The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 68


__ADS_3

"Ahh.. sepertinya aku memang ditakdirkan untuk kehilangan guruku lagi, kahh.." gumam Dazai yang saat ini sedang melihat bulan sabitnya.


Setelah kematiannya Koro-Sensei para murid mulai menangis dengan kencang atas kepergian guru mereka yang telah mengajar mereka selama setahun ini.


Sesudah mereka menangis kepergian mereka langsung saja mereka pergi ke kelas untuk mengenang kebersamaan mereka dengan Koro-Sensei.


Sedangkan Karasuma dan Irina saat ini sedang menjelaskan keadaan pada regu inspeksi lapangan yang datang untuk memeriksa keadaan disana sambil meminta mereka untuk tidak datang terlebih dahulu.


Tentu mereka menerima mengenai permintaan itu, namun saat ini mereka benar benar penasaran dengan makhluk yang bersama dengan Dazai karena ia tidak mati setelah ditembaki sinar leser itu.


Namun hal itu dilarang oleh Karasuma dan Irina karena makhluk itu atau Q yang saat ini sedang dikuasai penuh atau dipegang oleh Dazai.


Mereka yang mendengar namanya Dazai mulai menghentikan niat mereka setelah mereka pernah berurusan dengan Dazai, bahkan pemerintahan menyuruh mereka untuk mundur agar tidak berurusan dengannya.


Dan disinilah ia berada sekarang, dimana ia saat ini sedang menatap malamnya hari ini didampingi oleh cahayanya bulan sabit.


Tentu ia tidak sendirian disana ada Q yang saat ini masih menjadi dirinya sedang berdiri tepat disebelahnya sambil menatap bulannya bersama Dazai saat ini.


"Master.. apa kau kedinginan ?" tanya Q yang menoleh kearah Dazai yang saat ini sedang menatap bulan dengan raut wajah sedihnya.


"Hmm.." balas Dazai dengan singkat yang pandangannya saat ini masih tertuju pada bulannya.


Tentu Q yang mendengar ini langsung mulai berubah menjadi syal dan mulai melilit lehernya.


Sedangkan Dazai yang merasakan ini mulai menyentuh syalnya dengan senyum diwajahnya dan mulai melihat bulannya kembali.


Terlihat kalau sebintik air mata mengalir dipipinya Dazai, walau hanya dirinya dan juga Q yang mengetahui ini.


Disisi lain para murid yang saat ini sedang dikelas mulai menoleh kearah Dazai yang saat ini sedang merasa sedih disana.


Bahkan Karasuma dan Irina yang melihat ini tidak bisa apa apa selain membiarkannya saja.


"Sepertinya Dazai-Sensei memang terpukul saat ini" gumam Kurahashi yang merasa sedih ketika melihat ini.


"Hmm.. ia bahkan sudah kehilangan 2 orang berharganya" balas Okano yang mendengar perkataannya.


'Dazai-Sensei..' batin Kanzaki dan Yada yang melihat wajah Dazai saat ini.


Tentu mereka yang mendengar ini hanya bisa terdiam sambil memandang Dazai yang saat ini masih berdiri selama 3 jam diluar sana tanpa memperdulikan kondisinya.


Yang bisa mereka lakukan saat ini memang hanya satu yaitu membiarkannya saja karena kondisi mereka juga saat ini sama sepertinya.


***


Kimetsu no Yaiba World.


"ARGGGHHH !!"


Terlihat kalau saat ini sebuah iblis berambut putih dengan beberapa mulut dan luka tebasan ditubuhnya mulai terbakar karena cahaya matahari.


Tentu makhluk itu tidak lain adalah Kibutsuji Muzan yang saat ini sudah dikalahkan oleh para pemburu iblis yang lain termasuk termasuk para pilar, Kanae, Lala dan juga Asuna.


"WOAHHHH !! KITA BERHASIL !!"


"KITA MENANG !! MUZAN SUDAH TEWAS !!"


"INI MASIH BELUM BERAKHIR !! CEPAT OBATI MEREKA YANG TERLUKA !!"


Setelah Kibutsuji Muzan dinyatakan tewas langsung saja beberapa Kakushi mulai melakukan perawatan pada pemburu iblis yang lainnya termasuk para pilar.


Disisi lain ditempatnya Asuna terlihat kalau ia saat ini sedang bersandar pada tembok dengan luka dimata kirinya dan juga tangan kanannya yang terpotong saat ini.


Tentu setelah Asuna dan Lala pergi menuju kediaman Kamado langsung saja mereka mulai berkumpul sambil menunggu kedatangannya Muzan.


