The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 15


__ADS_3

Kembali sebelum kejadian itu terjadi tepat pukul 11.00 siang, dekat Taman.


Terlihat kalau Tanaka saat ini sedang duduk dibangku taman sambil memainkan ponselnya, tentu saat ini ia sedang melihat status miliknya.


[ Name : Tanaka


Age : 16 years old


Race : High Human


Title : Protagonist, Administrator, Assassin No 1, King Marksman, Lazybones


Atribute :


Strength : B


Intiligent : EX


Agility : B+


Endurance : C


Stamina : D+


Charm : A+


Luck : EX


Skill : Ningen Shikkaku (EX), Telepotation, Telekinesis, Judgement Eyes, Gaster Blaster, Bone Manipulation, Gun Mastery


Poin : 11.000 ]


Tentu Tanaka yang melihat poin miliknya terisi mulai tersenyum walaupun ia hanya mendapatkan poin kecil itu pun sudah cukup untuk Tanaka membeli Kenbunshoku dan Boshosoku Haki.


Namun sebelum Tanaka mulai membelinya tiba tiba saja ia mendapatkan telepon dari Kami-Sama, Tanaka yang melihat ini langsung mengangkat teleponnya.


"Halo ? Kami-Sama ada apa kau meneleponku ?" tanya Tanaka yang mendekatkan ponselnya pada telinganya.


"Ahh.. Tanaka-Kun, aku meneleponmu hanya ingin memberimu hadiah itu saja" balas Kami-Sama yang ada dibalik telepon itu.


"Hadiah ? apa itu soal aku yang mengetahui tugasku yang sebenarnya ?" tanya Tanaka dengan serius.


"Yahh.. kau benar mengetahui itu, aku tidak menyangka kalau kau mengetahuinya hanya dalam 1 kali mengerjakan misi, apa kau marah ?" balas Kami-Sama dengan santainya.


"Hmm.. untuk apa aku marah ? lagipula tugas itu dari mu jadi sudah sewajarnya aku mengerjakan tugasku sebagai seorang assasin, bukan ?" balas Tanaka yang menguap saat ini.


"Hohoho.. kau benar benar menarik Tanaka-Kun, dan maaf sudah merepotkanmu maka akan aku kirimkan sekarang hadiahnya, dah.." ucap Kami-Sama yang langsung menutup teleponnya.


TUUTTT....


Tentu Tanaka yang mendengar suara teleponnya ditutup mulai terdiam lalu melihat kearah layar ponselnya, tepat ketika Tanaka melihat layarnya ia mendapatkan notif dari Kami-Sama.


[ Familiar Summon (A) : Sebuah kontrak yang memungkinkan Host untuk memanggil familiar spesial dan bertarung bersama anda selama misi berlangsung


Kontrak ini diberikan khusus untuk anda dari Kami-Sama


Apa Host ingin menggunakannya ?


Ya / Tidak ]


"Hmm.. mungkin nanti saja setelah dirumahnya Rito, sebaiknya aku pulang saja" gumam Tanaka yang langsung menekan 'tidak' dan mulai pergi dari taman.


Namun sebelum Tanaka melanjutkan perjalanannya ia tiba tiba saja melihat mini market yang ada dipinggir jalan dan mulai masuk untuk membeli beberapa snack disana.


***


"Apa anda ingin membayarnya dengan kartu kredit tuan ?" tanya kasir perempuan itu dengan wajah memerah ketika melihat wajah lesunya Tanaka.


Sedangkan Tanaka yang mendengar ini langsung mengeluarkan dompetnya sambil memberikannya uang kertas pada kasir itu.


"Tidak.. uang cash saja" balas Tanaka dengan singkat.

__ADS_1


Sedangkan kasir itu hanya mengambil uangnya lalu segera memberikan bon dan juga uang 100 yen pada Tanaka.


"Terima kasih sudah mau berbelanja disini, tuan" sahut kasir itu sambil membungkukkan badannya.


Sedangkan Tanaka hanya menghiraukannya saja sambil keluar dari mini market itu, tentu sebelumnya Tanaka menjadi sorotan banyak orang ketika masuk mini market sebelumnya.


Tentu hal ini membuatnya merasa tidak nyaman dan memilih untuk pergi dari mini market itu dengan cepat.


Setelah pergi langsung saja Tanaka mulai pergi ke mesin penjual otomatis untuk membeli minuman disana.


Langsung saja Tanaka mulai memasukkan uang koin itu kedalam mesin minuman malenv tersebut dan mulai menekan tombol minuman kopi kaleng dingin itu.


Setelah keluar langsung saja Tanaka mulai mengambil kopi kaleng itu lalu mulai membuka kaleng tersebut dan meminum kopinya.


"KYAAAA !?"


Terdengar suara teriakan wanita didalam gang yang ada disebelahnya Tanaka yang saat ini sedang meminum kopinya, mendengar ini langsung saja Tanaka mulai masuk kedalam gang tersebut.


