
Beberapa hari telah berlalu dan banyak hal yang telah terjadi selama beberapa hari ini dikelas E setelah kejadian Festival Sekolah dan juga pesta itu.
Mulai dari UAS semester ke 2 bagi para murid kelas E yang telah berhasil masuk jajaran 50 besar berkat bantuannya Koro-Sensei dan Dazai.
Lalu Kepala Sekolah Gakuhou Asano yang datang untuk berencana meruntuhkan gedung kelas E lalu menantang Koro-Sensei untuk membunuhnya dengan cara yang ia miliki.
Dan terakhir atau saat ini dimana Kaede Kayano yang memulai rencananya untuk membunuh Koro-Sensei setelah rencana pertamanya gagal hingga saat ini.
Meskipun begitu selama beberapa hari ini Dazai sudah jarang terlihat baik disekolah maupun diapartemennya, tentu semua ini sudah termasuk rencananya yang ia susun dengan baik untuk masa depan dunia ini.
Karena saat ini Dazai sedang mengamati Kaede atau bisa dibilang Yukimura Akari adik dari Yukimura Aguri yang meninggal ketika menjalankan penelitian pada Koro-Sensei setahun yang lalu.
Terlihat kalau dari kejauhan Dazai sedang mengamati pembicaraan Kaede dengan Shiro-San atau Yanagisawa Kotarou selaku dalang utama dalam penelitian Koro-Sensei.
"Memangnya kamu bisa apa ? setelah membuang Itona-Kun karena tidak bisa mengurusnya" ujar Kayano tanpa memandang Shiro saat ini.
"Sepertinya keseimbangan metabolisme mu kacau, takdir bagi orang yang memakai tentakel yang tidak jinak.."
Namun sebelum Shiro menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja dia diserang oleh kedua tentakelnya Kaede, tentu Shiro yang melihat ini mulai menghindarinya.
"Jangan ikut campur urusanku.. aku bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri" balas Kaede yang mulai menghiraukan perkataan Shiro dan mulai pergi dari sana.
Setelah Kaede pergi dari sana langsung saja Dazai mulai berjalan kearah Shiro yang saat ini sedang memandang tempat dimana Kaede pergi barusan.
"Ha.. anak muda jaman sekarang memang susah dimengerti bukankah begitu.. Dazai-San ?" ujar Shiro yang menghela nafas pada Dazai tanpa menoleh kearahnya.
"Hahaha.. obsesinya terhadap balas dendam memang tidak bisa dihilangkan sebelum ia puas akan hasilnya Shiro-San, apalagi setelah ia mendapatkan cairan itu" balas Dazai yang mulai berdiri tepat disebelahnya.
Terlihat kalau angin sedang menghembuskan mantelnya Dazai hingga terlihat rumbaiannya mantelnya sedang berayun sesuai hembusan anginnya.
"Jadi.. apa rencanamu selanjutnya Dazai-San ?" tanya Shiro yang mulai menoleh kearah Dazai yang saat ini sedang memandang langit disore hari ini.
"Bukankah itu seharusnya pertanyaanku Shiro-San ?" tanya Dazai dengan senyum gelapnya saat ini.
"Hahaha !! sepertinya kau memang mudah diajak bercanda yahh.. Dazai-San tentu saja aku hanya bercanda" balas Shiro yang tertawa ketika mendengar ini.
Disisi lain Dazai yang mendengar ini hanya menggelengkan kepalanya saja ketika mendengar candaannya Shiro padanya walau terdengar garing ketika mendengarnya.
"Mahh.. yang berarti kita hanya harus melakukan rencana selanjutnya kan ? Shiro-San ?" tanya Dazai yang mulai serius saat ini.
"Ahh.. dengan proyek yang telah kita buat aku yakin kalau rencana ini akan berhasil dengan sempurna dan tinggal satu langkah lagi saja kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan Dazai-San !! apa saja !!" balas Shiro sambil merentangkan kedua tangannya dengan bangga.
Sedangkan Dazai yang mendengar ini hanya bertepuk tangan saja bahwa rencananya juga akan berhasil saat ini karena kecerobohannya Shiro yang terlalu percaya padanya.
"Kalau begitu.. sudah waktunya bukan ?"
