The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 61


__ADS_3

"Kami minta maaf atas apa yang telah kami perbuat, Karasuma-Sensei" ujar Isogai yang saat ini sedang dikantor.


Tentu bukan hanya Isogai saja yang ada dikantor semua murid juga ada disana, bahkan Dazai pun ada disana dengan kepalanya yang diperban saat ini.


"Tidak masalah, itu juga bagian dari pekerjaanku" sahut Karasuma yang saat ini sedang mengerjakan pekerjaannya dilaptop.


Sedangkan Irina hanya membaca bukunya untuk menambah materi belajar mereka nanti.


Dazai sendiri saat ini justru sedang duduk dengan kedua kakinya yang ada diatas meja sambil melipat kedua tangannya, bahkan terlihat kalau ia sedang memejamkan matanya.


"Lalu bagaimana dengan kalian ?" tanya Karasuma.


"Apa kalian mendapatkan pelajaran dari kejadian kali ini ?" lanjutnya tanpa menoleh kearah mereka.


"Tentu saja itu bukan uang atau nilai kami, kami jadi teringat untuk menggunakan kekuatan kami demi menolong orang" balas Nagisa yang mewakili mereka semua.


"Jika kita bisa membunuh maka kita bisa menyelamatkan bumi, jika kemampuan akademik kita baik maka kita bisa menolong orang lain" lanjut Nagisa yang menjelaskan keadaannya pada Karasuma.


"Tentu kami tidak akan sembarangan lagi memakainya" ujar Okajima yang mengakui kesalahannya.


"Kami semua akan lebih berhati hati lagi" lanjut Maehara.


Tentu mereka yang mendengar ini ikut menganggukkan kepala mereka yang juga setuju dengan ucapan Nagisa, Okajima dan Maehara setelah mengakui kesalahan mereka.


Sedangkan Karasuma dan Irina hanya tersenyum ketika melihat mereka semua menyadari kesalahan mereka.


"Bahkan aku pun baru menyadari sesuatu ketika mengingat percakapanku dengan Dazai-Sensei sebelumnya" ujar Nagisa yang tiba tiba mengingat perkataannya Dazai.


Tentu mereka semua yang mendengar ini mulai menoleh kearah Nagisa dengan penasaran.


"Kalau kami semua bukanlah manusia yang sempurna sebab kami semua masih memiliki banyak kesalahan seperti yang kami lakukan sebelumnya"


"...."


"Jika aku memberitahukan ini pada kalian dulu.. mungkin ini tidak akan terjadi, semuanya maafkan aku.." lanjut Nagisa yang mulai menundukkan kepalanya pada mereka semua.


"Ahh.. tidak apa apa Nagisa-Kun, seperti yang kau katakan sebelumnya kalau manusia itu tidaklah sempurna" balas Isogai yang mencoba untuk menenangkan dirinya.


"Benar.. lagipula semua ini memang murni kesalahan kami" lanjut Kataoka yang setuju dengan perkataan Isogai.


"Benar benar.." balas Kaede yang juga menganggukkan kepalanya.


Tentu bukan hanya Kaede saja bahkan mereka semua setuju dengan ini, bahkan Karasuma dan Irina yang mendengar ini merasa lega akan pikiran mereka yang mudah berubah setelah melakukan kesalahan.


Nagisa yang melihat ini tentu tersenyum ketika melihat teman temannya mencoba untuk menenangkannya, langsung saja dia dan yang lainnya mulai menoleh kearah Dazai.


"Dazai-Sensei.. maafkan kami yang telah membuatmu kecewa setelah mendengar berita ini" ujar Isogai yang mulai menundukkan kepalanya pada Dazai, begitu juga dengan yang lainnya.


Sedangkan Dazai sendiri masih duduk ditempatnya dengan posisi sebelumnya, mereka yang tidak mendengar jawaban dari tentu merasa khawatir mengenai ini.


Bahkan Karasuma dan Irina yang melihat Dazai masih diam mulai menoleh kearahnya, langsung saja Irina mulai memanggilnya.


"Dazai-Kun ?" tanya Irina yang memasang wajah khawatir ketika Dazai masih terdiam ketika memanggil namanya.


Tepat ketika Irina mengatakan itu tiba tiba saja kepala Dazai mulai berpindah posisi kearah Karasuma dan mulai memakai bahunya sebagai bantal.


Tentu saat ini Dazai sedang tertidur dengan senyum diwajahnya, bahkan ia sempat mengingau sesuatu pasal makanan.


"Hehehehe.. Shortcake.." gumam Dazai yang masih dialam mimpinya.