Bukan hanya mereka bertiga saja, bahkan para pilar sekalian berada disana mulai pergi menuju lokasi secepat mungkin.


Tentu selama beberapa bulan yang ini para Pilar mulai melakukan pelatihan mereka secara diam diam sambil melatih beberapa pemburu iblis yang lainnya.


Dan akhirnya usaha mereka selama ini akhirnya terbayar juga walau harus merenggut beberapa nyawa selama pertempuran ini.


Saat ini Lala sedang mengobati matanya Asuna, sedangkan Kanae sedang mengobati tangan kanannya Asuna yang terpotong saat ini.


"Haa.. Akhirnya beres juga dengan ini kita bisa pulang kan ? Lala ?" tanya Asuna sambil tersenyum lega kearahnya.


"Hmm.. aku tidak sabar untuk melihat mereka semua.." balas Lala yang saat ini sudah mengobati mata kirinya Asuna.


"Lalu.. bagaimana dengan tangan kananmu Asuna-San ?" tanya Kanae yang saat ini khawatir dengan keadaannya.


"Ahh.. tenang saja aku yakin Mikado-Sensei akan mengobati ini bukankah begitu Lala ?" tanya Asuna sambil menoleh kearahnya dengan senyum diwajahnya.


"Tentu saja.. lagipula ia dokter terbaik yang aku kenal saat ini" balas Lala sambil mempeletkan lidahnya dengan lucu.


Tentu Asuna dan Kanae yang melihat tingkahnya Lala hanya bisa menertawakan tingkahnya saja, begitu juga dengan Lala yang ikut tertawa bersama mereka berdua.


Namun setelah mereka bertiga tertawa langsung saja Kanae mulai berterima kasih pada mereka berdua.


"Asuna-San.. Lala-San.. terima kasih banyak.. jika bukan karena kalian mungkin aku akan kehilangan adikku disini dan beberapa teman temanku disini, terima kasih.." sahut Kanae sambil membungkukkan badannya pada mereka berdua.

__ADS_1


Terlihat air mata mengalir dimata kirinya, karena mata kanannya Kanae saat ini sudah diperban olehnya ketika bertarung melawan Muzan sebelumnya.


Tentu Asuna dan Lala yang melihat ini mulai memeluknya tanpa mengucapkan kata kata sama sekali dengan senyum diwajah mereka.


Sedangkan Kanae yang merasakan ini mulai membalas pelukan mereka dan mulai menangis dengan kencang dipelukan mereka.


Bukan hanya Kanae saja yang menangis beberapa pemburu iblis dan juga beberapa pilar menangis atas kemenangan yang telah lama meraka impikan.


Kebebasan Umat Manusia dari para Iblis (Oni).


***


Ansatsu Kyoushitsu World.


Disisi lain Dazai saat ini sedang berada dikelas bersama para murid dan juga guru yang lainnya karena Karasuma ingin mengatakan sesuatu pada mereka.


"Target sudah musnah dan bumi pun sudah terselamatkan, terima kasih banyak atas kerja keras kalian selama 1 tahun ini"


"Mungkin ada yang tidak bisa kalian terima, tapi kalian akan diawasi sementara waktu ini dan diminta untuk tutup mulut, tentunya aku akan melindungi kalian sebisa mungkin"


"Tapi aku ingin minta maaf terlebih dahulu pada kalian"


Setelah Karasuma memberitahukan semuanya pada mereka langsung saja ia mulai membungkukkan badannya pada mereka yang mengejutkan seisi kelas termasuk Dazai.


"Kami baik baik saja, Karasuma-Sensei" sahut Maehara yang melihat tingkahnya Karasuma sehingga ia mulai menoleh kearahnya.


"Kami pasti akan berusaha untuk tetap tenang kok" lanjut Maehara dengan senyum diwajahnya.


"Lagipula kami tak ingin menyusahkan Karasuma-Sensei juga sih" sahut Okano kali ini.


"Dan sebagai gantinya, kami punya permintaan untukmu" ujar Kataoka yang mulai berdiri dari kursinya.


Karasuma yang mendengar ini mulai menoleh kearahnya dengan bingung begitu juga dengan Irina dan Dazai, langsung saja Kataoka mulai mengatakan permintaan nya pada Karasuma.


"Mohon izinkan kami menghadiri upacara kelulusan Kunugigaoka, pertarungan kami digedung utama itu adalah salah satu kenangan kami bersama Koro-Sensei"


Karasuma yang mendengar permintaan ini mulai tersenyum kearahnya dan mulai membalas.


