disisi lain Lala yang sedang menahan serangannya melihat kearah dirinya yang saat ini menggunakan baju tempurnya karena ulah Peke.


"Peke !? apa kau baik baik saja !?" tanya Lala dengan khawatir akan keadaannya Peke.


"Lala-Sama.. aku baik baik saja, jika aku telat sedetikpun Lala-Sama sudah pasti akan pingsan karena serangan itu" balas Peke yang ada saat ini menjadi topi dengan wajah lelahnya.


'Sekuat itu !?' batin Lala yang tidak percaya akan apa yang ia dengar saat ini.


Namun sebelum Lala berbicara pada Peke tiba tiba saja Tanaka mulai muncul dibelakangnya sambil memasukkan kedua tangannya disaku jubahnya.


Tentu Lala yang merasakan ini mulai menendangnya namun serangan itu meleset karena ia hanya menendang siluetnya Tanaka yang menggunakan teleportasinya.


Sedangkan Lala yang melihat Tanaka menghilang, langsung saja ia memukul kearah belakang karena ia sudah tahu pola gerakan Tanaka ketika menggunakan teleportasinya.


Tentu Tanaka yang melihat kalau Lala mulai menyadari keberadaannya mulai tersenyum licik, sebab Tanaka sudah memprediksikan hal ini.


Langsung saja Tanaka menggunakan Telekinesis miliknya pada Lala.


Terlihat kalau tangannya kirinya mulai mengumpulkan energi berwarna biru disana, setelah itu langsung saja ia mulai menurunkan tangan kirinya kebawah.


Tepat ketika Tanaka menurunkan tangannya tiba tiba saja Lala ikut turun kebawah hingga lantainya mulai retak karena berat dari gravitasinya atau Telekinesisnya.


'Khee.. berat !!' batin Lala yang terkejut ketika dirinya tiba tiba merasa didorong kebawah oleh Tanaka.


"L.. Lala-Sama !?" balas Peke yang melihat Lala kesulitan saat ini, bahkan ia pun tidak bisa apa apa terhadap tekanan ini.


Melihat ini langsung saja Tanaka mulai mengeluarkan dua tengkorak Naga tepat disisinya sambil mengarahkan kedua tengkorak itu pada Lala dengan energi dikedua tengkorak itu.


"Bagaimana Lala-Sama ? sebaiknya kau menyerah saja sebab aku dan kau sudah kelelahan saat ini" sahut Tanaka yang menyarankan hal ini pada Lala.


Terlihat kalau ia sedang tersenyum kearah Lala dengan mata biru menyala yang ada dikirinya, begitu juga dengan kedua tengkorak naga itu.


"A.. Aku.. menyerah.." gumam Lala yang berhenti melawan hingga ia pingsan karena kelelahan disana.


"LALA-SAMA !?" teriak Peke yang melihat Lala pingsan, tentu Tanaka yang melihat ini mulai menghilangkan Telekinesis miliknya sdmbari menghela nafas lega.


"Pe.. Pertandingan telah berakhir !! pemenangnya adalah Tanaka Yuki" teriak Zastin yang mengumumkan kemenangan Tanaka pada mereka semua.


Mereka yang melihat ini langsung bertepuk tangan begitu juga dengan para penjaga yang melihat pertandingan tuan putri mereka dan juga Tanaka.


Bahkan Gid dan Sephie yang melihat ini ikut bertepuk tangan sambil tersenyum ketika melihat perjuangan putri mereka melawan Tanaka hingga akhir, begitu juga dengan Momo dan Nana.


Sedangkan Rito dan lainnya pun juga hanya bisa ikut bertepuk tangan atas kemenangan Tanaka, walau masih terkejut dengan kekuatannya Tanaka yang tiba tiba mengeluarkan tulang dan juga tengkorak itu.


Disisi lain Tanaka yang mendengar pengumuman itu pun ikut pingsan dan mulai jatuh tepat disebelah Lala yang pingsan saat ini.


Terlihat kalau kedua tengkorak itu mulai menghilang secara perlahan disana ketika Tanaka pingsan, tentu Gid yang melihat mereka berdua pingsan segera menyuruh Zastin.


"Zastin, bawa Lala dan bocah sialan itu keruang perawatan" sahut Gid yang melihat Tanaka pingsan saat ini.


"Baik, sesuai perintahmu Gid-Sama !!" balas Zastin yang langsung menggerakkan pasukannya untuk membawa Tanaka dan Lala keruang perawatan.


"Ha.. aku tidak menyangka kalau Lala akan kalah terhadap bocah malas itu" gumam Gid sambil memijat keningnya ketika melihat pertandingan mereka.


"Fufufu.. tidak apa apa Sayang, yang penting Lala dapat menemukan kebahagiaannya sendiri dari Tanaka-Kun, itu saja sudah cukup" balas Sephie yang melihat Gid memijat keningnya saat ini.


"Yahh.. tapi masalahnya ia benar benar pemalas, aku merasa masa depan planet ini akan kacau nantinya" balas Gid yang mengingat Tanaka dapat tidur dimanapun ia berada.


"Jangan begitu Sayang, kau juga dulu hanya menggunakan ototmu daripada otakmu, bahkan semua urusan ekonomi, politik, strategi dan negosiasipun aku yang mengurusnya, bahkan Tanaka-Kun masih lebih baik darimu" jelas Sephie yang mendengar perkataannya Gid.


Sedangkan Gid yang mendengar ini dari istrinya pun mulai tertusuk oleh perkataannya tepat dihatinya.


"Apalagi kau dipanggil anak kecil oleh Tanaka-Kun ketika melihat penampilanmu, itu karena kau tidak menggunakan otakmu, sayang.." lanjut Sephie sambil tersenyum manis dibalik cadarnya.


"BAIKLAH !! BAIKLAH !! AKU KALAH !! JADI JANGAN BAWA NAMA BOCAH NAKAL ITU !!" teriak Gid dengan wajah memerah ketika mendengar hinaan Sephie terhadap dirinya.


Sedangkan Sephie yang mendengar ini mulai tertawa dengan senang ketika melihat wajah merahnya Gid, sedangkan Momo dan Nana yang melihat ibu mereka sedang menjahili ayah mereka hanya bisa tertawa canggung ketika melihat ini.

__ADS_1


"Baiklah.. kalau begitu bagaimana kalau kita semua menjenguk mereka berdua"


__ADS_2