"...."


Tentu mereka yang melihat ini terdiam karena Dazai sempat sempatnya tidur dengan senyum diwajahnya, bahkan para gadis yang melihat ini ingin sekali memotretnya namun tidak bisa.


Sedangkan Karasuma yang melihat ini mulai kesal hingga beberapa urat muncul dikeningnya, langsung saja dia mulai berdiri dari kursinya.


BRAAKK !!


Tentu Karasuma yang telah berdiri membuat Dazai terjatuh dengan keras sehingga ia membuka matanya dengan panik sambil menoleh sekitarnya.


"Ha ? kemana kuenya ?"


"INI MASIH DISEKOLAH BOCAH !?"


***


Unknown Place.


Beberapa hari telah berlalu dan saat ini Dazai, Karasuma dan Koro-Sensei sedang berada disebuah pintu masuk menuju ruang bawah tanah.


Tentu mereka disini karena mereka bertiga dapat berita tentang para murid mereka yang disekap oleh Shinigami.


Bahkan Dazai sempat lengah karena ia saat itu sedang tertidur dikamarnya, dan membiar Q untuk pergi menuju tempatnya Shiro untuk melakukan beberapa eksperimen baru pada Q.


"Jadi disini yahh.." gumam Dazai yang melihat pintu masuknya.


"Tapi.. apa perlu kalian melakukan hal ini ?" lanjut Dazai yang melihat Karasuma yang memegang tali pengikat dengan Koro-Sensei yang saat ini sedang bercosplay menjadi anjing.


"Nyuhuhuhu.. jangan salah Dazai-Sensei.. ini memang diperlukan agar penciumanku lebih tajam dan lebih alami" balas Koro-Sensei yang saat ini sedang mencium bau muridnya.

__ADS_1


"Apanya yang alami dari anjing besar seperti ini !?" sahut Karasuma dan Dazai sambil menatap Koro-Sensei dengan aneh.


"Nyuhuhuhu.." tawa Koro-Sensei yang mulai membuka mengganti pakaiannya.


Sedangkan Karasuma dan Dazai mulai menghela nafas dan mulai bersiap untuk masuk kedalam, tentu Karasuma mulai mengeluarkan pistolnya dan bersiap untuk masuk.


***


"Gawat.. rencanaku jadi kacau" sahut Shinigami yang melihat ponselnya.


Tentu orang itu adalah pembunuh bayaran yang dibicarakan oleh Lovro dan Dazai sebelumnya, penampilannya saat ini yaitu pria biasa dengan rambut lavendernya.


Saat ini ia bersama dengan Irina, tentu Irina saat ini sedang bekerja sama dengannya setelah Irina menghilang beberapa hari yang lalu.


"Ahh.. Karasuma-Sensei, Koro-Sensei dan Dazai-Sensei" sahut Sumire yang senang ketika melihat mereka bertiga datang.


"Bukankah Koro-Sensei pergi menonton bola di brazil bersama Dazai-Sensei ?" balas Nakamura dengan senang.


Tentu mereka semua saat ini sedang memakai baju olahraga yang baru dari pemerintah berikan pada mereka, tentu baju itu memiliki fungsi lain seperti tahan banting, bau yang tidak bisa dicium dan masih banyak lagi.


"Ya sudah, kalau begitu pakai rencana 16" ujar Shinigami itu yang mulai pergi menuju mereka bertiga, tentu Irina yang mendengar ini mulai tersenyum.


"Saatnya aku unjuk gigi"


***


Disisi lain Dazai dan yang lainnya mulai bergerak kedalam, disaat mereka tiba langsung saja mereka masuk kedalam pintu selanjutnya.


Namun tiba tiba saja pintu dibelakang mereka mulai tertutup hingga membuat mereka terkejut.


"A.. Apa ini !?" tanya Koro-Sensei yang merasakan ruangnya bergetar.


"Ruangannya turun kebawah !?" balas Karasuma yang juga ikut merasakannya.


"Ahh.. sepertinya begitu" ujar Dazai yang merasakan ini.


Tepat ketika ruangannya turun mereka bertiga dapat melihat Irina sedang ditahan saat ini,


Tentu orang itu menggunakan pakaian canggih untuk menghilangkan tubuhnya walau masih dapat dirasakan oleh mereka bertiga.


Bahkan ia membawa 2 Uzi sambil menodong senjatanya pada kepalanya Irina.


"Irina / Irina-Nee !?" sahut Karasuma dan Dazai yang terkejut ketika melihat ini.


Setelah mereka turun langsung saja mereka mulai menjaga jarak diantara mereka berdua sambil menunggu kesempatan yang akan muncul nanti.


