
Setelah jam pulang sekolah terlihat kalau Miyano sedang menunjukkan sesuatu yaitu mengenai risetnya atau laporannya mengenai kelesuan pada Tanaka dan juga Ohta.
Terlihat kalau Miyano saat ini sedang menatap kearah Tanaka dengan tatapan berbinar dan penuh harap akan hasil risetnya pada Tanaka.
Tentu Tanaka yang melihat ini langsung saja mengambil riset milik Miyano yang ukurannya seperti buku sejarah dan mulai membaca bagian pentingnya saja.
'Ini berlebihan..' batin Tanaka yang melihat semuanya dengan kedua matanya.
"Hmm.. aku mengerti" ucap Tanaka yang langsung menutup lembaran itu sambil menatap Rino dengan wajah serius.
Sedangkan Miyano dan Ohta langsung menatap kearah Tanaka dengan penuh harap akan kesimpulan Tanaka mengenai riset Miyano.
"Miyano-San .. aku pikir kau tidak cocok untuk menjadi orang lesu sepertiku" lanjut Tanaka dengan wajah serius.
Sedangkan Miyano yang mendengar ini seketika terdiam sambil menatap kearah Tanaka dengan tatapan kosong, ia berpikir kalau ia tidak akan bisa menjadi seperti Tanaka.
"Tapi.. apa orang itu puas dengan Miyano-San yang sekarang ?" tanya Tanaka pada Miyano.
"Dia.. dia selalu baik padaku dan tampaknya ia merasa senang ketika berbicara denganku.. tapi-"
Namun sebelum melanjutkan perkataannya tiba tiba saja Tanaka memberikan karate chop dengan pelan, tentu hal ini membuat Ohta terkejut mengenai aksinya.
"Tapi orang itu menerimamu bukan ? maka tidak masalah bukan jika kamu menjadi dirimu yang sekarang ? aku yakin orang itu akan menerimamu apa adanya, Miyano-San" lanjut Tanaka yang memberikan kata kata motivasi pada Miyano.
"Tanaka-Kun.." ucap Miyano yang terdiam ketika mendengar kata kata Tanaka.
"Dan aku pikir lebih baik jika kau mendekati kriteria dirinya, lagian sejak awal kau sudah ditolak" balas Tanaka dengan tegas.
"Ehh !? ditolak !?" teriak Miyano ketika mendengar perkataan Tanaka.
"Tanaka.. kita belum tahu apa orang itu akan menolak Miyano atau tidak" ujar Ohta yang mulai masuk kedalam percakapan mereka berdua.
"Ohh begitu, maaf aku hanya bercanda.. tapi yang pasti cobalah untuk menjadi yang terbaik sesuai kriterianya, Miyano-San.." lanjut Tanaka ketika mendengar perkataan Ohta sebelumnya.
"Baik, Master !!"
***
"Sangat bagus bila semuanya berjalan dengan lancar" ujar Ohta sambil memakan donatnya.
"Ya kau benar.. dengan begini akhirnya aku bisa menyingkirkan Miyano tanpa masalah" balas Tanaka sambil memakan donat terakhirnya dengan perlahan.
"Ehh !? aku diusir !?" teriak Miyano yang terkejut ketika mendengar penuturannya Tanaka.
Terlihat kalau mereka bertiga saat ini sedang makan donat di Ms Donat kebetulan Ohta mendapatkan diskon ditoko itu untuk 3 orang.
"Nah.. kamu tidak perlu berubah lagi kan ? kalau begitu aku pergi duluan" sahut Tanaka sambil mengambil kantongnya.
"Kemana ?" tanya Ohta yang melihat Tanaka dengan bingung, begitu juga dengan Miyano.
"Izumo Taisha" balas Tanaka dengan kesal, bahkan tatapannya matanya terlihat kosong saat ini.
'Jadi dia marah setelah semua ini..' batin Ohta yang melihat Tanaka dengan kesal, sedangkan Miyano masih menatap Tanaka dengan tatapan bingung nya.
***
Setelah Tanaka pulang dan masuk kekamarnya tiba tiba saja ia mendapatkan telepon dari seseorang, tentu Tanaka yang mendengar ini langsung memasang wajah jelek ketika ia berpikir kalau dirinya mendapatkan dari kedua dewi itu.