Terlihat kalau Dazai mulai berbalik lalu segera meninggalkan tempat ini, tentu Shiro yang mendengar ini mulai mengikutinya tepat dibelakangnya.
"Ahh.."
***
Keesokan harinya tepat dimalam hari terlihat kalau saat ini dibelakang gunung Susukinohara ada sebuah cahaya jingga disana.
Tentu saat ini disana ada sebuah api yang sedang mengitari 2 orang saat ini, tentu orang itu adalah Kaede yang saat ini sedang menyerang Koro-Sensei dengan tentakel berapinya.
Sedangkan diluar lingkaran api itu terlihat para murid kelas E dan juga para guru sedang diluar sambil mendengar rencananya Koro-Sensei dari bayangan wajahnya.
Disisi lain para murid yang saat ini sedang kebingungan, bahkan Karasuma dan Irina yang melihat keadaan ini tidak bisa apa apa.
Sedangkan Nagisa sendiri saat ini sedang berpikir keras mengenai bagaimana cara membuat Kaede untuk melupakan nafsu membunuhnya.
'Tepukan pelumpuh ? tidak mungkin.. kalau pikirannya saat ini sedang kacau maka tepukan pelumpuhku tidak akan mengenai titik butanya'
'Pisau ? Pistol ? tidak.. semua itu hanya akan membahayakan Kayano saja'
'Lalu teknik apa yang bisa ak-'
Tepat sebelum Nagisa melanjuti pikirannya tiba tiba saja ia mengingat perkataan Dazai waktu Festival Sekolah itu.
Disisi lain kaki gunung terlihat kalau Shiro dan Dazai saat ini sedang melihat pertarungan guru dan murid yaitu Koro-Sensei dengan Kaede secara langsung.
Terlihat kalau saat ini mereka sedang melihat Nagisa sedang menghentikan Kaede dengan melakukan ciuman tepat dibibirnya.
__ADS_1
Tentu mereka yang melihat ini hanya bisa menghela nafas atas aksinya Nagisa, melihat api yang sedang mengitari mereka sudah meredup.
"Mahh.. sepertinya pertunjukan mereka sudah selesai" ujar Dazai yang saat ini sedang memakai jubah khusus agar bau dirinya tidak tercium oleh Koro-Sensei.
"Benar sekali.. kalau begitu bagaimana kalau kita menyambut mereka semua ? kita masih memiliki beberapa urusan lain setelah ini" balas Shiro yang mulai pergi menuju tempat mereka.
"Ahh.."
***
"KORO-SENSEI !?"
Terlihat kalau mereka saat ini sedang mengkhawatirkan kondisinya Koro-Sensei, terlihat kalau Kaede saat ini masih belum sadarkan diri dipangkuannya Okuda.
"Aku baik baik saja.. tapi pemulihan jantungku agak memakan waktu" balas Koro-Sensei yang saat ini bajunya lusuh ketika menerima luka dari Kaede sebelumnya.
"Bapak tahu kalau kalian ingin minta penjelasan mengenai ini, tapi tolong tunggu sebentar saja.."
DORR !!
Koro-Sensei yang mendengar ini mulai menghindari peluru yang sedang menuju ke kepalanya, tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu.
Terlihat kalau saat ini terdapat 2 siluet pria yang memakai jubah putih dan hitam disana, tentu saat ini para murid dapat melihat kalau pria berjubah hitam itu lah yang sedang menembaki Koro-Sensei saat ini.
Tentu mereka berdua tidak lain adalah Shiro dan Dazai yang saat ini sedang memakai jubah itu, langsung saja Shiro mulai berbicara pada mereka semua.
"Hentikan semua permainanmu, bukankah kau masih bisa menghindarinya ?"
"Shiro.." gumam Itona dengan kesal ketika melihat dia ada disini.
"Sungguh gadis yang tidak berguna, padahal dia sudah mengabdikan hidupnya untuk balas dendam, kukira aku bisa melihat hal yang lebih menarik lagi"
"Kau memang monster yang mengerikan, dalam satu tahun ini sudah berapa banyak pembunuh yang kau singkirkan ?"
"Tapi disini masih ada 2 orang lagi"
Setelah menjelaskan itu pada mereka semua langsung saja Shi- tidak Yanagisawa mulai membuka topengnya termasuk masker pengubah suaranya.
