The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 39


__ADS_3

"Yahh.. hari ini benar benar panas bukankah begitu, semuanya" ucap Dazai yang saat ini sedang mengipasi dirinya dengan daftar absennya sambil duduk dikursinya dengan nada lelah.


Bahkan ia benar benar terlihat sedang bersandar pada kursinya dalam keadaan terlentang, dimana keadaannya ini dapat memberikan kesempatan para Assassin untuk membunuhnya.


Sedangkan para murid sendiri saat ini sedang mengerjakan lembar kertas yang diberikan oleh Dazai, bahkan mereka pun kepanasan saat ini.


"Sensei.. kenapa kau memberikan kami ulangan dadakan, bukannya ulangan masih lama ? apalagi hari ini panas" tanya Okajima yang mulai mengeluh pada Dazai.


"Hmm.. kalau tidak salah kau Taiga Okajima benar ?" tanya Dazai yang saat ini masih mengipasi dirinya.


"Benar.." balas Okajima yang menganggukkan kepalanya.


"Mudah.. itu karena aku ingin tahu seberapa pintar kalian saat ini" balasnya sambil tersenyum kearah Okajima.


"Ini bohong bukan.." gumam Okajima yang tidak percaya dengan ucapan guru barunya.


"Entahlah.." balas Dazai sambil tersenyum main main ketika mendengar keluhan muridnya.


Tentu mereka yang melihat senyumnya Dazai mulai merasa kesal namun tetap mengerjakan ulangan yang diberikan olehnya.


"Baiklah.. waktu habis segera kumpulkan" ucap Dazai sambil menepuk tangannya, tentu mereka yang mendengar ini mulai komplain padanya.


"EHH !! TIDAK MUNGKIN !! "


"YANG BENAR SAJA !!"


"KITA BARU MENGERJAKAN INI 10 MENIT YANG LALU !!"


"BENAR BARU 10 MENIT KITA MENGERJAKANNYA !!"


"Sudah sudah kumpulkan saja, jika ada yang ingin kalian tanyakan, segera tanyakan padaku setelah aku memeriksa lembar ulangan kalian" sahut Dazai sambil menghiraukan perkataan mereka dengan senyum main mainnya.


Mereka yang mendengar ini mulai mengumpulkan kertasnya sesuai perkataan Dazai walau ketika melihat senyumnya itu, setelah terkumpul langsung saja Dazai mulai memeriksa hasil ulangan mereka satu persatu.


Tentu Dazai yang memeriksa ini wajahnya mulai berubah menjadi jelek seiring ia melihat jawaban mereka semua, tentu mereka yang melihat raut wajah Dazai tambah kesal.


"M.. Mahh.. setidaknya ada 1 orang yang nilainya hampir sempurna, e.. ehmm.. sesuai janji a.. apa ada yang ingin kalian tanyakan padaku ? se.. sebelum kalian masuk kedalam pelajaran" tanya Dazai sambil tersenyum kecut ketika melihat jawaban mereka.


"Sensei.." gumam mereka yang melihat senyum Dazai yang begitu dipaksakan.


"Dazai-Sensei apa benar kalau kau adalah Mantan Pembunuh ?" tanya Okajima yang mulai mengacungkan tangannya.


"Benar, ada lagi ?" balas Tanaka dengan singkat sambil memasang wajah polos.


Tentu Okajima yang mendengar jawaban singkat dari Dazai mulai kesal bahkan beberapa urat muncul dikeningnya.


"Dazai-Sensei pertanyaan serius.. apa kau bisa mengalahkan Karasuma-Sensei atau membunuh Koro-Sensei ?" tanya Kaede kali ini yang mengacungkan tangannya kali ini dengan penasaran.


"Hmm.. mengalahkannya ? tidak.. tidak.. bahkan aku bisa membunuh Karasuma-Sensei dengan mudah, sedangkan Koro-Sensei itu jelas tidak mungkin" balas Dazai sambil tersenyum ketika mendengar pertanyaannya.


Tentu hal ini membuat mereka terkejut bukan main langsung saja gadis yang pernah Dazai temui sebelumnya mulai bertanya padanya, tentu gadis itu adalah Yukiko Kanzaki.


"Dazai-Sensei apa kau punya bukti ?" tanya Kanzaki kali ini.


"Hmm.. tunggu.. kau.. kau Ojou-Sama yang waktu itu bukan !?" tanya Tanaka sambil menunjuk Kanzaki dengan tatapan terkejut ketika melihatnya.


Tentu mereka yang melihat ini mulai terkejut dengan ucapannya, siapa menyangka kalau Dazai mengenal Kanzaki, begitu juga Nagisa.