Terlihat kalau didalam ada 3 pria berbadan kekar sedang menahan seorang wanita kantoran disana sambil menutupi mulutnya dengan kain.


Tentu Tanaka yang melihat ini mulai merasa kesal dengan tindakan ketiga pria itu yang mencoba untuk memperkosa seorang wanita disiang hari begini.


Langsung saja Tanaka mulai menghabiskan minumannya dengan cepat lalu mulai melempar kalengnya pada orang yang ada ditengah yang saat ini sedang mencoba untuk membuka baju wanita itu dengan sekuat tenaganya.


TRANGG !!


Tentu pria kekar botak itu menerima serangan kaleng dari Tanaka hingga pingsan, tentu hal ini membuat kedua temannya terkejut apalagi wanita itu yang tadinya menangis dengan pasrah sebelumnya.


"Oii.. oii.. apa kalian tidak punya istri dirumah ? sampai sampai kalian mau memperkosa seorang wanita di siang hari begini" sahut Tanaka yang berjalan kearah mereka dengan santainya sambil membawa kantong belanjaannya.


"SIALAN !? SIAPA KAU !?" teriak pria 2 itu yang melihat temannya pingsan karena sebuah kaleng.


"Aku ? aku hanya manusia gagal itu saja" balas Tanaka sambil mengangkat kedua bahunya dengan santai.


"JANGAN MAIN MAIN DENGAN KAMI BRENGSEK !!" teriak pria 3 itu mulai berlari kearah Tanaka.


Tanaka yang melihat ini langsung saja mulai menyimpan kantong belanjaannya dan mulai memukulnya tepat diwajahnya ketika ia sedang berlari.


Sedangkan pria 2 yang melihat teman temannya tergeletak ditanah langsung saja ia mengeluarkan pisau lipatnya dan mulai menyerang Tanaka.


Tentu Tanaka yang melihat ini hanya membiarkan pria itu menyerangnya, langsung saja pria 2 mulai menyerang perutnya Tanaka.


Namun sayangnya hal itu dihindari oleh Tanaka dan langsung menerima tendangan dari Tanaka tepat diperutnya.


"Kuaagghh.." geram pria 2 itu yang menerima tendangan dari Tanaka dan segera menjatuhkan pisau yang ia pegang.


Sedangkan Tanaka yang melihat ini langsung saja mulai mengambil pisau lipat itu dan mulai menarik rambut pria 2 itu dan mulai menusuk matanya dengan pisau itu.


Namun pisau itu berhenti tepat 1 centi diatas mata pria itu, tentu pria itu yang melihat pisau miliknya hampir menusuk matanya terdiam ketakutan ketika melihat ini.


"Dengar.. bilang pada teman temanmu untuk berhenti melakukan perbuatan konyol seperti itu lagi, jika tidak mau siap siap saja kau menghilang dari dunia ini" sahut Tanaka pada pria 2 itu dengan tatapan dingin.


"Apa kau mengerti ?" tanya Tanaka dengan suara berat.


"B.. Baik" balas pria 2 itu yang menitikkan air mata karena takut ketika melihat tatapannya Tanaka, bahkan ia pun tidak sengaja mengompol karena ketakutannya terhadap Tanaka.


"Bagus.. kalau begitu aku simpan pisaunya dan tidurlah" gumam Tanaka yang mulai menarik kepala orang itu sambil menendangnya menggunakan lututnya hingga pingsan.


Bahkan beberapa giginya pun rontok oleh tendangan kuat yang Tanaka berikan padanya.


Setelah pingsan langsung saja mulai melempar orang itu ke tong sampah besar yang ada dipinggirnya sambil memasukkan pisaunya kedalam jas dan mulai berjalan kearah wanita itu.


Terlihat kalau wanita itu menggunakan setelan jas kantor umurnya mungkin sekitar 19 atau 20 tahunan dari postur tubuhnya.


Karena gelap tentu saja ia tidak bisa melihat wajah wanita itu dan langsung membukakan ikatannya yang ada di tangan dan juga mulutnya.


"Kau tidak apa apa, nona ?" tanya Tanaka yang telah melepas ikatannya.


"A.. Aku tidak apa apa, te.. terima kasih banyak tuan.." ucap wanita itu dengan gugup.


"Hmm.. sepertinya mereka bertiga baru mengikatmu saja, sebaiknya kau menelepon polisi untuk menangkap mereka, aku pergi dulu" lanjut Tanaka pada wanita itu dan mulai meninggalkan dirinya disana sambil berjalan kearah kantong belanjaannya.

__ADS_1


"Tu.. Tunggu tuan, si.. siapa kamu ?" tanya wanita itu yang melihat Tanaka meninggalkannya disana.


Sedangkan Tanaka yang baru saja mengambil kantong belanjaannya langsung saja menoleh kearah wanita itu dan mulai membalasnya dengan wajah lesu.


"Aku ? aku hanya manusia gagal, kalau begitu selamat tinggal" ucap Tanaka yang mulai pergi dari gang itu sambil melambaikan tangannya pada wanita itu.