"Ahh.. biar kuatur, lagipula itu memang pekerjaanku"


Tepat setelah Karasuma mengatakan itu tiba tiba saja para murid mulai berdiri dari kursi mereka dan mulai membukakan badan mereka pada Karasuma.


"Karasuma-Sensei, *****-Sensei, Dazai-Sensei.. terima kasih banyak atas bimbingan yang kalian ajarkan pada kami !!"


"TERIMA KASIH BANYAK !!"


Namun ketika mereka sedang menikmati momen ini tiba tiba saja salah satu prajurit dari regu inspeksi lapangan mulai menerobos masuk kedalam.


"KARASUMA-SAN !! INI GAWAT !!" teriak pria itu.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu, langsung saja Karasuma mulai bertanya pada nya.


"Ada apa ? sampai sampai kau menerobos masuk kedalam kelas ini"


"I.. Ini.. lihatlah berita yang ada diinternet saat ini" balasnya dengan panik.


Tentu mereka yang mendengar ini merasa kebingung dengan perkataannya apalagi ketika melihat ia datang kemari dengan panik.


Namun sebelum mereka berbicara tiba tiba saja Dazai mulai mengeluarkan perintah pada Ritsu.


"Ritsu.." ucap Dazai dengan serius, ia merasa ada yang tidak beres saat ini.


"Baik.." balas Ritsu yang mulai menampilkan berita terkini.


Terlihat kalau berita itu mengenai pulau Fukuma tempat dimana mereka melakukan liburan dan juga pembunuhan pada Koro-Sensei dulu.


Saat ini ditepi pantai terlihat sebuah portal berwarna ungu, terlihat beberapa tentara sedang menyisir area itu agar tidak ada yang mendekati tempat itu.


Tentu mereka yang melihat fenomena ini terkejut bukan main dengan berita ini, mereka yang melihat ini merasa yakin kalau dunia sedang diambang kehancuran saat ini.


"Ini bohong bukan" gumam Terasaka.


"Bu.. Bukankah ini bahaya ?" lanjut Okuda dengan gugup.


"Be.. Benar bagaimana ini.." balas Kataoka yang khawatir saat ini.


Bahkan Karasuma dan Irina yang melihat ini tidak bisa untuk tidak tenang, namun tiba tiba saja mereka mendengar suara Dazai.


"Sudah dimulai yahh.."


Tentu Karasuma dan Irina yang mendengar ini mulai menoleh kearah Dazai dengan wajah serius sambil mengusap dagunya.


"Dazai-Kun.. apa kau mengetahui ini ?" tanya Irina dengan gugup ketika melihat ini.


Tentu para murid yang mendengar perkataan Irina mulai menoleh kearah Dazai, sedangkan Dazai yang merasakan tatapan mereka hanya bisa menghela nafas saja.


"Hei.. kau tangkap ini" ujar Dazai yang mulai melempar sesuatu pada pria itu.

__ADS_1


Tentu orang yang melihat ini mulai menangkapnya dan melihat flashdisk yang ada ditangannya saat ini, namun sebelum dia membuka mulutnya tiba tiba saja Dazai mulai menyelanya.


"Berikan flashdisk itu pada pemerintah dan sebarkan informasi yang ada didalam sana pada penjuru dunia, jika mereka menolak maka tunggu saja kehancuran negara mereka mengerti ?" lanjut Dazai sambil menatap tajam kearahnya.


"Ba.. Baik !!" balasnya yang mulai berlari ketakutan ketika mendengar ini.


"Dazai.. apa kau mengetahui ini ?" tanya Karasuma dengan serius kali ini.


"Ahh.. bisa dibilang kasus ini lebih parah dari kasus Koro-Sensei itu sendiri" balas Dazai yang mulai berjalan kearahnya.


Tentu Karasuma yang mendengar ini mulai mempersilahkan Dazai mengambil tempatnya dan mulai berdiri disamping Irina.


"Semuanya.. akan aku beritahukan ini pada kalian, kalau portal itu merupakan sebuah Dungeon tingkat tinggi" sahut Dazai dengan wajah serius.


Mereka yang mendengar ini seketika terdiam dengan informasi yang mereka dengar darinya, langsung saja Okajima mulai berdiri sambil angkat bicara padanya.


"Hahaha.. ayolah jangan main main dengan kami Dazai-Sensei.. ini semua bohong bukan ?" sahut Okajima yang mencoba menenangkan suasananya


Namun ketika melihat raut wajahnya Dazai yang saat ini sedang serius, tentu Okajima yang melihat ini seketika terdiam dan mencoba bertanya kembali padanya.


"I.. Ini bohong bukan ?" tanya Okajima dengan gugup kali ini.


