The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 101


__ADS_3

Kembali pada Tanaka dan yang lainnya terlihat kalau Tanaka saat ini bersama yang lainnya disebuah lapangan yang cukup luas untuk melakukan barbeque disana.


Asuna, Ritsu, Kanzaki, Yada, Ohta, Echizen, Saya, Rino, Miyano, Katou, Shimura dan Shiraishi lah yang ikut acara barbeque yang dilaksanakan oleh Ohta dan Asuna atas kesuksesan Saya dan Rino yang berhasil masuk kedalam Tim Utama Voli sekolah mereka.


Tanaka yang mendengar berita ini tentu merasa senang atas apa yang telah adiknya lakukan agar bisa masuk kedalam Tim Utama Voli sekolah mereka.


Langsung saja ia dan Asuna mempersiapkan bahan bahan untuk acara barbeque nantinya, mulai dari sayuran dan beberapa daging yang cukup untuk pesta nanti.


Tentu mereka tidak lupa untuk mengajak yang lainnya, seperti Saya selaku temannya Rino dan teman teman yang mereka kenal.


Acara barbeque akan terasa hambar bila orang yang datang sedikit makanya Asuna dan Ohta mengundang beberapa teman dikelas mereka seperti Shiraishi, Miyano, Shimura, Katou bahkan Echizen yang beda kelas sekalipun mereka undang.


Sedangkan Saya mengundang Ritsu, Kanzaki dan Yada karena mereka saling mengenal satu sama lain atau bisa dibilang mereka adalah teman satu kelasnya.


Awalnya Rino menolak ide tersebut untuk mengundang mereka bertiga terutama Ritsu, karena ia yakin kalau Ritsu hanya akan terus bersama kakaknya atau Tanaka daripada acara barbequenya.


Namun karena Saya memaksa Rino tidak punya pilihan lain selain menerima permintaan sahabatnya itu.


Dan disinilah Tanaka berada sekarang, terlihat kalau ia saat ini duduk diatas terpal kotak kotak dengan teman temannya yang saat ini memakan daging panggang yang dimasak oleh Asuna, Kanzaki dan Yada.


"Bagaimana Tanaka-Senpai ? apa dagingnya enak ?" tanya Kanzaki yang melihat daging panggangannya dimakan oleh Tanaka.


Tentu Tanaka yang sedang memakan daging itu pun memberikan jempol pada Kanzaki, melihat ini tentu Kanzaki merasa senang dengan apa yang ia lihat saat ini.


Bukan Tanaka saja yang merasa senang saat ini, bahkan Ohta yang lainnya pun juga merasa senang atas daging yang mereka makan saat ini.


"Benar, seperti yang Tanaka rasakan, kalau daging panggangan kalian benar benar enak, bukan begitu, Saya ?" tanya Ohta pada adiknya.


"Hmm.. Onii-Chan benar, masakan Kanzaki-San dan yang lainnya memang tidak kalah enak" balas Saya yang memegang pipinya dengan telapak tangannya sambil menikmati tiap gigitan daging panggangannya.


Sedangkan Miyano hanya menganggukan kepalanya saja sambil mengunyah dagingnya dengan senyum diwajahnya.


"Benar, ini adalah daging terenak yang pernah aku makan" ucap Katou dengan perasaan bahagia sebab ia baru pertama kali datang ke acara seperti ini bersama temannya.


"Enak !! sudah kuduga kalau masakan primadona kelas 1 memang enak seperti ini !!" teriak Shimura yang benar benar menikmati masakannya mereka.


"Hehehe.. senang mendengar kalian menikmati masakannya Kanzaki daripada milik kita berdua" balas Yada dengan senyum menyeringai ketika melihat mereka menikmati masakannya Kanzaki.


"Itu tidak benar masakan kalian juga sama enaknya kok dengan yang dimasak oleh Kanzaki-San.." ujar Shiraishi yang sedikit canggung ketika mendengar ucapannya Yada.


"Itu benar, mungkin hanya lidah mereka saja yang salah mengenai masakanmu Yada-San, Asuna-San.." lanjut Echizen sambil menatap Tanaka dan yang lainnya dengan tatapan mengejek.


Tentu Shimura dan Katou yang mendengar ini tidak setuju dengan ucapannya Echizen dan mulai berdebat soal masakannya Kanzaki dan Yada.


"Hei !! itu tidak benar !!"


"Benar !! kau jangan membeda bedakan jenis masakan tiap orang Echizen-San !!"


"Ha !? harusnya kalian yang jangan membeda bedakan jenis makanan !!"


Melihat perdebatan mereka bertiga Asuna, Shiraishi, dan Miyano mencoba untuk menenangkan mereka bertiga.


Disisi lain Saya yang melihat ini tentu panik karena mereka bertengkar soal makanan, Rino sendiri yang melihat ini hanya bisa menghela nafas sambil menenangkan temannya Saya.

__ADS_1


Tanaka sendiri saat ini masih berada didunianya sendiri, bahkan ia masih memikirkan bagaimana langkah berikutnya untuk mengambil kembali setengah jiwanya yang diambil itu.


Namun ketika memikirkan itu tiba tiba saja Asuna mylai berbicara dengannya yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri.


"Hari yang indah bukan ? semuanya bersenang senang hari ini apa yang kau pikirkan mengenai ini, Yuki-Kun ?" tanya Asuna yang membawa daging panggangnya untuk Tanaka.


"Entalah.. mungkin bagiku ini adalah neraka" gumam Tanaka dengan lesu.


"Hahaha.. jangan begitu mereka sudah jauh jauh datang kemari untuk merayakannya" tawa Asuna dengan canggung.