"I.. Iya.. dan namaku Yukiko Kanzaki, D.. Dazai-Sensei.. " balas Kanzaki dengan wajah memerah karena kemarin ia kepergok bermain arcade atau ding dong dengannya.


"Baiklah.. Ojou-Sama.." balas Dazai sambil tersenyum main main ketika melihat ekspesinya.


Tentu Kanzaki yang mendengar ini wajahnya semakin memerah ketika melihat Dazai mempermainkannya, bahkan semua siswa yang melihat interaksi mereka mulai penasaran dengan hubungan mereka.


"Hahaha.. kau terlihat imut ketika wajahmu memerah Kanzaki-San, lalu Nagisa-Kun kesini sebentar" ucap Dazai sambil memanggil Nagisa kemari.


Tentu Kanzaki yang mendengar ini mulai menutup wajahnya dengan kedua tangannya, bahkan terlihat asap mengepul diatas kepalanya.


"Sial.. keahlian menggodanya diluar nalar" gumam Okajima yang melihat ini didepan matanya, begitu juga dengan para siswa yang setuju dengan Okajima.


"Ehh ? aku ?" tanya Nagisa sambil menunjuk dirinya dan segera berjalan kearahnya.


Tentu Dazai yang melihat ini langsung membuka mantelnya dan memberikan mantelnya pada Nagisa, tentu Nagisa yang melihat Dazai memberikan mantelnya mulai kebingungan begitu juga dengan yang lainnya.


"Nahh.. Nagisa-Kun, apa kau masih ingat dimana Karasuma-Sensei mengangkatku sebelumnya ?" tanya Dazai sambil menyandarkan kepalanya diatas meja, terlihat kalau ia memasang senyum main main kearah Nagisa.


"Ehh.. kalau tidak salah itu di- D.. DARAH !!" teriak Nagisa yang terkejut ketika melihat noda darah dikerah mantelnya ketika ia memeriksanya.


Tentu seluruh siswa yang mendengar ini terkejut dan mulai menghampiri Nagisa dan benar saja ada darah dikerah tempat dimana Karasuma mengangkat Dazai sebelumnya.


"Da.. Darah"

__ADS_1


"Benar.. ada darah disana.."


Mereka yang melihat ini segera menoleh kearah Dazai yang saat ini sedang tersenyum menyeringai ketika mendengar jawabannya.


"Bagaimana ? bahkan sebelum saya pensiun pun tempat dimana Karasuma-Sensei pegang itu sebenarnya ada silet beracun tanpa bau disana, ada lagi ?" tanya Dazai yang masih menyandarkan kepalanya sambil tersenyum kearah mereka.


"D.. Dazai-Sensei ? a.. apa Karasuma-Sensei m.. masih hidup ?" tanya Kurahashi dengan gugup ketika mendengar ini.


"Entahlah.." balas Dazai sambil menoleh kearah pintu dengan senyum gelapnya.


Tepat ketika Dazai mengatakan itu tiba tiba saja Karasuma datang membuka pintu, tentu hal ini membuat mereka terkejut ketika melihat Karasuma datang kemari.


"Oii.. Dazai apa maksudnya dengan ini ?" tanya Karasuma yang saat ini jari jarinya masih mengeluarkan darah.


Tentu mereka yang melihat ini segera menoleh kearah Dazai yang saat ini masih tersenyum kearah Karasuma.


"Ahh.. Karasuma-Sensei itu cuma contoh untuk murid murid kok, tidak usah dipikirkan" balas Dazai dengan nada main main.


"Setidaknya jangan lupa dengan pekerjaanmu dan ajarkan mereka dengan benar" ucap Karasuma sambil menutup pintunya kembali.


"Cihh.. dinginnya.. ada lagi ?" tanya Dazai sambil berdecih ketika melihat Karasuma pergi begitu saja setelah menerobos kelasnya.


Mendengar ini suasana kelas lagi lagi menjadi sunyi ketika Dazai mulai bertanya lagi, namun tiba tiba saja Karma bertanya pada Dazai.


"A.. Anu.. Dazai-Sensei.. apakah benar itu racun ?" tanya Kurahashi kembali.


"Bukan itu hanya pereda nyeri saja, ia baru menyadarinya pasti ketika ia memegang pulpen atau bukunya" balas Dazai dengan santainya.


Mendengar ini Kurahashi langsung menghela nafas lega, begitu juga yang lainnya.


"Dazai-Sensei apa kau bisa memberikan contoh lain ?" tanya Karma yang mulai penasaran saat ini.


"Hmm.. contoh lain" gumam Dazai yang mulai mengelus dagunya seperti ada jenggotnya saja.


"Baiklah.. akan aku berikan contoh yang lain pada kalian, jadi kembali ketempat duduk kalian terlebih dahulu" balas Dazai yang mulai berdiri dari duduknya.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai kembali ketempat duduk mereka, setelah kembali ketempat duduk mereka langsung saja Dazai mulai bertanya.