"Pembunuh terakhir adalah aku, kamu merampas semuanya dariku, aku akan membuatmu membayar semua itu dengan nyawamu" ujar Yanagisawa sambil menatap Koro-Sensei.
Terlihat kalau mata kirinya saat ini menggunakan lensa khusus setelah mata kirinya terluka, Koro-Sensei yang melihat ini langsung saja mulai berbicara padanya.
"Seorang peneliti hebat yang menyembunyikan wajah dan juga suaranya, sudah kuduga itu adalah kau, Yanagisawa" ucap Koro-Sensei sambil menatapnya yang saat ini juga sedang menatap Koro-Sensei dengan tajamnya.
"Kita pergi dari sini.. Zero.." ujar Yanagisawa yang mulai menepuk pundaknya Dazai lalu segera pergi dari sini.
Tentu Dazai yang merasakan ini hanya menganggukkan kepalanya saja saja sambil menatap mereka semua kembali dengan raut wajah sedihnya meskipun itu tidak dapat dilihat oleh mereka.
"Bulan Maret nanti, kita akan persembahkan kematian yang sempurna pada jiwamu yang terkutuk itu" sahut Yanagisawa yang mulai melompat kebawah.
Sedangkan Dazai yang mendengar ini mulai mengikutinya dari belakang, namun Dazai yang mengikuti Yanagisawa selama ini hanyalah satu orang yang mampu menyamar dengan sangat sempurna tanpa bantuan alat sama sekali.
'Master.. Rencana R tahap ke 2 sudah selesai'
'Bagus.. jalankan tahap selanjutnya'
***
Kimetsu no Yaiba World.
Saat ini dikediaman kupu kupu terlihat kalau Asuna saat ini sedang memandang bunga dihalaman rumahnya Kanae, tentu saat ini ia sedang merindukan Tanaka yang saat ini sedang melakukan misinya.
Tentu Asuna dan Lala juga sedang melakukan misi yang diberikan aplikasi grup chat itu pada mereka, dan sudah 1 tahun Asuna dan Lala disini.
Terlihat kalau Asuna saat ini sedang memasang raut wajah sedih ketika ia sedang memikirkan tentang keadaannya saat ini.
'Sudah 1 tahun aku dan Lala sudah berada disini, jika 1 tahun saja selama ini.. bagaimana dengan Tanaka yang ada disana' batin Asuna yang sedang melihat bunga saat ini.
Namun ketika Asuna sedang berada didunianya tiba tiba saja suara orang yang dia kenal mulai memanggil namanya.
"Asuna !!"
Tentu Asuna yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu dan mulai tersenyum kearahnya, tentu orang itu adalah Lala yang saat ini sedang memakai kimono berwarna biru dengan pola ikan saat ini.
__ADS_1
"Ahh.. Lala, bagaimana dengan pelajaran yang kamu berikan pada Shinobu-Chan tentang obat obatan nya ?" tanya Asuna dengan senyum diwajahnya.
"Yahh.. sudah kuduga kalau Shinobu-Chan memang berbakat dalam hal obat obatan, bahkan aku tidak bisa mengajari hal lain lagi padanya" balas Lala dengan ceria seperti biasanya.
"Semoga saja kau tidak mengajarkan dia obat obatan untuk makhluk luar angkasa" ujar Asuna yang mulai bercanda padanya.
"Hahahaha.. tentu saja tidak, jika Shinobu-Chan mendengar ini mungkin dia akan kebingungan ketika mencari semua bahan bahannya" tawa Lala ketika mendengar perkataannya Asuna.
Tentu Asuna yang mendengar ini ikut tertawa bersamanya, setelah beberapa saat setelah mereka tertawa tiba tiba saja suasananya menjadi sepi.
Hingga sebuah angin kecil mulai menerpa rambut panjang mereka kesebelah kiri mereka ketika angin kecil itu datang dari arah kiri mereka.
Ketika suasana mereka terasa sepi seperti ini tiba tiba saja Lala mulai bertanya dengan senyum diwajahnya pada Asuna.
"Nee.. Asuna.. apa kau merindukan Tanaka ?"
Tentu Asuna yang mendengar ini mulai membelakkan kedua matanya dengan terkejut ketika mendengar perkataannya Lala, langsung saja ia mulai menoleh kearahnya.