Dazai yang mendengar ini hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya, melihat ini ia mulai terduduk dikursinya dengan wajah pucat.


Mereka yang mendengar ini pun ikut terdiam termasuk Karasuma dan Irina, namun tiba tiba saja Dazai mulai berbicara pada mereka semha.


"Karena itulah tujuanku kemari" sahut Dazai pada mereka.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Dazai, langsung saja Kanzaki mulai bertanya padanya mengenai ini.


"Tujuanmu ?" tanya Kanzaki dengan bingung.


Sedangkan mereka yang mendengar ini awalnya bingung, namun tiba tiba saja Karasuma dan Irina mulai membelakkan kedua mata mereka ketika mendengar ini.


"Tunggu !! Dazai jangan bilang kalau kau.." ucap Karasuma yang mulai menoleh kearahnya dengan serius.


Sedangkan Dazai yang mendengar ini hanya bisa tersenyum kearahnya, tentu Karasuma yang melihat ini langsung mencoba untuk menghentikannya.


Namun tiba tiba saja dia berhenti ketika ia berjalan lalu mulai melayang diudara dan segera menghantam ke dinding yang berada disebelah papan tulis itu.


"KARASUMA / KARASUMA-SENSEI !!" teriak Irina dan para murid yang melihat kejadian ini.


Langsung saja mereka mulai menoleh kearah Dazai yang saat ini sedang mengangkat tangan kirinya.


Terlihat kalau mata kirinya Dazai mulai berubah menjadi biru terang disana, tentu mereka yang melihat ini seketika terdiam.


"Da.. Dazai-Sensei.." gumam Kanzaki dan Yada yang terkejut ketika melihat kejadian ini.


Tentu Dazai yang mendengar ini hanya menghiraukan mereka saja sambil menoleh kearah Ritsu dan mulai bertanya padanya dengan serius.


"Ritsu.. bagaimana dengan keputusanmu ?"


"Hmm.. kita bisa pergi sekarang, Dazai-Sensei" balas Ritsu dengan serius kali ini.


Mereka yang mendengar ini bertambah kaget dan mulai menoleh kearahnya dengan tatapan tidak percaya.


"Ri.. Ritsu.. apa yang kau ?" tanya Kaede dengan penasaran dan khawatir mengenai ini, begitu juga dengan yang lainnya.


"Teman teman.. maafkan aku.. tapi ini semua demi kelangsungan hidup umat manusia dunia ini" balas Ritsu sambil memasang raut wajah sedih karena ia harus berpisah dengan teman temannya.


"Ritsu.." gumam Hayami yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini begitu juga dengan yang lainnya, tentu Dazai yang melihat ini mulai memerintah Q.


"Q.."


'Baik.. Master..'


Langsung saja Q yang masih menjadi syal mulai pergi kearah Ritsu yang saat ini sedang menutup matanya dan mulai membuka mulutnya untuk menyerap Ritsu dengan cara memakannya.


Tentu mereka yang melihat Ritsu ditelan oleh makhluk aneh mulai terkejut, Karasuma yang saat ini sedang ditembok mulai berteriak padanya.


"DAZAI !! JANGAN GEGABAH !! AKU YAKIN ADA CARA LA-"


"Maafkan aku, Karasuma-Sensei.. tapi tidak ada cara lain untuk menghilangkan portal itu selain aku dan Ritsu yang pergi kesana, karena itu adalah misi kami" potong Dazai yang mulai mengangkat tangan kanannya.


Disisi lain Irina yang melihat ini mulai bergerak kearahnya dan segera mencoba untuk menghentikan Dazai, namun tiba tiba saja Dazai mulai menjentikan jarinya.


CTAAKK !!


Tepat ketika ia menjentikan jarinya tiba tiba saja Dazai sudah menghilang dari sana bersama Q dan juga Ritsu, sedangkan Karasuma yang sedang menempel pada tembok tiba tiba saja terjatuh.


Tentu mereka yang melihat ini seketika terdiam apalagi Irina yang sedikit lagi hampir menyentuhnya, namun tiba tiba mereka mulai mendengar suaranya Dazai.


"Semuanya.. maafkan aku.. aku hanya bisa mengatakan ini pada kalian.. bahwa 7 tahun yang akan datang kita pasti akan bertemu lagi.. tentu setelah aku kembali.. maka aku akan menjelaskan semua ini pada kalian semua"


"Yang aku ingin saat ini.. adalah melihat kalian semua.. menjalankan kehidupan normal kalian.. tanpa terlibat dalam urusanku.. dan satu lagi.."


"Selamat atas kelulusan kalian.."

__ADS_1


__ADS_2