"Sebelum melanjutkan saya ingin bertanya terlebih dahulu, pistol punya siapa ini ?" tanya Dazai sambil menunjukkan pistol yang ada ditangannya.


Tentu mereka yang melihat ini tidak bisa berhenti untuk terkejut ketika melihat pistol ditangannya Dazai, namun tiba tiba saja seseorang mengangkat tangannya.


"I.. Itu punyaku Dazai-Sensei.." ucap Okuda dengan nada malu ketika melihat pistolnya ada ditangannya Dazai.


"Ba.. Baik" balasnya dengan rona merah dipipinya ketika mendengar ini.


"Baiklah.. Nakamura-San tangkap !?" sahut Dazai sambil melempar sesuatu pada Nakamura, tentu Nakamura yang melihat ini kaget dan mulai menangkapnya.


"I.. INI !! INI CEMILANKU !! APA DAZAI-SENSEI MEMAKANNYA !?" tanya Nakamura dengan kesal ketika melihat pocky miliknya sudah dibuka.


"Belum.. ini isinya ada ditangan saya" balas Dazai sambil menunjukkan isinya pada Nakamura, sedangkan Nakamura yang melihat ini langsung menghela nafas lega.


Tentu mereka yang melihat barang barang Nakamura dan Okuda ditangannya Dazai, mulai penasaran sejak kapan ia mengambilnya.


"Nahh.. Nakamura-San bisakah kamu posisikan kotak itu berdiri namun sebisa mungkin tertutup oleh pandanganku ?" tanya Dazai sambil memutar pistolnya Okuda tepat ditangannya.


"Ba.. Baiklah" balas Nakamura dengan gugup dan mulai mengerjakan apa yang diperintahkan Dazai padamya.


"Kalau begitu.. Isogai-Kun sini.. sini.. " sahut Dazai yang sedang mengamati kelas lalu memanggil Yuma Isogai, tentu Isogai yang dipanggil Dazai mulai berjalan kearahnya.


"Nahh.. Isogai-Kun bisakah kamu menembak kotak pocky itu hingga terjatuh apabila targetnya tidak terlihat atau terhalang ?" tanya Dazai yang mulai mengajak Isogai berdiri didepannya sambil memegang kedua pundaknya.


"Tentu saja itu tidak mungkin Sensei.. " balas Isogai tersenyum canggung ketika melihat Hinata Okano didepannya.


"Hmm.. benarkah ?" ucap Dazai yang langsung mengarahkan pistolnya pada Megu Kataoka.


Tentu Kataoka yang melihat ini pistol mengarahnya segera menunduk, langsung saja Dazai mulai menembak sehingga peluru itu mulai memantul dan mengenai kotak pocky itu hingga terjatuh.


"EHHHH !!"


"TIDAK MUNGKIN !!"


"HEBAT !!"


"KEREENN !!"


Teriak mereka semua yang melihat trik menembak Dazai mulai terpukau dengan keahliannya, terutama memantulkan sebuah peluru BB kearah kotak yang terhalau oleh Okano.


"Catat ini didalam otak kalian semuanya, tidak ada yang tidak mungkin dalam hal membunuh sebuah target, semua bisa dilakukan bila kalian ada kemauan" sahut Dazai yang mulai menjelaskan semuanya pada murid muridnya.


"Isogai-Kun kau boleh kembali.." balas Dazai sambil tersenyum kearah Isogai dan mulai menepuk pundaknya.

__ADS_1


Bahkan Isogai yang melihat ini hanya bisa menganggukkan kepalanya saja, ia saat ini masih terkagum pada keahliannya Dazai dan mulai duduk kembali kekursinya.


"Dengar.. apa yang saya lakukan ini karena saya menggunakan rumus matematika !! baik itu menembak, menebak kapan Karasuma-Sensei kemari, bahkan barang barang kalian yang ada ditangan kalian, dan juga membunuh selama hidup saya" jelas Dazai yang mulai menjelaskan semuanya pada mereka semua.


"Bahkan dengan rumus matematika pun kalian bisa membuat rencana untuk membunuh Koro-Sensei selangkah didepannya" lanjut Dazai sambil memasukkan kedua tanganya pada saku mantelnya.


"Bahkan bisa saja kalian memprediksi masa depan hanya dengan rumus matematika" lanjut Dazai sambil tersenyum misterius kearah mereka.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai melihat satu sama lain ketika Dazai mengatakan sesuatu yang tidak mungkin pada mereka semua.


"Saya yakin yang dipikiran kalian saat ini hal itu tidak mungkin terjadi benar ?" tanya Dazai sambil menatap mereka yang sedang berkomunikasi dengan tatapan.