"Jadi kau dalangnya yahh ?" tanya Karasuma yang mulai mengarahkan pistolnya pada orang itu.


"Apa kalian pernah mendengar nama 'Shinigami' ?" tanya Shinigami itu pada mereka bertiga sambil menodong Uzi nya pada kepala Irina.


"Ahh.. aku pernah mendengarnya dari Lovro-San" balas Dazai yang mengingat pembicaraan mereka tentang 'dia'.


"Aku sengaja membiarkannya hidup, jika aku ingin para pesaingku berhenti maka aku harus membuatnya memperkenalkan diriku pada kalian" jelas Shinigami pada mereka.


"Hei.. bisakah kau jatuhkan pistolmu ? atau aku mau menembakinya ?" tanya Shinigami pada Karasuma yang saat ini sedang mengarahkan pistolnya padanya.


Tentu Karasuma yang tidak punya pilihan lain hanya menurunkan senjatanya, melihat ini langsung saja Shinigami itu mulai mendorong Irina hingga terjatuh.


"AHHHH !?" rintih Irina yang kesakitan saat ini.


"Irina-Nee !?" teriak Dazai yang mulai berlari kearahnya.


"Aku taruh bom pada lehernya dan juga para murid, bom itu akan meledak sesuai keinginanku" sahut Shinigami.


"Kau pikir aku akan menyerah dan mati hanya dengan sandera ?" tanya Koro-Sensei pada Shinigami itu.


"Kalau itu entahlah"


Terlihat kalau Shinigami itu hanya membalas perkataannya Koro-Sensei dengan santainya sambil tersenyum kearahnya, tentu Koro-Sensei yang mendengar ini hanya tersenyum.


Namun tiba tiba saja kaki tentakelnya mulai ditembak hingga ia terkejut, ditambah lantainya yang ia pijaki tiba tiba saja terbuka.


Tentu melihat ini ia mulai melihat Irina yang sedang menembaki dirinya yang dirinya terjatuh kebawah.


'Ke.. Kenapa !?'


Langsung saja ia mulai memanjangkan tentakelnya untuk meraih tepi perangkapnya ketika ia jatuh saat ini, namun sayang sebelum meraihnya tiba tiba saja Shinigami mulai menembaki tentakelnya.


Tentu Koro-Sensei yang melihat ini mulai mencobanya lagi namun siapa sangka kalau Shinigami itu masih dapat menembaki tentakelnya.


'Di.. Dia bisa melihat tentakelku !?' batin Koro-Sensei yang terkejut ketika melihat ini.


Langsung saja Koro-Sensei mulai jatuh kebawah tempat dimana para muridnya disekap, tentu para murid yang melihat ini terkejut dengan kedatangannya.


"Koro-Sensei !?"


"Sensei !?"


"Bapak tidak apa apa !?"

__ADS_1


Tepat setelah Koro-Sensei terjatuh tiba tiba saja pintunya mulai tertutup, langsung saja Shinigami itu mulai angkat bicara setelah melihat ini.


"Tadi itu cepat sekali.. bahkan aku tidak perlu menggunakan sandera" sahut Shinigami itu yang mulai mengangkat kedua Uzinya keatas.


Langsung saja ia mulai melihat Dazai, Karasuma dan Irina yang sedang melihatnya saat ini.


"Mari ucapkan selamat tinggal"


***


Disisi lain Koro-Sensei yang saat ini dipenjara bersama dengan yang lainnya sedang menjilati jeruji besinya menggunakan lidahnya.


"Aku lapisi lidahku dengan cairan pencernaanku, dan dalam setengah hari kita bisa keluar dari jeruji ini setelah aku melelehkannya" sahut Koro-Sensei pada muridnya.


"KELAMAAN !?"


Melihat guru mereka melakukan ini tentu saja mereka protes, namun ketika sedang mereka sedang melihat ini tiba tiba saja Shinigami itu datang dengan yang lainnya.


"Hei.. jika kau terus menjilatinya, akan kuledakkan bomnya" sahut Shinigami pada Koro-Sensei.


"EHH !? KOK GITU !?" balas Koro-Sensei yang terkejut ketika mendengar ini.


"Nahh.. ayo kita bergegas, saat ini aku akan membanjiri tempat ini dengan air" sahut Shinigami itu pada mereka, tentu mereka yang mendengar ini terkejut.


"Kalian tahu.. kalau kita saat ini berada di saluran drainase, aku tinggal beri perintah diruang kendali diatas lalu dua ratus air per detik akan membuat kalian hancur dengan jeruji ini" jelas Shinigami pada Koro-Sensei.