Sedangkan wanita itu yang melihat Tanaka pergi hanya bisa terdiam sambil menatapnya dengan wajah memerah saja ketika melihat betapa kerennya Tanaka.


***


"Dan itulah yang terjadi, bahkan aku tidak menyangka kalau orang yang aku selamatkan adalah kakaknya Haruna-San" jelas Tanaka yang menceritakan semuanya pada Lala dan yang lainnya dengan lesu, kecuali ia bertelepon dengan Kami-Sama.


"Ohh.."


Tentu mereka semua yang mendengar ini takjub dengan kisahnya Tanaka yang bertemu dengan Akiho sebelumnya, bahkan beberapa dari mereka bertepuk tangan ketika mendengar ini.


"Itulah kenapa aku jatuh cinta pada Tanaka-Kun !!" lanjut Akiho yang mulai memeluk Tanaka tepat dilehernya dengan erat.


"Le.. Lepaskan a.. ku.." gumam Tanaka yang menepuk nepuk tangannya Akiho ketika ia memeluknya dengan sangat erat.


"Aku tidak menyangka kalau kamu kuat Tanaka sampai bisa mengintimidasi orang orang itu" ucap Risa yang kagum ketika mendengar aksi heroiknya Tanaka.


"Hmm.. sudah kuduga kalau Tanaka itu orang baik" lanjut Lala dengan senyum cerianya.


"Benar.. walaupun dia sering tertidur dimanapun ia berada" balas Rito sambil menggaruk kepalanya ketika mengingat kebiasaan Tanaka beberapa hari yang lalu.


"Iya kau benar.. bahkan ketika kita sedang mengunjungi rumah Haruna pun ia justru tertidur dengan pulasnya" sahut Mio dengan wajah memerah ketika mengingat wajah tidurnya Tanaka.


"Tapi tetap saja, terima kasih karena sudah menyelamatkan Onee-chan, Tanaka-Kun.." ujar Haruna yang menundukkan kepalanya pada Tanaka.


Namun bukan balasan yang Haruna dapat justru ia melihat wajah Tanaka yang mulai membiru karena Akiho memeluk Tanaka dengan erat sampai kehabisan oksigen, bahkan mulutnya pun mulai berbusa.


"TANAKA-KUN / TANAKA !!" teriak Haruna dan Lala yang panik ketika melihat wajah birunya Tanaka.


Tentu yang lainnya ikut panik begitu juga dengan Akiho yang langsung melepas pelukannya karena terlalu bersemangat.


BRAAAKK !!


Setelah melepas pelukannya langsung saja tubuhnya Tanaka mulai jatuh keatas meja hingga menumpahkan seluruh minuman yang ada di meja kedirinya yang saat ini sedang pingsan.


"TANAKA / TANAKA-KUN / TANAKA-SAN !?"


***


Beberapa saat setelah Tanaka pingsan terlihat didepan pintu rumah Haruna kalau Lala dan yang lainnya akan segera pulang karena hari sudah sore.


Terlihat kalau Tanaka saat ini masih pingsan dengan mata putih disana sambil diangkat oleh Lala tepat dipundaknya layaknya ia mengangkat sekantong kentang disana.


"Kalau begitu.. kami pulang dulu ya, Haruna-Chan !!" ujar Lala yang pamit pulang bersama dengan yang lainnya.


"Ya.. terima kasih banyak atas kunjungan kalian dan maaf atas tindakan Onee-San" balas Haruna dengan wajah lelah ketika mengingat kejadian sebelumnya.


"Maafkan aku sudah merepotkan kalian semua" gumam Akiho yang menyesal akan tindakannya sambil menundukkan kepalanya pada Lala.


"Ahaha.. tidak apa apa Haruna-Chan, Akiho-San aku yakin Tanaka orangnya pemaaf, kalau begitu kami pergi dulu sampai jumpa besok !!" balas Lala sambil melambaikan tangannya pada Haruna dan Akiho.


Tentu Rito, Risa, Mio langsung mengucapkan salam perpisahan mereka pada Haruna.


"Sampai jumpa besok, Haruna"


"Kami pergi dulu"


"Bye bye, Haruna"


Setelah mereka mengucap salam perpisahan langsung saja mereka meninggalkan rumahnya Haruna dan pulang kerumah mereka masing masing.


"Onee-Chan.. kamu membuatku malu dengan tingkahmu didepan teman temanku kau tahu" sahut Haruna yang mulai mengomel pada Akiho ketika mengingat kejadian itu.


"Ma.. Maafkan aku.. aku tidak bisa menahannya ketika melihat penyelamatku ada dirumah, Haruna-Chan.." balas Akiho yang menundukkan kepalanya dengan malu akan sikapnya pada Tanaka.


"Baguslah kalau kau menyesal, malam ini kau hanya makan nasi dan telur saja" lanjut Haruna yang masih kesal kerena telah membuatnya malu didepan temannya.

__ADS_1


"Ehh.. tidak mungkin"


__ADS_2