Namun kali ini berbeda sebab yang meneleponya kali ini memiliki nama dan orang itu adalah Kami-Sama, tentu Tanaka yang melihat ini awalnya bingung namun ia tetap mengangkat teleponnya.
"Halo.. Kami-Sama ?" tanya Tanaka pada Kami-Sama.
"Ahh.. akhirnya terhubung juga.. maaf sudah meneleponmu sore sore begini, Tanaka-Kun.." balas Kami-Sama.
"Jadi.. apa anda menerima doa saya, Kami-Sama ?" tanya Tanaka dengan penasaran akan doanya yang sampai padanya atau tidak.
__ADS_1
"Ohh.. tentu saja dan aku sudah menghukum kedua putriku itu untuk tidak pernah berinteraksi denganmu selama aku menyuruh mereka" balas Kami-Sama yang mulai tertawa senang dibalik telepon itu.
"Kau tahu.. mereka berdua langsung murung ketika mendengar doamu padaku waktu itu, apalagi temanmu yang tidak tahu keberadaan putriku hohoho.." lanjut Kami-Sama dengan tenangnya.
"Terima kasih banyak sudah mengabulkan doaku.. Kami-Sama.. aku harap mereka menyesal atas perbuatan mereka.." balas Tanaka sambil menundukkan kepalanya.
"Hohoho.. santai saja anakku sebenarnya aku menyuruh putriku untuk mengirimmu hadiah tapi malah terjadi pertengkaran hingga mereka lupa untuk mengirimkan hadiahku untukmu" jelas Kami-Sama mengenai kondisinya disana.
"Sepertinya mereka berdua belum berubah, lalu apa maksudmu dengan hadiah untukku ?" tanya Tanaka ketika mendengar hadiah untuknya.
"Hohoho.. pasti kau sudah mendapatkan itu bukan ?" tanya Kami-Sama dengan senang.
"Iya ? jadi itu perbuatan anda Kami-Sama ?" tanya balik Tanaka ketika mendengar grup chat darinya.
"Benar.. lalu cobalah buka tempat penyimpanan yang ada disana, aku sudah mengirimkan hadiahku untukmu jadi gunakanlah dengan baik" balas Kami-Sama.
"Kalau begitu aku pergi dulu dan bersenang senanglah disana hohoho.." lanjut Kami-Sama sambil tertawa ala pak tua.
"Ehh.. tunggu Kami-Sam-"
TUUTTT....
Namun sebelum melanjutkan perkataannya tiba tiba saja Kami-Sama menutup teleponnya hingga membuat Tanaka terdiam akan perkataan Kami-Sama yang mengirim Dimensional Grup Chat kearahnya.
"Jadi ini memang ulah anda ya, Kami-Sama.." gumam Tanaka yang melihat teleponnya ditutup lalu segera membuka inventory yang ada digrup chatnya.
Terlihat ada 1 kartu berwarna pelangi dengan 1 buku tutorial disana, melihat ini langsung Tanaka mulai menekan gambar itu hingga muncul informasi tentang kedua kartu itu.
[ Undertale Skill Card : Sebuah Kartu yang memungkinkan Host mendapatkan semua skill milik Sans dari Undertale, kartu ini diberikan khusus untuk anda dari Kami-Sama
Apa Host ingin menggunakannya ?
Ya / Tidak ]
Peringatan : Buku ini hanya bisa digunakan sekali saja, gunakan secara hati hati !!
Apa Host ingin menggunakannya ?
Ya / Tidak ]
Melihat tentu saja Tanaka hanya bisa menghirup udara dingin hingga membuatnya merinding ketika melihat ini, sebab apa yang Kami-Sama berikan padanya terbilang cukup berlebihan apa lagi kartu itu.
Tentu Tanaka bingung dengan tingkah Kami-Sama yang memberikan hadiah ini padanya secara berlebihan, padahal dengan grup chat ini saja ia saja sudah bersyukur dapat berkomunikasi dengan orang diluar dunia ini.
Mau tidak mau Tanaka hanya bisa pasrah sambil menekan 'Ya' pada hadiah pertama yang ia terima dari Kami-Sama dengan berat hati.
Tentu ketika menerima hadiah itu Tanaka mulai merasakan rasa hangat pada badannya walau ada sedikit rasa sakit dikepalanya ketika menerima semua informasi dari skill yang ia dapatkan sebelumnya.