"Kau benar, mungkin sebaiknya aku tidur saja" balas Tanaka yang kemudian meletakkan piring dengan steaknya dan segera tidur diatas karpet.


Tentu hal ini membuat Asuna menghela nafas ketika melihat tingkah Tanaka yang tidak pernah berubah, walau ia merasa kalau dirinya lebih lesu dari sebelumnya.


"Baiklah semuanya !! kalau begitu mari selesaikan masalah ini dengan bermain bola voli saja !!" teriak Echizen dengan bola voli yang ia pegang saat ini.


"Ya !!"


***


"Oi !! apa apaan dengan susunan tim kita ini, ha !!"


"Benar !! ini tidak adil !!"


"Benar.. aku harusnya sedang tidur saat ini.."


Terlihat kalau Katou dan Shimura memiliki pasangan tim voli mereka adalah Tanaka, sedangkan pasangan tim Echizen adalah Ohta dan Shiraishi.


"Hahahaha !! tentu saja timku akan menang melawan tim kalian !!" tawa Echizen dengan bahagia melihat susunan tim yang disusun oleh Saya dan Rino.


"Kalau begitu bersiaplah untuk kalah !!" teriak Echizen dengan nada provokasinya.


"Kau tidak akan bisa menang dari kita, Echizen-San !!" teriak Shimura sambil merangkul Tanaka dan juga Katou.


"Dengan adanya mereka berdua aku yakin kita pasti akan memenangkan pertandingan voli ini !!" teriak Shimura dengan penuh semangat.


Tepat ketika Shimura meneriaki timnya Echizen, terlihat kalau pandangan Ritsu sedang menatap Tanaka yang sedari tadi diam tidak berbicara saat ini.


Tanpa basa basi lagi langsung saja Echizen mulai melempar bola voli itu setinggi tingginya dan mulai melakukan servis kearah mereka.


"ORAAAA !!" teriak Echizen ketika memukul bola volinya.


Tentu mereka yang melihat ini terkejut dan mulai menghindar dari bola yang dipukul oleh Echizen kearah mereka kecuali Tanaka yang masih berdiri disana.


"Tanaka-Kun !!" teriak Shiraishi yang melihat Tanaka masih terdiam disana.


Tepat ketika Shiraishi memperingati hal tersebut pada Tanaka, langsung saja bola tersebut menghantam kepala Tanaka hingga ia terpental.


Disisi lain Tanaka yang menerima hantaman bola itu mulai melihat sesuatu yang membuat Tanaka terdiam karenanya.


Terlihat kalau didalam pandangannya terlihat 2 orang berpakaian berbeda sedang berdiri dihadapannya dalam keadaan buram.


Tepat ketika melihat dunianya terasa lambat langsung saja ia terjatuh keatas tanah tanpa merasakan rasa sakit dikepalanya.

__ADS_1


"TANAKA !!" teriak Katou yang khawatir dengan keadaannya Tanaka.


Tentu mereka yang melihat ini langsung saja mendekat kearah Tanaka yang terbaring diatas rumput dengan tatapan kosongnya.


"Kau tidak apa apa ?" tanya Shimura yang juga khawatir dengan keadaannya Tanaka.


"Uhh.." gumam Tanaka yang mulai duduk sambil memegang kepalanya yang baru terasa sakit sekarang.


"Maaf, sepertinya pikiranku teralihkan.."


"Bisakah aku istirahat sebentar, Shimura ?" tanya Tanaka dengan nada lelah.


"Tentu saja Tanaka, tapi jangan sampai tertidur, kita membutuhkanmu untuk memenangkan pertandingan ini.." balas Shimura sambil menaikkan kacamatanya.


"Hmm.. Hmm.." balas Katou yang menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapannya Shimura.


"Oii.. kalian berdua.. ini bukan saatnya untuk bicara seperti itu.." ucap Ohta yang melihat gegalatnya Shimura dan juga Katou.


"Baiklah.." balas Tanaka yang mulai berdiri lalu segera kearah Asuna yang sedang duduk disana dengan mantel berwarna hitamnya itu.


"Apa kau baik baik saja, Yuki-Kun ? apa kau butuh jus tomat atau-"


Namun perkataannya Asuna sepertinya tidak didengar oleh Tanaka dan ia memilih untuk mengambil mantelnya itu dan segera pergi dari sana.


"Yuki-Kun ?"


"Aku akan segera kembali, Asuna.."


Tepat ketika Tanaka sudah cukup jauh dari kerumunan, langsung saja Ritsu mulai mengikutinya dari belakang dan menghiraukan mereka yang sedang berbicara dengan Echizen soal pukulan servisnya tersebut.


Terutama Asuna yang saat ini melihat Ritsu mengejar Tanaka yang terlihat aneh hari ini.


'Semoga Yuki-Kun tidak apa apa..'


***


Kembali pada Tanaka terlihat kalau ia saat inj sedang menggunakan teleportasinya ke tempat dimana ia pertama kalinya bertemu dengan Link.


Langsung saja ia merentangkan tangannya dan mulai melihat setengah jiwanya yang terdapat X disana dengan raut wajah lelah.


"A.. Apa yang terjadi ?" gumam Tanaka yang melihat setengah jiwanya itu.


"Link, apa kau ada disana ?" tanya Tanaka sambil melihat kearah goresan tinta yang ada ditanah itu dengan raut wajah lelahnya.


"Ayolah kawan, kumohon jawablah aku.."


"Yuki-Senpai.."


Tepat ketika Tanaka mengatakan itu tiba tiba saja ia mendengar suara seseorang yang membuat dirinya seketika terdiam dengan keringat dingin.


"Siapa itu Link ?"


"...."

__ADS_1


'Sial..'


__ADS_2