Tentu mereka yang mendengar ini menganggukkan kepala mereka ketika Dazai mengetahui maksud mereka.


"Seperti yang saya katakan sebelumnya, tidak ada yang tidak mungkin dalam membunuh sebuah target, meskipun begitu tetap saja saya tidak bisa membunuh Koro-Sensei karena kecepatannya" lanjut Dazai sambil mengangkat kedua bahunya.


"YANG BENAR SAJA MANA MUNGKIN AKU BISA MEMBUNUH KORO-SENSEI DENGAN KECEPATAN 20 MACH !!"


"YANG DIMANA ITU BENAR BENAR MUSTAHIL UNTUK DILAKUKAN OLEH ORANG NORMAL SEPERTIKU !!" teriak Dazai sambil menjambak rambutnya dengan kesal.


"Dazai-Sensei.." gumam mereka yang melihat tingkah Dazai selaku guru mereka saat ini.


"Ehem.. mahh.. yang penting saat ini adalah bagaimana cara kalian semua untuk membunuh Koro-Sensei dengan keahlian dan bakat kalian masing masing" lanjut Dazai yang mulai mengacak acak rambutnya.


"Karena kita tidak memiliki banyak waktu maka kita akan segera memulai pelajarannya dan jika kalian tidak suka dengan pelajaranku.."


Langsung saja Dazai mulai mengeluarkan kacamata nya dari balik mantelnya dan mulai memakainya sambil tersenyum kearah mereka.


"Maka kalian boleh tidur dikelasku"


***


Diruang Guru.


"Ada ada saja bocah itu.." gumam Karasuma yang saat ini sedang menutupi luka dijarinya dengan perban.


"Ada apa Karasuma-Sensei ? apa kau dilukai oleh seseorang yang lebih muda darimu ?" tanya Koro-Sensei dengan senyum diwajahnya, bahkan ada pola belang hijau disana.


Tentu Karasuma yang mendengar ini merasa kesal dan mulai menembaki Koro-Sensei walau tembakan itu selalu ia hindari dengan mudah.


"Nyuhuhuhu.. maaf saja Karasuma-Sensei.. tapi aku masih ada jam pelajaran hari ini jadi aku pergi dulu" ujar Koro-Sensei yang mulai pergi meninggalkan Karasuma dikantor sendirian.


Sedangkan Karasuma yang melihat Koro-Sensei pergi mulai kembali melanjuti apa yang ia lakukan saat ini, namun dipikirannya saat ini ketika melihat Dazai hanya satu.


'Siapa kamu sebenarnya.. Dazai..'


***


Disisi lain Koro-Sensei yang sedang berjalan menuju ke kelas segera berhenti dan melihat apa yang ia lihat saat ini, dimana seluruh muridnya sedang memperhatikan pelajaran dengan serius kecuali Karma yang tidur dikelasnya.


Apalagi murid paling bodoh dikelas Terasaka Ryoma mulai memperhatikan pelajaran Dazai dengan serius, tentu hal ini membuatnya terkejut bukan main.


"Sampai disini ada yang ingin ditanyakan ?" tanya Dazai yang saat ini sedang menggunakan kacamatanya.


"Tidak Sensei !!" teriak mereka semua yang mendengar perkataannya.


"Bagus.. 30 menit yang saya berikan pada kalian tidak terbuang secara percuma" balas Dazai sambil tersenyum ketika melihat ini.


"Hari ini sampai disini dulu" lanjut Dazai sambil menutup buku yang ada didepannya.


Tentu mereka yang mendengar ini terkejut dan mulai komplain pada Dazai.


"Ehh.. Dazai-Sensei kenapa berhenti ?"


"Benar.. kami masih ingin melanjutkan pelajarannya"


"Benar benar"


"Sekali lagi aku minta maaf semuanya, karena jam pelajaran saya sudah habis" balas Dazai yang mulai melepaskan kacamatanya sambil memasukkannya kedalam mantelnya.


"Ehh.."


"Tidak mungkin.."


Mereka semua yang mendengar ini tentu kecewa dengan apa yang diucapankan oleh Dazai pada mereka semua.


"Kalau tidak ada lagi aku pergi dulu, ta.. ta.. " balas Dazai sambil melambaikan tangannya pada mereka semua dan mulai keluar melalui jendela.


Tentu mereka yang melihat ini hanya bisa tertawa canggung dengan tingkah kekanak kanakannya Dazai.


Sedangkan Koro-Sensei yang melihat ini hanya bisa menertawakan tingkahnya Dazai yang lumayan lucu untuk dilihat.

__ADS_1


"Nyuhuhuhu.. sepertinya Dazai-Sensei sudah mendapatkan hati mereka"


__ADS_2