'Sial aku tidak menyangka kalau akan merasakan sakit setelah menerima skill, lebih baik aku beritahukan mereka nanti' batin Tanaka sambil memijat kepalanya yang sakit karena informasi sebelumnya.
[ Ding ! Selamat Host telah membuka fungsi baru yaitu Status
Dengan ini seluruh anggota grup bisa melihat status kekuatan mereka sendiri didalam grup chat ]
Melihat ini Tanaka hanya bisa tersenyum sambil melihat fungsi baru ini digrup chatnya, langsung saja ia memencet status pada ponselnya.
[ Name : Tanaka
Age : 16 years old
Race : High Human
Title : Protagonist, Administrator, Assassin No 1, King Marksman, Lazybones
Atribute :
__ADS_1
Strength : B
Intiligent : EX
Agility : B+
Endurance : C
Stamina : D+
Charm : A+
Luck : EX
Skill : Ningen Shikkaku, Telepotation, Telekinesis, Judgement Eyes, Gaster Blaster, Bone Manipulation, Gun Mastery
Poin : 1000 ]
Melihat ini langsung saja ia menyimpan ponselnya diatas meja sambil berterima kasih pada Kami-Sama.
'Terima kasih banyak.. Kami-Sama..'
***
Kimetsu No Yaiba World, Jepang, Era Taisho.
Terlihat seorang gadis berambut hitam panjang dengan ikat rambut dan juga haori kupu kupu sedang melihat kearah ponsel yang ia dapat dari misi sebelumnya yaitu berburu iblis.
Tentu wanita itu tidak lain adalah Kanae Kochou ketika mendapatkan ponsel ini dia menjadi khawatir akan masa depan adiknya setelah membaca komik yang dia dapatkan dari Tanaka.
Dimasa depan Shinobu terbunuh oleh iblis bulan atas 2 atau Doma karena ia memiliki dendam kepada iblis itu setelah dia membunuh dirinya dimasa depan nanti.
Bahkan Shinobu rela memasukkan racun ketubuhnya untuk menjalankan rencananya untuk membunuh iblis itu apalagi ketika melihat Kanao Tsuyuri menangis karena kehilangan kedua kakaknya.
Melihat ini langsung saja ia menoleh kearah Kanao yang saat ini sedang duduk diatas kasur sambil menatapnya dengan datar.
Terlihat kalau umur gadis itu masih berumur 7 tahunan yang berarti Kanae akan mati 2 tahun lagi berdasarkan komiknya.
Apalagi ketika melihat teman seperjuangannya mati ditangan Muzan, Kanae mulai berpikir apa yang harus dia lakukan ketika melihat masa depan miliknya.
'Apa yang harus aku lakukan ?'
"Tidak bukan saatnya untuk berpikir seperti itu aku harus memberitahukan hal ini pada Oyakata-Sama"
***
To LOVE-Ru World, Planet Deviluke.
Terlihat dikamar seorang gadis berambut merah muda sedang tengkurap diatas kasur sambil menonton Anime atau masa depan tentang dirinya.
Tentu gadis itu tidak lain adalah Lala yang saat ini sedang berencana untuk kabur tapi terhenti ketika ia mendapatkan ponsel ini diatas mejanya.
Melihat masa depannya ketika bertemu dengan lelaki bernama Rito ini ia mulai ragu apakah Lala akan tetap pergi kebumi atau tidak.
Langsung saja ia mulai berpikir keras mengenai dirinya nanti ketika Lala pergi kebumi, sedangkan Peke selaku robot costum milik Lala mulai menatap kearah tuannya dengan khawatir.
"Lala-Sama apa kau yakin ingin pergi dari rumah setelah melihat masa depan anda" tanya Peke yang mengkerutkan keningnya ketika melihat Lala berpikir keras saat ini.
"Hmm.. sudah aku pastikan aku akan berbicara pada kedua orang tuaku, setelah itu aku akan pergi kebumi tanpa bertemu dengan Rito"
Dan itulah awal terjadinya perubahan pada sifat kedua anggota Grup Chat itu untuk melawan takdir mereka nanti dimasa depan.
Dan tidak akan ada yang tahu bagaimana masa depan mereka nantinya.
Yang pasti dimasa depan nanti Tanaka pasti akan mendapatkan masalah baru karena telah mengubah masa depan mereka dan juga anggota grup chat yang akan datang nantinya.
__ADS_1