Tepat ketika Asuna melihat kearah Lala yang saat ini sedang tersenyum kearahnya tiba tiba saja angin mulai menerpa rambut mereka lagi tepat kearah kiri mereka.
"Ahh.. hmm.. aku merindukannya, apa kau juga merindukan Tanaka-Kun, Lala ? aku yakin bukan hanya dia saja bukan ?" tanya Asuna yang menganggukkan kepalanya dengan senyum sedihnya.
Langsung saja ia mulai menoleh kearah bunga krisan yang ada dihalaman saat ini, terlihat kalau ada kupu kupu diatas bunga itu sambil membuka tutup sayapnya.
"Hmm.. aku merindukan mereka semua, Mama, Papa, adik adikku, teman temanku, Akiho, Mio, Celine bahkan Tanaka juga" balas Lala sambil menatap siangnya langit saat ini.
"Aku merindukan mereka semua"
Setelah mengatakan itu tentu saja suasana mereka mulai kembali sunyi lagi, namun meskipun begitu Asuna dan Lala tidak membenci suasana sunyi seperti ini karena mereka berdua telah terbiasa dengan suasana sunyi seperti ini.
Namun ketika mereka sedang menikmati suasana sunyi ini tiba tiba saja burung gagaknya Kanae mulai memanggil nama mereka berdua.
"KHAAKK !! PARA PILAR SEKALIAN !! KHAAKKKK !! KOCHO KANAE SUDAH MENEMUKAN LOKASI KEDIAMAN KAMADO KHAAAKKKK !!"
"SEGERA PERGILAH KESANA KHAAAKKK !! "
Tentu mereka yang mendengar ini mulai memandang satu sama lain dan mulai menganggukkan kepala mereka lalu segera pergi bersiap untuk menjalankan rencana berikutnya.
***
Supreme Realm.
"Kami-Sama.. seperti para Outer God itu sudah berlebihan kali ini" ujar Irene dengan serius sambil melihat misi Tanaka yang sedang membersihkan sebuah Dungeon saat ini.
"Hmm.. kau benar putriku.. tapi kita masih belum bisa pergi saat ini" balas Kami-Sama sambil mengelus janggutnya.
"Apa kita harus pergi setelah Tanaka-Kun menyelesaikan misi utamanya terlebih dulu, Kami-Sama ?" tanya Lucy dengan khawatir saat ini.
"Ahh.. kalian hanya bisa bergerak setelah Tanaka-Kun menyelesaikan misinya yang satu ini, meskipun misi ini terbilang cukup susah untuknya" balas Kami-Sama sambil mengambil teh yang ada dimejanya dan mulai meminumnya.
"Namun.. bukankah anda sudah melihatnya kalau Tanaka-Kun sudah berhasil membuat Disaster Slime itu berevolusi ?" tanya Aeris kali ini.
"...."
Tentu mereka yang tidak mendapatkan balasan dari Kami-Sama mulai bertanya padanya dengan gugup kali ini, namun sebelum mereka bertanya tiba tiba saja Kami-Sama mulai bertanya pada Aeris.
"Anu.. putriku, tadi kau bilang apa ? mungkin aku salah dengar.."
"Itu.. membuat Disaster Slime itu berevolusi ?" balas Aeris sambil memiringkan kepalanya.
Kami-Sama yang mendengar jawabannya Aeris mulai tertawa dengan terbahak bahak.
Sedangkan mereka bertiga yang mendengar ini hanya memandang satu sama lain saja dengan bingung.
"HAHAHAHAHA !!"
"Aku tidak menyangka kalau Slime hitam itu akan muncul ditangannya Tanaka-Kun, sudah kuduga dari calon penerusku"
Mereka yang mendengar ini terkejut bukan main sebab Kami-Sama ingin mengangkat Tanaka sebagai penerus selanjutnya.
"Mahh.. Mahh.. sudah kuduga kalau ini akan semakin menarik melihat Slime yang telah membuat bencana pada 1 galaksi yang aku buat menjadi familiarnya dengan nama ras slime yang lain"
"Kalau begitu.. Tanaka-Kun, buatlah perubahan besar pada seluruh multiverse yang aku buat ini !! buat para Outer God itu menyadari siapa tuan mereka yang sesungguhnya !!"
__ADS_1