"Tunggu.. apa kau ingin membunuh para murid juga ?" tanya Karasuma yang berjalan kearahnya sambil memegang pundaknya.


"Tentu saja.. selagi ada kesempatan, bukankah begitu Dazai-Kun ?" sahut Shinigami dengan senyum diwajahnya.


Tentu mereka yang mendengar ini terkejut dan mulai menoleh kearah Dazai yang saat ini sedang berdiri sambil memasukkan kedua tanganya pada saku mantelnya.


"Ahh.. seperti yang kau katakan, Shinigami-San" balas Dazai dengan senyum gelapnya.


Langsung saja Dazai berjalan kesamping mereka berdua sambil menyandarkan dirinya pada tembok dengan santainya.


Tentu hal ini membuat para murid terdiam ketika melihat Dazai juga ikut bersekongkol dengan Shinigami itu, bahkan Karasuma yang mendengar ini mulai kesal pada mereka berdua.


"Irina, Dazai padahal kalian sudah tahu.." sahut Karasuma pada mereka berdua.


"Sebagai profesional.. aku hanya mementingkan hasilnya, kamu juga ingin begini, kan ?" balas Irina tanpa memandang Karasuma.


Sedangkan Dazai hanya memasang tatapan kosong tanpa menjawabnya, tentu hal ini membuat Karasuma bimbang saat ini.


Tentu melihat Karasuma bimbang Shinigami itu mulai pergi dari sana, namun tiba tiba saja Karasuma angkat bicara padanya.


"Akan aku sampaikan kebijakan ini pada pemerintahan"


Sedangkan Shinigami yang mendengar ini mulai menoleh kearahnya, tiba tiba saja Shinigami itu disambut oleh tinjunya Karasuma hingga ia terseret mundur beberapa meter olehnya.


"Nyawa dari 27 orang lebih berharga dari bumi, kalau kau masih ingin membunuh mereka semua, maka aku akan menghentikanmu" jelas Karasuma sambil melonggarkan dasinya.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai menatap kearah Karasuma dengan tatapan kagum, bahkan Kurahashi sampai menatapnya dengan mata penuh cinta.


"Biar aku beri tahu ini pada kalian Irina, Dazai.. menjadi profesional tidaklah semudah itu" sahut Karasuma sambil membuka jasnya lalu melemparnya ketanah.


Tentu Irina yang melihat ini hanya menatapnya saja, begitu juga dengan Dazai.


Disisi lain Shinigami yang mendengar ini mulai pergi dari sini hingga membuat mereka semua terkejut ketika melihat ini, tentu Karasuma yang melihat ini mulai mengejarnya.


"Mana mungkin aku melepasmu !!"


"KARASUMA-SENSEI !? JANGAN LUPA HIDUPKAN RADIONYA !?" teriak Koro-Sensei padanya, sedangkan Irina yang melihat ini hanya bisa terkejut dengan aksinya.


"Hmph.. buru buru sekali, Karasuma mungkin hebat namun orang itu jauh lebih hebat darinya" jelas Irina yang mulai membuka kalung bomnya sambil memutar kalung itu dijarinya.


"Bahkan ia berhasil menangkap gurita itu dengan mudahnya" sahut Irina dengan sombongnya.


"*****-Sensei.." gumam mereka yang mendengar ini darinya.


Tepat ketika Irina sedang membicarakan ini pada mereka tiba tiba saja ia mendapatkan panggilan dari Shinigami dan mulai menerima arahannya untuk membunuh Karasuma dari belakang.


"Baiklah.." balas Irina dengan singkat.


"Dazai-Kun aku serahkan mereka padamu.." sahut Irina sambil melihat kearah Dazai.


"Ahh.."


Tentu Dazai yang mendengar ini hanya membalas Irina dengan tatapan kosongnya, melihat ini langsung saja Irina mulai pergi menyusul mereka berdua.


"Dazai-Sensei.." gumam Kanzaki dan Yada yang melihat tatapan kosong Dazai saat ini.


Bukan hanya Kanzaki yang melihat ini namun mereka semua juga terdiam tanpa bisa mengatakan apa apa, langsung saja Koro-Sensei mulai membuka mulutnya.


"Kerja bagus Dazai-Sensei.. Rencana D mu telah berhasil" puji Koro-Sensei padanya Dazai yang saat ini tersenyum ketika mendengar ini.


"Ahh.. kalau begitu mari kita lanjut ketahap selanjutnya, Koro-Sensei"


"...."

__ADS_1


__ADS_2